NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flash back.

Dua tahun lalu.

Rumah besar keluarga Bianca berada di kawasan elite Jakarta Selatan. Hari itu Sena datang untuk menjemput Bianca. Mereka sudah berpacaran selama delapan tahun, dan hubungan mereka berjalan baik -meskipun kadang Sena merasa ada yang kurang. Entah kenapa, mungkin karena Bianca yang selalu menolak jika diajak menikah? Tapi kenepa? Bukankah semua wanita senang jika di lamar dan menikah dengan kekasihnya? Atau mungkin Bianca tidak merasa jika Sena adalah pasangan yang tepat untuknya, sehingga dia masih ragu?

Apa yang membuatnya Ragu? Sena tampan, kaya, bisnisnya berjalan lancar, dan juga Sena adalah lelaki pertama yang sudah menyentuh Bianca. Karena itu jugalah, Sena merasa bertanggung jawab dan menginginkan Bianca menjadi istrinya, meskipun memang sifat Bianca agak susah dikendalikan.

Selain sifat egois itu, Bianca adalah wanita sempurna. Dia cantik, anggun, punya pekerjaan bagus, tak kalah sukses dari Sena. Mereka sangat serasi dipandang mata.

Mobil Sena memasuki halaman rumah Bianca, dan dia melihat sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Seorang gadis muda, mungkin berusia 17 atau 18 tahun, sedang menyapu halaman dengan tekun. Pakaiannya sederhana -kaus lusuh dan jeans usang. Rambutnya diikat kuda poni. Wajahnya kecil, kurus, dan terlihat sangat lelah.

Sena mengernyit. Pembantu baru? Tapi terlalu muda.

Dia keluar dari mobil dan berjalan mendekat. Gadis itu tidak menyadarinya. Dia terus menyapu, sesekali mengusap dahinya yang berkeringat.

"Permisi," sapa Sena.

Gadis itu terkejut, sapunya hampir jatuh. Dia menoleh cepat, dan mata mereka bertemu.

Dan Sena merasakan sesuatu yang aneh di dadanya.

Mata gadis itu... besar, cokelat, dan ada kesedihan di dalamnya. Kesedihan yang mendalam. Tapi saat dia tersenyum-meskipun senyum canggung- ada kehangatan di sana.

"Maaf, saya tidak tahu ada tamu," kata gadis itu cepat. "Saya... saya Aruni. Anda.. siapa...?"

"Sena." Sena mendekat. "Kamu... pembantu baru?"

Aruni tertawa kecil. "Bukan. Saya... anak angkat."

Sena terkejut. "Anak angkat?"

"Iya. Saya diangkat oleh Mama Melati dan Papa Bastian dua minggu lalu." Aruni menunduk malu. "Maaf, saya mungkin tidak terlihat seperti anak angkat keluarga ini. Saya..."

"Kamu baru datang?"

"Iya. Baru dua minggu."

Sena terdiam. Dia tidak tahu kalau keluarga Bianca mengangkat seorang anak. Bianca tidak pernah bilang.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sena pelan.

"Nyapu halaman. Kak Bianca minta saya membersihkan halaman karena ada tamu yang akan datang." Aruni tersenyum kecil. "Ternyata tamunya Mas Sena."

"Kak Bianca? Kamu memanggilnya kakak?"

"Iya. Dia kakak angkat saya." Aruni menggigit bibir.

“Kalau kamu adiknya, kenapa mau menyapu? Bukankah ada ART?”

Aruni tersenyum canggung, “Sa-Saya.. saya sudah biasa bekerja. Dan lagipula.. Saya nggak keberatan kok, kalau cuma bebersih rumah, sudah biasa.”

Sena mengerutkan kening. “Lakukan saat kamu senggang. Aku yakin Tante Melati dan Om Bastian, nggak mengangkat kamu sebagai anak untuk bekerja. Dia punya banyak ART di rumah ini. Mending kamu gunakan waktu luangmu buat belajar! Itu lebih baik.”

Aruni terdiam mendengar ucapan Sena. Entah kenapa, Sena bisa melihat mata Aruni berkaca-kaca setelah mendengar ucapannya.

“Kenapa? Ada yang salah? Apa ucapanku nggak sopan?” batin Sena merasa bersalah.

