NovelToon NovelToon
CINTA BERBALUT EGO

CINTA BERBALUT EGO

Status: tamat
Genre:Teen / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:41.9k
Nilai: 5
Nama Author: Roslaniar

“Kak, ada yang ingin saya omongin,” Alisha sengaja menunggu Arkana agar tak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Biarlah dijalan ia sedikit ngebut agar tidak telat ikut ujian.

“Lain kali aja, aku ada meeting pagi-pagi. Lakukan saja apa yang menurutmu baik aku setuju,” Arkana tak sarapan dan hanya meminum juice yang disiapkan oleh bi Sona.


Kepoin yuk cerita seru mereka. Kisah Faisal Arkana Kaif dan Alisha Mahalini yang dikemas dalam kisah "CINTA BERBALUT EGO"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBE # 26 》》 DENGAN SATU SYARAT

“Apaaa ??!!! Kamu mau pergi lagi ??!!” Teriakan mama Alice memenuhi ruang keluarga. Alisha hanya bisa meringis dan menutup telinganya yang mendadak berdengung karena teriakan sang mama tercinta. Alisha tak menyangka mamanya akan histeris seperti saat ini. Padahal ia hanya akan pergi satu atau dua bulan.

“Tenang ma, dengarkan dulu alasan putri kita,” Pak Ahmad mencoba menenangkan istrinya yang sudah mencak-mencak mendengar Alisha berpamitan.

Ketenangan pak Ahmad bukan karena ikhlas dengan kepergian putrinya kali ini. Hanya saja pria paruh baya itu menyadari jika putrinya sudah memutuskan sesuatu maka itulah yang akan terjadi mengingat bagaimana keras kepalanya wanita muda itu. Jika saja pak Ahmad bisa menyihir otak Alisha maka sudah pasti hal pertama yang akan dilakukannya adalah merubah otak Alisha agar bisa mengambil alih perusahaan.

“Pa, kita gak boleh selalu menuruti keinginannya ! Tidak semua yang putrimu lakukan adalah benar ! Sudah cukup baginya belajar, sekarang waktunya untuk mengambil alih perusahaan !” Mama Alice tak akan pernah membiarkan Alisha menjauh lagi darinya.

“Ma, pa, Al mohon ini yang terakhir kalinya. Grandpa sudah semakin tua dan Al tidak ingin beliau selalu mengkonsumsi obat-obatan. Al berjanji akan kembali secepatnya, Cuma satu atau dua bulan ma, lagian Al belajar akupunktur bukan hanya untuk grandpa tapi untuk semua orang yang membutuhkannya,” Alisha menampilkan wajah sememelas mungkin. Alisha tak sedang melakukan drama queen, ia tak ingin membuang-buang kesempatan yang Tuhan berikan. Walau bagaimanapun keras kepalanya Alisha namun ia menyadari restu orang tua sangat penting dan berarti pada setiap langkahnya.

Alisha yakin bisa mempelajari ilmu akupunktur dengan cepat karena otaknya masih memiliki banyak ruang untuk belajar akupunktur. Alisha sudah mengantongi nama profesor di negeri tirai bambu tersebut. Rekomendasi dari kampus pun Ia dapatkan saat menyelesaikan studinya. Profesor Xin yang merupakan salah satu pengajar pada universitas tempatnya menimba ilmu melihat kemampuan Alisha yang diatas rata-rata sehingga beliau menyarankan agar Alisha menyandingkan ilmu kedokteran dan akupunktur dengan memberikan surat dan nama ahli akupunktur di China lengkap dengan alamatnya.

“Baiklah mama berikan ijin tapi dengan syarat, setelah kembali ke tanah air kamu harus membantu papa di perusahaan,” Mama Alice tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Saatnya membuat Alisha tak bisa menolak.

“Baiklah ma, Al janji. Pokoknya papa boleh istirahat dan menikmati hari tuanya,” Alisha memang sudah berniat untuk menggantikan sang papa. Ia khawatir jika setiap hari berada di rumah sakit akan bertemu dengan Arkana.

