pernikahan yang amelia putri jalani bersama irfan hakim awalnya berjalan baik dan nampak harmonis meskipun masih belum mendapat restu dari ibu mertua, seiring berjalanya waktu usaha yang dirintis bersama sama secara perlahan mulai berkembang dan sukses dengan cepat.
setelah sukses irfan mulai berulah dengan kembali menjalin hubungan secara diam2 dengan mantan kekasihnya dan mendapat dukungan dari ibu tercinta.
siapa mantan kekasihnya irfan...?? bagaimana reaksi amelia setelah tau suaminya selingkuh...?? autor ikuti terus jalan ceritanya ya...!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KANS J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
026
Saat dalam perjalanan pulang dari meting, amel secara tidak sengaja melihat seorang wanita tua dengan pakaian compang camping dan lusuh diganggu oleh segerombolan anak2 nakal.
" Bang bang... tolong hentikan mobilnya sebentar bang !."
Ciiiiiiitttt...
" Ada apa sayang ?, apa ada yang ketinggalan ?." farrel kaget dan panik.
" Maaf bang, saya mau turun sebentar !."
Farrel mengerutkan keningnya bingung dengan perubahan mendadak kekasihnya, apa aku melakukan kesalahan ya, batinya.
Lalu amel turun dari mobil dan langsung menghampiri wanita yang diganggu anak2 nakal.
" Heeeiii..... apa yang kalian lakukan hah..!." bentak amel.
" Kenapa kalian ganggu orang tua, mau saya laporkan kalian ke polisi !." teriak amel.
Anak2 nakal langsung pada ngacir setelah mendapat ancaman dari amel.
Farrel yang penasaran dan tidak ingin terjadi sesuatu pada kekasihnya langsung ikut turun dan melihat ternyata amel sedang menolong seorang ibu2 tua yang diganggu anak2 nakal dan itu membuat hatinya lega.
Senyum tipis muncul dibibir farrel saat melihat apa yang dilakukan kekasihnya tersebut, ada rasa bangga dihatinya meskipun kekasihnya dari keluarga terpandang tapi tidak segan untuk mengulurkan tangan pada orang2 yang membutuhkan pertolongan, akhirnya ia memutuskan untuk kambali masuk kedalam mobilnya.
" Ibu tidak apa2...?, atau ada yang luka ?." tanya amel sambil memeriksa tubuh ibu yang ditolongnya.
" Ibu tidak apa2 non, terima kasih sudah menolong ibu, tapi apa kamu tidak jijik sama ibu ?."
" kenapa harus jijik bu, kita sama2 manusia !."
" Iya ibu tau, tapi kan badan ibu bau non !, takutnya nanti nona kena penyakit kalau dekat dengan ibu !."
" Astagfirullah bu....!, kenapa bicara seperti itu ?."
" Ibu sudah makan ?."
" Belum non, dari kemaren ibu belum makan karena hasil mulung belum laku terjual, jadi belum punya uang !."
" kalau begitu ayo ikut saya bu, kita cari warung biar ibu makan !."
" Tidak usah non, terima kasih atas tawarannya, tapi ibu mau nunggu jualan ibu laku dulu ."
" Ya sudah kalau begitu ini sedikit rejeki buat ibu, semoga bermanfaat ya bu !."
" Jangan non, ibu bukan pengemis !."
" Saya tau bu, tapi tolong diterima ya, anggap saja saya beli dagangan ibu !."
" Terima kasih banyak non, semoga kebaikan nona dibalas sama allah, dimudahkan segala urusan dan cita2 nona !."
" Amiiiiiin...!,"
Setelah itu amel kembali kemobil dimana farrel menunggu.
" Maaf ya bang, sudah buat abang lama menunggu !."
" Tidak apa2 sayang santai saja, abang malah bangga sama kamu, sudah melakukan hal mulia !."
" Ah abang bisa saja...!."
" Sekarang kita mau kemana, mau balik kantor atau mau kesuatu tempat ?."
" Aku mau cari kado buat ibu bang, nanti malam kan acaranya ?."
