NovelToon NovelToon
PERFECT REVENGE

PERFECT REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:928
Nilai: 5
Nama Author: SuciptaYasha

Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.

Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.

Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.

Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 Masa lalu Yo-han

Suasana di dalam ruang rapat Moonlight Club mendadak sedingin es. Mereka semua tentu tidak mengenal Yeon Nara sebagai salah satu Keluarga Geumryeon karena wanita itu sendiri yang sudah lama tidak berkecimpung dalam urusan keluarga.

"B-Bos-"

Yo-han mengangkat tangan kanannya memberi isyarat mutlak.

"Keluarlah," perintah Yo-han, suaranya rendah namun penuh penekanan.

Mendengar perintah itu, para petinggi dan penjaga ruangan tidak berani membantah. Mereka menundukkan kepala dalam-dalam dan bergegas melangkah keluar.

Begitu pintu ruangan itu tertutup, Nara langsung meluapkan emosinya.

"Aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhkan tangan kotormu dari Yerin..." ucap Nara, napasnya memburu menahan amarah yang membakar dadanya. "Tapi apa-apaan yang kau lakukan sekarang? Ingin menikahinya?! Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu?!"

Yo-han tidak langsung menjawab, sebaliknya ia menatap wanita itu dengan datar. Hal itu justru membuat Nara semakin murka.

"Kenapa kau diam saja? APA KAU BERANI MENENTANGKU SEKARANGANG?!" teriak Nara penuh emosi, ia hendak menampar Yo-han sekali lagi.

Namun—

HAP!

Belum sempat tamparan itu mengenai Yo-han, pergelangan tangannya langsung ditangkap dengan cengkeraman yang kuat.

Nara tersentak. Untuk pertama kalinya, ia merasakan kekuatan Yo-han yang langsung mengarah padanya.

"Lepaskan tanganku!" perintah Nara, mencoba menarik lengannya namun sia-sia di hadapan kekuatan besar pria itu.

Yo-han menatapnya tanpa emosi, lalu berkata dengan nada datar yang namun penuh dominasi, "Kenapa aku harus menuruti perintahmu?"

"Apa?!"

Yo-han melangkah maju, memaksa Nara mundur hingga punggung wanita itu membentur meja rapat.

"Kau sudah meninggalkan keluarga Geumryeon lebih dari lima tahun. Jadi, atas dasar apa aku harus menuruti perintahmu seolah-olah kau masih merupakan bagian dari keluarga?"

Kata-kata Yo-han tidak lagi mengandung kesopanan palsu yang biasa ia tunjukkan di anggota keluarga Geumryeon. Yang tersisa hanyalah tatapan penuh penghinaan dan dominasi absolut dari seorang pria yang memegang kendali.

"Kau..." Mata Nara bergetar hebat, detak jantungnya berpacu karena terkejut. "Akhirnya kau menunjukkan sifat aslimu. Apa kau sudah bosan berpura-pura bersikap sopan dan patuh selama ini? Padahal kau hanya anjing jalanan yang pasti sudah mati jika kakekku tidak menyelamatkanmu!"

Yo-han mencengkram pergelangan tangan wanita itu dengan lebih erat, membuatnya sangat kesakitan tapi berusaha keras untuk tidak berteriak.

"Sepertinya kau salah paham, Nara... Kakekmu menyelamatkanku? Itu adalah omong kosong terbesar yang pernah aku dengar. Biar ku beritahu kenyataannya, orang yang telah menghancurkan hidupku dari awal, mereka tidak lain adalah keluargamu sendiri!"

Yo-han akhirnya melepas cengkeramannya sebelum tangan wanita itu benar-benar patah. Nara akhirnya bisa bernafas lega, namun kebingungan dan rasa tidak percaya muncul dalam kepalanya.

"Itu tidak masuk akal..."

Yo-han menatap wanita itu sebelum akhirnya tertawa ironis. "Tentu saja kau tidak percaya karena selama ini diceritakan kalau kakekmu memunggutku yang hampir mati di jalanan, jadi biar aku beritahu apa yang sebenarnya terjadi..."

