NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemiripan

Li Yunru tidak pandai membujuk orang yang menangis. Jadi ia benar-benar bingung saat melihat wanita tua itu tiba-tiba menangis setelah mengamatinya begitu lama. Bahkan Bai Muzhi pun tidak tahu harus berbuat apa.

Li Yunru menatap Bai Muzhi dengan kening berkerut. "Bukankah kamu bilang nenekmu adalah naga putih yang kuat dan tidak pernah menangis bahkan ketika kakekmu meninggal?"

"...."

Nenek Caolan yang semula menangis tiba-tiba terdiam. Ia melirik Bai Muzhi dengan tatapan tajam, lalu menyipitkan mata. Sesaat kemudian, tubuhnya terhuyung ke belakang seolah-olah pusing.

Bai Muzhi segera menopang tubuh Nenek Caolan. "Nenek, apakah kamu baik-baik saja?"

"Kepalaku ... kepalaku pusing sekali hingga aku menangis. Cepat bawa aku kembali ke ruang dalam," jawabnya pelan. Namun jika diperhatikan lebih saksama, wajahnya tampak baik-baik saja.

Tentu saja Bai Muzhi menyadari bahwa neneknya hanya berpura-pura. Sudut mata kanannya berkedut kecil. Ia tahu wanita tua itu tidak akan membiarkan siapa pun melihat sisi lemahnya.

Meski begitu, Bai Muzhi tetap bekerja sama dan membantu Nenek Caolan kembali ke ruang dalam. Ia mendudukkan wanita itu di kursi, membiarkannya bersandar dengan nyaman.

Nenek Caolan berdeham kecil, lalu melirik Li Yunru yang masih berdiri dengan ekspresi bingung. "Nak, apakah namamu Li Yunru?" tanyanya.

Li Yunru mengangguk. "Ya, Nenek."

Wanita tua itu menggeleng pelan. Wajahnya dipenuhi penyesalan. Ia mengembuskan napas panjang, lalu terbatuk kecil seolah baru saja menenangkan diri.

"Nama yang cantik, sama seperti orangnya. Sebenarnya aku meminta Xiaozhi membawamu ke sini hanya untuk memastikan sesuatu. Namun setelah melihatmu hari ini, wanita tua ini merasa kalian tidak cocok bersama."

Bai Muzhi langsung mengerutkan kening, khawatir neneknya akan mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan.

"Nenek—"

Li Yunru segera memotong ucapannya. "Kalau begitu, biarkan dia mengakhiri hubungan. Aku memang merasa kami berdua tidak cocok!"

Nenek Caolan kembali menggeleng, kali ini dengan ekspresi sedikit terkejut. "Nak, bukan kamu yang tidak cocok untuk cucuku. Justru cucuku yang berhati batu itu tidak layak untukmu."

Baik Li Yunru maupun Bai Muzhi tidak menyangka alasannya akan menjadi seperti itu. Terutama Li Yunru yang merasa wanita tua ini justru meremehkan cucunya sendiri.

"Itu ... bukankah nenek seharusnya membela Bai Muzhi?" tanyanya bingung.

"Tidak perlu. Dia memang tidak punya hati."

"...."

Bai Muzhi yang disebut tidak punya hati itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, merasa sedikit tersinggung.

Nenek Caolan kembali menitikkan air mata. Kali ini, ia tidak lagi berusaha menutupinya. Saat menatap Li Yunru, kenangan lama terpantul jelas di matanya.

"Nak, kamu benar-benar sangat mirip dengan wanita tua itu saat masih muda. Seandainya dia masih hidup, dia pasti akan senang mengetahui bahwa kamu telah kembali," ujar Nenek Caolan dengan suara sedikit bergetar.

Li Yunru mengernyit. Tanda tanya besar memenuhi kepalanya. "Nenekku?" tanyanya ragu.

"Benar. Kamu sangat mirip dengan nenekmu yang keras kepala dan pemberani itu. Sudah lama sekali sejak kami bertemu. Sayangnya ... nenekmu sudah lama meninggal karena sakit."

"Tunggu! Tunggu—berbicara soal ini, sebenarnya aku—"

Nenek Caolan langsung memotong ucapannya. "Apa yang akan kukatakan mungkin sulit kamu percaya. Tapi Xiaozhi sudah menceritakan segalanya. Sebenarnya, kamu berasal dari dunia ini."

Li Yunru tertegun. Kepalanya terasa kosong sesaat. Semua pikirannya seolah dipukul sesuatu hingga akhirnya ia bereaksi.

"Tidak mungkin! Bagaimana bisa aku berasal dari dunia ini?"

Bahkan Bai Muzhi sendiri tidak percaya. Ia menatap neneknya dengan heran. Pikirannya berputar cepat. Mungkinkah ini alasan Nenek Caolan ingin melihat Li Yunru secara langsung?

Nenek Caolan melihat jelas ketidakpercayaan di wajah keduanya. Bahkan seekor kelinci pun tampak ikut kebingungan.