" Oo iya sayang lupa aku, ayo kita cari kadonya ."
Kriiiing
Kriiiing
kriiiiing
Hp farrel berdering setelah melihat siapa penelponnya farrel langsung menekan tombol hijau.
" hallo...!."
*..............*
" Kenapa kalian ijinkan masuk ?."
*..............*
" Yaris kemana...?."
*..............*
" Ya sudah saya kesana sekarang, tut."
" Sayang kita kekantor abang bentar ya, ada ular betina bikin ulah disana !."
Amel langsung mengerutkan keningnya tanda tak mengerti apa maksud kekasihnya.
" Sudah tidak usah bingung, nanti sampai sana kamu akan mengerti maksud abang !."
Beberapa saat kemudian farrel dan amel telah sampai dikantor, keduanya pun langsung masuk lewat lobi depan, dengan santai farrel menggandeng tangan amel agar bisa jalan berdampingan.
Semua karyawan wanita yang melihatnya langsung heboh, ada yang sinis, ada yang mencibir dan ada pula yang kagum dengan kecantikan amel yang dilihat sangat serasi berpasangan dengan bos mereka.
Farrel dan amel bukan tidak mendengar apa yang mereka gunjingkan namun keduanya memilih mengabaikan mereka.
Ce'klek...
" Sayang kamu sudah da....?,"
Febiola tidak jadi menyelesaikan kalimatnya saat melihat farrel datang bersama seorang wanita.
" Ooo.... jadi ini janda gatal itu yang berusaha merebutmu dariku sayang !."
Deg...
" Jaga bicaramu febiola..!." bentak farrel.
" Waauuuww...!, bahkan hanya demi janda ini kamu tega membentakku farrel ?,"
Febiola memindai amel dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu tersenyum mengejek.
" Setelah aku perhatikan ternyata kamu biasa2 saja, tidak punya kelebihan apapun."
" Mau dibilang cantik kamu masih kalah jauh dibawahku, begitupun bodymu tidak ada apa2nya dibandingkan dengan body aku !."
" Hanya satu kelebihan yang kamu punya, yaitu status JANDA ANAK SATU !." febiola sengaja menekan kata janda anak satu untuk menjatuhkan mental amel.
" Aku heran ?, kamu pakai pelet apa sih sampai2 calon suamiku hanya dalam waktu singkat jadi kepincut sama janda gatal sepertimu ?."
" FEBIOLA...!, lebih baik kamu pulang sebelum aku panggil keamanan untuk menyeretmu !."
" Sabar dong farrel sayang, kenapa kamu harus semarah itu ?, aku kan hanya menyampaikan faktanya saja."
" Jadi santai sayang, santaaaaii...., oke !."
" Sekarang aku tanya sama kamu, apa yang kamu lihat dari janda ini, coba kamu lihat dia baik2...farrel, dibandingkan dengan aku perbedaanya bagai langit dan bumi !."
" Ingat batasanmu febiola, jangan karena aku diam bukan berarti kamu bisa senaknya bicara !."
" Kamu pikir aku tidak tau apa tujuanmu ?. Aku diam karena aku tidak ingin mempermalukanmu didepan calon istriku!."
Deg...
" Tapi calon istrimu itu aku farrel bukan janda gatal ini !." febi menunjuk amel.
" Aku calon istri pilihan orang tuamu farrel, kita sudah dijodohkan sejak lama !, saya tidak akan membiarkan siapapun merebut apa yang seharusnya menjadi miliku !." ucap febi tegas sambil melihat amel dengan tatapan tajam.
" Jangan menguji kesabaranku febiola !." ucap farrel dingin sambil memberikan tatapan membunuh.
Kalau tidak ingat orang tua febiola adalah teman baiknya sang ibu, ingin rasanya farrel membuangnya kedasar laut samudera biar jadi santapan hiu disana.
Glek...
Febiola langsung menelan silvanya sendiri saat melihat tatapan farrel yang mengerikan.