Dengan gerakan santai, Yo-han merogoh saku jasnya, mengambil sebatang rokok, dan menyalakannya.

Sambil mengembuskan asap putih yang pekat, ia berjalan menuju kaca jendela besar di lantai lima belas itu, menatap bentangan kota Seoul yang padat di bawahnya.

"Semuanya dimulai saat usiaku baru menginjak lima tahun," ucap Yo-han tiba-tiba, suaranya terdengar hampa. "Aku dan kedua orang tuaku hidup berpindah-pindah tempat seolah kami dikejar oleh sesuatu. Aku yang saat itu masih kecil tidak tahu apa-apa. Setiap kali aku bertanya, Ibuku selalu tersenyum dan mengatakan bahwa kami harus sering pindah karena pekerjaan Ayahku."

Yo-han menjeda kalimatnya, matanya menatap kosong ke luar jendela. "Tapi semua itu bohong. Nyatanya, ada sekelompok orang yang memburu kami seperti mangsa."

Yo-han memejamkan mata, dan detik itu juga, kilas balik berdarah menyerbu benaknya.

Ia masih ingat dengan jelas apa yang terjadi malam itu, suara pintu yang didobrak kasar, teriakan histeris Ibunya, dan tangisan dirinya yang ketakutan.

Melalui celah pintu tempatnya bersembunyi, ia bisa melihat dengan jelas seorang pria berbadan besar dengan tato ular di sekujur tubuhnya yang sedang menjambak rambut ibunya.

"Larilah... Dae-hyun...."

Itu adalah kata-kata terakhir ibunya sebelum pria berbadan besar itu mengiris leher ibunya tanpa ampun.

Sebelum dirinya ikut tertangkap, ayahnya menggendongnya dan membawanya kabur melompati jendela belakang.

Yo-han kembali membuka mata, menarik napas dalam-dalam seolah baru saja kembali dari tragedi berdarah masa lalu itu.

Ia berbalik perlahan, menatap Nara dengan tatapan yang sanggup membekukan darah. "Orang-orang misterius yang membantai Ibuku malam itu adalah suruhan Yeon Taeguk. Ayahmu sendiri."

Nara terenyak. Kakinya mundur setengah langkah, mulutnya sedikit terbuka namun tidak ada suara yang keluar. Ia benar-benar kehabisan kata-kata di momen ini.

Yo-han melanjutkan.

"Setelah malam itu, aku dan ayahku kembali hidup berpindah-pindah dalam ketakutan. Kami sempat tinggal di sebuah mansion mewah milik keluarga kaya karena ayahku bekerja sebagai tukang kebun di sana."

Kilasan bayangan seorang gadis kecil dengan gaun merah muda yang mengulurkan bunga kecil muncul sekilas di kepala Yo-han.

Untuk satu detik yang singkat, tatapan matanya melembut sebelum akhirnya kembali meredup dan berubah suram.

"Aku sangat ingin tinggal disana untuk selamanya. Merasakan kedamaian yang tidak pernah kupunya bersama dengan satu-satunya teman yang aku punya."

Tatapan Yo-han menajam, ia berbalik dan mendekat perlahan kearah Nara yang masih tidak bisa berkata-kata.

"Tapi orang-orang suruhan ayahmu kembali menemukan kami. Ayahku tidak ingin menyeret keluarga kaya itu ke dalam bahaya, jadi kami memilih melarikan diri lagi tanpa mengabari siapapun."

Yo-han mencengkeram sandaran kursi rapat dengan kuat hingga kayunya berderit. "Namun sekuat apapun usaha kami melarikan diri, pada akhirnya kami tertangkap. Ayahku disiksa di depan mata kepalaku sendiri hingga dia tewas mengenaskan. Sementara diriku? Mereka mengikat tubuh kecilku sebelum melemparnya ke dasar danau danau. Mereka tertawa dan bersorak seolah-olah sedang melakukan permainan yang seru."

