NovelToon NovelToon
Dunia Malam Yuna

Dunia Malam Yuna

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Duniahiburan / Chicklit / Tamat
Popularitas:29.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annisha A

Sebagian dari kisah ini adalah cerita kisah nyata dari kehidupan seorang wanita yang bekerja di dunia malam.
Tapi ingat, hanya sebagian!
Seorang gadis yang berusaha tetap mempertahankan keperawanan di tengah-tengah hingar-bingar gemerlap dunia malam yang harus dilaluinya.
Kisah ini turut menceritakan sisi lain dari wanita dunia malam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisha A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 26 Selalu di bully

Malam ini Yuna kembali bekerja seperti biasa, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam dan dia sudah selesai berdandan. Dia memutuskan datang lebih cepat dari biasanya karena merasa jenuh di kamar seorang diri. Yuna berjalan menuruni anak tangga dengan sangat pelan, ia menjinjing sepatunya agar suara langkahnya tak terdengar oleh Maria.

Yuna pun kembali lolos dan langsung masuk ke mobil.

"Ayo segera jalan pak" Pinta Yuna pada pak Choi yang sudah menunggu dalam mobil.

"Baik nona muda" Pak Choi menjalankan mobilnya meninggalkan rumah mewah Benzie.

Sementara Benzie kembali berdiri tegak memandangi kepergian Yuna dari jendela kamarnya.

"Kau sudah berbuat kesalahan Yuna, kau berani membohongi seorang Benzie Lim yang sangat disegani banyak orang ini. Lihatlah apa yang akan kulakukan nanti jika kau benar terbukti bersalah, andai kau tau terakhir kali aku merontokkan gigi rekan Bisnisku saat dia membohongiku." Ketus Benzie dalam hati sembari menatap tajam ke arah mobil yang membawa Yuna.

Yuna pun tiba di tepi jalan yang sama seperti kemarin pak Choi mengantarnya. Yuna memakai sepatu hak nya dan berjalan dengan cepat menuju loby utama Blue Light Club. Malam ini malam Sabtu, Club' terlihat lebih ramai dari biasanya, Yuna berjalan melewati beberapa tamu yang sedang berdiri di loby, para tamu pun memandangi Yuna dengan penuh gairah karena kecantikan dan keseksian tubuh Yuna. Yuna yang merasa risih mendapat pandangan seperti itu mempercepat langkahnya menuju ruang make up.

"Tumben kau datang lebih awal?" Tanya Cindy ramah yang sedang terduduk di sofa.

"Ah iya, entah kenapa malam ini aku merasa jenuh di kost ku, jadi kuputuskan untuk datang lebih awal." Jawab Yuna cengengesan karena sedang berbohong.

Tak berapa lama Katy dan Diana masuk ke ruang make up dan memandang aneh sosok Yuna yang tengah berdiri di depan cermin.

"Wah wah wah, apa sekarang gadis sok polos ini mulai bersemangat untuk menggoda para tamu? hingga membuatnya datang lebih awal dari biasanya?" Celetuk Katy sembari tertawa.

Mendengar itu Yuna sama sekali tak menggubris ucapan Katy, dia memilih terus merapikan pakaian dan dandanannya.

"Dan lihatlah, pakaian yang dipakainya sekarang pun tampak branded, sepertinya dia sudah menghasilkan banyak uang hanya dalam 1 Minggu bekerja, apakah dia sudah mengambil job BO demi mendapat barang branded ?" Tambah Diana yang juga ikut tertawa.

"Hahaha ya ya ya, sangat munafik sekali jika kau bilang tidak menerima BO Yuna, Baju branded yang sedang kau gunakan sudah cukup menjawab semuanya. Kau tidak mungkin bisa membeli beberapa baju branded bahkan sepatu seperti itu hanya dengan uang tips yang kau terima dari tamu hanya dalam waktu 1 Minggu kan ?" Ucap Katy mendekati Yuna dan melirik tajam dari ujung kaki hingga ujung rambut.

