NovelToon NovelToon
Sang Koki Sihir

Sang Koki Sihir

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:225.9k
Nilai: 5
Nama Author: Xeiralana

Brisella merupakan seorang koki dengan karir cemerlang. Namun, segalanya hancur ketika ia dikhianati rekan kerjanya dan diselingkuhi sang suami. Hidupnya berakhir hingga dia terlempar ke dunia lain.

Jiwa Brisella berpindah ke tubuh seorang Tuan Putri dari kerajaan miskin yang terjerat banyak utang. Dia bernama Brisella Sizilien. Setelah mengetahui kondisi kerajaan yang amat memprihatinkan, Brisella diharuskan berpikir dan bertindak membangun kerajaan ini kembali.

Sanggupkah nanti Brisella memanfaatkan kemampuan memasaknya untuk melunasi utang-utang kerajaan serta memakmurkan kerajaan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xeiralana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anti Sihir

Badan Brisella terhempas ke permukaan lantai nan dingin. Kesadarannya direnggut oleh rasa sakit serta pusing yang entah datang dari mana. Nirana didera kepanikan hebat. Dia mencoba membangunkan Brisella. Namun, percuma saja, Brisella tidak merespon panggilannya.

Beruntung kala itu Hestio dan Cassis kebetulan datang. Alangkah terkejut mereka menemukan Brisella jatuh pingsan.

“Brisella! Sadarlah! Apa yang terjadi padanya?”

“Cassis, cepat panggil Corinne! Aku akan membawa Brisella ke kamarnya.”

Sesuai arahan Hestio, Cassis bergegas menuju ke ruang kerja Corinne. Untung saja Corinne belum pergi ke luar istana. Jadi, dia bisa membantu memeriksa perihal apa yang terjadi sebenarnya terhadap Brisella.

Setiba di kamar, Hestio segera merebahkan badan Brisella ke atas kasur. Kondisi Brisella benar-benar mengkhawatirkan. Darah tidak berhenti mengucur dari lubang hidungnya. Ditambah sekujur tubuh Brisella terasa dingin seperti es serta wajah pucat bagai orang tak bernyawa.

“Corinne, cepatlah!” Terdengar langkah kaki cepat Cassis dan Corinne dari luar ruangan.

Corinne berlari sekencang mungkin dari bangunan paviliun yang terbilang cukup jauh dari istana utama. Dia sesak napas mengikuti irama langkah Cassis yang tak beraturan dan sangat cepat.

“Tolong segera periksa adikku. Aku dan Cassis menemukan Brisella pingsan di kamarku,” ujar Hestio tidak memberi ruang Corinne untuk bernapas lega sejenak.

“Baiklah, Yang Mulia. Tunggu sebentar, saya akan memeriksa tuan putri,” balas Corinne mendekati ranjang Brisella.

Sejujurnya, dia kaget menyaksikan kondisi Brisella tampak begitu lemah. Tanpa harus memeriksa denyut nadi atau detak jantungnya, Corinne tahu bahwa gadis itu mengalami penurunan kondisi dan kesadaran secara drastis tanpa penyebab yang diketahui. Walaupun seeprti itu, Corinne tetap memeriksa denyut nadi dan detak jantungnya demi mendalami apa gerangan yang menyerang tubuh Brisella.

Huh? Ini apa? Aku mendeteksi sesuatu yang berbahaya. Kenapa ada gumpalan mana berwarna hitam pekat yang mengalir di akar mana tuan putri? Tunggu …! Gumpalan mana itu tiba-tiba saja lenyap?! Apa yang sebenarnya terjadi?

Sepersekian detik selepas gumpalan mana tersebut menghilang, suhu tubuh Brisella perlahan mengalami peningkatan. Bahkan, darah yang menetes di hidungnya pun telah berhenti mengucur.

Sangat aneh … aku harus mencari tahu nanti gumpalan mana apa yang ada di tubuh tuan putri tadi.

