NovelToon NovelToon
Istri Untuk Andra

Istri Untuk Andra

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:918.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Hanya sepenggal kisah tentang Andra dan Rhania, tidak ada yang spesial. Kisah sederhana dari pria humoris dan wanitanya.

Tidak disarankan untuk dibaca, risiko kalau sakit mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguping (Andra)

"Iya, aku akan segera kesana." Rhania mengakhiri sambungan telpon itu, mengembalikan ponsel Nadia dan berlalu meninggalkan Andra ke kamarnya.

Pria bermata sipit itu hanya mampu terdiam menatap kekhwatiran Rhania. Tak butuh lama kini Rhania telah kembali dengan mengganti baju seadanya, tak lupa tas kesayangannya.

"Andra, temani aku ke rumah sakit, bisa kan?"

Pertanyaan singkat yang mana Rhania tak ingin penolakan, wanita itu berlalu lebih dulu. Andra hanya mampu mengangguk dan mengikuti langkah tergesa Rhania.

"Apa ada kabar buruk, Rhan?" tanya Andra menatap nanar wajah panik itu, sejak tadi Andra begitu kalut memikirkan apa yang menyebabkan Rhania setakut itu.

Tak ada jawab dari Rhania, wanita itu kini meremas jari-jarinya cukup kuat. Ketakutan itu masih ada, jelas saja ia takut Mahran dalam masalah. Karena, jika Mahran tidak baik-baik saja, sudah pasti Evelyn akan mengutuknya.

"Rhan," panggil Andra lagi, menyadari khawatirnya Rhania entah kenapa Andra merasa sesak tepat di dadanya.

"Ah ... Mahran Hospital, Ndra."

Andra terhenyak kala Rhania menjawab pertanyaannya dengan jawaban yang tak semestinya. Meski demikian ia hanya menarik sudut bibir, tak terlalu memusingkan hal itu.

"Ehem, iya."

Andra mengehela napas perlahan, ternyata indah tadi malam tak menjanjikan bahwa esok hari juga akan baik-baik saja. Meski demikian ia takkan menunjukkan suasana hati sesungguhnya, ramainya kendaraan membuat Andra kesulitan mengambil celah.

Andra menatap Rhania dari ekor matanya, wanita itu menatap nanar keluar serara menggigit kukunya. Sungguh itu adalah kebiasaan Rhania yang cukup Andra kenali, ia akan melakukan itu di tengah gugup dan khawatirnya yang sungguh luar biasa.

"Rhania, hentikan." Andra menyingkirkan tangan Rhania dari mulutnya, sejak tadi ia merasa tak nyaman dengan tingkah wanita di sampingnya.

"Ays, kau membuatku terkejut." Rhania mencebik, pasalnya ia tengah memikirkan apa yang akan dilakukan Evelyn kala bertemu dengannya di rumah sakit.

Meski tak begitu besar, namun perubahan Rhania cukup membuat suasana hati Andra membaik. Karena setidaknya Rhania tak kehilangan dirinya saat ini.

Perjalanan yang seharusnya dapat di lalui selama 15 menit menjadi lebih lama lantaran macet yang membuat Andra kerap mengelus dada selama perjalanan. Rhania meminta Andra untuk menunggu di mobil, namun pria itu enggan menuruti permintaan Rhania.

"Ck, sudah kukatakan tunggu di mobil." Rhania menatap sinis Andra, entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak kali ini.

"Kau kira aku sopir pribadi?"

Andra mendahului Rhania seakan tanpa dosa, niat hati pria itu ikut masuk hanya ingin menyaksikan hasil karyanya tadi malam. Ia ingat pukulan yang mendarat di wajah Mahran cukup kuat, meski tak dapat di pungkiri saat ini wajahnya juga dalam kondisi tak baik.

"Ays, menyesal aku memintamu ikut." Rhania menyesuaikan langkah pria tinggi itu, sedikit kesulitan lantaran Andra mempercepat langkah karena takut Rhania akan masuk lebih dahulu ke ruangan rawat Mahran.

"Kenapa? Aku juga berniat menemui tunanganmu, bagaimanapun juga akulah penyebab pria itu terbaring lemah, iya kan," ujar Andra mengedipkan mata, berusaha lagi dan lagi agar Rhania tak mampu menyesuaikan langkah.

Beberapa perawat disana menatap bingung kedua insan itu, heran akan tingkah mereka yang lebih mirip anak TK. Rhania sadar betul akan tatapan para perawat menyebalkan itu, tatapan tajam bak pedang yang Rhania berikan membuat para perawat yang tengah menjadikannya bahan ghibah hanya terdiam.

Andra merasa tenang kala menyadari Rhania berada cukup jauh di belakangnya, tanpa tahu jika itu adalah pertanda buruk. Seketika pria itu menghentikan langkah, berbalik dan menatap sekelilingnya, tidak ada Rhania disana.

