NovelToon NovelToon
AKU BUKAN ANTAGONIS

AKU BUKAN ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Pengganti / Romantis / Time Travel / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:514.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: RIAANI

berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang membuat Areya terjebak di dalam novel yang baru saja ia baca. namun yang lebih tragis Areya terjebak dalam tubuh Ranhy sang pemeran antagonis yang dihukum mati akibat perbuatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIAANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perhatian kecil

Happy reading semua

Jangan lupa vote komen dan follow aku ya 😄

Masalah Tatis sudah ia selesai hanya tinggal menunggu saja bagaimana tersiksanya Tatis di dalam mansion ini, soal Tyrese juga sudah ia beri pelan. Ah lebih disebut mata matanya sih, dengan langkah ringan Areya kembali ke dalam mansion akan tetapi sebelum memasuki manik matanya melihat sebuah kereta kuda yang masuk berjalan mendekati tempat berdiri di depan pintu utama mansion.

Semakin dekat terlihat lambang pada kereta kuda itu, ia menghela nafasnya, tentu saja Areya tahu betul siapa yang mendadak berkunjung tanpa pemberitahuan seperti ini.

Sosok itu turun dari kereta kuda, dengan langkah gagah dia mendekat pada sang gadis,

"Salam Yang mulia pangeran," Areya memberikan salam begitu Lordias tiba di depannya.

Lordias mengulas senyum, dia pikir akan sulit bertemu dengan Ranhy tapi sepertinya dewa sedang berbaik hati dengan membuat sosok yang ingin ia temui bahkan berdiri menyambut kedatangannya. Sepertinya ia akan lebih banyak menyumbang lagi ke kuil.

"Bagaimana keadaanmu? Maaf karena baru bisa mengunjungimu hari ini, jujur saja aku sangat terkejut ketika mengetahui bahwa kau pergi tanpa memberitahu siapa-pun."

Begitu mengetahui keberadaan si gadis saat itu juga Lordias sudah ingin pergi menemui gadis Marquise Seagyr ini, namun tiba-tiba ia mendapatkan sebuah tugas dari sang ayahanda yang membuatnya harus mengurungkan niat dan menunggu waktu yang tepat untuk mengunjungi si pujaan.

Bahkan dengan harus begadang untuk mempercepat tugasnya agar pertemuan mereka dapat segera terlaksana.

Jadi tujuan kedatangan pangeran Lordias kemarin adalah untuk mengetahui kondisinya? Wah, betapa dia sangat penuh perhatian dan manis sekali. Namun sangat di sayangkan hal itu tak akan mengubah apa pun, Areya masih tidak menyukai pangeran Lordias. Terlalu labil hanya untuk sebuah penolakan.

"Seperti yang Anda lihat, saya baik-baik saja. Terima kasih sudah datang kemari, pangeran." Balas Areya dengan sorot mata yang terlihat tenang menatap Lordias,

"Jadi, ada perlu apa pangeran Lordias jauh jauh datang kemari? Maaf, tapi ingin bertemu dengan orang tua saya mereka sedang tidak ada di tempat untuk saat ini."

Lordias memberi isyarat pada Farhel yang berdiri di dekat pintu kereta kuda untuk mengeluarkan sebuah barang yang sengaja Lordias siapkan untuk Ranhy.

"Aku datang kemari untuk melihat kondisimu, baguslah jika kau sudah sehat.." Lordias memberi jeda pada kalimatnya,

"Ini, aku membawakan madu, vitamin dan juga beberapa buah untukmu." Ujar Lordias seraya menyodorkan sebuah tas yang terbuat dari kertas, berisi madu vitamin serta buah-buahan pada Areya.

Iris mata menatap Lordias dan tas yang disodorkan sang pangeran bergantian. Areya hanya tengah berpikir, seandainya saja pangeran Lordias seperhatian ini pada Ranhy mungkin sekarang keduanya sudah menjadi pasangan yang bahagia si pangeran yang perhatian dengan Ranhy yang sangat mencintai sang pangeran dan Ranhy tidak perlu melalui seluruh rasa sakit itu.

