Squel novel lanjutan dari BUDAK CINTA.
Bagi yang belum membaca di karya ku sebelumnya silahkan mampir dulu ya !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MICHELLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Puas menikmati kamar mandi yang begitu mewah dan nyaman, membuatku mulai kedinginan meski membenamkan tubuhku bersama air hangat. Aku bergegas untuk mengeringkan tubuh dan rambutku dengan memakai handuk piyama.
Sambil berjalan aku menggosok-gosok rambutku yang basah dengan handuk kecil. Hingga tiba di ruang tidur ku lihat Irgy mondar mandir seolah sedang menahan kegelisahan.
" Apa ada sesuatu yang mengganggumu? " Tanya ku menyapanya.
" Tidak, aku hanya. . . eh? " Irgy menghentikan ucapannya ketika menoleh ke arahku yang kini berdiri di depan cermin dengan terus menggosok-gosok rambutku yang basah. Ku lirik dari arah cermin dia terus menatapku dari belakang dengan terperangah.
" Hey, bocah. Apa yang kau lihat? " Tanya ku lagi dengan nada galak.
" E,eh. . . Tidak ada. Aku hanya, apa kau mau kopi atau teh? atau susu? Biar aku buatkan. " Tanya nya dengan kikuk.
" Aku tidak terbiasa dengan itu semua sebelum tidur. Aku hanya butuh air mineral, dan itu sudah tersedia disini. " Jawab ku santai. Kemudian aku kembali menuju kamar mandi untuk menaruh handuk kecil yang kini tengah basah oleh rambutku.
Irgy masih berdiri terpaku dengan ekspresi kebingungan, menatapku dengan salah tingkah. Membuatku sedikit kesal melihatnya bertingkah demikian itu. Apakah ada sesuatu yang tak dia sukai dariku? atau, apa? Aaaaarght. . .
" Irgy, ada apa dengan mu? Jika ada yang ingin kau tanyakan padaku, bilang saja. " Jawab ku yang kemudian duduk santai di sofa sejenak. Kemudian Irgy menghampiriku dengan ragu-ragu dan duduk sedikit menjauh di sebelahku.
" Sory deh, aku hanya sedikit kebingungan. " Jawab nya dengan menatapku.
" Bingung? tentang apa Irgy? " Balasku dengan menatapnya.
" Kita, sudah sah menikah. Kau tau bagaimana bahagianya aku? Tak bisa ku ungkapkan. Walau jujur, aku masih merasa asing berada dalam satu kamar dengan wanita. Karena sebelumnya aku tidak pernah dekat meski terbilang banyak teman wanitaku. "
" Hemm, ya. Jujur aku juga masih tak percaya, dalam waktu yang singkat kau yang ku kenal sebagai laki-laki yang selalu menyebalkan, kini menjadi suami sah ku. Lalu? yang membuatmu bingung? Jujur saja jika kau merasa tidak nyaman berada dalam satu kamar dengan ku, aku atau kau bisa menyewa kamar lain. Aku gapapa, aku mengerti. " Jelas ku menatapnya.
" Bukan, bukan begitu maksudku Fanny. Tapi, eh maaf jika ini sedikit menyinggung mu. Setelah ini, apa yang akan kita lakukan? itu yang membuatku bingung. "
So what? dia terlihat gelisah dan mondar mandir gak jelas daritadi cuma karena ini? hahaha, oh my God. Haruskah aku mengerjainya? Hmm. . .
" Kau malah bertanya padaku apa yang harus kita lakukan sekarang. Ya kita, Kita tidur bareng lah. Selayaknya suami istri, berpelukan, ciuman, dan. . . " Ku lirik ekspresi wajah Irgy semakin salah tingkah. hahaha ini menggemaskan, aku semakin menertawainya di dalam hati. Ingin semakin menggodanya.
" Apa kau mau mengajariku itu semua? " Jawabnya tegas setelah dia menarik nafas panjang terlebih dahulu.
" Me,mengajarimu? " tanya ku gugup, dia sungguh gila. Apa dia menganggap godaan ku tadi serius? Oh Tuhan, aku salah bicara.
" Heem, kenapa? gak mau? Atau, kita bisa memulainya dengan berpacaran dulu mungkin. hehe, " Jawab nya dengan cengengesan.
Oh astaga, dia sungguh membuatku malu. Bagaimana mungkin aku yang mengajarinya lebih dulu bagaimana menjalani kewajiban suami istri. Bukan kah berarti aku harus bersikap agresif lebih dulu? Aaaarght tidak. Apaan coba?
" Fanny, " Panggilnya dengan lembut.
" Ya, kenapa? " Jawab ku spontan.
" Apa kau menyesal menikah dengan laki-laki yang belum berpengalaman sepertiku? " Wajahnya berubah serius saat bertanya kembali pada ku.
" Tidak, tidak sama sekali. Justru aku bahagia dan bersyukur tiada henti karena Tuhan telah menghadirkan mu dalam hidupku, membuka hati dan meluluhkan ku dalam waktu yang singkat. "
" Siapa bilang waktu yang singkat? Kau masih belum menerimaku seutuhnya kan, "
Aku terdiam sesaat mengerutkan kedua alisku membalas tatapan matanya padaku saat ini.
" Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu Irgy? " Tanya ku dengan suara sedikit serak. Entah kenapa aku jadi ingin menangis mendengar ucapannya yang terdengar meragukan ku.
Kemudian dia perlahan merubah posisi duduknya untuk lebih dekat denganku, aku terkejut karena dengan tiba-tiba dia meraih tanganku kemudian di genggamnya dengan erat.
