NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memastikan perasaan

"Sat..."Panggil Angkasa sehingga Satria langsung menoleh ke arahnya.

"Sa, ada apa? Tumben lo ke kelas gue?"

"Iya, sorry ya sebelumnya, gue tadi sempet denger percakapan lo Sama Ajun, dan gue juga nggak sengaja denger pas lo lagi nyamperin cewek itu." Jelas Angkasa sambil melihat ke arah Melly sekilas.

Satria menarik nafasnya perlahan, " Oh gitu..."

"Iya, gue mau nanya aja, kenapa? Apa cewek itu ngerjain Mirra?"

Satria mengangguk.." Iya, dia suka banget sama Zian, tergila-gila malah, tapi lo tenang aja, gue sama Zian bakal urus dia."

"Jadi sebenernya alasan Mirra sekarang lagi sama Zian dan nggak sekolah gara-gara cewek itu?"

"Iya..."

"Apa Zian nganter Mirra pulang?"

"Kayaknya sih gitu.."

"Kalo soal apa yang di omongin Ajun, maksudnya apa Sat? Soal Sandra? Gue tau Ajun, dan dari gelagatnya gue curiga kalo Ajun bakal ngerencanain sesuatu, gue khawatir, gue cuma nggak mau aja ntar ujung-ujungnya Mirra jadi kena imbasnya, padahal dia nggak tau apa-apa."

"Gue juga mau cari tau, feeling gue kuat sih sebenernya, soalnya Ajun pernah bilang kalo dia bakal bawa Sandra balik ke Indo."

Angkasa mulai mengerutkan keningnya, dia terlihat begitu cemas. "Ngapain coba? Zian udah bisa move on, dan kalau Sandra balik, apa Zian bakal ninggalin Mirra dan balik lagi sama Sandra?"

"Yang gue khawatiran malah lo Sa..."

"Kenapa gue?"

"Yang Sandra suka itu lo, bukan Zian, gue takut nanti semuanya malah jadi kacau."

Angkasa pun terdiam, apa yang baru saja dikatakan Satria memang benar, dan jika alasan Sandra kembali adalah dirinya, Angkasa benar-benar tidak tau harus bersikap seperti apa nanti.

"Sa, gue boleh minta tolong sama lo..." Ucap Satria.

"Minta tolong apa Sat?"

"Soal Sandra, kalo emang tujuan dia balik adalah lo, gue mohon banget, lo terima dia ya, jangan sampe Zian nyakitin Mirra cuma demi Sandra."

Angkasa tidak bisa berkata-kata, wanita yang di sukainya bukanlah Sandra melainkan Mirra, namun dia tidak bisa merusak hubungan Mirra dan Zian dengan begitu saja walaupun dirinya sendiri masih belum yakin dengan hubungan Zian dan juga Mirra saat ini.

"Sat, gue nggak bisa janjiin apa-apa sekarang, kita liat aja nanti, gue juga belum tau apa Mirra bener-bener serius sama Zian, jadi gue perlu mastiin dulu. Gue cuma takut Zian manfaatin Mirra buat manas-manasin gue karena dia tau kalo gue suka sama Mirra." Jelas Angkasa.

Satria pun mengangguk perlahan." Yaudah, lo tau mana yang baik dan mana yang nggak, jadi gue serahin semua keputusannya sama lo, dan gue harap pilihan lo adalah yang terbaik buat semuanya."

"Iya Sat...thanks ya, gue balik ke kelas dulu." Lalu Angkasa kembali ke kelasnya.

*****

Rumah Zian. 

Setelah meminum obat, Mirra terlelap, dia bahkan tidak sadar jika dia tidur begitu pulas, sementara Zian, setelah tau jika demamnya Mirra sudah turun, dia merasa cukup lega dan kini dia juga beristirahat di kamarnya.

13.00

Zian terbangun dari tidurnya, dia pun dengan segera keluar dari kamarnya."Sus, Mirra udah bangun?" Tanyanya pada suster.

"Belum den, oh ya den, ini seragam non Mirra, udah di keringin sama bi Nah."

"Oh ya, taruh aja di kamar Nisa sus, aku makan dulu laper." Perintah Zian lalu dia pun mulai berjalan menuruni anak tangga.

Zian kini terlihat sibuk memakan makan siangnya, dan dari arah belakangnya tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya.

"Bukannya bangunin gue malah makan sendirian lo." Tegur Mirra yang terbangun saat suster mengantar seragam nya. Dan kini dirinya sudah kembali memakai seragamnya itu.

"Lo udah bangun? Ya gue cuma nggak mau ganggu istirahat lo aja, kalo laper, makan gih, bibi masak banyak."

"Apa tu?" Tanya Mirra sambil duduk di hadapan Zian.

"Cumi saus tiram, enak, cobain..."

Mirra pun menggelengkan kepalanya dengan pasti." Nggak ah, gue alergi cumi, gue makan pake ayam aja."

