leyria yg rela harus menerima sebuah perjodohan yg diatur oleh kedua orang tuanya. leyria selalu sabar menerima perlakuan suaminya yg tak lain Arkan, pria yg tidak pernah mencintainya. pernikahan yg diatur untuk mempererat hubungan persahabatan diantara dua keluarga dan mengabulkan permintaan ibu Arkan yg ingin segera memiliki cucu. Arkan yg dingin sedingin es balok, Akankah mencair oleh kelembutan hati istri cantiknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
💞Jangan lupa kasih like dan vote yang banyak biar author rajin update 😚
"iyah mah.. aku akan rutin meminumnya" ucap leyria.
Ibu ayu tersenyum senang saat menantunya itu hanya menurut saja atas semua ucapannya. Dengan begitu dia yakin nanti leyria bisa cepat hamil dan ia bisa mempunyai cucu.
Arkan yang baru keluar dari toilet melihat ekspresi ibunya yang senyum-senyum sendiri merasa heran.
"Mama kenapa? habis menang lotre ya? bahagia sekali.. " sindir Arkan
"Anak kurang ajar.. mana ada mama menang lotre. " jawab Bu ayu
"trus apa dong? " tanya Arkan
"Sudah diam mama mau pulang, mang Asep sudah menunggu mama didepan" ucap Bu ayu menenteng tas
"Mama janjian ya sama mang Asep? nanti arkan aduin ke papa apa yang mama lakukan " ucap Arkan
"udah aduin aja sana... mama ngga takut!" ucap mama Arkan
leyria yang melihat tingkah mereka berdua hanya ikut tertawa kecil, ia merasa heran juga tumben sekali Arkan bertingkah konyol dengan Bu ayu didepannya. seakan sikap dingin yang Arkan punya seolah lenyap
"Mama pulang dulu ya sayang.. " ucap Bu ayu lembut pada leyria, kemudian berjalan keluar.
Setelah kepergian ibu mertuanya. Mereka kembali terdiam. Leyria pun membereskan meja makan dan mencuci piring-piring serta alat masak yang tadi digunakannya. Arkan sendiri melangkah ke atas kamarnya dengan membawa jas ditangan kirinya serta tas kerja yang ia tenteng disebelah kanan.
Leyria kemudian menyeduh teh bungkusan yang tadi diberikan ibu mertuanya. Memang ibu mertuanya itu sengaja memberikan beberapa bungkus teh seduh yang dia katakan sebagai penyubur kandungan ternyata merupakan obat perangsang agar leyria nanti menyeduhnya. semua ia lakukan agar anak juga menantunya itu tidak curiga.
Setelah Arkan selesai mandi, dia memakai kaos lengan pendek dan bersiap untuk tidur. namun terdengar ketukan dari luar. Ia membuka pintu kamarnya, dan ternyata leyria datang membawa nampan berisi segelas teh hangat.
"Ada apa? " tanya Arkan
"Ini teh mas.. oleh-oleh yang dibawakan oleh mama, katanya baik untuk kesehatan" ucap leyria
"Aku sudah mau tidur kenapa malah membuatkan ku teh? " tanya Arkan melihat raut wajah leyria yang kembali sedih. Tanpa basa basi ia pun mengambil teh itu meminum habis.
"Sudah kan?" kata Arkan yang akan kembali menutup pintu
"selamat malam" ucap leyria lalu turun ke bawah
"selamat malam juga" ucap Arkan, leyria pun melirik kearah suaminya yang menutup pintu kamar. ia tak mengira salamnya akan dibalas oleh suaminya itu. hingga membuat dia tersenyum kecil. Apa harus sebahagia ini hanya karena ucapan selamat tidur darinya? bagaimana dengan hatinya yang saat ini patah karena perselingkuhan arkan?.
Leyria masuk ke kamarnya setelah menaruh nampan dan mencuci gelas kotor. ia memang sengaja tidak meminum teh itu karena dia tidak terlalu suka dengan teh. baru saja leyria membaringkan diri diatas kasur. terdengar suara bukan lagi ketukan melainkan gebrakan pintu kamarnya. Sontak saja ia kaget. Suaminya kah yang mengetuk pintunya seperti itu? atau orang lain? tapi kalau orang lain lalu siapa? selalu saja ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Leyria memberanikan diri untuk membukanya. dan ternyata memang Arkan yang menggedor pintu kamarnya dengan tidak sabaran. Belum sempat dia melontarkan pertanyaan. Arkan sudah mengunci kamar itu dari dalam dan menyeret leyria, membantingnya diatas kasur.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Arkan dengan emosi, menahan sesuatu yang harus dituntaskan.
