NovelToon NovelToon
Pesan Terakhirmu

Pesan Terakhirmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:723.9k
Nilai: 5
Nama Author: Okta Diana

"Aku bukan sahabat terbaikmu." ~Reyhan~

Aku mencintai wanitamu, tapi aku bisa apa? Mengerti dia sudah menjadi milikmu wahai sahabatku. Maafkan aku yang sudah memiliki cinta terlarang ini. Aku sudah berusaha dan terus berusaha mengusirnya tapi yang ada semakin kuat rasa ini pada wanitamu. Aku hanya bisa menjalani sekuat hati dan akan selalu ku pendam dalam demi kebahagian kalian.

Tapi kini kenyataan sangat lah menyakitkan, kamu mengobarkan nyawamu demi menyelamatkan nyawaku dan memintaku untuk membahagiakan wanitamu?

area +21 👌

Ini sekuel novelku yang pertama ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Okta Diana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan goda suamiku!

Kinan POV

Pagi ini tubuhku terasa lelah sekali. Semalam Rey benar-benar seperti tidak mengizinkanku untuk tidur. Berapa kali? Empat kali, lima kali, enam kali aku bahkan tidak mengingatnya. Rasanya seperti ditusuk-tusuk tidak enak sekali pagi ini.

"Sudah bangun sayang?" tanyanya yang mengagetkanku. Dia seperti membawakan aku sarapan. Betapa malunya aku, kenapa jadi dia yang menyiapkan semua.

"Itu apa Rey?" Dia duduk disebelahku.

"Ini roti panggang, aku beri olesan selai coklat. Coba aku buat sendiri tadi. Kalau soal kematangannya jangan ditanya? Sampai gosong seperti ini. Aku menyerah dalam hal ini." Dia tertunduk lesu.

Aku hanya bisa menahan tawa dengan menutupi mulutku. "Sini aku coba!" Ku gigit roti bakar itu.

"Tidak usah dipaksa makan jika pahit!" serunya.

Ku pejamkan mataku,"Ya memang ini sedikit pahit, lain kali tidak perlu dibakar kalau tidak bisa!"

"Aku kan cuma berusaha."

"Loh Pinky mana?" Aku terlonjak kaget.

"Sama pengasuhnya. Tadi aku gendong sebentar dia tertidur."

"Ya sudah, aku mandi dulu!"

"Aku ikut!" Dia berjalan mengikutiku.

"Rey, semalam belum cukup?"

Dahinya mengkerut seketika, "Aku cuma ikut tidak minta lebih dari itu. Aku hanya diam dan melihatmu."

"Aku tidak yakin dengan ucapanmu."

Ku lirik wajahnya sudah pasti tampak kebohongan yang ada. Mana mungkin cuma diam melihat. Akhirnya ku biarkan dia masuk ke kamar mandi bersamaku.

"Kamu berdiri disitu Rey!" tunjukku tempat yang sebaiknya dia berdiri.

"Oke," ucapnya dengan santai.

Aku mulai melepas semua bajuku dan menyalakan shower ke arah tubuhku. Lagi-lagi dia menatapku tajam dengan senyuman menggodanya.

Dia akhirnya mendekatiku. "Aku bantuin ya!" Dia membuka semua bajunya. Hingga Kita mandi bersama di bawah shower tanpa sehelai benang pun yang menempel.

Dia mencoba memeluk dan mencium bibirku. Namun ku tahan dengan tanganku. "A-aku yakin kamu bohong Rey mana mungkin kamu hanya diam."

"Ya mana tahan, kamu yang menggodaku," ucapnya tanpa rasa berdosa dengan tangan yang berusaha untuk memelukku.

"Aku tidak menggodamu!" teriakku.

"Ya sudah, aku bantu membersihkan tubuhnya. Mana sabun cairnya?" godanya. Dia tertawa bahagia.

Aku tidak bisa menolaknya. Walaupun beberapa kali kita melakukan ini. Dia sangat lembut dan hati-hati memperlakukanku. Aku seperti terhipnotis dengannya. Seperti seluruh cinta yang ada di dalam hati dia berikan hanya padaku.