Baik mama Alice maupun pak Ahmad tersenyum lebar mendengar janji Alisha. Mereka mengenal dengan baik putri semata wayangnya yang tak akan pernah mengingkari janjinya. Itulah makanya Alisha sangat jarang berjanji karena gadis itu tak ingin asal berjanji yang ujung-ujungnya tak ditepati.

Setelah Alisha mengiyakan syarat mama Alice, wanita paling bersejarah pada keberadaannya di dunia ini tak lagi melayangkan protesnya. Toh hanya satu bulan, tak akan terasa.

Melihat situasi aman, Alisha segera masuk ke dalam kamarnya untuk menyiapkan baju dan beberapa buku medis yang kemungkinan akan dibutuhkan disana nantinya. Ia tak pernah menunda sesuatu jika memungkinkan untuk dilakukan sesegera mungkin.

Selesai memasukkan barangnya ke dalam koper, Alisha membaringkan tubuhnya setelah terlebih dahulu membersihkan diri. Pikirannya tiba-tiba mengarah pada Arkana yang menyebabkan dirinya diskors. Ada rasa bahagia dan puas karena berhasil menyelamatkan nyawa seorang pasien meskipun pada akhirnya ia harus menerima konsekuensi akibat perbuatannya.

‘Semoga kak Arka segera sehat dan tak ada keluhan,’ Batin Alisha menerawang penuh harap. Sejujurnya Alisha tak ingin lagi bertemu dengan masa lalunya. Masa dimana waktunya terbuang percuma. Masa yang benar-benar ingin dibuang jauh dari ingatannya. Namun pertemuannya kemarin sempat membuat moodnya berantakan.

Alisha tak ingin terkurung dengan masa lalu meskipun tak dapat dipungkiri bahwa dirinya bisa berada pada titik ini merupakan campur tangan masa lalunya. Perlahan namun pasti Aĺisha menutup mata guna mengistirahatkan seluruh panca inderanya yang telah melewati berbagai peristiwa seharian ini.

Hingga adzan subuh kembali menjemputnya dari alam bawah sadarnya. Meskipun sedang cuti melaksanakan kewajibannya namun Alisha tetap bangun bersamaan dengan adzan subuh.

Sementara di rumah sakit dimana Arkana sedang dirawat, tampak Alex sedang kewalahan menghadapi Arkana yang sejak semalam selalu ingin bertemu dengan dokter yang telah menolongnya.

“Lex, aku harus bertemu dengan dokter itu,” Arkana hanya berhenti merengek saat ia tertidur. Bahkan semalaman ia terus mendesak Alex agar mencari keberadaan sang dokter.

“Sampai tahun gajah pun kita tak akan bertemu dengan dokter Alin, bos. Bu dokter itu sedang diskors karena melanggar aturan rumah sakit, “ Alex tak dapat lagi menyembunyikan kekesalannya. Sudah beribu kali Alex mengatakan hal yang sama namun Arkana tak mau mengerti.

Untuk pertama kalinya tanpa sadar Arkana penasaran pada seseorang setelah berpisah dengan Alisha beberapa tahun yang lalu. Menyadari hal tersebut, Alex tersenyum tipis.

“Aku akan membantumu mendapatkan dokter itu bos,” Mata Alex berbinar bahagia. Alex merasa jika Arkana telah menaruh hati pada dokter yang ia sendiri belum sempat melihat wajahnya karena si dokter memakai masker.

“Jangan asal ngomong, Lex. Aku hanya ingin berterima kasih karena telah menyelamatkan nyawaku,” Arkana mengetahui segala cerita tentang dokter Alin dari Alex. Sementara Alex sendiri mendengar cerita tersebut dari para suster yang memuji tindakan dokter Alin yang selalu mengutamakan keselamatan pasien.