Corinne menghela napas ringan. Dia mengamati Hestio dan Cassis berdiri tegang bak patung menanti hasil pengecekan Corinne. Napas mereka tersendat di tenggorokan menunggu penjelasan dari Corinne soal kondisi Brisella.

“Yang Mulia, tuan putri baik-baik saja. Beliau menderita demam ringan. Saya akan meresepkan obat untuk tuan putri. Sekarang biarkan beliau beristirahat sementara waktu,” tutur Corinne terpaksa berbohong dan tidak menjelaskan tentang gumpalan mana yang baru saja ia temukan.

“Benarkah?!” Hestio dan Cassis serentak bertanya demi memastikan penjelasan Corinne.

“Ya, tentu saja. Tolong Anda berdua segera keluar dari sini. Setelah beristirahat sehari penuh, tuan putri pasti akan bugar kembali.”

“Baiklah kalau begitu.”

Mereka berdua tampak enggan meninggalkan Brisella sendirian. Ada rasa takut dan cemas nan bercampur aduk di pikiran keduanya. Ingin rasanya mereka menemani Brisella di kamar sampai gadis itu siuman. Namun, apa daya, Corinne melarang mereka menetap di kamar ini supaya tidak mengganggu waktu istirahat Brisella.

Selepas itu, Corinne meninggalkan dua jenis obat kepada Portia sebelum akhirnya dia juga keluar dari kamar Brisella. Sekitar lima menit berselang, Nirana dan Ziggy muncul berbarengan di hadapan Brisella. Mereka saling melempar sorot pandang tajam seperti musuh bebuyutan yang telah sekian lama tidak berjumpa.

“Hei, slime jelek! Ternyata kau masih hidup ya?!” Nirana menyapa Ziggy penuh hinaan.

Ziggy memelototi Nirana. “Kau selalu saja begini. Apa kau tidak senang melihatku masih hidup?! Lagi pula aku ini lebih kuat darimu. Jadi, aku takkan mati semudah itu.”

“Cih! Dasar menyebalkan!” Nirana memalingkan wajah dari Ziggy, terlihat ia sangat jengkel dengan respon Ziggy.

“Apa yang telah terjadi dengan nona?” Ziggy mengubah topik pembahasan mereka demi menghentikan perseteruan kecil di antara mereka.

“Ah, sebenarnya itu ….”

Nirana menceritakan semuanya pada Ziggy tanpa melewatkan satu pun kejadian sebelumnya. Ziggy memang sangat jarang keluar dari tempat persembunyiannya sehingga apa yang terjadi melibatkan Brisella, dia tidak mengetahuinya. Walaupun Ziggy kurang suka dengan Nirana, setidaknya karena keberadaan Nirana dia bisa tahu keadaan Brisella selama dia mengurung diri.

“Ternyata ada kejadian seperti itu. Mungkin karena kekuatannya baru saja bangkit dan nona kesulitan masih kesulitan mengendalikannya,” ucap Ziggy.

Nirana melongo mendengar perkataan Ziggy barusan. Ziggy bertingkah seperti orang yang telah lama mengenal Brisella.

“Apa maksudmu? Apa kau tahu sesuatu soal Brisella?”

“Aku tidak bisa menjelaskan padamu, yang jelas bantu aku menjaga nona sementara waktu sampai kondisiku pulih sempurna.” Ziggy menolak memberi penjelasan dan memilih menyimpan segala rahasia yang dia ketahui sendirian.

“Aku mengerti. Kalau begitu, beri tahu aku tentang kekuatan Brisella. Tidak ada manusia yang dapat memurnikan mana kegelapan dari benda terkutuk. Kenapa Brisella bisa melakukannya? Kekuatan apa yang tersembunyi di tubuhnya?”

