NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26 Siapa pemilik amplop itu?

Pagi ini koridor sekolah. Lyalc berjalan dengan Riri. Mereka berdua berjalan santai dari arah gerbang depan menuju area gedung kelas dua setelah melewati piket pagi.

Awalnya merasa biasa saja, tapi akhirnya Riri sadar kalau semua anak banyak yang melihat ke arah mereka berdua. Riri mulai merasa risih karena murid-murid yang sedang mengobrol di depan kelas mendadak diam dan langsung memandang ke arah mereka.

"Sepertinya mereka sedang memperhatikan kita deh," bisik Riri. Dia menyenggol lengan Lylac perlahan sambil tetap melangkah. "Tidak. Bukan kita, tapi kamu." Riri membetulkan ucapannya setelah melihat bahwa mata semua orang di koridor itu terkunci sepenuhnya pada langkah kaki Lylac.

Lylac mencoba mengawasi. Dugaan Riri benar. Banyak anak yang sengaja melihat dirinya seakan dirinya jadi tontonan. Murid-murid perempuan di depan kelas sebelah bahkan terang-terangan menunjuk ke arahnya sambil saling berbisik satu sama lain dengan ekspresi sinis.

Saat seseorang membahas soal amplop, dia paham kalau kabar dirinya memberikan surat cinta beredar. Lylac tidak sengaja mencuri dengar suara seorang siswi yang menyebut kata 'surat merah muda untuk Evan' dengan nada mengejek dari jarak beberapa meter.

Detik itu juga, Lylac langsung menyadari bahwa tindakannya kemarin di lapangan basket sudah menyebar luas dan menjadi konsumsi seluruh isi sekolah.

"Sepertinya memang membicarakan kamu. Soal amplop itu." Riri langsung menyimpulkan dengan cepat. Dia langsung menoleh ke arah Lylac dengan mata melebar, menyadari bahwa bisik-bisik yang mereka dengar di sepanjang koridor tadi bersumber dari kejadian penyerahan surat di lapangan basket kemarin.

"Eh, itu ceweknya lewat. Berani banget ya mukanya lempeng gitu setelah ngasih surat."

​"Iya, seleranya tinggi banget langsung ngincer kapten basket. Padahal biasanya ansos kagak pernah ngomong."

​"Zaman sekarang masih ada ya yang pakai surat kertas? Kreatif sih, tapi agak enggak tahu diri."

​"Kasihan si Evan, pasti bingung dapet surat dari cewek aneh begitu. Mau dibuang enggak enak, mau dibaca juga mager."

​"Minimal ngaca dulu lah sebelum maju mendekati Evan. Saingannya Angel, lho. Kagak takut apa ya?"

​"Mungkin dia bosan hidup tenang di sekolah, makanya cari gara-gara pakai nembak Evan segala."

Banyak yang menyindir Lylac saat dia lewat koridor. Beberapa murid sengaja berbicara dengan suara keras agar didengar olehnya, sementara yang lain tertawa sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya.

Namun dengan wajah datar, Lylac lewat begitu saja. Dia tidak menghentikan langkahnya atau membalas tatapan mereka, melainkan terus berjalan lurus menuju kelasnya sendiri.

Dia tidak membayangkan akan heboh seperti ini, tapi dia tahu akan ada yang komentar. Namun dia sudah bertekad untuk membantu Mika. Kalau benar cahaya yang redup itu tanda Mika naik ke langit, itu artinya waktu Mika disini tidak banyak. Dia mencoba mewujudkan impian hantu itu.

***

Bruk!

Riri meletakkan tas di atas meja dengan kesal. Gerakannya yang kasar dan mengejutkan beberapa anak yang sudah berada di dalam kelas.

"Kenapa kamu diam saja sih saat mereka mengejek mu? Kan kamu bisa klarifikasi pada mereka kalau amplop itu bukan milikmu." Riri langsung menuangkan kekesalannya begitu duduk di sebelah sahabatnya itu. Dia merasa tidak tahan melihat Lylac menjadi bahan tontonan sepanjang pagi.

