Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.
Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?
Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.
Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Rumah Untuk Raelynn
“Bukan Nona lagi, Bi! Tapi Raelynn, karena mulai sekarang Bi Martha akan menjadi satu-satunya keluarga yang aku miliki,” ujar Raelynn secara tidak langsung menyetujui perkataan Bi Martha sebelumnya.
“Baiklah, Nak Raelynn! Terima kasih sudah menganggap Bibi sebagai keluargamu,” ucap Bi Martha dengan kebahagian yang tak bisa dia uraikan dengan kata-kata.
“Mulai sekarang kita akan saling melengkapi, Bi! Karena kita sudah menjadi keluarga,” balas Raelynn sembari memeluk Bi Martha.
Sungguh, kini hatinya benar-benar merasa lega karena sudah mengungkapkan semua beban pikirannya dan bahkan mendapatkan keluarga baru yang mau menerima dirinya apa adanya.
“Sudahlah lebih baik kita cari tempat tinggal sekarang, sebelum hari mulai gelap. Bibi mempunyai sedikit tabungan, setidaknya kita bisa menyewa sebuah rumah kecil untuk sementara,” ujar Bi Martha melepaskan pelukan mereka.
Kemudian, dia mengambil sebuah buku tabungan yang dia simpan selama bekerja dengan keluarga Cameron. Isi tabungan itu terbilang cukup banyak, mengingat dia tidak pernah menggunakannya kecuali untuk memberikan hadiah ulang tahun untuk Raelynn. Ya, Bi Martha hanya akan memberikan hadiah untuk Raelynn saja, karena jika dia memberikan untuk Risha juga gadis itu pasti akan langsung membuangnya.
“Maaf ‘yah, Bi! Aku jadi menyusahkan Bi Martha seperti ini. Setelah ini, Raelynn janji pasti akan mencari kerja agar mendapatkan uang untuk membantu membayar biaya sewa rumah.”
Raelynn sungguh merasa sangat tidak enak hati karena berakhir menjadi beban untuk pengasuhnya. Pasalnya dia benar-benar tidak memiliki uang sama sekali saat ini, bahkan hasil dari saham yang dia miliki di JV Group sama sekali tidak masuk ke dalam rekeningnya.
“Tidak apa, Nak! Bibi malah lebih senang kau akhirnya meninggalkan rumah itu dan mau tinggal bersama Bibi seperti ini.”
Bi Martha sama sekali tidak merasa keberatan, dia malah merasa lega karena Raelynn akhirnya meninggalkan kediaman Cameron yang sudah seperti neraka itu. Setidaknya Raelynn tidak akan mendapatkan siksaan lagi dari keluarga jahaman itu, meski harus tinggal di rumah sederhana bersamanya.
Setelah pembicaraan itu, Bi Martha dan Raelynn memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Mencari tempat tinggal untuk mereka berdua yang sesuai dengan tabungan yang dimiliki Bi Martha pada saat itu. Keduanya saling bergandengan tangan sembari membawa tas dan koper masing-masing.
Adegan itu tak sengaja mengingatkan Bi Matha akan pertemuannya dengan Raelynn kecil kala itu. Bahkan taman ini, juga menjadi tempat pertama kali mereka bertemu. Dimana pada saat itu, tangan kecil Raelynn yang masih berusia 3 tahun menggenggam tangannya yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri.
Saat itu, Bi Martha baru saja kehilangan suami sekaligus anak-anaknya karena sebuah kecelakaan mobil yang mereka alami dan hanya Bi Martha yang selamat akan kecelakaan itu. Tak bisa menahan kesedihan, Bi Martha yang gelap mata memutuskan untuk menabrakkan tubuhnya pada salah satu mobil yang melintas di sana.
Namun, belum sempat dia melakukannya sebuah tangan kecil meraih tangannya, menggenggamnya dengan erat dan ketika Bi Martha menatapnya, gadis kecil itu tersenyum dengan sangat manis kepadanya.
Senyuman manis yang seakan membawa kehidupan dan harapan baru untuk Bi Martha yang telah kehilangan segalanya. Raelynn kecil secara tidak langsung telah menyelamatkan hidupnya. Apalagi disaat yang bersamaan, Emma selaku ibu kandung Raelynn tengah mencari seorang pengasuh untuk mengasuh putrinya. Sebab pengasuh sebelumnya mengundurkan diri secara tiba-tiba.
Dalam pikiran Bi Martha saat itu, apasa salahnya mengasuh anak orang lain? Jika dia merawatnya dengan sepenuh hati dan seperti anak kandungnya sendiri, bukankah secara tidak langsung dirinya masih seorang ibu.