Nirana sungguh penasaran. Seberapa keras pun dia memikirkan masalah tersebut, tetap tak ditemukan jawaban yang tepat. Oleh sebab itulah, Nirana memutuskan bertanya langsung ke Ziggy. Makhluk itu tampak mengetahui dengan baik soal kekuatan Brisella. Bahkan, di buku mana pun tidak pernah ada penjelasan tentang sihir maupun kekuatan pemurnian benda terkutuk.

“Anti sihir. Nona Brisella punya anti sihir. Beliau mampu memurnikan segala jenis mana, baik itu mana kegelapan maupun mana sihir biasa. Hanya saja untuk saat ini, kekuatan beliau belum sepenuhnya bangkit. Tidak heran mengapa nona sampai terkapar lemah begini seusai memurnikan salah satu benda terkutuk,” jelas Ziggy menjawab rasa penasaran Nirana.

“Anti sihir? Rupanya begitu … aku mengerti sekarang. Aku cukup dikejutkan ketika mengetahui seorang gadis punya kemampuan menjadi seorang koki sihir. Lalu kini aku juga baru tahu ada kekuatan anti sihir di dunia ini. Tidak salah kenapa hati nuraniku mengatakan bahwa aku harus terus mengikutinya.”

“Koki sihir yang punya anti sihir merupakan sesuatu yang membahayakan bagi pihak musuh. Aku harap kau katakan pada nona untuk merahasiakan kemampuan anti sihir itu. Dunia sekarang dipenuhi aura gelap. Keberadaan koki sihir saja sudah merepotkan bagi diri mereka, apalagi bila mereka tahu tentang anti sihir.”

Nirana mengangguk paham. Menjaga Brisella merupakan bagian dari tugasnya saat ini. Kini dia perlu kekuatan ekstra untuk melindungi Brisella.

Sesudah mengatakan semua yang ingin dikatakan, Ziggy pun pamit undur diri. Kekuatannya belum pulih, butuh waktu lama bagi dia mengembalikan kekuatannya setelah berjuang keras membawa jiwa Brisella melintasi dimensi.

“Kali ini aku harus menjaga Brisella dengan baik. Jangan sampai mereka kembali menghapus sejarah keberadaan koki sihir. Seribu tahun lamanya aku menunggu manusia yang mewarisi kemampuan menjadi koki sihir. Koki yang dapat memulihkan mana hingga menyembuhkan penyakit kelainan mana. Semoga kau tidak mati seperti koki sihir sebelumnya, Brisella,” gumam Nirana.

1
Andi Irawan
👍👍👍👍👍
Ainnur Najiah
lanjut up
AL- FAQIH
bagus banget ceritanya,kak kpn updatenya jgn lama-lama please
Andi Ilma Apriani
semoga masakan brisella yang buat putra mahkota sembuh bukan krn jantungx
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Ita Xiaomi
Aku berkhayal masakkan Brisella bs menyembuhkan penyakit Ernest.
Akasia Rembulan
akhirnya muncul lagi.. semangat thor
Yoni Hartati
lanjut semangat
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Yunita Sri wahyuni
Q suka dengan cerita nya... walau pun cerita ttg sihir tapi jelas beda dgn sihir yg ada di Harry Potter..good jobs author 😘💪🏻💪🏻
Yunita Sri wahyuni
ya iya la dunia baru ... dunia baru setelah kematian...itu benar adanya... lanjut 💪🏻
Shinta Andriyani
Bagus dan menarik
Akasia Rembulan
ayo Brisela jangan biarkan orang2 menjatuhkan mu
Zg Silva Soares
Bugus
Susilawati
di tunggu kelanjutannya Thor
Susilawati
mantapp brisela 👍👍👍
jgn biarkan permaisuri jahat menang, kalo dia licik maka lawan dgn cara lebih cerdik lagi
Wiji Lestari
up up up/Angry/
Wiji Lestari
lanjoot
Ita Xiaomi
Wah seru dan menegangkan.
Andi Ilma Apriani
makasih thoorr sudah up...semangaattt yach 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!