Kira, cewek gaul yang selalu gonta ganti pacar hingga dia di cap play girls oleh beberapa pria,penampilan nya yang sexy selalu mempunyai daya tarik sendiri untuk setiap pria , Kira hanya ingin mencari pasangan yang sesuai standartnya sendiri, yaitu cowok yang sama sekali tidak mesum, Dia akan selalu meminta putus kalo sampek pacarnya itu mesum,
Sementara Arsya adalah cowok manis, suka mesum, dia juga hipper sex, Arsya juga sering gonta ganti pasangan, sama seperti Kira, Arsya hanya ingin bisa mencari wanita yang bisa menjaga harga dirinya. Selama ini dia belum pernah menemukan cewek yang sesuai dengan tipenya, apalagi Arsya selalu jijik melihat Kira yang selalu di cap nya murahan.
apakah mereka bisa bersatu setelah tau kebenaran tentang Kira, apakah Arsya dan Kira bisa bersama bersama...???
yuk baca dari pada penasan nie....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
'BAB 26'
Sudah satu minggu berlalu sejak acara liburan dadakan Kira dan Arsya, dan di weekend ini Bima mengajak Kira untuk jalan-jalan. Dengan senang hati Kira langsung menerima ajakan Bima, hitung-hitung menghilangkan setres setelah seminggu ini menghindar terus dari Arsya.
Kira juga bingung harus gimana menempatan diri gimana saat bertemu dengan Arsya,makanya dengan sekuat tekat dia menghindar dari Arsya. Berangkat lebih pagi itu menjadi salah satu senjata untuk menhindari pertemuan antara dia dan Arsya, pesen makan pun lewat aplikasi on line, sekarang dia anti ke kantin, pulang pun juga demikian selalu pulang lebih awal. Seluruh rekan kerjanya sampek bingung dengan kelakuan Kira, tapi beda dengan Ana yang sudah tau niat dan tujuan Kira malah mendukung sahabatnya itu menjauh dari Arsya.
• POV KIRA •
Dengan senyum lebar, aku memandang pantulan diriku di cermin, memandangi penampilan ku, mengoreksi aku mengoyang badan ku kekanan kekiri dan yah. . . aku sudah cantik.
tok. . . tok. . . tok. . .
ah, itu pasti kak Bima. aku mengambil tas ku dan berjalan keluar membuka pintu untuk kak Bima. kami saling bertukar senyum untuk sesaat.
" loe cantik Kira." aku tersipu malu dengan pujian kak Bima, padahal pujian seperti itu sudah sering aku dengar.
" kak Bima ih, bikin gue deg-degan aja"
" kenapa? udah mulai naksir ne sama gue?"
" udah ah, ayok"
aku langsung menutup pintu apartement dan membibingnya berjalan menyusuri appartement. Kak Bima juga membukakan pintu mobil untuk ku, serasa menjadi nona besar diriku. aku tersenyum sendiri.
Tak butuh waktu yang lama akhirnya kak Bima memarkirkan mobilnya di salah satu mall. aku juga gak banyak tanya, ku ikuti langkahnya yang membimbingku di depan.
" mau makan apa?" tanyanya padaku sambil sedikit menundukan kepalanya, secara dia lebih tinggi dari ku.
"hmm. . ." aku sedikit berfikir dengan mengetuk-ngetukan jari telunjukku di dagu ku.
" apa? loe pingin makan apa? terserah." sekali lagi kak Bima bertanya padaku.
" apa aja deh"
Kak Bima masih membimbingku jalan menuju masuk ke sebuah restoran yang menyajikan berbagai menu, karena aku fokus mengikuti punggung kak Bima tidak sengaja aku menabral seorang perempuan.
" maaf, maaf." kata ku dengan sedikit menunduk dan menyatukan kedua tanganku.
" nggak papa mbak." katanya.
" loe gak papa?" tanya kak Bima yang telah membalikkan badan melihat ku.
" BIMAA!" panggil wanita itu yang seakan mengenali kak Bima.
" Maya." kak Bima terlihat syok melihat perempuan itu. wanita yang tadi di panggil Maya oleh kak Bima kini menatapku dengan lekat, dia seperti mengoreksi diriku, menatapku dari atas sampai bawa.