Setelah puas dengan semua ini. Kami keluar dari kamar mandi. Kurang lebih hanya sekitar setengah jam memadu kasih berada di bawah guyuran air hangat itu.

Aku mulai mengeringkan rambutku. "Sini aku bantu!" Dia mengambil hairdryer milikku dan berusaha membantuku.

"Rey, hari ini aku punya janji dengan Wina ke toko kue. Sebentar saja, bolehkan?" pintaku.

Dia mematikan hairdryer itu dan menaruhnya di meja. "Boleh, tapi aku antar ya?"

"Kamu tidak kerja hari ini?"

Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, "Tidak, aku hanya ingin seharian ini bersamamu."

Sesampainya di toko kueku. Aku sampai melupakan tanda-tanda merah yang Rey berikan di leher dan dadaku membuat setiap orang yang melihatku membicarakanku.

Aku menyuruh Rey menungguku sebentar, dan aku segera menemui Wina.

Mata Wina membulat melihatku, pasti gara-gara tanda merah ini. Aku menyesal sampai lupa menutupinya, "Kinan, oh banyak sekali?" ucap Wina keheranan. "Sini aku bantu menghitung tanda cinta suamimu."

Aku menampik tangannya, "Tidak lucu Win, aku lupa menutupinya." bisikku ditelinganya.

"Eh itu si Rey, makin kesini makin tampan saja. Kenapa laki orang begini banget ya?" Aku melihat matanya berbinar melihat suamiku.

Ku tarik lengannya, "Apa? Jangan coba-coba menggodanya!"

"Bukannya dulu kamu mau pisah dengannya? Hi, hi, hi." Pertanyaan yang membuatku malu.

Ku buang mukaku, "Tidak usah bahas yang dulu!"

"Ya sudah bahas semalam, berapa ronde? Hi, hi, hi." Dia masih saja menggodaku.

"Tujuh kenapa?" Aku hanya berbohong padanya.

"Haaaaah, kuat banget jadi ingin cepat nikah. Hi, hi, hi."

Ku anggat kedua alisku, "Mana calon suamimu?"

"Ada lah, nanti aku kenalin kamu malah naksir lagi."

"Idih."

Mataku tiba-tiba tertuju dari arah pintu datang seorang wanita cantik yang ku lihat sedang menghampiri suamiku.

"Rey," teriaknya yang terdengar sampai telingaku.

"Ya ampun kamu bener Rey kan?" Reaksi suamiku saat melihatnya seperti gugup. Aku semakin penasaran siapa wanita itu.

"Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. Masih ingat aku kan?" tanya wanita itu.

Rey bertambah gugup mengetahui aku mulai memperhatikannya. "Ha-i A-lisa!" sapanya dengan terbata-bata.

Wanita itu langsung mencium pipi Rey. "Kamu kemana saja? Tidak kangen sama aku?"

Aku sudah tidak tahan dengan semua ini dan menghampiri mereka berdua. Tiba-tiba Rey menarik tanganku dan merangkul pundakku. "Kenalin Lis, ini istriku?"

Perempuan itu melihatku dengan tatapan aneh melihat dari ujung rambut sampai ujung kakiku."Oh, kamu sudah punya istri?"

"Ya aku istrinya Rey!" tegasku pada wanita itu yang sepertinya menganggapku remeh.

"Win, aku pulang dulu," teriakku dan langsung ku gandeng keluar tangan Rey menjauhi wanita itu. ku banting pintu mobilnya keras-keras.

"Ki-nan maaf ...." Ku lirik tajam suara lirih itu. Wajahnya terlihat lesu.

"Apa dia mantanmu? Apa kamu pernah tidur dengan wanita itu? Kenapa dia sangat terkesan sekali bertemu denganmu tadi?" Sebenarnya masih seribu pertanyaan berkeliaran di otakku.

"I-iya, dulu dia mantanku. Tapi itu dulu banget sebelum aku mengenalmu."

