Aling Seorang mahasiswi kedokteran yang harus mengalami nasib tragis karena ia di tembak oleh salah satu maling yang masuk ke dalam kos - kosan nya. Namun bukan nya mati jiwa aling masuk ke dalam tubuh seorang selir dari abad ke 50.
Ling mei merupakan seorang selir yang selama hidupnya tidak pernah bersosialisasi dengan orang lain, ling mei merupakan anak dari menteri terdahulu yang memang sudah di jodohkan dengan kaisar ming.
Menteri terdahulu menyumbangkan seluruh kekayaan nya untuk kerajaan karena pada masa itu kerajaan sedang dalam kondisi krisis pangan. Karena kebaikan menteri terdahulu kaisar terdahulu memberikan sebuah anugrah bahwa putri dari menteri itu dapat menikah dengan kaisar ming.
Bagaimana kisah kelanjutan nya ?? ayo di baca all.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Ling Mei tengah berada di dapur istana kerajaan api, ia sedang membuat jus markisa yang akan ia perkenalkan kepada mereka semua. Manfaat dari buah markisa yaitu menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, melancarkan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kanker, menurunkan berat badan, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan kualitas tidur.
Ling Mei menuangkan air panas kedalam porselen yang telah di beri markisa dan sedikit garam beserta gula. Ling Mei membawa nya ke gazebo tempat para kaisar dan permaisuri Ying berada.
"Selir Ling apa yang telah anda buat dengan repot itu ? bahkan aku mendengar para pelayan sempat terkejut melihat kedatangan mu ke dapur " ucap kaisar kaisar Wei.
"Saya membuat minuman dari markisa kaisar Wei, buah markisa ini mengandung banyak manfaat walaupun rasanya yang sedikit asam " jelas Ling Mei.
"Aku baru mendengar nama buah itu, tapi aku sering menemukan buah - buahan yang anda bawa di keranjang itu. " ucap kaisar Wei.
"Buah - buah ini sebenarnya banyak sekali manfaat nya apalagi untuk para wanita yang ingin menjaga kecantikan kulit nya. Buah markisa merupakan sumber vitamin A terbaik dan memiliki nutrisi bermanfaat bagi kulit. Markisa mengandung vitamin C dan vitamin B yang penting untuk kesehatan kulit. Kombinasi dua vitamin ini akan menunda penuaan, menjaga kelembapan, dan elastisitas kulit. "
Mereka semakin kagum dengan wawasan yang dimiliki Ling Mei, mereka semakin memuji kaisar Ming, sangat beruntung sekali kaisar Ming karena memiliki istri yang memiliki ilmu pengetahuan yang sangat baik. Huh, sungguh mereka menjadi sangat iri, rasanya permaisuri Ying ingin belajar banyak dengan Ling Mei.
"Ayo di coba ! rasa asam nya masih cenderung ke segar dan rasa manis dari gula nya juga sangat pas. "
Mereka pun meminumnya dengan perlahan, mulut mereka menjadi lebih segar setelah meminum jus markisa tersebut.
"Maaf selir Ling tapi apakah tidak apa jika kita memakan biji nya juga ? " tanya kaisar Tang.
"Tidak masalah kaisar Tang , jika dimakan bersama bijinya, buah markisa mengandung banyak serat yang dapat membantu menghilangkan kelebihan kolesterol dari dalam pembuluh darah. Pola makan tinggi serat dapat menurunkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. "
"Anda sudah seperti dewi ilmu pengetahuan selir Ling , sungguh pengetahuan anda melebihi pengetahuan kami " puji kaisar Tang.
Setelah puas berbincang mereka pun kembali ke kamar masing - masing, kaisar Ming tersenyum hangat yang membuat Ling Mei semakin memuji ketampanan kaisar Ming.
"Yang mulia anda ...... ".
"Apakah kita bisa melakukan malam itu lagi " bisik kaisar Ming, jari kaisar Ming menyentuh bibir Ling Mei sehingga Ling Mei terpaku di hadapan nya.
Dengan wajah merah merona karena malu Ling Mei pun mengangguk, kaisar Ming tidak melewatkan kesempatan itu. Kaisar Ming mencumbu bibir merah Ling Mei kemudian tangan nya bermain di bagian dada milik Ling Mei.
"Aku menyukai ini, sangat kenyal dan padat " bisik kaisar Ming membuat Ling Mei meremang.
Puas bermain di area dada kaisar Ming pun melakukan aksinya di malam sunyi yang menjadi saksi atas hubungan ranjang mereka.
..........
Suara burung berkicau dengan riang menyambut pagi hari yang cerah dan bahagia buat semua orang termasuk rakyat kerajaan api. Kaisar Ming menatap wajah cantik dan teduh milik Ling Mei.
Kaisar Ming mencium kening Ling Mei dengan cukup lama.
"Entah mengapa semakin hari kamu semakin membuatku menyukai mu " gumam kaisar Ming sambil membelai wajah Ling Mei.
Kaisar Ming segera mandi dan menyiapkan dirinya, tidak lama Ling Mei terbangun dan berjalan dengan gontai ke arah kamar mandi. Badan nya terasa remuk namun wajah nya tampak semakin berseri - seri.
Kali ini Ling Mei memakai pakaian yang senada dengan kaisar Ming, sebuah hanfu berwarna biru dengan paduan bungan - bunga putih di setiap kain nya. Terlihat sangat mewah, perhiasan mewah yang sengaja di beli kaisar Ming untuk Ling Mei membuat nya tampak seperti seorang permaisuri.
Ling Mei membuka pintu kamar, ia terkejut melihat kaisar Ming yang sudah ada di depan pintu. Kaisar Ming mengajak Ling Mei untuk pergi bersama menuju ruang makan. Semua mata tertuju pada mereka yang tampak sangat serasi, bercak kemerahan di leher Ling Mei membuat mereka tersenyum maklum. Kaisar Ming merasa bangga dengan hasil karya nya berbeda dengan Ling Mei yang tidak tahu apa pun.
"Wah pakaian anda tampak sangat bagus selir Ling , anda terlihat seperti permaisuri kaisar Ming " puji permaisuri Ying.
Ling Mei hanya tersenyum menanggapi, mereka sarapan seadanya mengingat bahan - bahan makanan yang belum terpenuhi secara menyeluruh.
Hari ini para rakyat pesisir pantai akan memanen garam yang sudah di buat bersama selir Ling, para nelayan juga mencoba menangkap hasil hewan laut dan memilih jenis ikan yang aman untuk di.konsumsi dan berkualitas baik.
"Jenis ikan mana yang aman untuk di konsumsi ? " tanya kaisar Wei.
Ling Mei memilih - milih ikan kakap, ikan tuna , udang, gurita, kepiting dan lobster.
"Kita bisa menjual hasil tangkapan yang ini " jawab Ling Mei.
"Terus mau di apakan udang - udang kecil ini nyonya ? " tanya salah satu nelayan.
"Tentu saja di buang lagi ke laut untuk di budidayakan " jawab salah satu nelayan.
"Jangan ! udang - udang kecil ini lebih baik di jemur untuk di keringkan, setelah kering udang - udang ini bisa di jadikan sebagai bumbu masakan. " ucap Ling Mei.
"Aku tidak yakin ! " salah satu nelayan berbisik kepada teman nya.
"Baiklah bantu aku jemur udang ini hingga seminggu lalu setelah nya aku akan memberikan makanan enak dari hasil udang ini " balas Ling Mei.