Eliza Ve Zeera Andreas adalah perempuan jahat yang selalu berbuat jahat pada Sheira Harley, ia tidak menyukainya karena selalu dekat dengan tunangannya, berbagai cara ia lakukan untuk membuat Sheira dan tunangannya tidak saling mencintai.
setelah berkali kali membuat Sheira terluka, Eliza tidak menyangka jika keluarganya akan dieksekusi karena tuduhan pengkhianatan, ya tuduhan kudeta Tuan Duke Andreas terhadap Keluarga kerajaan.
Eliza tidak tahu jika keluarganya mengalami masalah seperti itu, ia terlalu sibuk dengan upaya untuk membuat tunangannya jatuh cinta padanya.
Eliza dan keluarganya dieksekusi, dan Sad ending adalah takdirnya.
"hah? yah, walaupun tidak sampai membuat Sheira terluka parah, tapi Eliza juga berhak mendapat perhatian dari tunangannya sendiri! tapi kenapa keluarganya dieksekusi? ini sangat tidak masuk akal! kapan persiapannya? kapan juga perangnya? kan ini aneh" Erika yang membaca cerita itu pusing dengan alur yang berlubang dimana mana di novel yang dibacanya
tapi Erika tidak menyangka jika ia mati lalu terbangun di dunia Novel yang dibacanya dan menjadi Eliza Ve Zeera Andreas!
#membaca dimulai dari episode 2 karena episode 1 sudah aku remake karena aku kehilangan inspirasi dan juga sudah lama sudah tidak mengingat.
mohon episode 1 diloncati saja. 🙏
#karya merupakan karya asli tidak ada unsur plagiat.
#karya ini merupakan 100% karangan saya sendiri.
#jika ada kesamaan nama, latar belakang, konflik atau semacamnya itu tidak disengaja kan.
#Novel ini tidak mengandung unsur sindiran dan lain lain.
#Foto/media, bukan hak cipta saya sendir, gambar dari Google dan aplikasi lain nya
#judul sebelumnya: The Changed life of the antagonist
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. elemen gelap
Duke Andreas menatap sendu pada istrinya dan kedua anak
Eliza juga yang sedang menatap ayah nya pun menghampirinya dan memeluk nya.
Duke Andreas terkejut dan membalas pelukan anak nya itu dengan ragu
"Eliza!" Bentak Tuan muda Damian dan menghampiri ayah dan adik nya
"Kakak apa kau yakin jika ayah menghianati ibu?" Tanya Eliza
Tuan muda Damian terdiam dia juga tidak yakin jika Ayahnya menghianati ibu nya.
"Kakak aku tahu, kakak tidak mungkin membenci ayah akan hal ini. Kakak juga tahu kan jika ayah tidak berbuat hal seperti itu?"
Tuan muda Damian menatap ayah nya dia juga merasa ayah nya sangat tersiksa dengan sikap ibu nya yang mengacuhkan ayah nya.
"Ya! Aku juga tidak yakin"
Eliza tersenyum puas
"Baik lah kita bertiga akan mengusir dua cecunguk itu dan membahagiakan ibu!" Ucap semangat Eliza
Duke Andreas terkejut dan tersenyum bahagia, kemudian dia memeluk dua anak nya itu.
"Terimakasih anak anak ku. Ayah senang"
Eliza dan Tuan muda Damian membalas pelukan Ayah nya
"Baiklah kita akan mengusir dua cecunguk itu" ucap serempak Eliza, Tuan muda Damian dan Duke Andreas.
Eliza terdiam dia ada rencana untuk mempermulus untuk mengusir cecunguk itu.
"Tapi ayah, kakak dan aku harus pura pura membenci ayah dulu untuk mempermudah rencana ku untuk mengusir cecunguk itu. Tapi ayah harus sabar ya"
Tuan muda Damian mengangguk sedangkan Duke Andreas hanya bisa pasrah dia yakin setelah kedua anak nya menemukan bukti dia akan menyiksa dua orang asing yang masuk ke kediamannya itu dan menyebabkan diri nya tersiksa karena di acuh kan oleh istrinya.
