NovelToon NovelToon
Land Of Eldoria

Land Of Eldoria

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Akademi Sihir / Perperangan / Fantasi Wanita
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: AzaleaHazel

Eldoria, yang berarti negeri kuno yang penuh berkah. Negeri yang dulunya selalu di sinari cahaya matahari, kini berubah menjadi negeri yang suram.



Ratusan tahun telah berlalu sejak peperangan besar yang menghancurkan hampir seluruh negeri Eldoria, membuat rakyat harus hidup menderita di bawah kemiskinan dan kesengsaraan selama puluhan tahun sampai mereka bisa membangun kembali Negeri Eldoria. Meskipun begitu bayang-bayang peperangan masih melekat pada seluruh rakyat Eldoria.



Suatu hari, dimana matahari bersinar kembali walau hanya untuk beberapa saat, turunlah sebuah ramalan yang membuat rakyat Eldoria kembali memiliki sebuah harapan.




"Akan terlahir 7 orang dengan kekuatan dahsyat yang dapat mengalahkan kegelapan yang baisa di sebut Devil, di antara 7 orang itu salah satu dari mereka adalah pemilik elemen es yang konon katanya ada beberapa orang istimewa yang bisa menguasai hampir semua elemen dari klan Es"


Siapakah ketujuh orang yang akan menyelamatkan negeri Eldoria?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzaleaHazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Padang rumput tadi sudah lenyap dan kembali seperti hutan sebelumnya setelah mereka berhasil mengalahkan burung utu. Liz berdiri di depan jasad burung yang kepalanya berhasil ia tebas dengan Rudeon. Sabit itu masih di tangannya, darah segar masih menetes dari bilah sabitnya tapi Liz tidak memperdulikannya. Ia mulai mengatur pikirannya untuk membangkitkan mahkluk di hadapannya ini.

"Bangkitlah." Liz memberi perintah pada mahkluk di hadapannya untuk bangkit. Hanya gumaman pelan namun suaranya masih dapat di dengar jelas oleh Eve dan Gwen.

Hanya butuh waktu beberapa detik burung itu bangkit sebagai bayangan. Penampilannya tidak banyak berubah, bulu-bulunya masih tetap berkilauan seperti kristal es, hanya saja warna tubuhnya berubah menjadi warna hitam pekat. Sama seperti Thamoris, burung ini juga mendekatinya lalu mulai memperlihatkannya sekelebat bayangan tentang memori masa lalunya. Setelah memberitahu semuanya pada Liz, burung itu menghilang.

Lurnakra, burung seukuran elang dengan bulu berkilauan seperti kristal es. Memiliki kemampuan menyerap cahaya bulan dan memproyeksikan nya sebagai ilusi untuk mengelabuhi musuh, selain itu bulu-bulunya juga bisa menjadi pisau es dan bisa menggunakannya tanpa henti.

Eve dan Gwen mendekati Liz tanpa gadis itu sadari. "Jadi siapa namanya?" Eve bertanya karena merasa jika kejadian ini sama seperti Thamoris beberapa waktu lalu. Setelah di bangkitkan, Thamoris dan burung ini sama-sama mendekati Liz untuk memberikan sebuah ingatan, karena itu Eve bertanya siapa nama burung itu pada Liz.

"Lurnakra, namanya lumayan sulit untuk di sebut." Menurut Liz nama burung itu terlalu panjang, walaupun sebenarnya nama lurnakra sama panjangnya seperti Thamoris.

"Apakah keberuntunganmu benar-benar bagus? Hanya dalam beberapa hari kau bisa menemukan tiga mahkluk istimewa." Eve mempertanyakan keberuntungan Liz yang sepertinya tidak pernah berubah sejak bayi.

"Tiga?" Liz bertanya dengan kerutan di dahinya. Apa maksud Eve dengan tiga?

"Tentu saja Gwen termasuk dari mereka." Eve asal ceplos menjawab, tapi apa yang ia katakan memang benar kan?

Liz mengangguk, membenarkan apa yang Eve katakan. "Iya kau benar, tapi Gwen sama sepertimu dan aku tidak akan menjadikannya Undead." Tapi ia tidak sepenuhnya setuju dengan ucapan Eve, karena Gwen memang bukan Undead seperti yang lainnya.