"Hei sudah lah, mengapa kalian terus membully nya seperti itu? Bukankah selama bekerja disini dia tak pernah berbuat kesalahan pada kalian?" Tambah Cindy mencoba membela Yuna.

"Tidak pernah katamu? Wanita sok suci ini bahkan sudah mengusik ketenangan ku sejak pertama dia bekerja disini. Dia berani merayu tuan muda Benzie yang sudah menjadi incaran ku sejak lama, bahkan hari pertama bekerja dia sudah dibawa ke ruangan privasi dengan tuan muda Benzie. Apakah wanita seperti ini masih bisa dibilang polos dan suci?" Ketus Katy meninggikan suaranya.

"Cukup Katy, kau sama sekali tak tau apa yang terjadi. Jadi berhenti lah berbicara yang tidak-tidak tentangku." Bentak Yuna yang mulai tak tahan mendengar ucapan Katy.

"Dan satu lagi, aku sama sekali tak pernah menggoda Benzie, dia sendiri yang memilihku. Dan jika kau menginginkannya, maka teruslah lakukan segala cara untuk mendapatkannya, aku sama sekali tak merasa keberatan." Tambah Yuna lagi dan langsung pergi keluar dari ruang make up.

"Ha, apa yang barusan aku dengar ? gadis kampungan itu sudah berani meninggikan suaranya di hadapanku? Bahkan dia berani menyebut tuan muda Benzie hanya dengan namanya saja. Emm Baiklah, nampaknya dia sendiri yang sudah mengibarkan bendera perang, kita lihat saja nanti." Ketus Katy menampilkan senyuman sinis.

Katy Shen

Yuna berlari menuju toilet, dia berdiri di depan cermin, tak terasa tetesan bening lolos begitu saja dari mata indahnya. Ucapan Katy yang baru menghinanya terus saja terngiang di telinga Yuna.

"Kau benar Katy, tak mungkin aku mendapatkan semua barang mahal ini hanya dengan mengandalkan uang tips ku selama seminggu bekerja disini, melainkan dengan cara harus bersandiwara dan terus berbohong pada semua orang lah membuat aku mendapatkan ini semua. Bukankah ini terlihat sama saja buruknya dengan mengambil job BO " Ucap Yuna lirih dalam hati sembari terus memandangi bayangan dirinya di cermin dengan tatapan sendu.

"Apakah wanita dunia malam sepertiku akan selalu terus-terusan di pandang hina seperti ini? apa hanya karena memiliki barang-barang bagus saja akan menimbulkan penilaian yang buruk terhadapku" Pertanyaan itu terus timbul dalam benak Yuna.

"Emm baiklah, tak apa. bukankah ini salah satu resiko bekerja di dunia malam? Bukankah aku sudah siap menerima semua resiko itu. Yang terpenting, ibu dan adikku kini bisa hidup sedikit lebih baik dan layak." Ucap Yuna seorang diri mencoba menyemangati dirinya.

"Yuna kau didalam ?" Tanya Nensy yang kemudian membuka pintu toilet.

"Ayo segera ikut aku, tamu sudah mulai ramai berdatangan." Ucap Nensy lagi yang mendapati Yuna sedang berdiri tegak di depan cermin.

Yuna hanya diam dan terus mengikuti langkah Nensy menuju tamu yang dimaksud.

"Ayo duduklah, tamu ini telah mengecas mu dan kau wajib menemaninya." Ucap Nensy lagi sembari menyuruh Yuna duduk disamping salah satu tamu.

"Mami kenapa tidak kontes?" Bisik Yuna sedikit bingung

"Tamu ini langsung memilih mu dari photo yang mami tunjukan. Dia tak terlalu suka memilih ladies secara langsung." Bisik Nensy pelan.