"Kenapa tadi saat dia menciummu, kamu diam saja? Apa kamu menikmatinya?

"Tidak, mana mungkin menikmati."

Ku remas-remas tanganku untuk menyalurkan emosi yang bertambah besar ini karena pengakuannya.

"Apa kamu memperlakukannya sama denganku seperti semalam?"

"Tidak, sudah jangan ingat-ingat yang dulu lagi!"

"Celup sana sini."

"Memangnya aku teh celup?"

"Sudahlah, aku harus bagaimana? Jujur salah, bohong apalagi. Kita pulang saja ya!"

Aku melengos ke arah luar mobil. "Aku mau beli minum tolong antar ke mini market sebentar!"

"Oke."

Sesampainya di mini market sialnya Kami bertemu dengan Selena. Tapi berbeda dengan hari sebelumnya. Dia hari ini begitu pucat, wajahnya lesu dan sering memegangi dahinya.

Oh entah kenapa hari ini kenapa aku bertemu mantan-mantan Rey? Ku genggam erat tangan Rey saat kita berjalan. Seolah-olah aku tidak ingin sedetikpun melepas tangannya.

Dan Selena, dia masih saja belum terima dengan keadaan ini. Dia masih menggoda Rey tanpa sedikit pun menganggapku sebagai istrinya. Entah sampai kapan? Apa dia terlalu mencintai suamiku?

Yang pasti aku tidak ingin semua ini menjadi penghancur rumah tanggaku.

"Cukup Sel, Jangan kamu menggoda Rey lagi!"

Matanya melotot seperti ingin membunuhku, dia memajukan dadanya ke arahku, "Kenapa? Dia tunanganku. Kamu yang merebutnya dariku!"

Ku dorong dirinya untuk menjauhiku, "Hei, dia sudah menjadi suamiku!" teriakku. Aku sangat lelah berdebat seperti ini.

"Sudah cukup Sel! Jangan mengganggu kami lagi!" teriak Rey.

**Dukung terus Author,

Dengan like, coment dan votenya ya** ^_^

1
falea sezi
baru paham selena yg dlu mantan nya Rey nya makanya Arion g boleh dket pinky
falea sezi
visual nya ini artis thailand mark prin bukan sih
falea sezi
seganteng ini milik mbk kimberly
falea sezi
bru paham artinya/Curse//Curse//Curse/mampus kauu
falea sezi
oh jd ini kevin ma Kinan punya anak pinky trs aero anak Rey ma Kinan baru paham
Ridwan
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Lagian Kinan sok baik banget..Dan Rey juga kalo ngerasa gak pernah nyentuh tuh Jalang ngapain diam aja,dan mau2 aja ngaledenin papanya..Heran aku..
Qaisaa Nazarudin
Rey Terlalu lelet..
Qaisaa Nazarudin
Tapi aku curiga bukan Kinan yg membalas chatnya Rey..
Qaisaa Nazarudin
KURANG NYA KOMUNIKASI DAN GAK JUJUR TTG PERASAAN DENGAN PASANGAN,APALAGI GAK TEGAS DENGAN MANTAN,MENAMBAHKAN LAGI KESALAH PAHAMAN DI ANTARA MEREKA..REY YG SOK GENGSI YANG AKHIRNYA MEMAKAN DIRI SENDIRI
KArmila Siregar
🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩
Neng geulis
Luar biasa, menarik ceritanya
Mesyani Nainggolan
semoga ank tu bkn ank rey, dan smoga rey bisa mmperthankn ksetiaanya pda kinan
fa_zhra
berharap cm mimpi😭
fa_zhra
yah bru saja bca ending nya novel pertama lgsg pindah sini malah kevin nya 'end😭
Ardisti Aulia
mama dorong sapi....awalnya binggung tp udah tau 😂😂😂sakit perut wk...wk...
Ardisti Aulia
haa...haaa...mau dong bantuin habisin uangnya...
Reader
sok mulia sii Kinan, jd ngerepotin!
Acheuom Rahmawatie
menarik
Neisyanaf
sukses selalu okta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!