______
Eliza saat ini sedang menuju dapur untuk menyuruh Neeta yang saat ini tengah di dapur untuk membuatkan nya kue Browncake. Tapi dia tidak sengaja melihat Adeline sedang melihat ke sekeliling dan tampak terburu buru.
Eliza yang tadinya tidak mempedulikannya dan ingin melanjutkan jalan, seketika terhenti. Dia lalu melihat lagi Adeline yang berjalan dengan cepat Eliza pun mengikutinya
Tampak Adeline menuju halaman samping mansion ini, halaman itu jarang di didatangi oleh anggota keluarga mansion ini karena juga halaman nya yang sempit.
Eliza terus mengikutinya dengan sesekali terbang dan hinggap di pilar pilar mansion nya. Sedangkan Adeline tetap berlari karena tidak memiliki sihir angin
Adeline lalu berbelok dan terlihat ada seorang pria paruh baya yang mengenakan baju yang berada.
Eliza mengernyitkan kening dia semakin penasaran dan dia merasa tidak sia sia jika mengikuti nya untuk melihat suatu hal.
Adeline lalu berbicara dengan pria paruh baya itu.
Dikarenakan Adeline dan ibu nya yang tidak bisa bertelepati dia harus repot repot untuk menyampaikan sesuatu itu langsung.
Eliza mengirimkan sihir angin untuk mendengar apa saja yang di bicarakan mereka.
"Tuan. Aku ingin menyampaikan sesuatu. Saat nona muda dan Tuan muda datang, aku bisa merasakan mana gelap diantara mereka berdua, dan mana gelap itu sangat tebal. Aku takut kita akan kalah dari mereka berdua" ujar Adeline pada pria paruh baya
Pria paruh baya itu mengernyitkan kening, dia sudah menduga jika salah satu anak keluarga Duke memiliki elemen Kegelapan. Pria paruh baya itu tertawa dengan suara kecil
"Hahaha. Itu bagus, sudah ku duga kau terus lah awasi mereka." Ucap pria paruh baya
Adeline mengernyitkan kening
"Tapi.. Tapi ini berbahaya kenapa kau senang?" Tanya Adeline memberanikan diri.
Pria paruh baya itu menatap tajam Adeline.
"Ba.. baiklah."
"Baik. Aku akan kesini setiap hari untuk mendengar kabar selanjutnya" ujar pria paruh baya dan segera melesat pergi begitu saja.
Adeline menghembuskan nafas antara dia kesal dengan tidak berdaya.
Dia kesal karena hanya harus mengawasi anak dari Duke Andreas dia ingin sepenuhnya menjadi anak dari pemilik dari mansion ini dan dia hanya bisa pasrah karena bagaimana pun juga pria paruh baya itu sangat kuat.
Eliza menatap Adeline dia bingung dengan Adeline ini.
Dia juga akan kesini juga dengan mengikuti Adeline dia juga yakin jika waktunya di petang hari begini, selain orang orang yang sibuk dan anggota keluarga mansion ini sedang membersihkan diri.
'Mana gelap? Untuk apa dia ingin mengawasi salah satu anak andreas yang memiliki mana gelap?'
Adeline merasakan keberadaan elemen gelap samar sama, dia pun menatap sekeliling untuk melihat siapa itu.
Dengan segera Eliza semakin hinggap dan menaik kan tubuh ke atas pilar mansion nya.
'Apa mungkin perasaan ku saja?' Batin Adeline
Adeline segera berlari dan pergi dari tempat itu.
Eliza menghela nafas dan langsung melesat terbang dan menuju kamar nya.
Eliza langsung saja meneguk susu yang sudah berada di atas nakas nya dan juga terlihat kue Browncake ada juga.
Eliza mengelap mulut nya dan terus berfikir untuk apa Adeline mengawasi salah satu anak keluarga Duke yang memiliki elemen gelap dari pria paruh baya itu? Dan siapa pria paruh baya itu?.
Sial! Makin lama di pikir makin pusing saja Eliza memikirkan nya.
