*DISCLAIMER*
❤️Dimohon dengan sangat agar membaca hingga bab 20- bab 40- bab 80. Hal tersebut sangat membantu Author untuk terus bersemangat menghasilkan karya baru.❤️
Kehidupan seorang gadis cantik berubah seketika saat sang kakak tewas di tangan Raja Makhluk. Kekuatan sihir misteri datang begitu saja dan membuatnya harus setiap menghadap setiap bahaya yang datang.
Bersama sang sahabat, Attalarik sang pemburu makhluk mulai menguasai kekuatan baru dan mengumpulkan bola-bola arwah yang akan mengambilkan kedamaian di muka bumi.
Hingga sebuah takdir besar mengikat kedua dalam satu ikatan, dan inilah kisah Mirabella yang tak lain reinkarnasi dewi bulan.
Jangan lupa
🌟 Like
🌟 Subscribe
🌟 Gift
🌟 Vote
🌟 Rate 🌟 5
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh enam
********
Semalaman Atta menjaga Bella yang menggigil kedinginan tetapi badannya cukup panas. Untung saja bola sembilan arwah mampu menahan luapan energi yang keluar dari tubuh Bella. Apalagi saat -saat tertentu aroma manis pada tubuh Bella menyerebak ke luar sehingga mengundang siluman dan arwah mendekati kawasan mereka.
Atta juga tak mengerti apa yang terjadi, meskipun arwah dan siluman tersebut terpanggil karena aroma tubuh Bella tapi mereka tak bisa mendekat. Jika nekat tubuh mereka akan segera lenyap berubah menjadi asap. Seolah-olah ada pelindung tak kasat mata dalam radius tertentu.
Sesekali Bella mengigau mengucapkan kata-kata yang sama sekali Atta tak mengerti artinya. Namun bahasanya mirip dengan beberapa mantra sihir yang sering Bella ucapkan. Mungkin ini ada hubungannya dengan penyatuan reinkarnasi Dewi bulan karena dua malam lagi terjadi malam bulan purnama biru.
Lolongan serigala terdengar begitu menyayat hati, padahal tempat tinggal Bella dan Atta jauh dari hutan dan berada di tengah kota. Malam ini Atta berusaha menahan rasa kantuknya demi menjaga Bella dan bola sembilan arwah.
Tak sedetikpun Atta meninggalkan Bella yang masih memejamkan mata. Dengan erat Atta menggenggam tangan Bella dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Sesekali menyeka keringat yang keluar dan membasahi keningnya.
Atta hanya bisa menuruti saran dari Vemort untuk tidak meninggalkan Bella dan diam saja saat melihat sesuatu yang aneh. Beberapa kali muncul sinar -sinar asing dari tubuh Bella, sesekali Bella pun berubah menjadi wujudnya dalam bentuk Dewi Bulan.
Di luar sana, sekumpulan makhluk dan siluman dari berbagai jenis tengah berjaga di sekitar batas area tertentu. Mereka berdatangan satu persatu karena mencium aroma kehidupan yang mereka cari selama ini. Beberapa makhluk dan siluman yang tak tahan dengan godaan aroma manis tersebut melangkah masuk dan langsung berubah menjadi asap dan menghilangkan. Para makhluk dan siluman yang melihat kejadian tersebut perlahan memundurkan langkahnya takut diri mereka akan mengalami hal serupa.
"Ahhhh aku sudah tak tahan lagi. Jiwaku meronta ingin segera meminum darah tersebut, pengendalian diriku ini hampir mencapai batas maksimal," ucap salah satu makhluk.
"Makhluk lemah sepertimu itu memang mudah sekali masuk dalam jebakan. Mereka yang tak sanggup mengendalikan napsu mereka pasti akan mengejar aroma manis ini," sahut siluman lainnya
"Ciihhhh maksudnya dirimu itu lebih kuat sehingga tidak terpedaya oleh daya pikat aroma darah manis itu hah?? Ayo kita bertarung untuk membuktikan siapa yang lebih kuat, aku atau kamu siluman jelek," ucap mahkluk tersebut tak terima dengan hinaan yang dilontarkan oleh siluman.