Lyalc mendengarkan Omelan Riri. "Enggak ada guna. Mereka tetap ingin meledekku, kok." sahut Lylac pelan sambil mengeluarkan buku pelajaran dari dalam tasnya. Dia tahu betul bahwa menjelaskan kebenaran kepada orang-orang yang memang mencari hiburan dari gosip tidak akan mengubah situasi apa pun.

"Tapi setidaknya ada pembelaan dari kamu. Tidak diam saja begitu." Riri kesel dengan respon datar cewek ini. Dia menyandarkan punggungnya ke kursi sambil melipat tangan, merasa gemas karena Lylac selalu memilih untuk mengalah dan membiarkan dirinya sendiri disudutkan oleh murid lain.

Bibir Lylac hanya tersenyum menanggapi. Senyum kecil itu bukan karena dia senang, melainkan untuk menenangkan Riri agar sahabatnya itu tidak perlu ikut emosi menghadapi masalah yang menimpanya.

Mika yang dengar itu jadi merasa bersalah. "Aduh bagaimana, ini Ly? Kamu kena bully mereka." Mika yang sejak tadi duduk di atas meja langsung melayang mendekat ke wajah Lylac dengan raut wajah cemas.

Lylac melirik ke arah Mika yang melayang dengan tajam. Rasa sesal terasa percuma karena sudah terlanjur. Ia memberikan kode lewat tatapan matanya agar hantu itu diam dan tidak perlu banyak bicara lagi, karena nasi sudah menjadi bubur dan surat itu sudah telanjur sampai ke tangan Evan.

"jadi bisa kamu katakan siapa pemilik amplop itu?" tanya Riri. Dia mencondongkan tubuhnya ke depan, menuntut jawaban pasti karena sudah tidak tahan dengan segala misteri yang disembunyikan sahabatnya sejak pagi.

Lylac bersedekap sambil memejamkan mata. Dia bingung harus berkata apa. Pikirannya berputar mencari alasan yang masuk akal, namun dia tahu tidak ada satu pun kebohongan yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Riri saat ini.

"Kamu enggak bisa jujur padaku ya?" desak Riri yang mulai agak ngambek. Dia memalingkan mukanya sedikit ke arah jendela. Menunjukkan rasa kecewa karena merasa tidak cukup dipercaya oleh Lylac.

"Bukan begitu." Lylac membuka matanya kembali dan menatap Riri. Mencoba meredakan ketegangan di antara mereka.

"Lalu apa?" tanya Riri ketus, langsung memotong ucapan Lylac tanpa memberikan celah.

"Kalau aku bilang kamu enggak akan percaya." Lylac menghela napas pendek. Dia melirik sekilas ke arah Mika yang masih melayang cemas di dekat mereka, menyadari betapa mustahilnya menjelaskan keberadaan hantu itu kepada Riri.

"Kenapa? Karena itu sebenarnya kamu sendiri?" tuduh Riri, mencoba menyimpulkan sendiri alasan di balik sikap tertutup Lylac.

"Bukan," protes Lylac cepat. Dia menyangkalnya dengan tegas karena dia sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun pada Evan. surat itu murni milik arwah penasaran yang ada di sebelahnya.

"Lalu?" tanya Riri lagi, mendesak Lylac untuk segera melanjutkan penjelasannya yang menggantung.

"Mmm ... "Lylac bimbang. Dia mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja, menimbang risiko yang akan dia hadapi jika membongkar rahasia ini kepada sahabatnya.

"Yakin ya kalau aku cerita kamu enggak akan kaget." Lylac menatap mata Riri dengan serius, memastikan bahwa temannya itu benar-benar siap mental mendengar kebenaran yang tidak masuk akal.

Mika yang mendengar ikut deg-degan. Karena ini Lylac akan mengatakan tentang dirinya. Hantu cantik itu langsung menangkupkan kedua tangan di dadanya dan melayang semakin rendah di antara Lylac dan Riri. Dia merasa cemas membayangkan bagaimana reaksi manusia biasa seperti Riri saat mengetahui keberadaan makhluk halus di dekatnya.

"Sini," panggil Lylac agar Riri mendekat. Riri patuh. "Itu surat dari hantu cantik yang sering mengikuti ku."

1
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!