" Dia pacar kamu?" tanyanya pelan dan seakan heran.
" bukan mbak, aku teman-nya kak Bima " jawabku, karna aku merasa ada pandangan aneh dari perempuan itu.
" kenalin Ra, ini Maya. Teman lama gue "
aku langsung mengulurkan tangan kanan ku setelah kak Bima mengenalkan wanita itu padaku. " Maya " katanya membalas jabatan tanganku.
"Kira." jawabku dengan senyum.
"ya udah yah, aku pergi dulu." wanita bernama Maya itu langsung pergi, kak Bima masih melihat wanita itu berlalu seakan ada sesuatu di antara mereka.
"ayok!" ajakku masuk ke dalam, karna perutku pun sudah keroncongan.
* * *
-cekrek-
Kak Bima mengarahkan Hp nya ke arah ku, dengan PD nya aku langsung berpose,
" cantik kak?" tanya ku iseng.
"selalu" jawabnya serasa jantung ini gemetar tak karuan. Aku dengan senyum malu melahap ice cream di depanku.
Dan mau kalah aku juga ingin mengambil kak Bima, aku rasa aku belum punya foto kak Bima, ya buat kangen. hehehe. . .
-cekrek-
" belom gue kira!"
" biarin, ganteng kog "
Dia mematapku. Aduch! aku tambah tersipu kalo di pandangi seperti ini terus.
" jangan di liatin terua dong kak, malu gue."
" GR, sapa yang liatin loe. gue lagi liat es cream loe tu." kak Bima menunjuk dengan mengunakan isyarat matanya.
" gue minta donk!"
aku sedikit kaget, dia minta ice cream ku, dengan menggunakan sendok yang bekas aku pakai. ini bisa di anggap ciuman secara gak langsung kan. iya kan?
" serius kak?"
Tanpa menunggu ijin ku dia langsung mengambil tempat ice creamku dan melahapnya, kemudian dia menyuapiku.
apa? aku juga makan bekas sendok dia ini, OMG. Padahal.aku juga sering ciuman, tapi kenapa hanya bertukar sendok saja aku bisa deg-degan gini.
setelah selesai makan, kak Bima langsung mengajakku nonton film, dia menyuruhku memilih film apa yang aku suka. dan pilihanku adalah 'FROZZEN II'.
kak Bima cekikikan dengan pilihanku. dia menggelengkan kepalanya seperti tak habis pimir dengan ku.
" kenapa kak?" tanya ku.
"gak. gak papa"
kak Bima juga membeli pop corn dan minum, setelah menunggu sekitar lima belas menit film pun akan di mulai, kami segera memasuki teater dan duduk di kursi yang telah kami beli.
sepanjang menonton film, aku cekikikan sendiri melihat tinggah olaf, dan aku juga terkagum dengan kekuatan Elsa.
sementara kak Bima, dia terkadang membelai rambutku, aku diam karna tak bisa berucap apa-apa. kak Bima ini nggak paham apa kalo itu nervous banget. jantungku mau lari kak dari tempatnya dan berteriak.
aku menghela nafas panjang ketika kak Bima memajukan mukanya dan menaruh kepalanya di pangkuannya. kini dia menatapku dengan lekat, aku meliriknya sesekali. dia tersenyum.
" kamu cantik Ra,"
aku mendengar ucapannya tapi aku pura-pura budek aja bingung mau jawab apa, untungnya suara di bioskop ini mendukung keputusanku untuk pura-pura budek.
Setelah kencan malam ini, kak Bima langsung mengantarku pulang. Segera aku menelpon Ana dan aku ceritakan semua, Ana terlihat senang dan mendukung ku.
yah, dia memang sahabat yang baik selalu ada di saat aku susah,senang dan selalu memberi nasehat yang bijak.
merasa puas dengan curahan hatiku aku langsung mengakhiri telponku dan menggati pakaianku. cuci muka dan tidur, berharap mimpi indah malam ini. bersama kak Bima tentunya.💕💕
BERSAMBUNG.