" Kau masih memanggil nama ku seperti biasanya, tidak bisakah kau merubah panggilan mu pada ku dengan sebutan tanda sayang? "
" Cih, dasar bocaaaaah. Kau membuatku takut saja tau, ih apaan sih. " Jawab ku dengan kesal.
" Hahaha, aku serius. Apa kau sudah menyiapkan sebutan nama tersayang untuk suamimu ini? "
Lihat, betapa dia sungguh bocah menyebalkan bukan? aku terus saja kalah dibuatnya.
" Terserah kau saja, aku mau tidur. Aku ngantuk, apa kau akan terus berbicara dan mengerjaiku hingga pagi? "
" Hahaha, kau lucu sekali. Wajah mu terlihat memerah begitu, apa kau malu? hah? " Irgy terus saja menggoda dan mengerjaiku, aku beranjak melangkah menuju ranjang untuk segera tidur. Irgy yang terus mengejarku berusaha tetap menggodaku, membuatku semakin kesal hingga menghentikan langkahku berdiri tepat di sisi ranjang.
Aku menghentikan langkah ketika sudah berdiri di sisi ranjang menghadap kebelakang, hendak membalas Irgy yang tanpa ku ketahui dia sudah berdiri di hadapan ku begitu dekat. Reflek membuatku terjatuh di atas kasur dengan menarik lengan Irgy tanpa berpikir panjang.
Bugh !!!
Tubuhku terjatuh di atas ranjang yang sangat empuk ini, dan sialnya lagi. Irgy ikut terjatuh berada tepat di atas tubuh ku. Aku yang memejamkan mata saat terjatuh, perlahan membuka mata dan pandangan kami bertemu sesaat.
Aaaaaarght. . . Perasaan apa lagi ini? jantung ku kembali merasakan debaran yang sangat kuat di dalam sana. Sekejap seluruh ruangan terasa panas, ku rasakan debaran jantung Irgy juga begitu terasa hebat di atas ku. Apakah dia merasakan hal yang sama juga dengan ku?
Sadar dengan posisi kita saat ini, dengan cepat Irgy merebahkan tubuh ku dari atas ku dan berdiri menjauh. Begitupun aku yang seketika beranjak membenahi handuk piyama yang masih ku kenakan sedaritadi.
" Ah, maafkan aku Fanny. Aku tidak bermaksud untuk. . . " Irgy tampak sangat terlihat salah tingkah.
" E,eh gapapa. Aku, aku yang salah. Karena aku yang menarik mu lebih dulu, " Jawab ku dengan gugup.
Kemudian kami sama-sama bergegas membenahi posisi masing-masing kemudian saling membelakangi berbaring di atas kasur. Dengan menarik selimut aku berusaha menyembunyikan dan menormalkan kembali detak jantungku yang terus berdebar hebat semulai tadi.
Oh Tuhan, ada apa dengan ku ini? aku sangat malu, aku jadi gugup sekali. Uuugh, sementara di belakang sana Irgy terdiam tanpa suara. Apakah dia sudah tertidur? Cepeat sekali. Pikir ku dalam hati.
Perlahan ku lirik jam di dinding, menunjukkan tepat pukul 01.00 WITA. Astaga, sudah mulai pagi. Pantas saja dia langsung tertidur lelap, sedangkan aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata sedikitpun. Apa yang harus ku lakukan lagi?
Namun perlahan, ku dengar sayup helaan nafas panjang Irgy seolah tertahan. Dan dia mulai membalikkan badan, kemudian merubahnya lagi seperti semula. Terus saja begitu berulang kali, hingga sangat menggangguku. Membuatku semakin tidak bisa tidur nyenyak.
" Irgy, apa kau tidak bisa tidur? " Tanya ku memberanikan diri sembari beranjak duduk bersandar.
Begitu juga dengan Irgy, yang kemudian duduk menatapku dengan wajah nervous.
" Apa kita sungguh akan tidur begitu saja? Tanpa melakukan hal lainnya? "
Degh !!!
Jangan bilang kau ingin memintaku berbuat macam-macam ya, bocah. Gumam ku dalam hati, aku mulai gemetaran.
" Apa lagi maumu, Irgy? jangan bilang kau ingin mengerjaiku lagi? " Jawab ku dengan nada kesal.
" Aku ingin merasakan ciuman itu bagaimana. " ucapnya dengan tegas dan lantang menatapku.
" Apa? kau gila. "
" Bukan kah kita sudah sepakat tadi, kau akan mengajariku. Dan kita memulai untuk berpacaran dulu saat ini, "
" Kapan? kapan aku membuat kesepakatan itu dengan mu hah? Aku semakin gelagapan menanggapinya.
" Kau menolaknya pun tak apa, aku mengerti. Kau belum seutuhnya menerima ku sebagai suamimu, iya kan? "
Oh astaga, dia benar-benar sangat menyebalkan. Aku selalu mati kutu dibuatnya, baiklah. Aku akan melakukan tugas dasarku dulu, toh kini dia sudah menjadi suamiku yang sah kan?
Cup !!!
Sebuah kecupan singkat ku daratkan di pipinya begitu sangat lembut terasa di bibirku. Irgy tampak sangat terkejut hingga bibirnya berbentuk O, dia terus menatapku tanpa berkedip mata.
Sudah ku duga, dia akan memberikan ku ekspresi yang membuatku malu sendiri. Aaaaakh, malunya aku.
Tapi aku salut dengan cinta kalian yang abadi meski hingga akhir tetap tak bisa bersatu.
Aku rindu dengan cerita ini, aku datang lagi.
Masih, sama, aku selalu terbawa suasana.
Sedih, Kevin, Irgi, Amar, aku merindukan kalian.