Eliza merebahkan diri sejenak dia sudah lelah dari pulang istana dan sampai dirumah dia menyaksikan drama dari dua orang asing yang tinggal disini, dan yang mengejutkan nya dia mendengar bahwa Adeline dan Marjolaine disini karena oleh pria paruh baya atau suruhan orang lain yang menjadi tuan mereka dengan pria paruh baya juga.
Dia yang akan mengusir dua cecunguk itu segera mungkin pun mengurungkan niat nya, dia ingin melihat motif dari Marjolaine dan Adeline itu disini.
Eliza beranjak dari ranjang dan pergi membersihkan tubuh.
Selesainya ia meminta Neeta untuk membawakan nya makan malam karena Eliza sudah sepakat dengan kakak dan ayah nya untuk makan malam di kamar saja. Alasan nya sederhana Eliza dan Tuan muda Damian seakan akan membenci ayah nya untuk membuat cecunguk itu tidak curiga dan ayah nya juga kekeh untuk makan malam di kamar karena ia tidak ingin melihat perusak rumah tangga nya. Ternyata Duke Andreas dan Duchess Andreas pisah kamar itu yang membuat Duke Andreas uring uringan karena tidak bisa bersama. Sedangkan Duchess Andreas juga tidak makan malam di ruang makan melainkan di kamar nya dia tidak kuat melihat suami nya dengan wanita lain, faktanya tidak seperti itu.
__________
"Ibu, kenapa di ruang makan ini tidak ada siapapun selain kita?. Dan juga kenapa tidak da sajian menu makanan nya?!" Ucap kesal Adeline
Marjolaine juga kesal. Walaupun anggota keluarga asli mansion ini tidak makan di ruang ini setidak nya menyediakan makanan untuk nya dan anak nya.
"Tenang lah kau juga ingin menjadi nona disini kan?" Tanya Marjolaine yang sejak 10 tahun yang lalu sudah jatuh cinta dengan Duke Andreas, sayang nya Duke Andreas sudah menikah dan sudah memiliki satu anak laki laki.
"Iya ibu! Aku ingin menjadi nona kediaman ini dan bisa bertunangan dengan yang mulia putra mahkota!" Ujar Adeline
Marjolaine terkejut dan kemudian tersenyum
"Baiklah kau bisa menggoda putra mahkota Daniel dan dapatkan hati nya untuk menjadi permaisuri nya. Aku yakin kau bisa, karena kau cantik"
Adeline tersenyum mendapat dukungan dari Ibu nya.
"Pasti. Tentu saja yang mulia akan terpikat dengan ku"
____________
Ke pasokan paginya Eliza sangatlah bosan jika berada dirumah terus, dia diam diam menyelinap keluar untuk menghindari jika pengawal akan ikut dengan nya.
Dia berniat akan pergi ke pasar lagi untuk membeli barang barang yang menurutnya sangat menarik
Dia melihat berbagai manik manik menghiasi salah satu toko.
Eliza pun kesana untuk membeli beberapa.
Eliza melihat ke sekeliling mencari manik manik perhiasan yang menarik baginya. Karena manik manik perhiasan ini memiliki fungsi beragam
Eliza lalu mendatangi pelayan.
"Kakak cantik. Apa fungsi nya liontin ini?" Tunjuk Eliza pada liontin bergambar kelinci lucu
Pelayan itu menoleh dan melihat gadis kecil yang ada dihadapan nya ini tampak Eliza hanya memakai pakaian sederhana.
"Emmm. Adik kecil yang imut, apa kau mempunyai uang? Dimana orang tua mu?" Tanya pelayan itu hati hati takut menyakiti gadis kecil itu.
Eliza mengernyitkan kening dia lupa jika dia berdandan seperti rakyat biasa.
"Kakak cantik aku punya uang nya kok tenang saja" jelas Eliza dan menunjukan tangan nya yang memegang beberapa koin emas.
kok sm" mati dan rainkarnasi?
dan selanjutnya adalah emang kisahnya oalah