>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 26 . Dehidrasi parah
Davina segera turun dari mobil dengan tergesa , kali ini mode sedang tidak baik baik saja , rasanya dia sudah lelah dengan semua yang terjadi
Baru saja Davina akan menutup pintu kamar , Adrian menahan pintu dan menghempaskannya dengan keras
"Brak...!"
Adrian mencengkeram rahang Davina , mendapat perlakuan kasar dari suaminya Davina mengeraskan rahangnya
Dia menatap wajah pada Adrian seolah menantang
"Siapa pria itu , Davina...!"
"Kenapa bang , cemburu...?!"
Bukannya menjawab Davina malah balik bertanya
"Hehe...rasanya Abang ngak mungkin cemburu , toh Abang hanya terpaksa menikahi aku , jadi akulah yang selama ini terlalu memaksakan perasaanku ...!"
"Diam Davina...!"
"Kenapa bang , kenapa aku harus diam , apakah salah jika aku mengungkapkan semua yang ada di hati ku , semua tentang cintaku yang hanya bertepuk sebelah tangan !"
"Davina...!"
Davina tersenyum getir ketika Adrian berteriak menyebut namanya , dia mengusap air mata dipipi nya yang tanpa permisi mengalir deras
"Kamu tahu bang , disaat aku melihat wajahmu yang begitu bahagia , dan disaat aku melihat senyummu yang itu begitu merekah , semua tidak pernah ada disaat kamu bersamaku bang..."
Davina menarik nafasnya dalam dalam, memejamkan matanya berharap rasa sesak di dadanya sedikit berkurang
"Hari ini aku masih di hadapanmu karena aku masih bertahan , tapi jika suatu hari nanti kamu tidak melihatku lagi , itu berarti aku sudah menyerah dengan perasaanku padamu "
Mendengar kata kata yang diungkapkan Davina , Adrian tampak tersulut emosi , Adrian menghempaskan tubuh Davina diatas tempat tidur , dengan beringas dia melampiaskan b***hinya dengan kasar
Davina cuma memejamkan matanya, pasrah dengan perlakuan Adrian malam itu , tanpa ampun Adrian menggempurnya tak henti , hingga subuh menjelang
"Akh...!"
Davina merintih kesakitan didaerah int*mnya , sembari tertatih Davina menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya , sementara Adrian dia sudah tertidur pulas karena kelelahan
"Hik...hik...hik...Papa , mama !"
Davina tergugu didalam kamar mandi , dia meringkuk dibawah shower , menangis meratapi nasibnya
Sementara itu di kediaman Arya , kedua pasangan paruh baya itu tampak menepuk nepuk dadanya bersamaan
"Uhuk...uhuk...,,!"
Keduanya tersedak bersamaan , mereka saling pandang
" Jangan bilang karena ada yang ghibah kita , jadi kita tersedak barusan !"
"Tapi kayaknya iya deh mas , tapi siapa yah kira kira ?!"
Arya menepuk jidatnya , karena istrinya itu terlalu berlebihan , menyangkutkan sesuatu dengan katanya...
"mas , kok tiba tiba aku kepikiran Davina , gimana kabar anak itu sekarang ?"
" Hmm..gimana kalau besok Kita kerumah nya , sekalian aku ada hal yang harus dibicarakan dengan Adrian "
"Baiklah...mas dan mudah mudahan apa yang aku pikirkan barusan tidak terjadi !"
Arya merengkuh pinggang Cristal , keduanya saling berpelukan , begitu romantis meskipun usia sudah hampir setengah abad
Sementara Adrian yang terbangun karena tak mendapati Davina disisinya , juga tempat tidur yang dia tempati kosong , terdengar gemericik air dari kamar mandi
"Davina..." Adrian berjalan menuju kamar mandi , beberapa kali dia memanggil nama sang istri tapi tidak ada jawaban , karena khawatir akhirnya Adrian mendobrak pintu tersebut
"Brak...!"
Pintu terbuka dengan keras , mata Adrian terbelalak ketika melihat tubuh sang istri yang tergeletak dilantai
"Davina...!"
Adrian berlari dan mengangkat tubuh Davina , tubuh yang begitu dingin , Adrian mengangkat tubuh Davina dan membaringkannya diatas tempat tidur
"Hei...bangun Davina ...!"
Adrian mengusap kepala sang istri , berharap Davina akan terbangun , tapi tak ada reaksi sedikitpun , Adrian merutuki dirinya sendiri yang lepas kontrol dan menyakiti Davina saat ini
"Tok...tok...!"
"Masuk bik...!"
Bik Yati masuk dengan membawa sebuah baskom yang berisi air
"Den , ini bibik bawakan air buat kompres non Davina , tubuhnya panas sekali , sepertinya non Davina demamnya cukup tinggi !"
"Terima kasih bik , biar aku saja yang melakukannya , sebaiknya bibi tunggu saja dibawah karena dokter Arman sebentar lagi akan datang!"
"Baik den , semoga non Vina cepat sembuh "
Adrian mengangguk mengiyakan , setelah kepergian bik Yati Adrian mulai mengompres kening sang istri , Adrian menatap inten wajah cantik sang istri , tak ada cacat sedikitpun dari wajah sang istri , bak Dewi Yunani mungkin itulah yang tepat
"Ekhm...!"
Seorang pria tampan dengan jas putih , membuyarkan lamunan Adrian
"CK...cepat periksa istriku !"
"Istri...wow !"
Dokter Arman terkejut mendengarnya , tapi tatapan elang Adrian menciutkan rasa penasarannya , dengan tanpa sepatah kata dokter Arman memeriksa Davina dengan teliti
"Kamu apakan istrimu , kenapa bisa dia mengalami dehidrasi yang parah , jangan keterlaluan kamu menggempurnya adrian , dan sepertinya.."
Dokter Arman menggantung ucapannya , Adrian mengerutkan keningnya tak mengerti
"Sebaiknya kamu bawa istrimu ke dokter obgyn dan aku berharap apa yang aku ucapkan memang benar adanya "
"Tidak usah bertele tele Arman...!"
"Cih...emang dasarnya es balok , ngak ada sopannya kalau ngomong !"
"Arman...!!"
"Eh...teriak lagi , bisa bisa kamu membangunkan istrimu dan calon cebong mu itu !"
"Alhamdulillah...maksud dokter Arman non Davina hamil ?"
Adrian terkejut mendengar celetuk bik Yati , dia menatap balik dokter Arman berharap dia mengiyakan apa yang dikatakan pelayannya barusan
"Nah...itu bik yati pintar , ngak seperti tuannya yang loading Mulu !"
"Hamil...?!"
Adrian diam mematung , menatap tubuh sang istri yang masih betah terlelap dalam dunianya
#bersambung..
# happy reading..🙏🥰
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