Sebelum membaca cerita ini Baca dulu room 14
*
Ternyata cerita itu belum usai disana, dia masih ada, dia belum benar-benar musnah, dia masih merajalela. Dia masih mencari, terus mencari, hingga kekuatan itu kembali ada. Sekali lagi tempat yang menyimpan rahasia kelam itu belum sepenuhnya hilang, masih banyak rahasia disana yang belum terungkap.
Menyelidiki lebih dalam konspirasi apa yang ada dibalik rahasia gelap lab buana membuat Diana tersesat semakin jauh. Apa yang selama ini ia ketahui hanya potongan kecil dari sebuah rahasia yang lebih besar. Apa yang terjadi dan disembunyikan di buana membuatnya lebih menyadari betapa menakutkan makhluk yang bernama manusia.
Diana berusaha melakukan penelitian tentang Oublierserum demi menciptakan serum lain yang dapat menetralisir Oublierserum. Diam-diam dia juga mengumpulkan bukti untuk menjebloskan wali kota kedalam jeruji besi.
.
ikuti juga ig aku ya : aca_0325
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Elise sudah berada dirumah sakit dan ditemani oleh keluarganya. Abi ada pekerjaan, dia harus keluar kota selama satu minggu. Adnan juga lumayan sibuk dengan rancangan busana yang akan ditampilkan minggu depan dalam acara supermodel. Hanya Dylan yang tidak terlalu sibuk, sementara Alea memang sedang mengambil cuti.
Feby : Aku tahu dimana pak Eddie berada, datanglah sendirian ke Onion's kafe minggu depan. Datang sendirian dan aku akan memberitahumu dimana keberadaannya.
Pesan itu yang diterima Diana saat mereka meninggalkan villa. Lihatlah, meski mereka sudah sangat sejauh sekarang kontak Feby masih tersimpan rapi di ponsel Diana. Feby pasti sedang merencanakan sesuatu, kalau tidak dia tidak akan meminta Diana untuk datang kesana sendirian. Wajah Diana menjadi nelangsa, ia dilanda keraguan. ia hanya ingin tahu apa yang akan dilakukan feby seandainya ia mengajak orang lain, sederhana nya mungkin feby tidak akan memberitahukan dimana pak Eddie. Bisa juga dia sebenarnya tidak tahu dimana pak eddie berada, dia hanya ingin menjebak Diana untuk datang kesana.
Hari sudah larut malam, mata Diana masih belum terpejam sedari tadi. Ia sedang mempelajari kertas-kertas berisi informasi tentang Oublierserum, meski tidak lengkap Diana bisa menangkap sebagian besar cara pembuatannya. Setelah ini ia hanya perlu mempelajari serum yang bisa menetralisir, masih ada harapan untuk mengembalikan ingatan Elise. Begitulah pikir Diana menyemangati diri sendiri.
Beberapa hari lagi tanggal empat belas. Itu artinya Diana akan bertemu dengan orang yang membuat gelang itu jika ia datang pada tanggal tersebut. Semoga saja sedikit dari banyaknya pertanyaan yang bergerilya di otaknya bisa terjawab nantinya.
Tok... tok... tok...
ketukan pada pintu membuat Diana menghentikan kegiatannya, ia berdiri kemudian pergi ke luar kamar untuk membukakan pintu. Tapi, siapa yang bertamu tengah malam begini? Tak mungkin makhluk halus kan? Diana sedikit was-was, lampu depan sudah Diana matikan. Sebab itu saat ia mengintip lewat celah pintu ia tak bisa melihat dengan jelas siapa yang berdiri diluar, hanya siluet hitam seseorang yang terlihat.
tok... tok... tok...
pintu kembali diketok. lantas dengan mengumpulkan keberanian, Diana membuka pintu.
"Sarah? " Diana tertegun sejenak. Sarah berdiri didepan pintu dengan mantel hujan. Kepala Diana melongok keluar memastikan apakah baru saja turun hujan. Langit cerah, tanah dihalaman juga tidak basah. Semakin heran Diana, kenapa sarah mamakai mantel hujan.
" Ngapain kamu kesini tengah malam? " Tanya Diana. ia sedikit rileks, setidaknya bukan feby yang datang.
