Setelah di jatuhkan talak 6 tahun lalu dalam keadaan hamil yang ternyata tidak mengubah apapun dalam kehidupan Saffana.
Sakit hati yang dia terima membuat Saffana tetap mengakhiri pernikahan itu dengan laki-laki yang pasti dia cintai.
Semua keputusan itu di ambil dengan melibatkan sang pencipta.
Setelah 6 tahun. Saffana yang akhirnya hidup masing-masing dengan mantan suaminya. Tetapi hubungan mereka tetap baik. Karena mereka masih saudara dan juga masih ada anak yang bernama Alisha buah hati mereka berdua.
Hubungan mantan pasangan suami istri itu tetap baik dan kompak dengan merawat Alisha. Tetapi tetap harus berjarak.
Seiring berjalannya waktu, Saffana dan Aksa sama-sama menemukan pasangan hidup mereka masing-masing untuk memulai kehidupan baru setelah 6 tahun lebih sendiri.
Saffana yang sedang dalam proses perencanaan pernikahan.
Bagaimana kehidupan Aksa dan Saffana saat mereka berdua memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan pasangan masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Sah Bercerai.
Aliyah dan Saffana yang berada di dalam mobil dengan mobil itu yang berhenti di depan kantor pengadilan.
"Kamu yakin dengan semua ini Saffana?" tanya Aliyah melihat kearah Saffana.
"Aku tidak punya pilihan lain. Aku harus melakukan ini. Agar aku terbebas dari Andre dan bisa menjalankan hidup normal kembali. Walau aku harus kehilangan semuanya," jawab Saffana dengan menghela nafas.
"Ya sudahlah Saffana semua keputusan ada pada kamu dan aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Aku berharap masalah ini cepat selesai!" ucap Aliyah.
Saffana menganggukkan kepala yang juga mengharapkan yang sama seperti Aliyah katakan
"Ayo kita keluar!" ajak Saffana. Aliyah mengangguk dan menurut.
Mereka berdua yang akhirnya keluar dari mobil dengan Saffana dan Aliyah yang masuk kedalam pengadilan.
Kali ini Mira tidak menemani Andre. Karena pasti akan bertemu dengan Saffana. Mira takut. Jika Saffana akan macam-macam dan bisa-bisa dia di laporkan pada polisi. Jadi Andre dan juga pengacaranya yang langsung bertindak untuk menyelesaikan proses perceraian itu.
Setelah berjalannya proses perceraian. Akhirnya Saffana dan Andre resmi bercerai dan Andre mendapatkan semua yang di mau dari Saffana, termasuk aset yang sudah di incarnya sejak dulu.
Aliyah dan Saffana yang keluar dari ruang pengadilan dengan mereka berdua yang saling melihat. Mata Saffana yang tampak bergenang. Namun bibir indah itu mengukir senyum melengkung. Saffana yang pasti bahagia telah lepas dari laki-laki yang salah.
"Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat dan ini kalan yang terbaik untuk kamu," ucap Aliyah yang menggenggam tangan Saffana.
"Makasih Aliyah. Kamu sudah menemaniku untuk melewati semua ini. Aku benar-benar sangat lega sekarang," ucap Saffana.
"Sama-sama Saffana, aku juga lega dengan semua ini yang terpenting apa yang kamu korbankan sama sekali tidak sia-sia," ucap Aliyah. Saffana menganggukan kepala.
Dan saling memeluk dengan Aliyah. Aliyah menguatkan Saffana yang kembali di landa perceraian.
"Kamu wanita yang sangat kuat, kamu wanita hebat dan Ibu yang hebat untuk Alisha. Alisha akan sangat bersyukur dengan memiliki ibu seperti kamu," ucap Aliyah yang mengusap-usap bahu Saffana dengan Saffana tersenyum.
Saffana melepaskan pelukan itu ketika melihat Andre yang keluar dari ruang persidangan. Aliyah juga melihat Andre dengan mereka yang sama-sama saling menatap tajam.
"Terima kasih Saffana sudah menjadi istriku beberapa hari ini dan terima kasih atas kemurahan hati kamu dengan tidak mempersulit harta gono gini kita berdua," ucap Andre dengan tidak merasa bersalah dan tidak punya malu.
"Kamu itu benar-benar tidak punya rasa malu. Masih bisa-bisanya kamu mengatakan hal seperti itu. Kamu itu sakit jiwa tahu," kesal Aliyah.
"Eh, kamu jangan ikut campur, ini masalah rumah tanggaku dan kamu tidak tahu apa-apa sama sekali!" tegas Andre.
"Aku jelas ikut campur. Karena Saffana adalah saudara ku dan orang seperti kamu memang laki-laki pengecut yang tidak tahu diri!" maki Aliyah.
"Apa kau bilang!" Andre yang tidak terima dengan apa yang di katakan Saffana.
"Aliyah sudah!" Saffana yang langsung mencegah Aliyah.
"Sebaiknya kita pergi dari sini. Aku dan dia sudah tidak ada urusan apa-apa lagi," sahut Saffana yang tidak mau ribut.
"Aku hanya kesal saja dengan laki-laki pengecut ini!" umpat Aliyah dengan kesal.