"Hai mengapa kalian malah ribut, semakin malam aroma manis ini semakin kuat, pasti akan mempengaruhi sisi nafsu yang kita miliki. Baik makhluk dan siluman semua memiliki efek yang sama. Jangan banyak bertengkar, yang harus kita pikirkan bagaimana cara kita bisa mendekat dan mencari tau siapa manusia yang memiliki darah manis."
"Kita tidak akan bisa mendekat, ini seperti sebuah segel pelindung. Dan malam ini manusia itu dengan melakukan penyatuan tubuh dan jiwa dengan dewi bulan. Ini merupakan peringatan bagi para makhluk dan siluman untuk berhati-hati setelah malam ini. Lihatlah ke langit, bulan di kelilingi oleh rasi bintang petunjuk, yang artinya sebentar lagi akan terjadi malam bulan purnama biru," terang salah satu makhluk.
"Itu artinya keberadaan kita tidak aman lagi?? Lalu apa yang kita bisa lakukan? Aku Masih ingin hidup dan menikmati kehidupan didunia manusia," tutur makhluk yang lainnya
"Hanya Raja Makhluk yang bisa menghadapi manusia terpilih. Sebaiknya kita pikirkan cara untuk melepaskan diri dari daya pikat aroma ini. Sekian lama aroma manis ini terlindung oleh sebuah segel agar keberadaannya tidak diketahui oleh makhluk dan siluman manapun. Dan ini jebakan, setiap makhluk atau siluman yang bernafsu dan berusaha mendapatkan darah manis akan berakhir tragis. Ini salah satu cara melenyapkan siluman dan makhluk secara masal.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
*
*
Setelah melewati malam panjang, Bella terbangun dengan tubuh yang lebih segar dan bertenaga. Sedangkan Atta masih tertidur setelah semalaman berjaga.
"Pasti semalaman kamu sangat cemas dan takut ya. Maaf sudah membuatmu khawatir dan terima kasih semalan sudah menjaga ku. Kali ini biarkan aku membalas apanya kamu lakukan," ucap Bella didepan wajah Atta.
Terlihat wajah Atta yang begitu damai dalam tidurnya, guratan tegas membuat Atta tampan tampan. Cekungan hitam bawah matanya menandakan jika semalam dia tidak tidur.
Bella mengalirkan energinya pada Atta, agar ketika bangun nanti tubuhnya tidak akan kelelahan. Bella sudah mendapatkan tambahan energi dan kekuatan baru. Tapi Bella perlu melatih diri untuk menguasai dan mengendalikan energi dan kekuatan itu agar tidak berlebihan ketika menggunakannya.
Bella meletakkan bantal di kepala Atta dan menyelimuti nya. Bergegas dia segera bangun dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Atta. Mendapati beberapa stok bahan makanan telah habis, Bella pergi ke beberapa toko untuk membelinya.
*
*
Semburat senyuman terkembang di bibir Atta di sepanjang jalan, tak henti hentinya memandang sebuah buku kecil berwarna biru. Seolah-olah ribuan kupu-kupu berterbangan disekelilingnya, rasa bahagia begitu membucah di hatinya.
Bagaimana tidak, hari ini Bella dan Atta sudah resmi menjadi sepasang suami istri setelah mengucapkan ikrar janji suci di tempat yang berwenang. Bella hanya tersenyum tipis melihat tingkah konyol Atta.
"Atta sudahlah, segera simpan buku tersebut nanti jatuh akan kotor dan rusak. Lagi pula apa kau tidak malu di lihat banyak orang, mereka semua memperhatikan mu Atta," ucap Bella dengan resah.