"Seingatku dulu kita sepakat untuk bekerja sama, " Sarah mengulang ucapan Diana tadi sambil tersenyum.
" Masuklah, "Dengus Diana. ia mempersilahkan Sarah masuk walaupun agak jengkel. Diana juga tak sampai hati untuk mengusir, walau bagaimanapun dia pernah menyelamatkan Diana dulu sewaktu di mansion.
" Kamu tidak mampu menyewa rumah yang lebih baik? " Sarah bertanya sambil menatap sekeliling rumah Diana yang nampak sederhana.
" Ada keperluan apa datang kesini, Sarah? "Diana mengabaikan ejekan Sarah, ia langsung bertanya pada intinya. Ia duduk dikursi plastik, juga meminta Sarah untuk duduk didekatnya.
" Kamu benar, " gumam Sarah, ia membasahi bibir nya yang kering sejenak, sejumput rambut ia selipkan ke belakang telinga, " Kamu membunuh madam susan, Diana. Aku pastikan dia tidak berniat jahat sama sekali, tapi, kenapa kamu membunuhnya dan meninggalkan jasad nya di asrama buana? "
Mata Diana hampir keluar mendengar tuduhan Sarah. Tidak, madam susan memang pernah ingin membunuh Diana tetapi ia tidak ada niat untuk membunuh kepala asrama itu. Diana bahkan lebih kaget saat menemukan mayat madam susan di asrama buana.
"Jangan sembarangan kamu, Sarah. Aku tidak membunuh siapapun, aku memang menemukan mayatnya di asrama buana tetapi bukan aku yang membunuhnya, " Kata Diana,
" Kami masih ingin menyangkal didepan bukti yang aku bawa? " Sarah mengeluarkan sebuah laptop dan flashdisk dari dalam tasnya. Ia memutar vidio dimana menunjukkan Diana masuk ke kamar madam susan, wanita paruh baya itu sedang berbaring di ranjang. Vidio yang diambil dari jauh itu memang terlihat seperti Diana melakukan sesuatu pada madam susan, padahal saat itu Diana hanya mengecek denyut nadi madam susan.
" Kamu lihat sendiri, Sarah, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya mengecek denyut nadi madam susan, "
"Aku tahu, "
"kalau kamu tahu kenapa kamu masih menuduhku? "
" Diana, vidio ini akan cukup dijadikan bukti oleh orang itu. Seseorang berusaha menjebakmu, katakanlah kamu tidak membunuh madam susan. Keberadaan kamu di asrama buana dimana tempat itu sudah ditetapkan sebagai area terlarang. kamu bisa menyimpulkan sendiri apa yang akan terjadi, "Ujar Sarah,
" Maksudmu, dengan vidio itu feby akan menangkap ku? "
Sarah menggeleng, " bukan feby, tetapi walikota yang akan menangkapmu dan menjebloskan kamu ke penjara. Sebagaimana kamu membuat ayah dan anaknya masuk penjara, "
Diana berdiri cemas, ia berjalan mondar-mandir sambil berfikir. Jika ia ditangkap, semuanya akan berakhir.
" Ikut lah denganku. Tidak ada yang mengetahui tempat persembunyianku. Sementara kamu bersembunyi disana, kita bisa merencanakan sesuatu yang dapat membuat mereka tak berkutik. " Kata Sarah memberi saran. dia masih tenang, tak ada kepanikan sama sekali diwajahnya. Jika Elise adalah orang yang cuek maka Sarah adalah orang yang sangat tenang.
Diana menyetujui untuk ikut sementara dengan Sarah. Ia membawa baju dan peralatan yang benar-benar ia butuhkan.
Malam itu ketika walikota dan orang-orangnya masih merencanakan untuk menangkap Diana besok pagi. Ia sudah pergi bersama Sarah, ke tempat rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun.
***
lagipula walau hanya memperbaiki kaca, apa iya proyek renovasinya tidak diketahui siapapun padahal gedung ini letaknya di tengah kota ?
padahal dari awal mereka mendapatkan email misterius, Dylan bisa melacaknya lalu melapor ke polisi. apalagi Sarah dekat dengan Jendral Besar dan walikota yang baru.