21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26
Pak Erik yang mulai melihat Sinara
terdiam,membuatnya langsung terbangun duduk di belakang Sinara. ia menyentuh bahu Sinara.
"Heiii, kenapa,!? "
Sinara hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, menunduk, dengan bahu turun naik, membuat Pak Erik reflek membalikkan tubuh Sinara dengan kedua tangannya,. agar Sinara menghadap ke arahnya.
"Heeiii., ada apa sayang,,!?" Melihat Sinara hanya menunduk,dengan napas yang masih tidak beraturan membuat Pak Erik mengangkat dagu Sinara,. "Heii kokk nagiss, ,!?" Melihat air mata Sinara terus menerus menetes di pipinya membuatnya tidak sampai hati, dengan sigaf ia langsung mengusap air mata Sinara dengan ibu jarinya.
"Heii aku hanya bercanda sayang,aku belum mengapa-ngapain kamu, ayolah,!!" Pak Erik pikir Sinara menagis karna candaannya yang menyebutkan mereka tidur berduaan.
"Jangan menagis sayang,!?" Pak Erik memeluk Sinara dan mengusap-usap bahunya.
Melihat Sinara semakin sedih, dengan air
mata yang terus menetes di bahunya membuatnya merasa bersalah dan semakin bingung.
"Sayang, sudah dong nagisnya, aku kan
hanya becanda..!! Ok kalo aku memang bersalah aku minta maaf, tapi kamu jangan nagis lagi ok, ,!? Jangan bikin aku khawatir dong.!! "
Sinara hanya geleng-geleng kepala, dalam
Dekapan Pak Erik.
"Ibu,! "
Kenig pak Erik ternaik ke atas, "Iya kenapa
Ibu,,!?" Bingung.
"Ibu masih sakit, ibu menaggung penderitaannya di rumah sakit, tapi aku
di sini enak-enakan tidur-tiduran., tidak menemaninya di rumah sakit., Anak
macam apa aku ini, , Hik hikkk.,, "
"Heii, kamu juga butuh istirahat,
bukan berarti kamu tidur-tiduran atau santai-santai saja itu melupakan ibu,.
Aku yakin jika ibu kamu sadar ia pasti mengerti,.kamu tenang-tenag ya, aku udah mengurus semuanya. "
Sinara merenggangkan pelukan mereka, ia menatap mata Pak Erik. " Maksudnya,!?? " Sinara bingung dengan ucapan terakhir Pak Erik.
"Iya kamu tenag saja," Kini Pak Erik sambil mengusap-usap rambut Sinara dengan penuh kasih sayang dan menyelitkan anak rambutnya yang berjuntai di pipinya, untuk di selitkan kekupingnya. Sinara yang masih menunggu jawaban Pak Erik itu kini menatap matanya, yang ada di hadapannya.
"Ibu sudah di tangani dokter,. sembari menunggu pendonor hati yang baru dan cocok buat ibu, ibu akan di rawat ke rumah sakit terlebih dahulu,selama itu belum ada. nanti jika sudah ada positif cocok hati tersebut dengan ibu, ibu akan menjalani oprasi pencangkokan hati dengan hati yang baru., jadi kamu berdoa saja semoga secepatnya ada pendonor hati untuk ibu, setelahnya ibu akan kembali sembuh ok." Kini Pak Erik mengusap pipi Sinara untuk menghapus air matanya dengan lembut. "Jadi kamu sudahan nagisnya, ,!?"
Sinara terpikir dengan donor hati. Apa sebaiknya hati aku aja, kan pasti cocok, akukan anaknya ahh ya.
"A apa tidak sebaiknya hati aku aja buat
ibu,,.aku kan anaknya pastinya akan
cocok ia kan,!? " Sinara minta pendapat Pak Erik, tapi di tatap Pak Erik dengan tatapan yang orang lain pun tidak mengerti.
"Tidak, tidak Sinara aku tidak mengizin
kannya,!! " Pak Erik mengeleng-gelengkan kepalanya tidak mau jika Sinara yang
menjadi pendonornya.
"Kenapa tidak, aku kan anaknya,.wajarkan anaknya membantu ibunya,. "
"Aku bilang tidak ya tidak, pokoknya jika kamu berani berfikir saja apa lagi melakukannya aku tidak akan membantu ibu kamu, kamu pegang kata-kata aku, "
Kenapa sih dengan dia, akukan anaknya jadi wajarkan.
"Kamu janji tidak akan berpikiran seperti itu, dan apa lagi melakukannya, kamu janji Sinara. .!? "
"Ta- "
"Tidak Sinara tidak, " Pak Erik dengan sigap memotong pembicaraan sinara.dengan nada tingginya.
"Tapi takutnya kelamaan menunggu pendonor yang cocok buat ibu,.,! sedangkan umur ibu sudah tidak muda lagi,. aku mohon, " Sinara tetap kekeh dengan keinginannya, kini wajah memohon dan rengeknya membuat Pak Erik perustasi.
Apa alasan yang tepat agar Sinara
mengerti, dan dia berhenti untuk berpikir
yang tidak-tidak seperti itu.
Like😘😘