Kalila gadis yang berasal dari negara indonesia , dia mengalami kecelakaan pesawat saat akan menuju ke Negara I untuk melanjutkan kuliah s2 nya , namun jiwanya bukan pergi ke alam baka , melainkan masuk ke raga seorang gadis cantik yang bernama NEVA QUEEN MARTINEZ .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Keesokan harinya Hugo yang berada di perusahaannya , dia memutar kursi yang di dudukinya kekanan kekiri , dia masih kepikiran dengan kejadian semalam .
'' Hem,, Kalila '' . Gumam Hugo mengingat semalam Neva mengatakan jika namanya Kalila .
Lalu Hugo memanggil Jack melalui sambungan interkom yang ada di atas meja kerjanya , dan tak butuh waktu lama Jack muncul dari balik pintu .
'' Tuan '' .
Jack membungkukkan tubuhnya , saat sudah berdiri di hadapan Hugo .
" Jack , kamu cari indentitas mahasiswi yang bernama Kalila dari Negara Inidonesia , dia salah satu korban kecelakaan pesawat beberapa bulan lalu '' . Perintah Hugo .
'' Baik Tuan , kalau begitu saya permisi '' . Ucap Jack membungkukkan badannya dan beranjak pergi .
Setelah kepergian asistennya , Hugo mencoba untuk konsentrasi kembali dengan pekerjaannya , karan sejak tadi dia sama sekali tidak bisa konsentrasi , namun baru saja membuka berkas yang di ambilnya , dia mendapat telfon dari ibunya .
'' Halo ibu , ada apa ?'' . Tanya Hugo .
'' Jangan lupa , besok ulangtahun Kakekmu , kalian berdua harus datang '' . Ujar Caludia dari balik telfon .
'' Iya Ibu '' . Sahut Hugo .
'' Eh , kenapa kamu tidak bilang sama ibu , kalau Fio sudah kembali ?'' . Tanya Claudia dari sebrang telfon , dengan nada yang terdengar kesal .
'' Hugo lupa ibu '' . Jawab Hugo malas , dia masih ingat gara gara Fiona mood istrinya langsung buruk .
'' Gimana sih kok bisa lupa '' . Omel Claudia '' .
'' Sudah ya Ibu , Hugo lagi banyak kerjaan '' .
Tut
Hugo langsng mematikan sambungan telfonnya sepihak , dia malas untuk mendengarkan ibunya membahas Fiona , dia tidak perduli jika Ibunya kini mengumpatinya .
Lalu Hugo melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya , yang menunjukkan pukul sembilan pagi .
'' Queen , oh bukan , Kalila dia sudah bangun belum ya '' . Gumam Hugo , karna dia sudah hafal dengan kebiasaan istrinya yang akan bangun saat sudah siang , jika hanya ada kelas sore saja .
Saat Pukul dua siang Jack masuk ke dalam ruangan Tuannya , untuk memberikan apa yang di minta oleh Tuannya .
'' Tuan , ini data mahasiswi yang anda minta '' . Ujar Jack memberikan satu map pada Tuannya .
Hugo lalu membuka isi map itu dan mulai membacanya dengan teliti .
'' Cantik '' . Gumam Hugo tersenyum , saat melihat foto wajah asli Kalila di dalam map itu , yang terlihat sedikit lebih cantik dari Neva .
'' Jadi nama tengah kalian berdua sama sama Queen , jadi aku selama ini tidak salah manggil '' . Gumam Hugo melihat nama panjang Kalila , KALILA QUEEN ZIVANA .
Hugo terus membaca data Kalila , bahkan di dalam map itu juga menjelaskan jika Kalila sudah yatim piatu sejak kecil ,dan tumbuh besar di panti asuhan , yang mana membuat Hugo merasa sedih dengan kehidupan Kalila , yang harus kerja banting tulang sendiri untuk biyaya sekolahnya , tapi Hugo juga kagum karna Kalila menjadi murid tercerdas di sekolahnya , membuat Kalila mendapatkan beasiswa berturut turut hingga bisa melanjutkan S2 nya di Kampusnya saat ini , sayanya sekarang Kalila mengulangi lagi kuliahnya , karna raga Neva baru masuk kuliah .
'' Jack , apa ini saja informasi yang kamu dapatkan ?'' . Tanya Hugo menutup map itu dan di simpannya di dalam laci meja kerjanya .
'' Benar Tuan '' . Jawab Jack .
'' Baiklah , sekarang ayo kita pulang , aku mau mengatar istriku ke kampus '' .
'' Baik Tuan '' .
Lalu Hugo dan Jack pergi meninggalkan perusahaan , untuk pulang ke mansion Martinez , tidak butuh waktu lama , kini mobil yang di tumpangi Hugo sudah masuk ke halaman mansion Martinez .
'' Ibu , apa Queen sudah bersiap ?'' . Tanya Hugo pada mertuanya yang sedang menyiram tanaman .
'' Sepertinya iya , kamu lihat saja '' . Jawab Nina .