" Biarkan saja bang, biarkan saja dia mengatakan apa yang dia ingin katakan, mungkin setelah mengeluarkan semua uneg unegnya dia akan menyadari dimana tempatnya yang sesungguhnya !."
Amel akhirnya buka suara.
" Tapi aku tidak mau kamu jadi salah paham sayang !."
" Abang tenang saja, aku akan baik baik saja."
Akhirnya farrel diam dan mengikuti apa kata calon istrinya.
" Apa maksudmu ?, tempatku yang sesungguhnya ya disamping farrel sebagai istrinya, karena kami sudah dijodohkan sejak beberapa tahun yang lalu."
" Yang sadar diri itu harusnya kamu, bukan malah tidak tau malu begitu !."
Sepertinya aku harus bicara, kalau tidak wanita yang sempat dijodohkan dengan farrel ini akan semakin ngelunjak nantinya, amel bicara sendiri dalam hati.
" Kamu itu hanya seorang janda yang bermimpi untuk jadi seorang nyonya farrel pemilik FATHAN GROUP ini ."
" Tapi sayang sekali mimpimu itu terlalu tinggi !."
" Bagaimana mungkin seorang janda rendahan sepertimu bisa sepercaya diri ini !."
" Kalau kamu hanya mengandalkan peletmu itu lebih baik buang jauh2 mimpimu itu, karena aku tidak akan membiarkan mimpimu itu jadi kenyataan !."
" Sudah selesai bicaranya ?." tanya amel dingin.
Deg...
Kenapa janda satu ini auranya tiba2 berubah jadi serem gitu sih batin febi.
" Meskipun aku seorang janda tapi aku punya harga diri dan bisa menjaga diriku dari perbuatan tercela ." tegas amel.
" Tidak seperti kamu ngakunya gadis tapi keluar masuk hotel dengan laki2 yang berbeda beda !." lanjut amel tenang tapi sangat tajam.
Deg...
Febiola dan farrel sama2 kaget tapi dengan pemikiran yang berbeda.
" Saya akui kamu memang cantik dan berkelas, ditambah dengan body yang aduh hai, tapi semua itu hasil oplas bukan ?." lagi lagi ucapan tajam amel menghujam hati febiola.
Deg...
" Apa kamu tidak malu membanggakan yang hampir separuh tubuh palsumu itu dengan begitu sombongnya !."
Deg....
Sial... Kenapa janda ini tebakannya bisa benar semua, apa dia pernah melihatku ya ?, batinya.
" Aku tau untuk merubah semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan itu hakmu....!, tidak ada yang bisa melarang, tapi bukan berarti karena perubahan bentuk tubuhmu itu lantas dengan se enaknya kamu menghina dan merendahkan wanita lain.
Deg...
Lagi dan lagi febiola seperti ditampar ber kali kali, tapi bukan febiola namanya kalau mau mengalah begitu saja.
" Heeeh janda gatal, jaga bicaramu ya, dasar janda tidak tau diri, berani sekali kamu memfitnahku !, dan sok sokan mau menasehatiku segala !."
" Memangnya kamu siapa hah..!, kamu itu tidak selevel dengan saya, paham kamu..!."
" Jadi tidak usah sok belagu dan sok bijak didepanku, cuih..... Manusia rendahan sepertimu mimpi mau jadi istri seorang farrel.
Amel hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum simpul.
" Aku tidak memfitnah, aku tidak menasehati, dan aku juga tidak mengajari, tapi aku hanya mengembalikan omonganmu saja."
" Memangnya kamu punya bukti kalau aku pakai pelet, tidak punya kan ?."
" Ya beda lah o on !, dasar janda gatal kampungan, kalau pelet itu sulit di buktikan, tapi kalau tuduhanmu padaku harusnya bisa dibuktikan dong, gimana sih bodoh dipelihara !."
" Ooo iya ya... Ya sudah deh kalau begitu nanti aku akan mencari buktinya !, makasih ya sudah mengingatkan soal itu."
Deg..