Semenjak saat itu, Bi Martha menjadi ibu pengganti untuk Raelynn dan sudah menganggapnya sebagai putri kandungnya sendiri. Merawatnya dengan sepenuh hati, dengan cinta dan juga kasih sayang. Sehingga Raelynn tumbuh menjadi wanita anggun yang baik hati dan juga sangat menawan.
Ditengah kesulitan Raelynn dan Bi Martha mencari tempat tinggal, Mahen pun menggunakan kesempatan itu dengan membeli sebuah rumah yang tidak terlalu mewah dan juga tidak terlalu sederhana menurutnya.
Sesuai perintah dari Tuannya, dia akan membantu mereka secara diam-diam. Dia membayar sang pemilik rumah sebelumnya untuk berpura-pura membutuhkan orang yang mau menyewa rumah tersebut dan jelas targetnya adalah Raelynn.
“Hai, cepat pasang banner itu! Orangnya sudah mau sampai ke tempat ini,” ujar Mahen.
“Ck, kenapa kau hanya bicara saja di situ? Jika ingin cepat, makanya bantu aku memasangnya,” balas Pak Joko, sang pemilik rumah sebelumnya.
“Aish, sudah aku bayar juga masih saja memerintahku,” gerutu Mahen tapi tetap membantu memasangnya.
Ketika melihat Raelynn dan Bi Martha tengah berjalan mendekat pada lokasi rumah itu, Mahen langsung memerintahkan Pak Joko untuk segera memasang banner yang dipersiapkan sebelumnya.
Dan benar saja, Raelynn yang melihat banner itu langsung tertarik untuk menyewanya. Apalagi rumah itu cukup besar dan harga sewa yang ditawarkan sangat murah.
“Permisi, Pak!” ucap Raelynn lembut.
Sontak Mahen terkejut bukan main, sebab dia bahkan belum selesai memasangnya dan tadi Raelynn dan Bi Martha terlihat masih jauh. Lalu kenapa tiba-tiba sudah muncul di depannya? Bahkan Mahen belum sempat bersembunyi lagi.
“Iya, Nak! Kau ingin menyewa rumah ini?” tanya Pak Joko langsung pada tujuan utamanya.
“Benar, Pak! Tapi apa benar harga sewa pertahunnya segitu? Bukan perbulan?” Raelynn membenarkan dan segera memastikan harga sewa yang tertera dalam banner.
“Tentu saja! Untuk apa juga aku menulis harga sewanya di sini, jika itu tidak benar? Jadi, kau tetap ingin menyewa rumah ini atau tidak?” tanya Pak Joko yang terdengar sangat tegas.
“Bagaimana, Bi?” tanya Raelynn meminta pendapat Bi Martha.
“Tidak apa-apa, kita sewa saja rumah ini daripada harus mencari yang lain lagi.” Bi Martha tak masalah sama sekali, apalagi melihat rumahnya sangat luas dan cukup bagus, bahkan sepertinya perlengkapan di rumah itu masih sangat lengkap.
“Iya, Pak! Kami akan menyewanya,” jawab Raelynn atas pertanyaan Pak Joko sebelumnya.
“Kalau begitu urus saja pembayarannya dengan anak ini. Dia cucuku!”
Dengan mudahnya Pak Joko menyerahkan semuanya pada Mahen yang seharusnya tidak terlibat secara langsung dengan Raelynn. Mahen hanya bisa menatap tak percaya kepergian orang tua yang berhasil memanfaatkan dirinya sepenuhnya. Sudah membayar mahal rumahnya dan juga membayar untuk berakting, ujung-ujungnya dia sendiri yang harus menanganinya.
Tidak ingin membuat Raelynn curiga, Mahen pun segera menyiapkan berkas perjanjian rumahnya selama satu tahun. Begitu kedua belah pihak sudah saling menanda tangani, Mahen langsung menyerahkan semua kunci rumah itu. Dia pun bergegas pergi untuk kembali melaporkan bahwa dia sudah berhasil memberikan Raelynn tempat tinggal.
“Tuan, kami sudah memberikan tempat tinggal untuk Nona Raelynn seperti yang anda perintahkan. Namun, agar tidak membuatnya curiga kami menyiapkan rumah ini dengan alasan menyewakannya dengan harga murah. Laporan detailnya ada pada file yang sudah aku kirimkan pada anda.”
Bersambung ….
Ilustrasi rumah yang disewakan dengan harga murah khusus untuk Raelynn🤭
Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...
Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
next kk