NovelToon NovelToon
Tuan Tiada Tanding 2

Tuan Tiada Tanding 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

lanjutan novel Tuan Tiada Tanding

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Psikopat Pengambil Wajah

"Te-- tebal?" Tanya wanita itu di dalam hatinya penuh dengan keterkejutan.

Wanita itu adalah wanita yang cukup muda, mungkin berusia 18 tahun aslinya memiliki wajah yang cukup cantik.

Dia tidak lain tidak bukan bernama Maheswari.

"Kamu bis--" ucapan Maheswari terhenti, sebenarnya dia ingin mengucapkan, "kamu bisa melihat wajahku?"

Namun Maheswari mengurungkan niatnya dia memilih untuk diam dan mengamati.

Bedak yang dia pakai bernama pupuk Mustiko Pasuryon, sebuah bedak khusus yang bisa membuat dirinya terlihat seperti orang lain. Dengan ini pula Maheswari di juluki sebagai Psikopat pengambil wajah.

Ya pelaku dari pembunuhan ini tidak lain tidak bukan adalah Maheswari.

Dalam hati Maheswari berucap, "menarik, akan aku amati lebih jauh orang ini."

Di sisi lain pak man saat ini menengok ke arah Arjuna. Pak Man melihat Arjuna berdiri di samping police line bersama dengan ibu-ibu gendut yang memiliki wajah biasa saja.

"Hei, jun. Ngapain kamu?" Tanya Pak Man.

"Ah anu pak, coba tonton ini." Ucap Arjuna.

Pak Man menganggukan kepalanya, tidak lama kemudian Arjuna menghampiri kembali pak man.

Pak Man langsung bertanya, "kamu kenal dengan ibu ibu tadi?" Tanyanya.

"Ibu ibu?" Ulang Arjuna dengan ekspresi heran di wajahnya. Arjuna kembali menoleh ke tempat dia berdiri tadi, wanita dengan bedak tebal tadi sudah tidak ada, disana sudah tidak ada siapa siapa.

Arjuna menggaruk kepalanya, "sepertinya tidak ada ibu ibu.." Ucap Arjuna.

Pak Man termenung, jelas jelas dia melihat Arjuna tadi berdiri bersama seorang ibu-ibu, namun mengapa Arjuna mengatakan tidak bersama ibu ibu?

Pak Man mengangkat bahunya dengan ekspresi cuek, dia memilih melupakan hal ini.

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat, malam tiba begitu saja.

Terlihat Arjuna berjalan dari perempatan Sumbersekar.

Wuss...

Tiba-tiba angin berhembus secara perlahan, "Sialan mengapa aku menjadi merinding?" Batin Arjuna yang berjalan sambil memeluk badannya.

"Sepertinya ini efek karena aku terlalu lama di tkp.." Ucap Arjuna yang buru-buru berjalan menuju ke tokonya dan masuk kemudian menutup pintu.

Terlihat dari kejauhan Maheswari yang mengamati Rumah Arjuna dari balik pohon. Maheswari langsung menyeringai sambil memegangi pisau di tangan kanannya.

Nampak ada sebuah noda darah di bilah pisau itu, darah itu merupakan darah korban Maheswari sebelum ini.

Maheswari menjilat darah itu dengan lidahnya, kemudian Maheswari berucap, "toko barang antik? Apa pria itu bodoh? Mengapa dia membuka usaha di tempat sesepi ini? Di lihat dari ini saja sudah di pastikan dia adalah manusia biasa. Namun mengapa dia bisa melihat wajah asliku?" Tanya Maheswari.

Seringai yang ada di mulut Maheswari semakin lebar, "Namun tidak apa-apa dia akan menjawab semua pertanyaanku setelah pisauku ini menancap di pergelangan tangannya!" Ucap Maheswari.

Kemudian Maheswari mengelap bilah lidahnya terlihat pula noda darah di pisau itu belum menghilang sepenuhnya.

"Hehe..." dengan seringai ganas Maheswari berjalan menuju ke toko barang antik itu.

Namun sayang seribu sayang ketika Maheswari hendak berjalan menuju toko barang antik itu, sebuah mobil aparat melintas dengan lampu stroke yang menyala.

Jelas ada patroli saat ini.

Maheswari tersenyum kecut, meskipun dia memiliki kemampuan untuk meniru wajah setiap orang yang telah dia bunuh, mun Maheswari saat ini sedang tidak ingin menarik perhatian.

Oleh karena itu terpaksa pada saat ini Maheswari mundur.

Maheswari berjalan mundur sambil menatap toko barang antik itu, "bersyukurlah kamu karena kamu tidak mati malam hari ini.." ucapnya kemudian berbalik dan pergi.

Dia mengurungkan niatnya membunuh Arjuna karena akan sangat merepotkan apabila teriakan Arjuna di dengar oleh para aparat yang saat ini banyak sekali berpatroli di sekitar sumbersekar.

Namun apa yang tidak di ketahui Maheswari sepasang bola mata terlihat di jendela rumah toko barang antik Arjuna. Bola mata itu menatap punggung Maheswari yang semakin menjauh.

