NovelToon NovelToon
RISA Si Manis Penjual Seblak

RISA Si Manis Penjual Seblak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:367k
Nilai: 5
Nama Author: Nurrul P.

Risa Saraswati, gadis manis yang duduk di bangku kuliah semester 6 selalu dicari oleh siapapun penghuni kampus, tidak lain karena ingin membeli seblak buatan Risa dan harus pesan lebih dulu 2-3 hari sebelum pesanan diterima oleh mereka. Seblak Risa memang terkenal rasanya enak dengan berbagai pilihan toping, sehingga tidak sulit baginya untuk memasarkan di lingkungan kampus.

Hingga pada suatu saat kehidupan Risa berubah menjadi seorang pengusaha kuliner dan dinikahi oleh seorang CEO dari perusahaan ternama di ibukota.

Adit, pria tampan yang memiliki karir cemerlang sebagai CEO perusahaan besar. Dia memiliki seorang kekasih berprofesi sebagai model cantik yang hanya memikirkan karirnya saja dan mengutamakan dirinya sendiri. Walaupun demikian pada akhirnya Adit berjumpa dengan gadis manis penjual seblak yang akhirnya mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Apakah kehidupan rumah tangga Risa akan bahagia serta karirnya semakin cemerlang setelah berumah tangga ? Readers kesayangan silahkan simak kisah Risa selanjutnya ya. Jangan lupa beri like, komentar serta vote untuk author … Supaya author selalu semangat dalam menulis kelanjutan kisahnya.

Happy reading … :-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurrul P., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26. Bisa Masak

Bulan ini adalah bulan ketiga Adit tinggal di Negara K. Perusahaan milik keluarganya telah selesai dibangun atas kerjasama dengan perusahaan milik asing.

Adit dibantu oleh Bara bekerja keras untuk mengembangkan perusahaan ini, mereka telah merekrut banyak tenaga kerja profesional baik yang didatangkan dari Indonesia maupun pekerja lokal.

Adit memberikan kepercayaan kepada Tuan Suhandi untuk memimpin di perusahaan ini. Setelah serah terima jabatan kepemimpinan, Adit berencana untuk segera kembali ke Indonesia bersama Bara guna melanjutkan pekerjaan yang telah tertunda selama tiga bulan di kantor pusat. Meskipun di Jakarta sudah ada papinya, namun Adit tetap memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya.

Di apartemen Adit malam hari...

"Bara, kamu lagi membuat apa itu?" tanya Adit saat melihat Bara sibuk di dapur apartemen.

"Hmmm... ini aku mau masak mie instan. Kakak mau?" jawab Bara sambil terus mengaduk mie instan di panci teflon.

"Boleh deh, tapi jangan pedas ya!" seru Adit dari ruang tamu sambil bermain ponselnya.

"Pakai sayur dan telur ?" tanya Bara lagi.

"Iya ... "jawab Adit.

"Oke, siap Bos!" Bara langsung dengan cekatan membuat lagi mie instan sesuai pesanan Adit, sepupu sekaligus pimpinannya.

"Silahkan menikmati hidangan mie instan istimewa pakai telur khusus untuk Tuan Muda ... !" Bara memberikan mie pada Adit sambil sikap badan membungkuk layaknya seorang pelayan pada Tuannya.

Adit menerima makanan itu layaknya seorang Raja pada pelayannya. "Terima kasih, kamu boleh kembali ke dapur lagi, tolong masak yang enak lagi ya !" ucap Adit memberikan perintah.

"Baik Paduka Raja," jawab Bara sambil menundukkan kepalanya. Walaupun dalam hatinya dia memaki-maki kakak sepupunya itu karena sudah membuat dirinya seperti pelayannya saja. Bara kembali ke dapur sambil mulutnya meracau protes atas kelakuan Adit.

Adit yang melihat ekspresi Bara, menahan tawa karena berhasil membuat adik sepupu kesayangannya itu menjadi jengkel.

"Bicara apa kamu tadi?" tanya Adit pura-pura tidak mendengar ucapan Bara tadi.

"Tidak, aku tidak bicara apa-apa kok," jawab Bara sambil melahap mie instan yang sudah mulai lunak sekali karena tadi tidak langsung dimakan, namun harus membuat mie lagi untuk Adit.

"Oh ya, yakin?" tanya Adit melirik ke arah Bara.

"Iya ..." jawab Bara singkat.

"Wah, enak juga mie buatanmu!" puji Adit pada masakan buatan Bara.

"Iya dong, meskipun begini aku juga bisa masak lho. Tidak seperti kak Adit, masak mie instan saja tidak bisa," jawab Bara sambil tersenyum bangga pada dirinya sendiri.

