Pernikahan yang Syahila dan Rendra lakukan hanya pernikahan kesepakatan. Demi menunaikan keinginan terakhir ibu Rendra. Syahila terpaksa menerima pernikahan ini demi kesembuhan ayahnya yang terbaring dirumah sakit.
Setelah bertemu Syahila, ibu Rendra meminta Rendra berjanji tidak akan menceraikan Syahila walau dia sudah meninggal. Padahal Rendra sudah memiliki kekasih yang masih kuliah di luar negri.
Apakah Rendra akan memperjuangkan cintanya atau menunaikan janjinya pada ibu?
******************
mohon bimbingan kalian semua..
kritik dan saran kalian suatu masukan berharga 🥰😊😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26. Penambah Luka.
Rendra berada di rumah sakit tempat Syahila memeriksa kandungannya saat ia kabur malam itu. Rendra mengetahui lewat jejak catatan penarikan uang di ATM Syhaila, yang Syahila tarik malam itu. Namun tak ada kemajuan sama sekali, Syahila menghilang tanpa jejak.
Namun saat mengetahui Syahila dan bayi mereka sehat, saat mendengar penjelasan dari dokter kandungan yang memeriksa Syahila malam itu, seperti angin segar bagi Rendra, Rendra memandangi foto hasil USG bayi nya, yang ia dapatkan saat bertemu dokter yang memeriksa Syahila. Beruntung Syahila lupa membawanya, sehingga Rendra bisa melihat hasil USG istrinya.
Rendra berjalan lemas menuju mobilnya. Ia pun segera melajukan mobil kembali ke kantornya. Rendra melamun di meja kerjanya sambil memandangi foto USG itu, alangkah bahagia nya saat ini jika Syahila ada di sampingnya.
"Rendra!" Seorang wanita berteriak memanggilnya, teriakannya itu membuyarkan lamunan Renda.
Melihat dua wanita yang berjalan ke arahnya, Rendra langsung menyembunyikan foto USG itu.
"Tante ambar Lizty? Apa kabar?" Rendra terkejut mengetahui siapa dua wanita yang berjalan menghampirinya. Ternyata Ambar sahabat almarhumah ibunya, juga Lizty anak Ambar, teman masa kecil Rendra.
"Maaf pak, saya tak bisa menahan mereka," ucap Sekretaris Rendra yang baru penuh penyesalan.
"Tidak apa apa Siska, mereka kerabatku, Listy, tante ayo masuk," seru Rendra. Mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan Rendra bersama.
"Wah Lama sekali tante tidak kemari, Bagaimana kabar kamu Rendra?" Tanya Ambar.
"Seperti yg tante lihat," jawab Rendra.
"Maaf ya Rendra, kami tidak bisa pulang saat ibumu meninggal, tante dan Lizty terikat kontrak waktu itu," kata Ambar.
"Iya tante, Gimana karier Lizty?" Tanya Rendra.
"Saat ini sih belum ada job kak Rend." Jawab Lizty.
"Istri kamu mana Rend?" Tanya Ambar.
"Istri saya pergi meninggalkan saya, karena salah faham, saat ini saya masih mencarinya tante," jawab Rendra dengan nada yang lemas.
Ambar mengedipkan matanya pada Lizty.
"Semoga kamu cepat menemukannya sayang." lirih Ambar.
"Terimakasih tante," Rendra membalas ucapan Ambar dengan mengukir senyuman kecil dari wajahnya.
"Kak Rend sibuk?" Tanya Lizty.
"Sepertinya tidak," jawab Rendra, sambil melihat layar laptopny.
"Aku baru di kota ini kak, kaka bisa temani aku jalan-jalan, mumpung aku lagi break syuting, bisa ya kak ..." rengek Lizty.
" Iya Rend ... kasian Lizty tidak pernah liburan di kota ini, kamu bisa kan ajak dia jalan-jalan? Kamu lebih tau tentang kota ini," seru Ambar.
"Baik tante, saya akan ajak Lizty jalan-jalan sama tante," jawab Rendra.