"Yaudah itu ada ayam goreng, padahal cumi enak, nggak menikmati hidup banget sih lo pake alergi-alergian makanan segala."

"Ya bukan pilihan gue juga, namanya bawaan lahir." Jelas Mirra lalu dia pun ikut sibuk dengan makan siangnya.

Dan setelah beberapa menit, mereka pun menyelesaikan makan siang mereka, Mirra juga langsung beranjak dari duduknya.

"Thanks ya kak, gue udah kenyang, gue balik ya..."

"Gue anter."

"Nggak usah..."

"Udah nurut aja napa, lo baru mendingan, di luar juga masih gerimis. "

"Yaudah kalo lo maksa."

"Gue nggak maksa ya..."

"Ya...ya...ya..."

Mereka pun langsung berjalan menuju mobil Zian, dan begitu mobil Zian sampai di depan rumah Mirra, disana terlihat Angkasa yang tampak sudah berdiri menunggu Mirra dengan sengaja.

Mirra dan Zian turun dari mobil, mereka juga langsung menghampiri Angkasa, dan begitu Mirra sampai di hadapan Angkasa, Angkasa langsung menarik lengan tangan Mirra dan langsung memeluk tubuh Mirra di hadapan Zian.

Bukan hanya Zian yang terkejut, Mirra yang saat ini berada di pelukan Angkasa pun amat sangat terkejut. Zian yang tidak bisa menerima perlakuan Angkasa pada Mirra itu langsung melepaskan pelukan Angkasa pada Mirra dengan paksa.

"Lo apa-apaan Sa!!!" Bentak Zian.

Angkasa pun langsung berdiri di hadapan Zian." Kalo lo nggak bisa ngelindungin Mirra, mending lo lepasin dia, dan satu lagi, kalo di hati lo masih ada cewek lain selain Mirra, mending lo lupain Mirra."

Mirra begitu terkejut mendengar apa yang baru saja Angkasa katakan, Angkasa tidak biasanya seperti ini, dan dia biasanya lebih pandai menahan dirinya, tidak seperti sekarang ini.

"Lo ngomong apa sih?!!!" Bentak Zian lagi.

"Sandra!!! Lo masih cinta kan sama Sandra!!! Dia bakal balik ke Indo, jadi mending lo udahin hubungan lo sama Mirra!!!" Kini Angkasa mulai meninggikan suaranya.

Zian terdiam, dia masih merasa bingung dengan apa yang baru saja dikatakan Angkasa, Zian begitu bingung karena mendengar jika Sandra akan kembali.

" Sa, lo nggak usah ngelantur dan ngada-ngada."

"Gue nggak ngada-ngada, lo tunggu aja waktunya."

"Gue nggak percaya sama lo, lo emang punya niat mau ngerebut Mirra dari gue kan? "

"Emang lo cinta sama Mirra? Lo beneran suka sama Mirra?" Pertanyaan Angkasa kali ini benar-benar membuat Zian tidak bisa menjawab, dan Mirra, dia tau kalau Zian tidak menyukai dan mencintainya sehingga Mirra tidak ingin mendengar jawaban Zian yang pasti akan sangat memalukan, apalagi saat ini ada Angkasa bersama dengannya.

"Angkasa, kak Zian!!! Udah!! Kalian apa-apaan sih?? Kalo mau berantem jangan di sini, gue mau istirahat!!!" Bentak Mirra lalu dengan tergesa dia mulai membuka pagar rumah nya, namun pada saat itu Angkasa menahan tangan Mirra.

"Lo denger dulu jawaban dia." Pinta Angkasa sehingga kini Mirra menjadi merasa kesal pada Angkasa.

"Gue nggak mau denger apapun, lo ngerti kan? Lepasin." Ucap Mirra sambil menghempaskan tangan Angkasa.

Kini Mirra sudah masuk ke dalam rumahnya, dan hanya ada Angkasa dan Zian saat ini.

"Nggak ada yang perlu gue jawab, kalo lo mau rebut Mirra dari gue, gue pastiin lo nggak akan bisa." Ucap Zian dengan sangat percaya diri.

"Gue pegang omongan lo, kalo sampe lo nyakitin Mirra karena Sandra, gue nggak akan segan-segan ngerebut Mirra dari lo." Ancam Angkasa yang memang dari awal berniat ingin memastikan bagaimana perasaan Zian pada Mirra yang sebenarnya.

"Pegang aja, gue nggak bakal ngelepasin Mirra."

"Meski ada Sandra?"

"Ya...mau ada Sandra atau nggak, gue nggak peduli, gue nggak akan ngelepasin Mirra. "

Angkasa pun mulai tersenyum samar, dan dia akhirnya membiarkan Zian pergi dengan mobilnya, lalu, setelah itu dirinya yang kemudian pergi meninggalkan rumah Mirra.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!