Siaaall... Kenapa tadi ngomong begitu sih, Kalau sampai dia dapat buktinya beneran gimana dong nasibku, batinnya.
" Farrel lihatlah janda yang kamu bawa itu, dia sudah berani memfitnah aku yang bukan2 !."
Febi mulai mengeluarkan air matanya sebagai senjata untuk meluluhkan hati farrel seperti yang biasa ia lakukan selama ini, pada hal kamu tau sendiri kan bagaimana aku hiks hiks hiks.
" Air mata palsumu tidak akan mempan mbak, calon suamiku sudah hafal trik lamamu itu, harusnya kalau mau akting berusaha yang lebih bagus dan berkelas dikit dong !."
Farrel berusaha menahan tawanya agar tidak meledak ditempat saat mendengar ucapan kekasihnya yang terdengar lucu ditelinganya.
" Whaaat...!." barusan kamu panggil aku apa ?, MBAK..!." febiola melotot tak terima.
" Iya... Kenapa memangnya mbak ?, kamu kan perempuan jadi wajar dong aku panggil mbak, atau kamu lebih suka dipanggil mas ya ?."
Febiola langsung mendelik mendengarnya.
" Brbrbrbrrr... hahahahahaaaa.....!"
Akhirnya tawa farrel pecah juga karena sudah tidak kuat menahannya.
" FARREL....!, kamu tega ketawain aku karena omongan janda gatel itu ?."
" Karena kamu memang pantas diketawain mbak !."
" DIAM KAMU.....!."
" Dasar janda gatal rendahan, berani sekali kamu jadikan aku lelucon disini hah !."
Ce'klek
Yaris tiba2 masuk tanpa mengetuk pintu, setelah sebelumnya mengintip terlebih dahulu.
" Yaris, kenapa kamu lama sekali ?."
" Maaf tuan... Saya sudah dari tadi ada diluar, karena melihat sikonnya sudah rada2 gak enak jadi saya memutuskan untuk masuk tuan ."
" Heh jongos.... Sebelum masuk itu ketuk pintu dulu, gak sopan banget jadi orang."
" Farrel... Pecat dia !, saya tidak suka melihat dia, dia berani tidak sopan sama saya !."
" Dih..... Memangnya siapa kamu mbak ?, main perintah2 tuanku se enaknya !."
" Heeeiii... Jangan kurang ajar kamu ya, aku ini calon istri tuanmu, calon nyonyamu, berani sekali kamu panggil aku mbak, panggil aku nona seperti biasanya !."
" Maaf...!, tapi panggilan itu sangat cocok buatmu mbak !."
" Hahahahahahaaa.... !."
Lagi lagi farrel tertawa dibuatnya, sementara amel hanya tersenyum simpul penuh arti
" Yariiiiiiiis....!." teriak febi penuh emosi.
" Dasar jongos tidak tau sopan santun, awas kamu ya !, kalau aku sudah nikah sama farrel nanti orang pertama yang akan aku pecat itu kamu !." ucap febi dengan nafas yang memburu.
" Kamu janda gatal, urusan kita belum selesai, saya akan buat kamu membusuk dipenjara karena sudah berani memfitnahku, merendahkanku dan mempermalukan aku didepan calon suamiku !."
" Dan kamu farrel...!, saya akan adukan kamu ke tante, karena kamu hanya diam saja melihat aku diperlakukan seperti ini sama janda gatal tidak tau diri ini !."
Lalu febiola meninggalkan ruangan farrel dengan muka merah padam penuh aroma dendam.
Tidak lama setelah febiola pergi farrel dan amel siap2 pergi melanjutkan niatnya untuk membeli kado yang sempat tertunda.
" Hai sayang... Aku datang membawakanmu makan si....."
" KAMU...... !."
Siska kaget saat melihat ada amel diruangan farrel.
" Ngapain kamu disini ?."
Huuufffhhhh....!, amel hanya menghela nafas, tidak habis pikir, kenapa selalu saja ada wanita yang ngejar2 farrel.
" Sepertinya wanita yang mengidolakan abang banyak ya, datang silih berganti !."