Alex hanya mengangkat bahu mendengar singgah Arkana. Bukan waktu yang tepat baginya untuk berdebat dengan pria yang sedang terbaring lemah dengan perban di kepalanya. Beruntung bagi Arkana karena ia tidak amnesia sehingga menyulitkan Alex.

Setelah pak Kiyai Somad meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya disusul oleh bu Nyai, maka Arkana benar-benar hidup sebatang kara. Beruntung ia seorang CEO yang tajir melintir. Hanya saja pria dewasa itu masih betah sendiri.

Sebagai cucu tunggal pak Kiyai Somad sudah seharusnya Arkana yang mengurus pesantren akan tetapi pria itu merasa tak sanggup karena passionnya bukan dipesantren maka jadilah cucu dari saudara bu Nyai yang diberi kuasa untuk mengurus pesantren Al-Hasan.

“Dari matanya aku bisa menebak jika dokter Alin berdarah campuran,” Alex kembali memancing Arkana yang masih menatapnya dengan tajam. Tak ada pergerakan bibir dari pria tersebut.

Meskipun Arkan seolah tak mendengar perkataan Alex namun sebenarnya ia sedang menyimak kata-kata asisten sekaligus sahabatnya. Alex adalah orang paling dekat dengan Arkana dan paling mengerti keadaan duda tajir tersebut.

“Tolong kabari papa, Lex. Aku ingin bertemu mereka.” Sorot mata Arkana terlihat sendu membuat Alex iba dan tak tega menolak permintaannya.

Meskipun hubungan mereka tak lagi sebagai mertua dan menantu namun Arkana tak pernah memutuskan silaturahmi. Jika Arkana sibuk seperti akhir-akhir ini maka ia hanya menelepon mantan mertuanya itu. Pun sama halnya dengan pak Ahmad dan mama Alice, pasangan tersebut akan menelepon Arkana jika lama tak mengunjunginya.

1
Arw
akhirnya up jg kak....ga sabar nunggu kisah mereka berdua lanjut lagiii...
Rondhoh tul janah
aku kira dah lupa ngegantungin
cinta berbalut ego🤭🤭🤭🤭
Siti Naimah
alisha jangan terlalu keras kepala
walaupun kamu hebat kayak apapun tentu masih membutuhkan orang lain.terimalah dengan ikhlas Arkana.
itulah yg terbaik bagimu
neng ade
sengaja itu Alisha ngomong nya ke Abizhar bercanda.. cie.. cemburu nih Arkana
Arw
hohoho tunggu episode berikutnya...tebakanku benar atau salah.... xixixii
neng ade
karena terlalu di manja Alisha jadi pribadi yg egois dan keras kepala
Adinda
Alisha Sama Arkana aja thor
Siti Naimah
Alisha sepertinya kok ga butuh siapapun sih?jangan terlalu sombong..ga baik akibatnya
neng ade
Alisha masih angkuh
neng ade
Alex sm Tari dan Arkana sm Aliaha
neng ade
akhir nya 1 tugas dari grandpa nya Alisha terpenuhi.. semoga semua rencananya berhasil .. apa yg seharus nya menjadi milik Alex akan kembali pada Alex
Febriana Decik Nawawi
lanjut thor .. gemes ..
sy suka dgn cerita2 nya.
neng ade
Belel salah mencari lawan ..
neng ade
ternyata Alex sang pewaris perusahaan yg di rebut oleh Sanays.. Alisha memang luar biasa.
neng ade
buat hati Alisha berpaling pada Arkana lagi ya thor..
neng ade
aku setuju jika Alex dgn Tari dan Arkana dgn Alisha kembali..
neng ade
Tari sm Alex sedangkan Alisha sm Arkana .. udh lah begitu aja thor jodoh nya
Rondhoh tul janah
selalu semangat
Rondhoh tul janah
cepet satukan mereka dong thoooor
neng ade
kembali aja lagi sm Arkana .. tak ada salah nya menjalin hubungan kembali.. karena kegagalan itu bkn di sebabkan oleh perselingkuhan itu dikarenakan ego masing2 terlalu tinggi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!