"Hehehe untuk apa malu, biarkan mereka semua tau jika aku sedang bahagia. Akhirnya kita sudah resmi sebagai suami istri, tapi apa kamu tiak bahagia Bella?" ucap Atta sesaat menghentikan langkahnya.
"Tentu saja aku bahagia Atta, tapi aku tidak bertingkah seperti mu yang terlihat mirip orang tak waras. Apa kau mau orang-orang menganggap mu orang gila hah??"
"Biarkan saja, aku tak peduli yang penting aku bahagia, aku sangat bahagia hari ini istriku," ucap Atta tepat di telinga Bella.
Membuat semburat kemerahan tercetak jelas di wajah Bella. Apalagi jarak mereka begitu dekat membuat Bella semakin gelisah, hatinya tak tenang.
"Ayo kita pulang, aku sudah lapar. Au ingin makan masakan yang di buat istriku pertama kali, ayo!!!" Ucap Atta sambil menarik tangan Bella
Setibanya di kamar Bella, Atta langsung menutup pintunya. Setelah menikah mereka bersepakat akan tinggal bersama di kamar kosan milik Bella. Bella tak ingin tinggal di kamar Atta yang terletak di lantai dua, terlalu cape jika harus bolak-balik naik tangga.
"Kenapa pintunya kamu tutup??" ucap Bella. Dia merasa ada hal yang buruk akan terjadi.
Dengan senyuman yang menyeringai licik, perlahan Atta berjalan mendekati Bella. Mau tak mau, Bella berjalan mundur namun sayangnya mentok hingga ke tembok.
Atta pun tak mau melewatkan kesempatan dengan segera dia mengukung tubuh Bella dengan tubuhnya hingga terhimpit di tembok.
"Sengaja, biar tak dilihat banyak orang," ucap Atta dengan senyum tersungging
Bella menjadi merindukan seketika, melihat wajah Atta yang tampak menyeramkan saat ini.
"Atta, bisakah kau mundur sedikit. Jarak kita terlalu dekat, aku merasa terlalu sesak," kilah Bella. Dirinya dag dig dug dengan posisi nya yang sangat dekat.
"Heii, bukankah kita sudah resmi menjadi suami istri sayang. Bahkan kita bisa lebih dekat dari ini," goda Atta.
"Atta, berhentilah menggodaku. Cepat minggir, bukannya kamu lapar dan ingin makan. Bagaimana caranya aku bisa masak jika posisi kita seperti ini," ucap Bella, dia mencari alasan agar bisa terlepas dari situasi yang menegangkan ini.
"Tak apa, bisa di tunda sebentar. Aku masih ingin menikmati wajah cantik istriku ini. Tak perlu gugup istriku, aku tidak akan bertindak lebih jauh," ucap Atta dengan mengoda.
Ahhh, Bella merasa hawa disekitarnya terasa semakin panas, dalam posisi seperti ini dia semakin tidak nyaman. Apalagi deru napas masing -masing terdengar saling bersautan. Bella tak ingin terlena dengan kondisi seperti ini.
Atta semakin bersemangat untuk menggoda Bella, dia tau Bella gampang terbawa suasana. Atta sengaja memanfaatkan situasi yang seperti ini, toh mereka juga sudah sah menjadi suami istri. Apapun bisa dilakukan.
"Bella, bolehkah aku menciummu???"
Atala kamu gak papa kan
alur dan diksi kata2nya..
syukurlah kalau energi dari dewi bulan, akhirnya bs masuk ke pedang Atta. mgkin krn efek energi baru makanya pedang berubah ada coraknya. semoga lain waktu mereka akan mendamaikam.bumi utk terus membinasakan iblis yang jahat.
Sukses terus buat karya"nya kak, semoga bisa mengahasilkan banyak karya" yg menarik lagi.. Fighting 😊
Bella sangat sayang kepada Sahabatnya Atta, hingga rela berkorban utk Ata. Salut sama Bella.