"Astaga!! Pe'ak, gue kan gatau dimana ruangan si biji kurma." Andra menepuk jidatnya, menyadari dirinya tengah berada dalam lingkaran kebodohan yang nyata.

"Ays ... mana lagi dia, secepat itu ilangnya ya Tuhan." Andra mengacak rambut, menyesal ia tak menggenggam tangan wanita itu.

_*******_

Berkat bantuan resepsionis cantik yang baru saja Andra rayu dengan segudang kata manis kini ia mampu menemukan ruang rawat pria itu. Sebenarnya agak menyebalkan, batin Andra.

Wajah itu kini berbinar kala menemukan ruang rawat Mahran, dengan mengumpulkan segenap keberanian Andra hendak membuka pintu perlahan. Namun, hal itu tertahan kala ia mendengar sekilas pembicaraan mereka.

"Mama tidak setuju!! Papa gila?!" Andra mendengar dengan jelas ucapan yang ia yakin dari Evelyn.

"Mama, kau ingat pernah menjanjikan apa untuk Mahran? Pasangan hidup itu murni pilihan dia, kita tidak diperkenankan ikut campur." Broto menjelaskan dengan nada tinggi, keributan antara pasangan itu cukup jelas terdengar di telinga Andra.

"Dan kau!! Kenapa kau datang? Kau lihat, putraku bahkan rela melawan kehendak Mamanya karena kau!!"

"Mama!!" Mahran ikut andil dalam debat yang terjadi di antara orangtua-Nya.

Kali ini Andra semakin menajamkan pendengarannya, ilmu menguping yang kerap ia dapat dari Jelita dahulu kini ia praktekan.

"Dengan atau tanpa restu Mama, aku akan tetap menikahi Rhania."

JLEB 😣

Andra menelan pahit salivanya, keributan keluarga yang bahkan menggemparkan rumah sakit itu membuat Andra mendadak lemas.

Hingga ia tak sadar kala pintu itu dibuka dari dalam. Andra yang tidak memiliki kesiapan untuk mengambil posisi hanya mampu tercengang menatap wanita paruh baya dengan penampilan yang begitu glamour di depannya.

"Sedang apa kau disini?!" tanya wanita itu dengan nada tinggi, bukan hanya wanita itu yang terkejut dengan kehadiran Andra di depan pintu itu, tetapi juga Mahran dan Broto.

"Ehehehe ... menjenguk anak Tante, boleh kan?" Andra merasa bak maling yang tengah ketahuan warga kala melakukan aksinya.

"Cari muka kamu!! Kamu kan yang membuat anak saya babak belur begitu?!" Evelyn bertanya begitu berapi-api, menunjuk Mahran yang bahkan terlihat baik-baik saja.

"What?!! Eh Tante, Anda tidak lihat wajahku? Jika Mahran sudah Tante katakan babak belur, lalu saya apa?" Andra menggeleng seraya menatap datar wajah wanita itu.

Tanpa mengucapkan apa-apa wanita itu mendorong Andra dan berlalu begitu saja, sungguh mama-mama tak berakhlak, pikir Andra. Tersisa mereka berempat, Broto yang mengerti jika mereka harus menyelesaikan sesuatu memilih keluar.

"Mau apa kau?" tanya Mahran begitu dinginnya, tatapan tak bersahabat itu sungguh membunuh lawannya.

Sempat berprasangka baik pada Andra kala pertemuan pertama, kini yang Mahran pahami tentang Andra hanya sebatas dendam semata. Tidak lebih san tidak kurang, pria itu telah mengusik cintanya. Rhania seakan berubah dan itu karena kedatangan Andra yang dalam hidupnya. Berulang kali berusaha, dia sudah sesulit itu mencoba namun semakin sulit meraih cinta Rhania kala pria itu kembali.

"Aku?" tanya Andra menunjuk dirinya, menatap Rhania sekilas seraya menghela napas perlahan. Dapat Andra lihat betapa kesalnya Mahran, tangannya mengepal serta tatapan tadi malam kembali ia temukan.

1
bibi
naah ini nii
bibi
next
bibi
🤣
SNN 💠
👍🏻
Anonim
Seruuuuuuu
Singkat tapi jelas
Akhirnya abang giant bakal punya spp ni
my_dear_Budiarti
berakit rakit ke hulu
berenang ke tepian,,,
remuk badan dahulu
baru bisa jadian..../Joyful/
Juan Sastra
kisah tersingkat tapi lucu juga
Juan Sastra
ow ow oww saatnya andra sang pahlawan hati maju
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Belajar sm ustadz siapa Ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Apes bgt nasibmu ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
dasar Randy sableng😂😂😂😂😂
Halimah
jempol kudanil/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
banyak adegan yg diulang2 bikin kesel aja....
Desy Puspita: ini novel isinya memang acak-acakan, kalau kesel gausah baca, salah sendiri diteruskan
total 1 replies
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
kok balik lagi episodenya? /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!