"Bukan tidak bisa, tapi karena tadi kamu sedang memasak jadi aku minta tolong saja sekalian dibuatkan," Adit selesai menghabiskan semangkuk mie nya dan dia mengambil air putih hangat.

"Memangnya kamu bisa masak apa lagi?" tanya Bara lagi penasaran.

"Banyak lah... nasi goreng, cap cay, sayur asam...," ucap Bara sambil jari tangannya melakukan gerakan berhitung.

"Wah, hebat juga kamu. Aku tidak sangka kamu bisa memasak, sepertinya bakat dari Tante menurun ke kamu ya!" kata Adit sambil tepuk tangan.

"Iya kak, apalagi dulu aku sering lihat mamaku masak di dapur, aku selalu mengamati caranya dan mencoba untuk membantu beliau memasak. Mama bangga lho ternyata aku bisa masak, hehehe...," balas Bara sambil malu atas kemampuannya itu.

"Bara, nanti kalau istrimu tidak bisa masak berarti kamu dong yang masak," kata Adit dengan wajah serius.

"Ya tidak aku semuanya kak, bisa bergantian. Sama-sama belajar memasak. Nah, kalau kak Adit harus mencari istri yang pandai memasak. Karena kak Adit kan tidak pandai merangkai bumbu masakan, pandainya merangkai program kerja di perusahaan!" seru Bara sambil tersenyum meledek Adit dan dibalas Adit dengan lemparan bantal kursi ke arah badan Bara.

"Bara, kamu sudah pesan tiket pesawat ke Jakarta untuk Minggu depan?" tanya Adit.

"Sudah dong, besok aku akan minta tolong sekretaris untuk mengambil tiketnya ke kantor maskapai penerbangannya," ujar Bara. Dia segera masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Adit kembali memandang foto Risa di Ponselnya. Dia tidak sabar untuk segera kembali ke Jakarta dan mengunjungi perusahaan cabang kota C dimana Risa juga tinggal di kota itu.

Adit tersenyum sendiri setiap melihat wajah Risa yang manis itu. Dia merasa tertarik dengan gadis itu, selain memiliki wajah manis, Risa juga gadis yang mandiri, cerdas dan pekerja keras yang membuat Adit mengagumi sosok Risa.

***

"Hallo, iya Mi, ini Adit ..." ucap Adit menjawab telepon dari maminya.

"Kamu baik-baik saja kan disana?" tanya maminya.

"Iya Mi, Alhamdulillah kabar anak mami yang paling tampan ini baik-baik saja Mi," jawab Adit sambil tersenyum.

"Kapan kamu pulang, mami sudah kangen nih?" tanya Bu Lina dari seberang.

"Dua hari lagi Adit pulang Mi, mami mau dibawakan oleh-oleh apa, tas, sepatu, baju atau apa?" ucap Adit.

"Apa saja yang penting jangan sampai merepotkan kamu ya, melihat kamu pulang dalam keadaan sehat mami sudah senang Dit," jawab Bu Lina.

"Iya, Adit juga kangen sama mami, papi, juga si cerewet, hehehe..." kata Adit meledek adik perempuan satu-satunya.

"Mi, maaf ya telponnya Adit tutup dulu ya. Tamu Adit sudah datang. Nanti Adit telpon lagi, mami jaga kesehatan ya," ucap Adit kemudian menutup telponnya dan segera berdiri dan menuju ke ruang rapat untuk menyambut tamu pentingnya dari perusahaan asing.

Dua hari ini Adit memang sudah tidak terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, karena sudah dilimpahkan semua pada Tuan Suhandi selaku direktur perusahaan di negara K ini dan sudah diangkat oleh Adit atas persetujuan papinya.

Sore harinya Adit mengajak Bara berjalan-jalan di mall guna membeli oleh-oleh khas negara itu untuk keluarga mereka. Adit membelikan baju tradisional negara K untuk mami, papi dan adiknya. Hadiah khusus ada juga, Adit membelikan tas untuk maminya, membelikan ikat pinggang untuk papinya karena papinya memang suka koleksi ikat pinggang dari berbagai negara. Adit juga membelikan boneka lucu dan dompet untuk adiknya yang super cerewet namun baik hatinya itu.

Bara juga nampak sibuk dengan tentengan tas belanjaan yang dibawanya. Dia membeli beberapa baju, celana, topi dan kacamata untuk keluarganya.

"Bara ...'" panggil Adit ke Bara yang sedang memilih sendal wanita yang unik untuk mamanya.

"Ya, ada apa?" tanya Bara.

"Kalau untuk gadis dewasa sebaiknya dibelikan apa ya?" tanya Adit pada Bara.

" Hmmm... buat siapa kak, adikmu?" tanya Bara penasaran.

