"Cih, sekalinya udah rusak ya tetep aja rusak!"
"Sok suci!!"
"berjilbab tapi kelakuan kayak orang nggak punya adab!!"
**
Setiap hari selalu saja ada kata-kata hinaan yang keluar dari mulut orang-orang di sekitarnya untuk menghina dan menjatuhkan mental ANINDITA RAHMA.
Gadis yang terkenal badung dan suka melepas-pakai hijab sesukanya.
Namun selepas insiden terakhir kali yang membuatnya harus kehilangan orang tuanya membuat gadis badung itu sadar dan mulai berhijrah.
Insiden apakah itu ? yuk baca dan ikuti kisah Anindita di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
"Nin.. " ucap orang itu.
"Nin,sorry-sorry aku kelamaan ya." Ucap Yuta sungkan.
Anindita menggelengkan kepalanya "Enggak apa-apa, tolong bantu Bapak Adrian ya Ta.. aku naik ke atas dulu"
"Oke"
Anin berjalan cepat meninggalkan meja resepsionis, sedangkan Adrian menatap punggung Anindita yang semakin menjauh.
Gavin yang baru saja sampai mengernyitkan keningnya saat melihat Adrian.
"Dia bukannya kakak angkatnya Anin, ngapain dia di sini" gumamnya.
Gavin berjalan cepat melewati Adrian yang sedang berbicara dengan Yuta.
Di ruangan Gavin, Anindita bisa bernafas lega karena bisa menjauh dari Adrian.
Ceklek
Deg!
Anindita memegang dadanya yang berdebar sangat kencang, dirinya takut kalau-kalau Adrian menyusulnya.
Puk
"Nin" panggil Gavin menepuk pundak Anin hingga Anindita terjenggit.
"Astaghfirullohaladzim"
"Sorry sorry, tapi kenapa lo kaget gitu sih.. ngelamun lo ya ?" Tanya Gavin.
Anindita menggoyangkan tangannya "Enggak Pak, ngak apa-apa. Itu kopi Bapak sudah saya siapkan, dan saya mohon Bapak Gavin yang terhormat memberi saya pekerjaan sekarang agar saya tidak memakan gaji buta"
Gavin menaikkan kedua alisnya lalu duduk di kursi kerjanya, Gavin mengambil 3 berkas yang ada di mejanya lalu memberikannya pada Anin.
"Ini lo liat dulu abis itu lo lapor ke gue kalau ada kesalahan"
Anindita menerima 3 berkas tersebut lalu membawanya ke mejanya yang berada di luar dekat pintu ruang kerja Gavin.
Walaupun ini pertama kalinya Anindita bekerja namun Anindita cukup cekatan karena sebelumnya pernah membantu di Toko Ayahnya meskipun hanya sebentar.
Waktu terus berjalan, saking asiknya membaca berkas dan memindahkannya ke komputer hingga Anin tak sadar jika Gavin bersandar di pintu melihatnya bekerja.
"Ekhem" Gavin sengaja berdehem agar perhatian Anindita teralihkan.
Dan benar saja, Anin menoleh ke arah Gavin sembari menampilkan senyumnya.
"Iya Pak Gavin, ada perlu apa?" Tanya Anin.
"Istirahat dulu, ikut gue makan siang bareng duo kamvret tadi" jawab Gavin.
"Saya makan siang di kantin saja Pak" tolak Anin.
Gavin menaikkan sebelah alisnya "Oke, gue minta mereka yang ke sini aja. Kita makan bareng di kantin"
"Nggak usah, ayo jalan."
Anin mencebikkan bibirnya kesal lalu mengambil tasnya dan berjalan mendahului Gavin yang terkekeh di belakangnya.
Semua karyawan yang berpapasan dengan Gavin selalu menyapanya dengan hormat yang hanya di balas Gavin dengan deheman dan sikapnya yang dingin.
Padahal jika bersama Anin atau dengan teman-temannya Gavin selalu bersikap tak tau malu dan kekanak-kanakkan.
"Kita mau makan siang di mana Pak?" tanya Anin.
"Di deket Rumah sakit Juna kerja dan jangan panggil gue Pak kalau lagi berdua atau di luar perusahaan"
"Anda kan atasan saya Pak, meskipun ini jam istirahat tapi tetap saja Anda atasan saya karena saya tidak bisa dengan bebas mau makan di mana" dengus Anin.
Gavin hanya terkekeh lalu dia teringat jika tadi pagi dia melihat Adrian di lobby.
"Tadi pagi gue liat kakak lo di lobby lagi ngobrol sama Yuta, kalian ketemu tadi?" Tanya Gavin di sela perjalanan mereka.
"Nggak" jawab cepat.
Anin memilih diam usai menjawab pertanyaan Gavin dan memilih melemparkan pendangannya ke arah jalan raya.
Sedangkan Gavin juga tak bertanya apapun lagi usai mendengar jawaban Anin yang sepertinya tidak mau membahas hal itu hingga perjalanan mereka lalui dengan keheningan.
kabar dan kesalah pahaman dr kakak Anin blm juga kebuka Thor,,,,🥺🥺
semangat Thor,,,, semoga sehat selalu juga,,,,ditunggu karya selanjutnya,,,,,
semangat kak,, semoga kakaknya sehat " ,,,,,🤲
baru aja hilang kesalah pahaman eeehhh ada cobaan lagi,,,,
jangan " saingan bang Gavin lagi,,,,, hayo loh nin,,,,,
semakin gk sabar nunggu up nya Thor,,,, 💪
semoga kakaknya juga senantiasa diberikan kesehatan,,,
tetap semangat kak,,,,,💪
Lo nya aja yg gk mau ngerti,,, wanita tu ya cari yg seiman lah,,,, kamu aja masih ragu dgn agamamu,,,