NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Kau pikir aku mau satu kamar dengan mu? Cepat jangan membuat orang curiga terutama Oma," Bentak Arik lalu berjalan lebih dulu.

"A-iya mas." gugup Maureen.

Maureen yang berjalan mengekori nya, sesekali dia menatap Arik dari belakang. Sikap tempramen suami nya membuat ia begitu penasaran terlebih lagi dengan wajah nya.

Ingin rasa nya Maureen bertanya kenapa suami nya tidak pernah melepaskan setengah topeng di wajah nya. Apakah dulu terluka atau memang bawaan lahir.

Beberapa pertanyaan mulai menyeruak dalam benak, membuat Maureen sangat penasaran.

Sesampai nya di depan kamar, Arik masuk lebih dulu dengan perasaan yang sangat lelah, karena di sepanjang hari ini dia harus memasang senyum bahagia dengan penuh keterpaksaan di depan banyak orang.

Maureen yang baru masuk, dia terlihat sangat canggung dan bingung dengan apa yang harus di lakukan nya saat ini. Melihat ada air di meja samping. Gadis manis itu memberanikan diri menawarkan pada Arik.

"Ma-mas, apa mau minum?" Tanya Maureen suara nya terdengar gemetar ketakutan.

Arik yang sedang duduk melepas penat mendelik tajam. "Tak perlu, siapkan air hangat untuk ku mandi," Titah nya dengan arogan.

Maureen terdiam, Arik mengangkat kedua alis tebal nya. "Kenapa, tidak mau?" tanya Arik.

Maureen terhenyak segera menggelengkan kepala. "Tidak mas, aku akan segera menyiapkan nya,' Sanggah Maureen lalu berjalan ke arah kamar mandi.

Sesampai nya di kamar mandi, Maureen menarik nafas lega. Entah kenapa setiap kali dia berada di dekat Arik hati nya merasa gelisah dan terus ketakutan.

"Maureen, kamu tidak boleh takut dan menyerah. Bagaimana pun juga mas Arik adalah suami mu," Tegas nya menyemangati diri sendiri seraya menghidupkan kran air, dan mulai memberanikan diri untuk memasukan semacam minyak Therapy seperti yang selalu dia lakukan di rumah nya sendiri.

Baru saja Maureen selesai dan akan membuka pintu, Arik yang sudah gerah kebetulan dia juga masuk. Sampai akhir nya membuat kedua nya tak sengaja saling berpapasan.

Bruk!

"Ma-mas, maaf aku tidak sengaja," sesal Maureen yang tertunduk tanpa berani menatap wajah Arik.

Arik menatap Maureen, lalu dia bertanya apakah sudah melakukan hal yang dia minta. Dengan lembut gadis itu menjawab jika dia sudah menyiapkan air hangat nya.

"Air nya sudah hangat, mas sudah bisa mandi, aku keluar dulu," ucap Maureen pamit dengan langkah yang tergesa-gesa. Tanpa ia menyadari lantai nya licin membuat kaki nya sedikit terpeleset dan..

Maureen hampir saja terjatuh, beruntung Arik yang berada tidak jauh dengan nya dengan spontan nya meraih dan menahan pinggang ramping Maureen.

Deg!

Jantung Maureen berdegup sangat kencang, saat tubuh mereka menempel tanpa menyisakan ruang. Pandangan mereka berdua bahkan saling memindai.

Melihat wajah Maureen, selalu mengingatkan Arik akan Maura dan keluarga nya. Membuat amarah nya kembali tersulut.

"Ck, mencari kesempatan lain kali jangan ceroboh," Bentak nya lalu melepaskan kedua lengan nya.

Maureen pun meminta maaf, karena dia benar-benar tidak sengaja tadi belum lagi entah kenapa saat berada di dalam satu ruangan yang sama dengan seorang pria membuat nya belum terbiasa.

Baru saja Maureen berjalan beberapa langkah, Arik mengangkat kedua alis tebal nya saat mencium aroma di dalam bathtub itu.

"Tunggu!" ucap Arik.

Maureen menghentikan langkah nya sejenak, lalu perlahan memutar badan dan menoleh sebentar. "I-iya mas ada apa?" Tanya nya lembut.

"Apa kau memasukan sesuatu ke dalam air nya?" suara bariton Arik.

Maureen terhenyak kaget, dia mengangkat bahu dan memberanikan diri menjawab apa ada nya. "I-iya mas, tadi aku memasukkan minyak Therapy agar bisa membuat mas rileks." ucap Maureen.