"Bukan ... tapi untuk seseorang," jawab Adit lirih.

"Wow, siapa dia?" tanya Bara lagi.

"Nanti kamu akan tahu sendiri," jawab Adit sambil tersenyum bahagia.

Mereka melanjutkan jalan-jalannya dan mereka memasuki butik, Adit memilih gaun panjang yang terlihat bagus sekali dan terkesan sederhana.

Setelah selesai membeli oleh-oleh, mereka pun akhirnya pulang ke apartemen Adit.

Keesokannya mereka berdua sibuk mengemas baju-baju dan barang lainnya yang akan dibawa pulang ke Indonesia. Kalau tidak dilakukan dari sekarang, nanti pasti mereka akan kesulitan karena diburu oleh waktu. Tinggal baju yang akan dipakai keesokan harinya dan baju untuk dipakai pulang.

Hari ini Adit dan Bara ambil cuti kerja, sehingga bisa menyiapkan keperluan untuk dibawa pulang besok dan beristirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina setelah disibukkan oleh urusan pekerjaan.

Adit memandang ke arah luar jendela. Saat ini di negara K sedang dingin-dinginnya, suhu udara menunjukkan angka 10 derajat Celcius. Karena udara yang dingin, Adit dan Bara selalu menggunakan jaket tebal dan topi kain yang bisa menutup hingga telinga.

Saat Adit dan Bara berbicara selalu mengeluarkan asap dari mulut mereka karena udara yang sangat dingin. Adit membuat teh hangat untuk diminumnya, lumayan untuk mengurangi rasa dingin yang merasuk hingga ke tulang.

"Kak, sepertinya sampai di Jakarta, kita sudah disibukkan oleh pekerjaan yang menanti kita. Tadi bagian keuangan mengirimkan email bahwa ada kejanggalan pada laporan keuangan di perusahaan cabang di kota C. Yaitu antara jumlah nominal yang dilaporkan tidak sesuai dengan jumlah barang yang tersedia di gudang. Kita harus segera menyelidiki kasus ini kak," ujar Bara menjelaskan pada Adit.

"Hmmm... baiklah, kita bisa kesana secepatnya!" jawab Adit semangat.

Bara menganggukkan kepalanya berulang-ulang dan ada sedikit rasa heran mengapa Adit begitu semangat jika Bara selalu menyebut kota C.

Adit mengerti apa yang dipikirkan oleh Bara, namun dia hanya diam pura-pura biasa saja.

#######

Wow, makin seru nih si Adit. Ayo gaeess berikan dukungan terus ya untuk Adit dan Risa.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, berikan like, komentar, vote, rate dan jadikan Risa sebagai favorit kalian ya 🙏🤗👍

Happy reading gaeess .... 😘😍❤️🤗

1
rahmawaty
emangnya buka jualan jam brp thor ? jam 2 udh abis . klo pagi2 mh ga mungkin kn mkn seblak yg ada moncor😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: dagangan Risa masih belum terlalu banyak yang dijual, jadi cepat habis meskipun masih jam 2 siang. Maklum, baru awal jualan di rumah 😄
Makasih ya kak apresiasinya 😍👍
total 1 replies
Yoen Sing
lanjut kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aku baru nemu cerita mu kak... alurnya bagus kak
Alif
emaknya lucu masak sekelas pengusaha mikir dwit hbis hahahaha mungkin authornya bingung mikir nulis alur ceritanya jd terkesan dipaksakan SARU klo orang Jawa bilang,salah pada penempatan situasi dan kondisi saat itu dalam cerita ini,tp tetep smangat thor smg cpt berkembang tulisanya dn jgn mau kalah senior2nya
Alif
visualnya bagus sih.. cm agak ke dewasaan ya.. tp soo far soo good😊
Alif
siapapun mereka knpa hrs kepo, namanya jg orang berjualan yg orang beraneka ragam lah yg dtang dan membeli
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus seru👍👍👍👍
budak jambi
pasti Maya jalng t.dak malu
nissa
enak cerita nya, seru
nissa
akhir nya selamat ya risa akhir nya baby nya lahir juga laki2 lagi
nissa
kalau mertua nya kayak risa para menantu pasti bahagia, as pa lagi tidak melihat dari bibit bebet nya
nissa
bagus deh kalau sudah di tangkap si maya nya
nissa
dasar si maya kurang ajar dia
nissa
pasti mantan pi acar nya si adit tuh
nissa
saingan bisnis biasa lah
nissa
aduh kasian sekali si adit, sakit bener tu pasti kaki nya
nissa
lanjut
nissa
semoga berhasil ya risa
nissa
lanjut
nissa
si bara ini mulut nya asal dajha ngomong depan orang tua adit lagi hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!