Namun, mungkin memang benar cara yang digunakan Ranhy salah dalam mengekspresikan cintanya pada Lordias, dia terkesan memaksa dan selalu mengikuti kemana-pun pangeran Lordias pergi dengan harapan bahwa pangeran Lordias akan melihat ke arahnya.

Tapi bagaimanapun juga, ia hanyalah seorang remaja labil yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Rasa menggebu membuat ia sedikit memaksa , namun Cintanya tidak salah, yang salah adalah kepada siapa dia memberikan cinta itu.

Lordias terlalu dingin untuk dirinya yang begitu lugu dan polos, sikap penolakan Lordias tidak bisa dibenarkan walaupun ia risih dengan sang gadis.

Areya juga tidak akan melakukan kesalahan itu, dia tidak akan jatuh cinta dengan pangeran Lordias yang akan membawanya pada kematian yang mengenaskan.

Areya kembali menatap Lordias lalu Areya menerima hadiah pemberian pangeran Lordias,

"Terima kasih atas pemberian anda, pangeran Lordias," Balas Areya sekenanya.

Biasanya orang akan langsung mempersilahkan Lordias untuk masuk ke dalam kediaman mereka selepas dia datang. Namun, sejak tadi dirinya belum mendengar suara Ranhy yang meminta untuk masuk ke dalam kediamannya.

Areya memang sengaja tidak membiarkan Lordias masuk ke dalam mansion sebab itu bisa jadi perbincangan yang membosankan dan akan berlangsung lama, sedang ia sudah tidak tahan ingin segera meninggalkan sang pria.

Lordias nyaris saja membuka suara, namun suaranya tertahan sebab Areya lebih dulu membuka suara.

"Apa ada hal lain yang ingin Anda sampaikan, pangeran?"

Melihat dari ekspresi wajah sang gadis yang bahkan tak sedikit-pun tersenyum dan senang akan keberadaannya, sudah bisa dipastikan bahwa Ranhy tidak nyaman dengan dirinya yang berlama-lama disini.

"Oh, em.. Ya, aku juga membawa undangan untuk acara pesta di istana, kali ini tentu aku membawa dua agar kau bisa datang."

Lordias mengeluarkan surat dengan amplop keemasan yang la simpan dibalik jas mewah yang la kenakan.

Alis Areya saling bertaut,

"Pesta?"

Areya tidak mendengar apa pun tentang pesta ini atau dia lupa atau mungkin ada yang ia lewati saat membaca novel?

“Ya, hanya pesta yang diadakan setiap tiga bulan sekali untuk mempererat hubungan antara kerajaan dan para bangsawan."

Oh, Areya ingat sekarang ia pernah membaca bagian ini dalam novel. Pesta itu hanyalah ajang untuk menarik perhatian bangsawan guna melihat dan memilih siapa di antara Pangeran Lordias dan Pangeran Gios yang akan mereka berikan dukungan sebagai calon putra mahkota.

Tidak hanya itu, namun para bangsawan juga menggunakan pesta itu sebagai ajang untuk memperkenalkan putra putri mereka guna menjadi pendamping sang pangeran dan putri kerajaan di masa yang akan datang. Ya, pokoknya itu adalah pesta yang membosankan.

"Baiklah, terima kasih untuk undangannya pangeran."

Selepas itu tak ada perbincangan antara keduanya, Lordias merasa sepertinya gadis Marquise Seagyr itu benar-benar memberi jarak antara mereka dan dia bisa melihat jarak itu dengan jelas.

Apakah benar-benar sudah tidak ada kesempatan untuk dirinya?

"Lady, aku-" Lordias kembali diam, dibandingkan dengan ucapan sepertinya akan lebih baik jika dia membuktikan pada sang gadis bahwa dia bersungguh-sungguh kali ini.

"Ya, pangeran?"