Yuna pun duduk dan menyapa tamu nya dengan ramah, dengan seketika dia dapat mengganti raut kesedihan yang sejak tadi terlukis diwajahnya kini menjadi raut wajah yang ceria.

Waktu terus bergulir dan kini sudah mendekati waktu closing. Tamu Yuna memilih pulang setengah jam sebelum closing. Yuna kembali mendapatkan tips dari tamu itu dan segera memasukkan nya ke dalam tas. Yuna berjalan sempoyongan keluar dari gedung club, Yuna terus berusaha berjalan dengan stabil menuju mobil yang sudah menunggunya di tempat biasa. Tanpa ia sadari seseorang tengah mengambil photo dan video saat dia memasuki mobil mewah itu.

Mobil terparkir sempurna di depan loby rumah Benzie, Yuna berjalan memegangi dinding karena dia merasa sangat pusing dan melayang.

"Apa perlu saya bantu nona?" Pak Choi menawarkan dan mendekati Yuna.

"Tak perlu pak Choi, aku tak mau merepotkan anda." Ucap Yuna yang terus saja berjalan memasuki rumah.

Yuna kembali menjinjing sepatunya, menaiki satu persatu anak tangga dengan sangat susah payah.

Sementara Benzie yang mendadak tersentak dari tidurnya karena merasa sangat haus, ia melirik ke arah jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Benzie pun memilih keluar dari kamarnya berjalan menuju dapur, tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat Yuna yang tengah kesusahan menaiki tangga. Awalnya Benzie tak ingin menggubrisnya dan berjalan begitu saja melewati Yuna, sementara Yuna yang pusing sama sekali tak menyadari keberadaan Benzie, ia terus fokus dengan langkahnya. Namun tiba-tiba Yuna kehilangan keseimbangan dan hampir tergelincir.

"Ahhh" Teriak Yuna yang merasa tubuhnya akan jatuh.

Namun Benzie yang baru melewati Yuna satu langkah, dengan spontan menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh. Yuna yang tengah mabuk langsung saja memeluk tubuh tegap Benzie dengan nafas yang ngos-ngosan. Kini alkohol tengah menguasai tubuh dan pikiran Yuna, seseorang yang tengah mabuk memang tidak akan merasa malu ataupun gugup saat berhadapan dengan siapapun.

Bersambung...

1
Erni Marselina
🤣🤣🤣Bingung dah,nasibnasib jadi bawahan 🤣
Musdalifa Dahlan
ya elah, yuna tiba2 conge 😮‍💨🤭
Halidu Ninro
aku kembali thor, Rindu yuna dan benzie lim 🤗
Annisha A.: Wah ya ampun, makasi udah kembali lagi hehehe semoga tidak bosan. Jgn lupa baca novelku yg lainnya ya, lufff❤️
total 2 replies
Andy Mauliana
pengalaman banget sih othor ni 🤭
Ais NSP
best novel
Bundanya Pandu Pharamadina
makasih dan sehat selalu juga banyak rejeki dan berkah untuk mbak Author👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
baca Marathon ngakak trus Benzie Yuna
❤❤❤❤🤣🤣🤭🤭
Bundanya Pandu Pharamadina
Yuna Benzie 🤣🤣🤣🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Benzie gila cinta nenek🤣🤭❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Selamat² Yuna, walaupun kita yg baca jadi senam jandung💜❤. semoga Ben berhasil bawah pulang Yuna
Bundanya Pandu Pharamadina
Yuna yg minum alkohol kenapa kita yg deg degan yah🤭, semoga tak kan terjadi apa² dgn Yuna
Bundanya Pandu Pharamadina
masih nyimak
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorit
👍❤
Kartika Dewi Naldi Unhi
bagus
Uci
yuna bodoh
Yuli Anti
berasa nonton drakor😍😍😁
Yuli Anti
sama 😁😁
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Dewi Marliana Hulu
sumpah ksell banget sama si benzi
Liana Simon
ceritanya menarik Thor, nggak bisa berhenti baca sampai tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!