Akhirnya, Ruu yang duduk di samping Li Yunru mengangkat kepala dan bertanya dengan nada polos, "Jika memang tuanku berasal dari dunia ini, lalu bagaimana dia bisa berada di dunia itu?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di Istana Laifu, wilayah Hongbo di barat, Hong Maxing mengurung diri di kamarnya dengan perasaan frustrasi. Bayangan dikejar leluhur dan disambar petir masih terus menghantuinya. Belum lagi fakta bahwa ia kini menjadi budak seorang gadis manusia.

Ia menuangkan segelas arak, lalu meneguknya dalam sekali habis dengan ekspresi kesal. Namun ingatannya justru melayang pada makanan buatan Li Yunru. Aroma dan rasanya seolah masih melekat di lidahnya.

"Hahhh ...! Menyebalkan! Aku masih lebih memilih menjadi selirnya daripada jadi budak," gumamnya penuh kejengkelan sambil mengepalkan tangan.

Saat ia masih tenggelam dalam pikirannya, seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya dengan sopan.

"Yang Mulia, Nona Xu datang dan ingin bertemu dengan Anda," lapornya dari luar.

"Nona Xu yang mana?"

Ada banyak keluarga bermarga Xu di wilayahnya, dan ia mengenal beberapa gadis dari keluarga itu. Jadi pertanyaan itu wajar, bukan karena ia lupa.

"Ini nona muda dari kediaman Adipati Xu."

"... Hah, Xu Jiangyue?" gumam Hong Maxing pelan. Lalu ia berkata kepada pelayan di luar, "Biarkan dia masuk sendiri."

Pelayan itu segera mengiyakan dan pergi. Tak lama kemudian, pintu terbuka perlahan dan Xu Jiangyue masuk dengan langkah anggun. Ia mengenakan pakaian yang terbuka seperti biasa, memancarkan aura menggoda yang lembut namun penuh perhitungan.

"Yang Mulia~" Xu Jiangyue menyapanya dengan nada genit.

Sayangnya kali ini Hong Maxing tidak tertarik memainkan permainan rayuan dengannya. Terlebih lagi, ia teringat semua yang telah dilakukan keluarga Xu di wilayahnya.

Xu Jiangyue berasal dari kediaman Adipati Xu yang terkenal sombong dan bermuka dua. Selama ini Hong Maxing memilih menutup mata. Namun sekarang, situasinya telah berubah.

"Mengapa tiba-tiba kamu datang ke sini?" tanyanya dengan nada sedikit kesal.

Xu Jiangyue tampak terkejut melihat sikap Hong Maxing yang lebih dingin dari biasanya. Namun ia segera menenangkan diri dan kembali memasang ekspresi manis.

"Yang Mulia, mengapa Anda tidak membalaskan dendam Yueyue?"

"Apa maksudmu?"

"Bukankah Anda pergi ke wilayah Baiyun untuk menemukan gadis manusia itu dan membunuhnya?"

"Aku tidak membunuhnya dan memang tidak mungkin membunuhnya."

"Mengapa tidak?!" Xu Jiangyue tampak sangat tidak senang. "Yang Mulia Xing, apakah Anda jatuh cinta pada gadis manusia itu?"

Hong Maxing menyeringai. Dengan tubuh sedikit limbung karena arak, ia bangkit dari duduknya.

"Mengapa tidak? Aku bahkan sangat ingin menjadi selirnya. Tapi apalah daya, aku malah jadi budaknya."

"... Apa?" Xu Jiangyue tertegun. Wajahnya memucat. Ia merasa salah dengar. "Bagaimana mungkin?! Saya ingin dia mati, bukan justru dicintai oleh Anda, Yang Mulia!!" teriaknya penuh kebencian.

Hong Maxing berjalan santai menghampirinya. Tatapannya tidak lagi genit, melainkan dingin dan berbahaya. Ia berhenti tepat di hadapan Xu Jiangyue, menatap langsung ke dalam mata wanita itu. Ia menyeringai tipis, lalu mengangkat tangan dan menyentuh pipi Xu Jiangyue dengan lembut.

"Benarkah? Kamu ingin aku membunuhnya?"

Kesembilan ekor rubah merahnya muncul di belakangnya, bergoyang perlahan. Salah satunya membelai tubuh Xu Jiangyue dengan santai, seolah masih memainkan peran sebagai perayu wanita. Gara-gara wanita inilah, ia justru berakhir menjadi budak Li Yunru.

Xu Jiangyue merasakan ekor itu membelai pinggangnya. Ia tersenyum tipis, mengira Hong Maxing telah berubah pikiran. Namun sedetik kemudian, rasa dingin tiba-tiba menembus dadanya.

"Ugh—!"

Xu Jiangyue membelalakkan mata. Darah perlahan merembes dari sudut bibirnya. Tubuhnya gemetar. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Mata Hong Maxing berubah dingin sepenuhnya, tanpa sedikit pun jejak godaan seperti biasanya.

"Xu Jiangyue, aku membiarkanmu hidup selama ini bukan karena aku bodoh. Kamu pikir aku tidak tahu apa yang telah kamu dan ayahmu lakukan selama ini pada Bai Muzhi?"

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: wahhh, gak sabar menunggu mereka bertemu🙀
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: kenapa gak bikin lanjutan cerita anaknya Li Chang Su sama Mu Xianzhai kak?? 🤭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi sekarang kan dia udah kakek kakek kak/Scream/, masa aku suka sama kakek kakek 😭😭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!