"Tante nggak ikut Rend, tante capek nggak sanggup jalan-jalan, tante pulang ke apartemen saja," kata Ambar
"Tante pulang naik apa?" Tanya Rendra
"Tante naik taksi, itu taksi yang kami tumpangi tadi masih nunggu di depan," jawab Ambar.
"Ya udah, yuk Liz kita jalan sekarang," seru Rendra.
Mereka pun berjalan bersama ke area parkiran kantor. Ambar langsung masuk ke taksi yang sudah menunggunya, sedang Lizty dan Rendra pergi dengan mobil Rendra menuju tempat hiburan.
Ambar membayar seseorang untuk membuntuti Lizty dan Rendra, juga sengaja membayar media agar meliput anaknya dan Rendra yang asyik jalan-jalan. Dia mengabari Lizty tentang rencananya. Lewat pesan yang dia kirim lewat aplikasi hijau.
Lizty dan Rendra sampai di tempat hiburan, mereka naik bermacam wahana. Kini Lizty bermai golf. Ia sengaja memposisikan diri dengan posisi yang salah. Agar Rendra mendekatinya dan membantu memposisikan dirinya dengan benar.
Renana Lizty berhasil. Karena Rendra mendekatinya lalu mengajarkan, juga mebetulkan posisi memukul yang benar. posisi Rendra pun seperti sengaja memeluk Lizty dari belakang. Hal itu langsung di tangkap kamera orang suruhan Ambar. Keseruan mereka terus berlanjut, tanpa Rendra sadari ada orang suruhan Ambar yang menjepret setiap kebersamaannya dengan Lizty.
Kini Lizty dan Rendra menuju sebuah Stand makanan, mereka tengah menikmati makanan pesanan mereka, namun tiba-tiba para wartawan yang dibayar Ambar menghampiri mereka dan menghujani Lizty dan Rendra dengan banyak pertanyaan.
"Menurut info yang beredar mbak Lizty fakum karena akan menikah, apakah tuan Rendra Mahardika yang menjadi calon suami anda?" Tanya salah satu Wartawan.
"Saya tidak fakum, namun belum dapat job, masalah pernikahan siapa yang tidak mau menikah." Jawab Lizty.
"Menurut gosip yg beredar istri tuan Rendra pergi, apakah ada masalah dengan rumah tangga anda pak Rend?" Tanya wartawan yang lainnya.
"Kabar itu berlebihan, saya dan kak Rend mohon pamit, bye semua nya." Lizty menarik Rendra menjauhi kerumunan waratawan itu.
"Pulang yuk kak Rend, aku nggak mau ada kabar miring tentang kita." seru Lizty.
Rendra pun mengantar Lizty pulang.
Tak lama, berita Lizty dan Rendra masuk dalam laman berita online, yang bertajuk.
"Rendra pengusaha muda yang sukses menjalin hubungan dekat dengan selebritis Lizty Ananda."
Foto Rendra dan Lizty saat main golf pun menghiasi beranda berita itu.Bahkan ada kalimat yang menjurus ke arah pernikahan keduanya.
Berita itu langsung di serbu komentar netizen, bahkan ada yang habis-habisan membully Lizty pelakor. karena mereka tahu pengusaha itu mempunyai istri yang tengah hamil.
****
Di desa.
Syahila dan mak Ijum duduk di teras rumah. Mata Syahila tertuju pada tumpukan susunan bangku dan meja.
"Itu bekas apa mak?" Tanya Syahila.
"Oh ... itu bekas warung nasi uduk mak dulu." sahut ijum.
"Kenapa nggak di lanjutin dagangnya mak?"
"Modalnya habis." jawab Ijum.
Syahila memikirkan sesuatu, terbersit dalam pikirannya ingin membantu Ijum. Dia segera permisi pada mak Ijum, untuk pergi kekamarnya, lalu mengambil amplop yang berisi uang. Lalu ia kembali duduk bersana Ijum.
"Mak, Hilya mau, mak lanjutkan dagangnya, biar emak punya pemasukan untuk Fatma, kalo emak jualan Hilya juga jadi enak, mau nasi uduk tinggal minta," seru Syahila.