" Hehehee... abang juga tidak tau sayang, pada hal abang tidak pernah tebar pesona lho sayang, sumpah !."
" Yaris... !, apa benar begitu tuanmu ?."
" Tidak nona, malah kebalikannya ."
" APAAAA....!."
Amel pura2 terkejut dan syok.
" Yariiiiiiss.....!."
" Sudah bosan hidup kamu ya...!, berani sekali kamu bilang begitu hah !."
Farrel ketar ketir hatinya saat melihat reaksi amel.
" Sayang jangan percaya omongan yaris !, dia bohong sayang !, sumpah abang tidak pernah melakukan itu pada siapapun ."
Amel memasang wajah cuek dan itu semakin membuat farrel ketakutan, tatapan membunuh ia berikan pada assisten kepercayaannya itu.
" Ternyata semua laki2 sama saja ya !." ucap amel datar.
Mata farrel membola dengan sempurna mendengar omongan calon istrinya.
" Tidak termasuk saya nona, kalau saya diluar jangkauan soalnya ."
" Haaa... !, memangnya jaringan internet pakai luar jangkauan segala ?."
" Kan jaringannya kulkas nona, tidak pernah memberikan aku kesempatan untuk dekat dengan wanita ."
" YARIIIIIIIIISSS......!."
Farrel emosi tingkat dewa melihat kelakuan assistennya.
" Apa sih tuan...!, teriak mulu deh dari tadi ."
Yaris berusaha memberi kode lewat kedipan mata tapi sepertinya farrel tidak mengerti.
Amel berusaha mati matian menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah calon suaminya.
" Heeeeiiiii..... kalian tidak sopan banget sih jadi orang, malah enak enakan ngobrol sendiri ."
" Kalian pikir aku bukan orang apa ?."
" Ya ampun bang.... ternyata ada orang lain lho diruangan ini selain kita !."
Deg...
Otak cerdas farrel seketika bekerja dengan cepat akhirnya mengerti kalau apa yang dilakukan yaris dan kekasihnya hanyalah sandiwara belaka.
" Aku juga baru tau kalau ada orang sayang !."
" Farrel....!, tega banget sih kamu sama aku ?."
" Aku bela belain datang bawakan kamu makan siang lho, malah kamu bikin aku kaya gini hanya karena orang2 yang gak penting itu !." siska merasa sewot.
" Yuk sayang kita pergi sekarang !."
" Yaris kita pergi dulu ee, terserah kamu kalau mau temani dia makan siang."
" Ogaaaah.....!." jawab yaris jijik.
" Farrel.... !." teriak siska tapi diabaikan farrel.
Siska menghentak hentakan kakinya merasa kesal, gak harga'in banget sih usaha orang, dia pikir tidak capek apa nenteng2 makanan gini, dasar teman tak punya perasaan, gerutu siska.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Disaat lagi asyik bercengkrama bersama teman temanya ekor mata viona melihat sosok laki2 yang menjadi incarannya, disamping parasnya yang rupawan dia juga seorang jutawan, lalu ia mengambil lipstik khusus yang sudah diberikan jampi2 oleh orang pintar andalannya dan mengoleskan kebibir seksinya.
Dengan langkah percaya diri viona berjalan lenggak lenggok bak model profesional menghampiri farrel yang sedang menemani amel membeli kado ulang tahun.
" Haii farrel....!, tidak sangka ya kita bisa ketemu lagi disini !." ucap vio mendayu dayu dengan senyum merekah.
Mendengar ada yang menyebut namanya membuat farrel menoleh kesumber suara.
Deg...
Jantung farrel seperti tersengat listrik saat matanya melihat bibir viona yang terlihat sangat menggoda dimatanya, entah kenapa matanya seakan tidak ingin berpaling dari bibir viona yang nampak siap untuk dinikmati dan dilumatnya.
Dalam hati viona bersorak bahagia melihat usahanya untuk memelet farrel lewat warna lipstik yang ia pakai bereaksi sempurna.
