Yun Bàntiān adalah pendekar pedang terkuat di dunia kultivasi. Terkenal, tampan, dan ditakuti... namun memilih hidup damai bersama istri dan anaknya, jauh dari hiruk-pikuk dunia.
Tapi kedamaian itu hancur ketika dua dewa turun dari langit—berniat membunuhnya demi menghentikan sebuah ramalan kuno.
Dalam pertempuran yang mengguncang dunia, Yun Bàntiān mengorbankan seluruh tubuh dan jiwanya… dan membunuh dua dewa sekaligus..
Namun kematian bukan akhir.
Ia terbangun di masa lalu—sebagai bayi!
Sayangnya, ingatannya telah hilang, tercerai-berai bagaikan bintang di langit.
Siapa dia sebenarnya?
Kenapa para dewa takut padanya?
Apa isi ramalan yang bahkan surga ingin lenyapkan?
Ini adalah kisah sang pendekar yang hidup kembali untuk mengubah takdir... dan menantang surga itu sendiri.
_____________________________________
Judul Yang Berbeda
Sword Against The Divine
S.A.T.D
Penjahat Surgawi Tanpa Nama
Unnamed Calamity of the Heavens
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Ru Ze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25–Penjahat Surgawi Tanpa Nama
Semua keluarga Luo menatap Yun Bàntiān dengan sorot mata tajam bercampur kebingungan.Luo Qīngméi berseru panik, suaranya bergetar,“Tiān’er, kau menantang Kaisar Iblis? Bahkan kakekku maupun kakek buyutku belum tentu bisa mengalahkannya!”
Yun Bàntiān berkata dengan lembut "Aku menantang kaisar iblis agar kamu selamat dari kematian.membiarkan para sekte Iblis fokus kepadaku, bukan kepadamu."
Luo Haotian mengernyit, wajahnya serius penuh tekanan.“Kau tahu, Kaisar Iblis bersama permaisurinya bisa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan. Tapi mengapa kau tidak gemetar sama sekali di hadapan sosok sekuat itu?”
Yun Bàntiān berkata dengan tenang tanpa gemetar sedikitpun"Aku tidak tahu. Tapi entah mengapa… aku merasa pernah melawan yang lebih kuat darinya."
Ucapan itu membuat Luo Haotian terperangah.“Kau… pernah melawan musuh yang lebih kuat dari Kaisar Iblis?”
Yun Bàntiān menggelengkan kepalanya "Tidak tahu… hanya saja aku merasa pernah. Bahkan samar-samar aku mengingat… suatu hari aku akan menjadi buronan seluruh dunia kesucian. Dan ada satu sebutan yang terus menghantui pikiranku—‘Penjahat Surgawi Tanpa Nama’."
Tatapan keluarga Luo dipenuhi keterkejutan.
Luo Jianhong akhirnya berkata dengan dingin,
“Bukankah itu ramalan yang pernah beredar? Tentang seseorang yang akan menghancurkan dunia, membantai siapa pun yang menghalanginya, dan membawa julukan yang membuat seluruh alam semesta gemetar: Penjahat Surgawi Tanpa Nama.”
Luo Haotian menambahkan dengan suara dalam,“Julukan itu bukan sekadar nama. 'Penjahat Surgawi' adalah sosok yang menghancurkan tatanan dunia, mengubah segalanya sesuai kehendaknya. Sedangkan ‘Tanpa Nama’… berarti ia seharusnya tidak pernah ada di dunia ini.”
Yun Bàntiān,Luo Qīngméi,Luo Língxiāo, kebingungan, mereka tidak pernah mendengar ramalan mengerikan itu di alam bawah.
Bayangan sosok Penjahat Surgawi Tanpa Nama memang mengerikan—makhluk tanpa hati, hanya mengutamakan egonya, mengabaikan semua yang lain.
Yun Bàntiān menatap ke langit. Jika benar dialah yang diramalkan, ia sudah bertekad untuk mengubah takdir itu. Mati atau hidup, ia akan melawan arus surga sendiri.
Luo Língxiāo bertanya kepada Luo Haotian dengan bingung "Kalau ramalan itu terjadi apa yang terjadi ayah?."
Luo Haotian menjawab serius, nadanya berat,
“Jika ramalan itu terwujud… bahkan sepuluh orang imortal tak akan mampu menandingi dia. Sebab sosok itu dipenuhi tekad membara untuk menghidupkan kembali kekasihnya. Ia rela melanggar tabu apa pun, menghalalkan segala cara, meskipun harus menentang surga.”
Ucapan itu membuat Luo Língxiāo menoleh pada Yun Bàntiān yang masih menatap langit. Hatinya bergetar: Kalau memang dia yang diramalkan… aku harus menyelamatkan dia apapun yang terjadi.
Luo Qīngméi, sebaliknya, menatap Yun Bàntiān dengan air mata yang hampir jatuh. Ia tahu kebenarannya. Naga Yin dan Naga Yang pernah memberitahunya—Yun Bàntiān memang sosok yang ada dalam ramalan.