Tentu saja sepasang bola mata itu milik Arjuna. Dari balik kaca terlihat Arjuna memasang ekspresi kecewa, Entah dia kecewa karena apa.

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat.

Esok hari telah tiba.

Di tkp sebelum ini terdapat beberapa mobil aparat yang masih terparkir. Ya meskipun hari sudah berganti namun penjagaan di tkp itu masih sangat ketat. Sebab kasus ini bukanlah kasus biasa, kasus ini ada hubungannya dengan dunia bawah tanah.

Aparat yang mengurus kasus ini merupakan perwira menengah, bepangkat melati bernama Suherman.

"Lapor komandan, ini adalah hasil autopsi kemarin..." Ucap Ajudan suherman sambil menyerahkan sebuah dokumen ke suherman.

Suherman menerima dokumen itu dengan ekspresi wajah kecut.

Ajudan itu berucap, "izin berbicara komandan, beberapa saksi mengatakan bahwa orang yang masuk ke rumah korban merupakan seorang wanita paruh baya. Namun berdasarkan hasil autopsi menunjukan sesuatu yang sangat mencurigakan."

Suherman menganggukan kepalanya sambil menatap dokumen hasil autopsi itu.

Ajudan itu kembali melanjutkan, "luka yang berada di tubuh korban merupakan luka tusuk di tangan dan sayatan tipis di berbagai bagian tubuh. Pola yang sama yang terjadi pada korban sebelum ini di berbagai daerah."

"Saya takutnya ini adalah perbuatan yang sama dari orang gila itu.... Psikopat Pengambil Wajah..." Ucap Ajudan itu penuh hormat.

Sementara suherman masih terdiam mendengar hal itu, matanya terlihat terus memandangi foto hasil autopsi itu, meskipun suherman tidak menjawab dan merespon apa yang di katakan ajudannya namun suherman sebenarnya sedang menyimak.

Suherman kemudian tersenyum kecut, dia menyadari betul apa yang di ucapkan oleh ajudannya. Memang benar meskipun di tempat lain memiliki tersangka yang berbeda-beda namun pola lukanya ini perbuatan dari satu orang.

Maheswari Sang Psikopat Pengambil Wajah.

"Dunia bawah tanah... aku benar-benar benci jika harus berurusan dengan dunia bawah semacam ini!" Ucap Suherman dengan ekspresi kecut.

"Aku akan mencoba meminta bantuan kepada salah kekuatan dunia bawah tanah lainnya, sekarang tambahkan lebih banyak aparat yang berpatroli di Sumbersekar! Aku yakin sekali Psikopat pengambil wajah masih berada di Sumbersekar, jangan sampai jatuh korban lagi!" Ucap Suherman.

"Sial Ajudan!!!" Jawab ajudannya.

Di saat yang bersamaan seorang pria paruh baya yang sedang membawa nampan berisi teh datang.

Ajudan itu dan Suherman menganggukan kepalanya. Meskipun mereka berdua tidak sedang berminat meminum teh namun setidaknya mereka menghargai pemberian warga.

"Menarik, kalian para manusia biasa akan meminta bantuan kekuatan dunia bawah tanah untuk menangkapku? Akan aku pastikan kalian akan menyesal!" Batin pria itu.

Waktu berjalan dengan sangat cepat Siapa sangka malam tiba begitu saja.

Setelah mengunci semua jendela dan pintu Arjuna terlihat mondar-mandi di dalam tokonya.

"Waduh! Mengapa aku menyuruh mereka berdua mencari pameran! Siapa sangka terjadi pembunuhan di Sumbersekar kalau mereka berdua ada di sini jauh lebih enak! Aku bisa menyuruh mereka berdua untuk saling berjaga." Batin Arjuna yang sedikit gugup.

Pasalnya dia sendirian di tokonya dan pelaku pembunuhan masih belum tertangkap.

Sementara Barang-barang antik Arjuna hanya diam memandangi Tuannya yang sedang berakting dengan tatapan mata lesu.

1
Pencuri Hati
upppp thorrrr....
Pencuri Hati
Maheswari mau nambah benjol di kepala kali😆
Rere Emon
/Drool/upp lagi kak thor
Jadi Orang
knp mc nya di buat tolol
Pencuri Hati
crazy up Thor....
brajamusti
yg banyak thorrr.. jangan males up nya
Pencuri Hati
lanjuttt
Pencuri Hati
up Thor 🙏
heru Rujak
receh
watno antonio
bagus
Arman Jaya
semangat...../Good/
Aqlul /aqlan
tetep smngt thor...merdeka...
Vinski Ambar01
semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti dulu lagi.. aamiin
Eva Akmal
semoga lekas sembuh aamiin..
Pencuri Hati
Syafakallah semoga cepet sembuh 🤲
brajamusti
wah up nya cuma 1 uyy
Aqlul /aqlan
wah kabuuuurrrr.....lnjut tpi jngan kabur ya thor....
Lilis Khotimah
lg dong ceritanya
Aries Hikmal
💝
Aqlul /aqlan
hhhh...bolo sewu opo srewu tor...lnjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!