Mendengar perkataan Maureen, Arik menyunggingkan senyum smart. Lalu menegur nya agar tidak sembarang melalukan sesuatu tanpa seijin nya.

Tatapan mata tajam Arik, membuat Maureen kaget sampai menelan saliva beberapa kali. Tapi dia berusaha menenangkan nya.

"Aku tahu aku salah mas, gimana kalau mas cobain dulu beberapa menit berendam. Kalau tidak nyaman panggil aku lagi dan aku akan menggantikan air nya lagi," Usul Maureen mengulum senyum manis dengan penuh kesabaran.

Arik yang sudah gerah pun, terpaksa mencoba melakukan apa yang di katakan Maureen,

"Sana pergi!" Usir Arik.

Maureen hanya tersenyum, lalu segera pergi dari sana dengan perasaan yang sangat sedih. Karena apa pun yang dia lakukan seolah terlihat tidak berguna di depan suami nya.

Tapi Maureen tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain hanya terus berusaha untuk membuat Arik suatu hari nanti bisa menerima nya sebagai istri.

Suara dering pesan terdengar, membuat perhatian Maureen teralihkan dan segera meraih ponsel nya lalu membaca pesan yang di kirim oleh ibu nya.

"Mama!" pekik Maureen.

Didalam pesan chat, nyonya Widia tak sungkan mengatakan apa yang telah terjadi di rumah mereka tadi. Jika itu semua salah Maureen.

"Semua mahar pernikahan di ambil lagi? Kenapa bisa seperti itu?" isi pesan tersebut.

Maureen tertegun penuh keheranan, bahkan dalam pesan sang ibu meminta diri nya agar tetap memberikan beberapa perhiasan berlian itu untuk nya.

Maureen terduduk lemas di sofa, dia ikut sedih setelah mendapatkan kabar dari sang ibu membuat nya semakin dilema.

"Kasihan ibu, padahal dia sudah suka dengan barang-barang nya, apakah aku harus tanya pada mas Arik?" tanya Maureen berpikir.

Mengingat suasana hati suami nya yang masih buruk, Maureen pun menggelengkan kepala dan rasa nya itu bukan hal tepat untuk dia lakukan saat ini.

"Tidak, sebaik nya aku tunggu waktu yang tepat buat bertanya itu," Tegas Maureen lalu membalas pesan chat sang ibu, dia berjanji jika memang semua mahar dan beberapa barang branded di berikan pada nya, akan dia berikan langsung pada ibu nya lagi.

Setelah menutup layar ponsel, Maureen menarik nafas panjang. Selain di minta barang-barang mewah nya. Sang ibu bahkan menekan nya agar bisa membuat Arik jatuh cinta pada nya.

Karena tidak ingin Jika sampai perusahaan mereka satu-satu nya sewaktu-waktu di ambil oleh ayah mertua nya.

"Kenapa jadi seperti ini?" lirih Maureen memejamkan kedua pelupuk matanya indah nya sejenak, penuh kebingungan.

Melihat sebuah lukisan indah seorang wanita yang terpampang di dinding, berhasil mengalihkan perhatian Maureen dari kekalutan hati nya.

"Wah, ini kamar mas Arik ya? Wanita cantik di lukisan ini bagus sekali? Apakah ada arti yang bermakna?" ucap Maureen menatap takjub penuh kekaguman.

Dengan langkah pelan ia mendekat dan menatap nya lebih serius. Dilihat-lihat dan di pikir lebih jelas, lukisan itu bukan wajah Maura. Membuat nya sangat ingin tahu.

Arik yang tengah berendam di dalam Bathtub, lelaki bertubuh kekar itu sesekali meneguk segelas anggur merah yang selalu di sediakan oleh para pelayan nya.

Lalu dengan pelan dia mulai melepaskan topeng di wajah nya, sembari menatap gambaran wajah nya di depan cermin besar yang berada tepat di depan matanya.

"Aaakkh! Sial," Umpat nya kesal melempar pelan benda yang tidak pernah absen dia pakai, setiap kali Arik menatap wajah nya membuat dia terkadang putus asa.

Sesekali dia mengusap kasar wajah nya, mengingat bagaimana perlakukan sang ayah mertua beberapa hari, yang membuat nya sangat tersinggung dan merasa terhina saat menggantikan Maura dengan Maureen.

BRUK!

\*

Bersambung....................

1
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!