Dan Hugo menganggukan kepalanya dan bergegas masuk ke dalam mansion, lalu menuju lantai dua dimana kamar istrnya .
Ceklek
Hugo tersenyum melihat istrinya yang sedang mengikat rambutnya tinggi tinggi di depan cermin , lalu dia perlahan mendekati istrinya yang mana membuat Neva terkejut .
'' Kak Hugo '' .
Neva sedikit canggung dengan keberadaan Hugo , karna kini Hugo sudah tahu siapa dirinya sebenarnya .
'' Aku perhatikan kamu selalu mengikat ranbutmu seperti ini , apa ini sudah menjadi ciri khas kamu Kalila Queen Zivan '' . Ujar Hugo membuat Neva membelalakkan kedua matanya .
'' Kak, Kak Hugo tahu darimana nama lengkapku ?'' . Tanya Neva .
'' Itu tidaklah sulit '' . Jawab Hugo yang mana membuat Nava tersadar jika Hugo bukan orang sembarangan , bagi Hugo bukanlah hal sulit untuk mendapatkan informasi sesorang .
'' Kak Hugo tahu tidak , jika aku dulu punya niatan jika sudah lulus S2 , aku ingin melamar kerja di perusahaan Kak Hugo '' . Ujar Neva.
'' Apa kamu sebelumnya sudah pernah mendengar perusahaanku ?'' . Tanya Hugo .
'' Iya , aku sering baca artikel tentang perusahaan Kak Hugo '' . Jawab Queen, yang kembali menghadap ke arah cermin , untuk mengambil parfumnya , dan dia semprotkan di leher dan pergelengan tangannya , dan aroma wangi ini yang sangat di sukai oleh Hugo , padahal sebelumnya Hugo sama sekali tidak suka dengan aroma parfum istrinya . ( sekarang panggilannya aku ganti Queen ya )
Hugo memeluk pinggang ramping Queen , lalu dia menghirup aroma wangi di leher Queen dengan sangat dalam , yang mana membuat Queen merinding .
'' Kak Hugo lepaskan , aku bukan Neva , aku Kalila '' . Seru Queen yang berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Hugo .
'' Iya aku tahu '' . Sahut Hugo yang semakin mengeratkan pelukannya , membuat Queen hanya bisa pasrah .
'' Kak Hugo , apa aku boleh bertanya sesuatu '' . Ujar Queen , menatap pantulan dirinya di depdan cermin , dan melihat Hugo yang menenggelamkan wajahnya di ceruk lehernya .
'' Boleh , tanyakan saja '' .
'' Apakah Kak Hugo berharap jiwa Neva kembali ?'' . Tanya Queen membuat Hugo langsung mengangkat kepalanya .
'' Kalau jiwa Neva kembali ,lalu akan kemana jiwamu , apa akan pindah ke raga orang lain ?'' . Hugo balik bertanya .
'' Aku tidak tahu , mungkin bisa jadi aku benar benar pergi bersama ragaku yang hancur '' . Sahut Queen .
'' Tidak '' . Seru Hugo menatap tajam Queen .
'' Jika memang raga Neva bisa kembali , aku tidak masalah , aslakan jiwamu masih bisa masuk ke raga orang lain , agar aku tidak kehilanganmu '' . Ujar Hugo .
'' Maksud Kak Hugo apa ?'' . Tanya Queen tak paham .
'' Aku mencintaimu Kalila Queen Zivana , aku jatuh cinta karna sikapmu , jadi aku mohon tetaplah di sampingku , aku tidak perduli seperti apapun wujudmu , asalkan dalam raga itu masih jiwamu '' . Jawab Hugo yang mana membuat Queen tak bisa berkata kata , dia pikir semalam Hugo bertanya tentang jiwa Neva bisa kembali apa tidak , karna Hugo mengharapkan jiwa Neva , tapi ternyata dugaan Queen salah .
'' Apa Kakak tidak berbohong dengan yang di ucapkan Kakak barusan ?'' . Tanya Queen , karna takut jika Hugo hanya bercanda saja .
'' Tidak , selama ini apapun yang di lakukan Neva , sama sekali tidak bisa membuatku tertarik padanya , yang ada aku malah membencinya , namun setelah kecelakaan itu , aku perlahan jatuh hati dengan perubahan sikapnya , bahkan aku juga takut kehilangannya , jadi aku bukan mencintai Neva , tapi aku mencintai sifat dari jiwa yang ada di dalam raga Neva '' . Jawab Hugo membuat Queen terdiam , dan tanpa sadar tersenyum .
'' Jadi aku mohon jangan tinggalkan aku , aku benar benar mencintaimu '' . Ucap Hugo sungguh sungguh .
'' Iya , aku janji '' . Sahut Queen .
Dan Hugo langsung memeluk tubuh Queen begitu erat , bahkan dia berkali kali mendaratkan ciumannya di pucuk kepala Queen .
'' Tanpa mereka katahui jika di depan pintu , ada orang yang mendengarkan semua pembicaraan mereka tanpa terlewatkan sedikitpun .