Tatapan Nara bergetar begitu membayangkan semua kejadian tragis yang menimpa Yo-han. Melihat itu, Yo-han tidak bisa merasa tidak puas.

"Untungnya, aku berhasil selamat," kata Yo-han dengan sedikit rasa syukur yang ironis. "Aku merangkak naik dari dasar danau tepat di penghujung kematianku. Tapi meski selamat, aku merasa jika aku benar-benar mati saat itu. Aku bangkit dari kematian dengan dendam dan kebencian seolah malaikat maut memberiku kesempatan untuk balas dendam."

"Melalui penyiksaan yang terjadi pada ayahku sebelum ia mati, aku jadi tahu banyak hal yang dirahasiakan ibuku. Bahwa selama ini, sosok yang kuanggap sebagai ayah kandungku adalah mantan pengawal setia Ibuku. Sementara ayah kandungku yang sebenarnya, dia adalah Kepala Keluarga Geumryeon saat ini yaitu kakekmu."

"Saat itu juga aku memutuskan untuk membuang namaku yang lama lama mengarahkan seluruh dendam dan kebencianku pada keluarga berdarah itu."

Yo-han berjalan hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti.

"Untuk tahun-tahun berikutnya, aku hidup tanpa arah di jalanan. Melatih jiwa dan ragaku dalam kekerasan dan pertarungan demi bertahan hidup. Hingga di saat aku hampir mati kelaparan di gang sempit, orang yang menjadi sumber penderitaanku justru muncul bak seorang penyelamat."

Yo-han tersenyum dingin melihat Nara yang kini tidak bisa mengangkat kepalanya lagi.

"Yeon Janghwa, kakekmu, muncul dan menyelamatkanku karena melihat potensi besar di dalam diriku. Pria tua itulah yang memberiku namaku yang sampai sekarang aku gunakan, ia memberiku tempat tinggal, makanan, dan mendidikku sebagai anjing pemburu yang setia."

Yo-han mematikan rokoknya di asbak meja dengan penekanan yang lambat. "Sejak hari pertama kali aku bertemu dengannya, aku sudah belajar bagaimana cara menyembunyikan kebencian, rasa jijik, dan dendamku di balik wajah patuh ini... menahannya selama bertahun-tahun hanya untuk diarahkan pada satu momen yang tepat untuk menghancurkan kalian semua."

Yo-han menatap Nara yang kini berdiri gemetar di depannya dengan wajah pucat pasi.

"Jadi, Nona Yeon... apa kau masih berpikir kalau aku ingin menggunakan hubungan darahku dengan Yeon Janghwa hanya untuk mendapat warisannya?"

1
Kustri
qu diundang gk nih, pengen jd pagar betis, eh pagar ayu☺
Kustri
nyogok pkai vote biar crazy up😊😍
Caveine: makasihhh😍
total 1 replies
Kustri
klu ayah kandung yohan kakek nara, berarti nara ponakan yohan dong
Caveine: iya kak 😍👍👍
total 1 replies
Kustri
setelah yerin yo han tamat, bisa x thor kisah nara diangkat, unik soal'a☺🥺
Kustri
apa situasi ini ada dikehidupan yerin sblm'a
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
Kustri
lanjuuut
Kustri
qu terkejut, ternyata nara...waow!
keren crita'a
Kustri
nyogok ☕ biar crazy UP
Kustri
yo han anak terbuang... kebetula sekali yg nemu ayah'a

bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
Kustri
lagi" perebutan warisan
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
Kustri
mgkin pas yerin dilamar, blm ada tanda" klu sahabat & pacar'a saling suka
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
Kustri
siapa dia?
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah
Kustri
☕u yerin, semangat cpt sadar kembali u balas dendam
Kustri
thor, kembalinya jendral perang koq blm dilanjut... pdhal qu sukaa lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!