"Ya memangnya untuk apa kau menjadikannya Undead saat dia sendiri menyerahkan nyawanya padamu." Balas Eve dengan nada malas. Benar, pertama mereka bertemu Gwen karena keadaannya saat itu sedang terluka, jadi serigala itu tidak ada niatan untuk menyerang.

"Hey, apa kau sedang mengolok-olokku?"

"Kalau iya memangnya kenapa?"

"Sudah, diamlah kalian berdua. Lebih baik kita tidur agar bisa kembali ke rumah besok pagi."

Mereka berdua tidak bisa membantah apa yang Liz katakan, karena hari masih gelap mereka memutuskan kembali tidur dan akan pulang ke rumah keesokan harinya. Bagi Liz, hari ini adalah hari yang menyenangkan karena bisa bertemu dengan Gwen, dan ia juga mendapatkan Undead lagi.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Matahari baru saja menampakkan diri, tapi Liz sudah selesai mencuci wajahnya. Helaan nafas keluar dari mulutnya saat melihat kedua hewan peliharaannya. Tunggu, apakah Eve dan Gwen bisa di bilang hewan peliharaannya? Tiba-tiba saja pikiran itu muncul di kepala Liz, entahlah daripada memusingkan hal seperti itu lebih baik ia membangunkan mereka.

Kembali ke rumah setelah bermalam di luar tidak mungkin akan membuat Liz di marahi. Gadis itu menikmati perjalanannya, saat ini ia naik ke atas panggung Gwen dengan Eve yang terbang di sisinya. Mereka sengaja keluar dari hutan pagi-pagi sekali karena kemarin sudah memasuki hutan cukup dalam, jadi itu pasti akan memakan waktu untuk sampai ke rumah.

Berbeda dari Liz yang menikmati perjalanannya, ada beberapa orang di rumahnya yang sedang menunggu dan menghawatirkannya sejak semalam. Kedatangan Aphelion dan Charlotte serta Theresa secara mendadak membuat Acrus dan Acresia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun saat di tanyain kemana Liz pergi. Memangnya siapa yang tau jika mereka akan datang tiba-tiba seperti ini? Acrus benar-benar tidak bisa menjawab semua pertanyaan dari mereka karena dia sendiri juga tidak tau dimana keberadaan Liz.

"Ayah, biarkan aku mencari Liz." Theresa tidak bisa sabar dan menunggu lebih lama lagi, rasanya khawatirnya benar-benar membuat dadanya sesak.

"Tidak, kau bahkan tidak mengetahui seluk-beluk tempat ini, Theresa!" Larangan tegas Aphelion membuat Theresa tidak terima.

"Tapi adikku–" Theresa tidak bisa meneruskan kata-katanya saat Charlotte mengusap punggungnya, ibunya juga sama khawatirnya dengan dirinya.

"Mungkin Liz akan baik-baik saja karena dia pergi bersama Phoenix-nya." Sahut Acrus. Ucapannya membuat Aphelion maupun Charlotte diam untuk beberapa saat.

Kelima orang itu hanyut dalam pembicaraan, tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Liz menyipitkan matanya saat melihat orang-orang yang tidak asing, ia melebarkan matanya saat mengetahui siapa mereka.

"Gwen cepat pulang ke rumah!!" Liz memberi perintah pada Gwen, menunjuk kearah rumahnya. Tanpa menjawab, Gwen langsung berlari dengan Liz yang menungganginya.

"Hey, kenapa tiba-tiba seperti ini?" Eve yang belum mengetahui apa yang terjadi bertanya pada Liz karena merasa bingung.

"Kak There mengunjungiku! Aku ingin segera menemui mereka, Eve!" Liz sedikit berteriak, takut tidak di dengar oleh Eve karena mereka melesat terlalu cepat. Sedangkan Gwen yang belum mengerti situasi apa ini dan tidak mengetahui siapa There hanya bisa diam dan melakukan apa yang Liz perintahkan.

Semua orang yang berada di depan rumah Liz masih dalam situasi tegang, mereka belum menyadari jika ada sesuatu yang mendekat sampai ada suara melengking yang membuat perhatian mereka tertuju pada suara itu.