"Sudah-sudah jangan di pikirkan lagi. Ayo kita pulang," sahut Saffana yang langsung menarik tangan Aliyah. Dia tidak ingin ribut lagi dan lebih baik pergi.
"Dasar wanita brengsek, dia pikir siapa dirinya yang ikut-ikutan hah!" kesal Andre dengan penuh emosi yang melihat kepergian Aliyah dan Saffana.
"Tapi tidak apa-apa dan terserah saja mereka mau bagaimana yang penting aku mendapatkan apa yang telah aku inginkan," gumam Andre dengan tersenyum miring penuh dengan kemenangan yang berhasil mendapatkan apa yang telah dia incar selama ini.
********
Rachel yang menuang air kedalam gelas dan memberikan pada Adam yang tampak membaca koran di ruang tamu.
"Jadi Saffana sudah resmi bercerai dengan Andre?" tanya Rachel yang melihat ke arah Aliyah yang bersandar pada sofa dengan bermain ponsel.
"Iya. Akhirnya mereka berdua resmi bercerai!" jawab Aliyah.
"Cepat juga prosesnya," sahut Adam dengan meneguk air yang baru saja di tayangkan Rachel.
"Bagaimana tidak cepat. Saffana harus merelakan asetnya demi laki-laki gila itu," batin Aliyah dengan wajah kesal.
"Lebih baik memang cepat selesai. Untuk apa juga harus di pertahankan. Lagi pula mereka juga sama-sama sudah tidak saling menyukai," sahut Rachel.
"Hmmm, tapi Aliyah, sebenarnya kenapa dia dan Andre bercerai secepat itu?" tanya Rachel dengan kepo. Dia masih saja sangat penasaran.
"Kenapa harus tanya Aliyah, yang bercerai itu Saffana, jadi tanya Saffana. Apa urusannya dengan Aliyah," sahut Aliyah yang pasti tetap ingin bungkam dengan apa yang terjadi. Karena sudah berjanji pada Saffana. Walau Aksa sudah tahu. Tetapi Aksa juga tidak mengatakan apa-apa.
"Ya kamu selama ini yang bersama dengan Saffana, kamu ikut-ikutan ke pengadilan dan bagaimana mungkin kamu tidak tahu apa yang terjadi pada Saffana dan Andre!" sahut Rachel yang tetap saja kepo.
"Tapi, tetap saja Aliyah memang tidak tahu apa-apa," jawab Aliyah yang harus berbohong.
"Begitu!" sahut Rachel yang tetap merasa tidak puas.
"Sudahlah untuk apa tetap ingin mengetahui apa yang terjadi. Sekarang kita doakan saja apa yang terbaik untuk Saffana," sahut Adam. Rachel hanya mengangguk saja.
"Syukur deh dengan mereka berdua yang bercerai. Semua itu jauh lebih baik," batin Rachel dengan menghela nafas. Justru dia yang merasa begitu lega dengan perceraian Saffana yang akhirnya selesai dengan Andre.
**********
Saffana yang berada di dalam kamar yang duduk di pinggir ranjang dengan mengusap wajahnya menggunakan kedua tangan. Saffana yang tanpa begitu lelah dengan apa yang terjadi membuat Saffana menghela nafas.
"Aku lega yang akhirnya terbebas dari semua ini. Sekarang aku bisa kembali menjalankan kehidupan yang normal bersama dengan Alisha. Aku bisa menjadikan semua ini pelajaran dengan apa yang terjadi. Mungkin ini adalah suratan takdirku yang harus mengalami pernikahan seperti ini?" batin Saffana dengan menghela nafas.
Saffana membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan menatap langit-langit kamar itu. Saffana yang memejamkan perlahan matanya. Dia begitu lelah dan butuh istirahat dengan semua yang terjadi.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
Mata itu perlahan terbuka saat mendengar ponsel Saffana yang berdering dan mengambil ponsel itu yang melihat panggilan masuk dari Aksa.
"Hallo assalamualaikum!" sapa Saffana.
"Walaikum salam Ibu," sahut Alisha yang ternyata menghubungi Saffana.
"Alisha!" sahut Saffana yang tersenyum. Lelah itu seakan hilang ketika mendengar suara putrinya yang sudah 2 hari tidak bersama dia.
Alisha yang memang bersama Aksa. Karena Saffana yang mengurus perceraiannya.
"Ibu sudah mau tidur?" tanya Alisha.
"Belum Alisha. Ibu baru saja pulang," ucap Saffana.
"Memang Ibu habis dari mana?" tanya Alisha.
"Ibu mengerjakan banyak hal bersama tante Aliyah," jawab Saffana.
"Hmmm, pasti Ibu sangat lelah sekali," jawab Alisha.
"Tidak juga sayang," jawab Saffana.
"Kalau begitu Ibu langsung istirahat saja. Maaf Ibu sudah mengganggu Ibu," ucap Alisha.
"Tidak menggangu Alisha. Ya sudah Alisha juga langsung tidur ya," ucap Saffana.
"Baik Ibu! Assalamualaikum!" sapa Alisha.
"Walaikum salam," sahut Saffana dengan tersenyum yang mematikan panggilan telpon tersebut.
Bersambung
please lah...