Seharusnya yang pantas menanyakan itu semua adalah leyria. dia nampak bingung dengan pertanyaan Arkan itu. yang sekarang sedang terlihat sangat marah.
"Aku?.. " belum sempat mengatakan maksudnya, Arkan sudah membungkam habis bibir leyria.
"Ini kan yang kamu mau?? " ucap Arkan melepaskan ci*mannya lalu merobek pakaian leyria.
"Kamu pasti menaruh sesuatu pada minuman yang tadi kamu berikan pada ku!! " ucap Arkan
"Aku tidak menaruh apa-apa mas... " ucap leyria menangis. sungguh sangat kejam suaminya itu menuduh hal yang tidak ia lakukan.
"mas tolong dengarkan dulu penjelasan ku.. " ucap leyria memohon pada suaminya yang kini melepas paksa semua pakaiannya.
Tanpa menghiraukan ucapan leyria, Arkan melepas semua pakaian yang melekat pada dirinya dan mengikat tangan leyria yang terus memberontak. kemudian Arkan menindih tubuh istrinya itu dengan tanpa ampun.
Leyria berteriak memohon namun Arkan malah menyumpal mulut istrinya itu.
"Kamu pikir aku tidak mampu melakukan hal seperti ini, hingga kamu menaruh obat perangsang itu kedalam teh tadi kan! " ucap Arkan ditengah aktivitas yang dia lakukan.
"aku bisa memberikan tugasku sebagai seorang suami jika kamu ingin. tidak usah menyinggungku dengan memberikan obat perangsang itu padaku!! " bentak Arkan yang kini sudah tak sabar.
Leyria menahan sakit atas semua tindakan brutal suaminya itu. Apa maksud obat perangsang itu? apa mungkin ini yang menyebabkan Arkan marah padanya dengan melampiaskan hasratnya itu?
"kamu pikir aku tidak mampu hah? aku bisa melakukan ini setiap kau mau!! tapi asalkan jangan kau berani untuk berharap aku bisa mencintai mu karena hanya Leni lah wanita yang aku cintai!! "
Leyria hanya mampu menangis dengan mulut yang tersumpal. Sakit badannya tak setimpal dengan sakit dihatinya. Suaminya sendiri malah menyebut wanita lain yang pantas mendapatkan cintanya dibandingkan dirinya sendiri.
Arkan menghabiskan malamnya dengan memperkosa istrinya sendiri. Sampai akhirnya mereka tuntas Arkan kemudian tidur berbaring disebelah istrinya. Leyria sendiri sudah tak kuat lagi sedari tadi melayani suaminya. ia sudah lemas dan hanya mampu memejamkan mata ketika Arkan beranjak bangun dan melepas ikatan tangan leyria juga sumpalan dimulut istrinya.
*~~
Keesokan paginya leyria bangun dari tidurnya ia merasa lemas, semua tubuhnya seakan remuk. disampingnya tertidur laki-laki yang sudah sering menyakitinya, leyria menengok kearah samping dan tepat sekali dia berhadapan dengan wajah dingin Arkan yang masih menutup mata.
Laki-laki yang berulang kali melukainya itu selalu saja membuatnya tiba-tiba menangis, membuatnya tiba-tiba bahagia.. Ia tidak mampu untuk melepaskan cintanya. Walaupun arkan tak pernah mengharapkan. apakah cinta seegois itu? Sampai ia rela menyakiti dirinya sendiri yang ingin tetap bertahan pada lelaki yang kini mencintai wanita lain? leyria menangis lagi mengingat ucapan suaminya kalau dia tidak bisa mencintai leyria karena ada wanita lain dihati Arkan.
Akankah ia pergi saja dari sisi Arkan. agar suaminya itu bisa bahagia dengan wanita pilihannya. ataukah leyria harus tetap bertahan menghadapi sikap Arkan yang selalu saja membuatnya jatuh kedalam keterpurukan?. Leyria bingung dengan keputusannya saat ini. Ia juga tidak boleh egois dengan dirinya sendiri. Dia harus mempertimbangkan semuanya apalagi pernikahan mereka baru mau menginjak satu bulan.
.
.
.
.
Bersambung. . .
💕💞💕💞💕💞
Ikutin terus ya novel ku. maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana - mana 🙏. maklumin aja ya karena author tergolong anak baru 😆 tapi tenang aja pelan - pelan author akan menulis rapi😅 dengan kosa kata yang baik juga. jangan lupa like jempolnya 👍😃
mampir ya author
lahh ini cerita nya nge gantung
gimaana cerita tamat nya