Dengan suara lembut namun menusuk hati, ia berkata,“Tiān’er… bila benar kau yang ada dalam ramalan itu, dan akulah yang mati… apa yang akan kau lakukan?”
perkataan itu membuat seluruh kelurga Luo terkejut,Semua mata terarah pada Yun Bàntiān, menunggu jawabannya.
Yun Bàntiān berkata dengan serius "Kalau aku memang orang dalam ramalan itu, aku tak peduli gelar, identitas, ataupun nama. Aku hanya akan menghidupkan mu kembali—meski harus menjadi buronan dunia. Bahkan bila keluargaku sendiri menantang ku, aku akan melawan mereka."
Luo Qīngméi tubuhnya tiba-tiba gemetar bahkan meneteskan air mata, Luo Língxiāo,Luo Haotian,Luo Jianhong terkejut mendengar jawaban Yun Bàntiān.
Luo Língxiāo bergumam pelan di dalam hatinya "Sepertinya memang muridku yang ada di ramalan itu."
Tak kuasa menahan perasaannya, Luo Qīngméi memeluk Yun Bàntiān erat-erat.
“Aku mohon, Yun Bàntiān… jangan lakukan hal berbahaya hanya demi aku…”
Yun Bàntiān membersihkan air mata Luo Qīngméi,ia tersenyum lembut "Aku tahu. Tapi bagaimanapun, takdir kita sudah bersatu. Aku telah bersumpah—jika kau mati, aku akan berusaha menghidupkan mu kembali, meski harus melawan surga sekalipun.”
Luo Língxiāo,Luo Haotian, Luo Jianhong hanya bisa diam ,meskipun mereka juga merasakan kesedihan yang di rasakan Luo Qīngméi.
Namun keramaian di jalan seakan tak peduli. Orang-orang berlalu lalang menuju pelelangan, tak menyadari drama besar yang tengah terjadi.
Luo Qīngméi masih memeluk Yun Bàntiān erat, seolah tak ingin melepaskannya. Ia hanya memikirkan satu hal—bagaimana caranya menghentikan ramalan itu.
Luo Língxiāo berkata dengan lembut "Mei’er, jangan bersedih. Bibi akan melindungi Yun Bàntiān, apa pun yang terjadi—meskipun dia benar-benar orang dalam ramalan itu."
Luo Haotian dan Luo Jianhong benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya terus diam memperhatikan mereka bertiga.
Luo Qīngméi berkata dengan lembut "ingat Tian'er,aku tidak ingin kamu di kenal sebagai Penjahat, tapi aku ingin kamu di kenal sebagai penyelamat."
Yun Bàntiān mengangguk perlahan.
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju pelelangan. Namun sepanjang jalan, para sekte iblis menatap Yun Bàntiān dengan niat membunuh—seolah melihat buruannya sendiri.
Tiba-tiba, sosok Mu Xueyan bersama murid langsungnya, Mu Língxuě, muncul menghadang. Ia menundukkan tubuhnya dengan hormat kepada Luo Haotian dan Luo Jianhong."Salam hormat, leluhur keluarga Luo. Bagaimana keadaan di Alam Tengah?"
Luo Haotian tersenyum tipis "Alam tengah baik-baik saja,gurumu juga menitip pesan kepadaku,hoho."
Mu Xuayen berkata penuh semangat dengan sopan "Pesan Apa yang di titipkan kepadaku leluhur Luo?."
Luo Haotian menjawab dengan tenang"Gurumu berkata: carilah seorang anak berusia sepuluh tahun… yang mampu mengendalikan dua Qi berbeda."
Yun Bàntiān "..."
Luo Qīngméi "..."
Luo Língxiāo "..."
Mu Xuayen mengerutkan kening"untuk apa guru meminta ku mencari orang itu?"
Luo Haotian menggelengkan kepalanya"aku tidak tahu.tapi kamu harus benar-benar mencarinya untuk membawanya ke alam tengah."
Mu Xueyan mengangguk pelan. Ia lalu menoleh pada Yun Bàntiān, bertanya tenang,
“Bagaimana, Yun Bàntiān? Apakah kau menyetujui permintaanku?”
Yun Bàntiān mengaguk sambil menjawab"Aku setuju. Sesuai perjanjian, aku juga butuh informasi letak wilayah Naga Mutiara Racun Dingin. Apakah hanya ada satu… atau lebih?"
Mu Xuayen berkata dengan lembut "Ada sekitar dua ekor naga di sana. Namun selain mereka, ada juga beberapa monster tingkat bawah yang berbahaya."
Yun Bàntiān mengangguk. Mu Xueyan dan Mu Língxuě kemudian memberi hormat sebelum pergi. Rombongan Yun Bàntiān pun melanjutkan perjalanan menuju pelelangan, dengan bayangan ramalan yang masih membekas di hati mereka.
jangan lupa mampir yaa