Mak ijum Menolak. "Jangan nak, nak Hilya sudah terlalu banyak membantu kami."
"Hilya mohon, demi Fatma makkk," ucap Syahila lirih.
Ijum terdiam, Hilya memang benar, mengingat kebutuhan Fatma untuk sekolah, sangat terpaksa Ijum menerima bantuan wanita yang ia kenal sebagai Hilya ini.
""""""""""
Syahila dan Ijum berbelanja di warung tetangga mereka, melihat kabar di televisi yang menyiarakan berita kehamilan Zharima, Syahila pun duduk menyimak kabar itu. Syahila fokos mendengari wawancara Zha bersama reporter berita itu. Syahila tersenyum mendengar berita bahagia Zha.
Namun senyumannya hilang seketika, ketika melihat kabar berikutnya. Foto-foto mesra Rendra menghiasi layar televisi yang ada di depan matanya. Luka yang lama saja belum sembuh, luka Syahila bertambah parah, ia merasakan sakit di ulu hatinya melihat kedekatan Rendra dengan selebrity tersebut.
"Sayang ... kamu pinter-pinter dan baik-baik sama mommy ya, daddy kamu sudah bahagia sayang, kamu bakal punya ibu tiri artis, jangan lupa sama mommy ya sayang nantinya," rintih batin Syahila. Sambil mengelus perut buncitnya.
"Neng Hilya, yuk pulang, emak sudah selesai " seru Ijum, lamunan Syahila pun buyar, ia segera berjalan pulang bersama Ijum.
"Hilya betah di desa ini mak, rasanya Hilya mau tinggal di sini selamanya," ucap Syahila.
"Neng udah banyak bantu emak, mulai sekarang nak Hilya nggak lagi ngontrak, rumah itu boleh nak Hilya tempati selama apa nak Hilya mau, gratis!" Seru Ijum.
***
Di kota.
"Apa-apaan ini!" Effan tiba-tiba datang menemui Rendra dan melempar koran yang memuat foto mesra Rendra dan Lizty.
"Bayangkan kalau nona yang membaca ini, parahnya berita ini sudah masuk di berita Online dan televisi, kasian nona pak, nona pasti akan semakin bersembunyi pak! Sia-sia kerja kerasku!" Gerutu Effan. Wajahnya nampak kecewa dengan berita yang dia baca.
"Tapi itu Lizty, yang sudah aku anggap seperti adik ku sendiri," seru Rendra.
"Aku tahu, tapi nona tidak tahu pak!" protes Effan.
"Aarghhhh! Kenapa aku begitu bodoh! Hal ini hanya menambah luka Syahila!" lirih Rendra, dia sangat kecewa dengan kecerobohannya.
"Fan, atur jumpa pers, aku ingin meluruskan semua ini!" pinta Rendra.
Effan segera mengurus yang di inginkan oleh Rendra. Malamnya pun mereka mengadakan jumpa pers. Yang di hadiri para awak media dan juga Rendra.
Lizty langsung membuka acara jumpa pers yang di laksanak Rendra. "Selamat malam semua rekan media, malam ini kami ingin meluruskan, berita yang tengah beredar itu tidak benar, saya dan Kak Rendra hanyalah teman, kami teman semasa kecil, hubungan kami tidak lebih dari itu." terang Lizty.
"Apa benar istri tuan Rendra kabur dari rumah? Karena mendapati anda selingkuh?" Tanya salah satu Wartawan.
"Itu tidak benar, nona kami tengah hamil, dia sengaja tidak keluar rumah." Jawab Effan.
"Saya minta berita yang beredar tadi siang segera di hapus, saya akan laporkan medianya dan wartawan yang masih nekaz membuat dan menyebarkan berita itu, karena itu sangat mengganggu saya!" Ancam Rendra.
Setelah bermacam tanya Jawab, acara jumpa pers pun selesai.
Lizty sangat bahagia, berkat berita itu namanya semakin melejit, segala tawaran pekerjaan pun mendatanginya.
Rendra sama dengan menjatuhkan harga diri nya sendiri 👻
itu sih tips buat OB 😂