Lordias tersenyum hingga mata membentuk bulan sabit,

"Entah bagaimana bisa aku tidak menyadarinya, tapi kau terlihat sangat cantik."

Sebelah alis Areya terangkat dengan bibir yang menyeringai kecil. Apa-apaan dengan pujian yang terdengar aneh itu? Ayolah, tanpa Lordias mengatakannya pun Areya sudah tahu bahwa dia adalah gadis yang memiliki paras rupawan dan mempesona.

"Jangan terlalu memaksakan diri pangeran, saya jelas ingat bahwa Anda pernah mengatakan bahwa saya tidak lebih cantik dibandingkan dengan anjing peliharaan Anda," balas Areya

Memang benar Lordias pernah menghina Ranhy di depan umum dengan mengatakan bahwa Ranhy adalah manusia terburuk bahkan anjing peliharaannya lebih baik dibandingkan Ranhy.

"Maaf, waktu itu aku sudah keterlaluan." Senyum Lordias kembali sendu

"Jika tidak ada yang ingin Anda katakan lagi, bisakah saya masuk ke dalam, saya masih butuh istirahat."

Lordias menghela napas pelan, dirinya ingin disini lebih lama bertemu dan berbincang namun sepertinya sang empunya rumah tak mengizinkan mau bagaimana lagi? Lagi pula tujuan utama Lordias sudah memenuhi untuk melihat keadaan Ranhy.

"Lady benar, anda baru saja sembuh jadi membutuhkan istirahat yang cukup, kalo selamat beristirahat, Lady. Saya juga izin pamit"

“Hati-hati di jalan, Yang Mulia.”

Lordias berbalik, membawa dirinya kembali masuk ke dalam kereta kuda. Sedang disana Areya menatap kereta kuda Lordias yang menjauh membawa pergi si pemilik.

"Sayang sekali, pangeran, kaca yang pecah tak akan bisa kembali utuh seperti semula dan semua seperti itu sekarang."

1
✨Susanti✨
saran aja kak, mungkin bisa diperbaiki susunan katanya 🙏🏻
Steavani
modus anjirr
Steavani
ape nich? 🤭
Steavani
bimbang antara harits atau napios
Steavani
mau kasihan tapi gak tau harus gimana😭
Yennie Susantie
terus kalau areya nempelin lagi, mau lu cuekin lagi gitu
Yennie Susantie
ya udah sih terserah kan itu yg lu mau
Yennie Susantie
ngakakin ssi duke boleh gak sih😄😄
Yennie Susantie
makanya jangan KEPEDEAN!!🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
HAAA,!! AKU SIAPA,?? AKU DIMANA,??
🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
ah tamat..
Erna Masliana
memaafkan tapi tidak untuk kembali 😛
Erna Masliana
percuma terlambat ngapain mikirin hal yang udah terjadi.. pikirin masa depan rakyat bukan perasaan pribadi
Erna Masliana
terlalu emosional membahayakan bikin rencana gagal dan ketauan
Erna Masliana
aku pernah diposisi Reya.. aku pernah menolak seseorang.... beberapa temanku mojokin aku.. katanya tegaan..aku tau dia baik tapi akunya gak suka.. kan perasaan gak bisa dipaksa y😛
Erna Masliana
Duke apa bener kamu cinta Reya atau sekedar kagum.. bagaimana perasaanmu pada Revi
Erna Masliana
da gitu kalo keturunan mah biasanya memikirkan diri sendiri bukan rakyat
Erna Masliana
gapapa.. apapun untukmu 😁
Erna Masliana
konsekuensi nikah sama Raja ya siap siap berbagi dengan selir lah.. walau mungkin ada Raja yang hanya punya satu istri tapi langka
Erna Masliana
sepertinya Revi ini jodoh Napios.. apakah Areya akhirnya bersama dengan Lordias...ah masih tidak bisa melupakan kebrengsekan Lordias aku tuh yang menuding Areya seenaknya di depan umum waktu keracunan... padahal aku berharap Areya pilih Napios
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!