"Kak There!!!!" Liz berteriak memanggil Theresa, ia benar-benar merindukannya dan ingin segera memeluk kakak perempuannya itu.

Karena rasa rindunya yang amat besar pada Theresa, Liz tiba-tiba melompat dari punggung Gwen dan membuat semua orang khawatir, takut jika anak itu akan jatuh. Untungnya Aphelion segera menggunakan elemen anginnya, membuat Liz melayang di udara dan jatuh ke pelukan Theresa.

"Dasar anak nakal! Bagaimana jika kau jatuh karena tiba-tiba melompat seperti itu?!" Omel Theresa. Walaupun rasa rindunya pada anak ini sangat besar, tapi ia tetap memarahi Liz karena tiba-tiba melompat seperti itu.

"Maaf, itu karena aku sudah tidak sabar ingin memeluk kak There. Aku sangat merindukanmu, sungguh." Setelah meminta maaf, Liz kembali membenamkan wajahnya di dada Theresa, memeluknya dengan erat.

"Aku juga merindukanmu, anak kecil." Theresa membalas pelukannya tidak kalah erat. Sudah berbulan-bulan akhirnya mereka bisa bertemu lagi.

Liz melepaskan pelukannya, menatap Theresa dengan pipi menggembung. "Kenapa kak There baru datang sekarang?" Ia bertanya seraya melipat tangannya.

"Ayah dan ibu sangat sibuk, jadi kami tidak bisa datang ke sini lebih cepat, maaf." Balas Theresa, ia melirik kearah orangtuanya.

"Eum, tidak apa-apa." Balas Liz dengan gelengan kepala, kini perhatiannya beralih pada Aphelion dan Charlotte, ia melangkah pelan mendekati kedua orang dewasa itu. "Aku juga merindukan Paman dan Bibi." Sambungnya seraya memeluk mereka.

Aphelion menunduk, ia mengangkat Liz dan menggendongnya. "Benarkah, apa kau benar-benar merindukan kami juga?" Dia bertanya pada gadis kecil itu. Wajahnya yang kecil dan menggemaskan membuat Aphelion tidak kuat menahan senyumnya.

"Eum tentu saja." Balas Liz dengan anggukan kepala.

"Maaf karena membuatmu menunggu lama." Kini Charlotte yang bicara. Mengusap kepala Liz, menyesal karena baru bisa mengunjungi gadis kecil itu sekarang.

Liz menggelengkan kepalanya, tidak suka Charlotte merasa bersalah padanya. "Aku bisa menunggu kapanpun, Bibi tidak perlu minta maaf seperti ini." Ia meraih tangan wanita cantik itu, bukan salah Charlotte jika mereka baru mengunjunginya sekarang karena yang ia tau mereka memiliki pekerjaan yang penting.

"Oho, gadis kecil ini sepertinya sudah dewasa." Ucap Charlotte seraya menggelitik perut Liz. Padahal baru beberapa bulan tidak bertemu, tapi bocah ini sudah bisa bersikap dewasa.

"Hahaha, geli!!" Liz menggeliat kegelian saat Charlotte menggelitik perutnya. Mereka asik bercanda tawa tanpa memperhatikan tatapan dari seseorang.

"Kau dari mana saja, Liz? Kenapa semalam tidak pulang?" Suara Acrus tiba-tiba menyeletuk, membuat atensi Liz dan Charlotte yang sedang bercanda sontak langsung menatapnya.

1
Rina Yulianti
ahirnya up juga...makasi thor
Rina Yulianti
kok ngilang thor ???
Rina Yulianti
makin seru aja,tetap semangat thor
Rina Yulianti
thor jangan kelamaan up nya ...tetap semangat
Rina Yulianti
akhirnya up juga..semoga novel ini booming..tetap semangat thor 💪💪
Rina Yulianti
ahirnya up juga..tetap semangat thor 💪💪
Rina Yulianti
saking asiknya baca nyampe lupa koment 🤭🤭
selalu semangat thor ...
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Rina Yulianti
aaaaa...ahirnya up juga ,semangat thor 💪💪
Tyaa_
makin seruu nihh, up lagi dong
Rina Yulianti
makin seru aja....jangan lama lama up nya thor.semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!