Ayo farrel...!, Kemarilah... ! Ikutlah denganku...!, Tinggalkan wanita kampung itu, aku yang lebih pantas bersanding denganmu farrel, ungkap viona dalam hatinya.
Mampus kamu amel, sebentar lagi kamu akan menangis darah, karena sampai kapanpun kamu tidak akan pernah menang melawanku, viona tertawa dalam hati.
" Bang...!."
" Bang...!."
Amel heran melihat farrel tiba2 seperti orang terkena hipnotis, lalu amel mengikuti arah pandang mata farrel, sesaat kemudian mata amel langsung membola saat tau farrel melihat bibir viona yang sengaja dimainkan untuk menarik perhatian farrel.
Deg...
" Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah.. Allahuakbar... Allahuakbar.. Innalilahi wa' innalilahi rojiun !." amel beristigfar ber ulang ulang dalam hati.
Lalu amel mencoba menyadarkan farrel dengan menepuk bahunya sekeras mungkin dan alhamdulilah farrel langsung tersadarkan.
" Astagfirullah...!, aku kenapa sayang ?."
Farrel terjingkat kaget saat mendapat tepukan yang lumayan keras dibahunya, lalu mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mengingat apa yang terjadi barusan pada dirinya.
" Abang kena sesuatu !." jawab amel singkat.
" Sesuatu apaan sayang ?." farrel bingung.
" Abang lihat wanita itu !." amel menunjuk viona.
" Astagfirullah...!, lindungi hambamu ya allah." farrel mengelus dadanya.
Siaaaall....!, Lagi2 wanita kampung itu menggagalkan rencanaku, pada hal tinggal sedikit lagi farrel akan tunduk padaku, gerutu viona dalam hati.
Mata viona menatap amel dengan penuh rasa kebencian, awas kamu wanita kampung !, akan ku berikan pelajaran nanti gara2 kamu usahaku gagal lagi !, siaaall.
" maaf mbak apakah saya bisa beli air mineralnya itu satu, mau keluar terlalu jauh soalnya !."
" Oo bisa nyonya, tidak usah dibeli karena itu memang disediakan untuk pelanggan yang membutuhkan !."
" Terima kasih !."
" Sama sama nyonya !, apa tuan lagi sakit ?."
" Cuma sedikit pusing saja mbak, karena kurang istirahat ." amel memberikan alasan.
" Ini bang minum dulu airnya, setelah itu banyak2in ber istigfar !." bisik amel.
Farrel mengangguk saja sebagai jawabannya.
" Ini nyonya kadonya sudah selesai dibungkus !."
" Terima kasih mbak, sudah saya bayar kan tadi ?."
" Sudah nyonya, terima kasih atas kunjungannya !."
Amel membawa farrel keluar dari toko perhiasan, sebelum keluar ternyata ia melihat viona lagi asyik ngobrol sama teman2nya sambil menikmati snack, amel memutuskan untuk menghampiri viona dan mengatakan sesuatu.
" Hai viona... !."
" KAMU.....!."
" Mau ngapain kamu kesini ?."
" Aku gak mau ngapa ngapain kok, cuma mau bilang saja...!, lain kali kalau mau pakai sesuatu itu pakai yang ori biar manjur !, kalau pakai kw kan jadinya usahamu gagal dan gagal lagi..!." ucap amel dengan senyum yang sulit diartikan.
Deg.....
" Ma ma maksudmu apa...!."
Viona merasa gugup, takut kalau sampai teman2nya tau apa yang ia lakukan.
" Maksudku..... hanya kamu dan Tuhan yang tau !." jawab amel santai.
Deg....
" Kamu ini ngomong apa sih !, dasar gak jelas !, sudah pergi sana...!, ganggu kesenangan orang saja."
Viona bicara ketus pada hal dalam hatinya ada ketar ketir.
Tolong like, comment dan vote nya ya teman2 jika kalian suka, terima kasih !.
Alvaro harus tegas contoh kak Bayu dan keluarga
Di lanjut kak author