Aruni tersenyum canggung lalu kembali menyapu.

Senyum yang tak bisa dilupakan oleh Sena, senyum aneh yang membuat orang jadi sedih saat melihatnya.

Karena suasana terasa canggung, Sena pun bergegas masuk ke dalam rumah untuk menemui Bianca.

Saat Sena masuk, Bianca turun dari lantai dua. Dia mengenakan gaun indah, rambut terurai sempurna bak seorang putri, berbanding terbalik dnegan penampilan Aruni yang lusuh. Dia tersenyum manis melihat Sena, lalu berlari kecil –mendekat dan memeluknya erat.

"Sena! Aku kangen banget. Dinas luar kotanya lama amat sih, hampir tiga minggu loh!” ucap Bianca. Pelukannya semakin erat ketika Sena menunduk untuk mencium pucuk kepalanya, dan membelai rambut halusnya.

“Sorry Honey, ternyata proyeknya ada beberapa kendala. Aku akan ganti tiga minggu kemarin dengan menghabiskan waktu denganmu seharian.” Bisik Sena sambil mengecup telinga Bianca.

Saat tak sengaja mata Sena menatap pintu, dia melihat Aruni –gadis itu memandangi dirinya dan Bianca dengan wajah memerah dan mulut melongo –lucu.

“Dasar bocah!” kekeh Sena dalam hati.

Sena dan Bianca saling melepas pelukan.

“Siap?” tanya Sena sambil menatap Bianca penuh cinta.

“Kita mau kemana?” tanya Bianca antusias.

“Aku baru beli Vila di puncak. Kau mau menginap di sana dua hari ini? Mumpung weekend?”

Bianca mengangguk cepat. “Aku pack baju-baju dulu!” ucapnya riang dan kembali berlari ke lantai atas, menuju kamarnya.

Tak menunggu waktu lama, Bianca muncul dengan membawa satu koper besar berisi baju-bajunya.

Sena terkekeh, “kita hanya mengnap dua hari, Honey. Bukan sebulan!”

Bianca mencibir, “suka-suka aku, lah…”

Sena tak bisa berkata-kata lagi. Di hanya mengabil alih koper dari tangan kekasihnya dan membantu membawanya sampai ke mobil.

“Heh! Runi! Bilangin mama sama Papa, aku nginep di Vila Sena, ya!” ucap Bianca jutek.

“Kak Bianca… nggak nunggu Mama sama Papa dulu? Tanya langsung… takutnya mereka ngak kasih ijin-“

“Udahlah! Bilang aja kayak gitu! Nggak usah ikut campur!” Bianca makin ketus. Dia memang paling nggak suka di atur-atur, apalagi sama anak yang baru saja muncul kayak si Aruni ini.

“Stt, Bii…” Sena berusaha menenangkan kekasihnya. Lalu menoleh ke arah Aruni, “Kamu tenang saja, nanti aku telpon OM dan Tante. Mereka pasti ngijinin, kok.”

Aruni menatap Sena sambil mengagguk-anggukkan kepalanya beberapa kali.

 .

Mood Bianca langsung berubah jelek gara-gara ucapan Aruni barusan. Sepanjang perjalanan dia terus cemberut. Sena tentu saja menyadarinya, dia melirik Bianca lalu menghela napas panjang.

“Katanya dia adikmu, kenapa kamu ketus sekali?” ucapnya sambil terus menyetir mobil.

“Ck! Di bukan adikku, ya! anak nggak jelas asal-usulnya itu dibilang adik? Dia itu cuma numpang hidup! Orang miskin yang diangkat anak sama Mama. Aku heran deh, sama Mama! Kenapa sih, dia repot-repot mengurusi anak itu! segala pake diangkat anak! Emangnya bakal dapat apa ngangkat anak itu orang kampung!”

“Sshtt. Jangan gitu dong, Bii.. kan malah enak, kamu jadi punya temen di rumah. Anaknya juga kelihatannya baik. Polos-“

“iyalah! Anak kampung! Ya emang polos –bego, bloon-“ Bianca melirik Sena. “Kenapa? Kamu naksir?”

“Astaga Bii… nggak lah! Anak kecil begitu!”

“Oh, berarti kalau dia udah gede, kamu mau?!” Bianca makin kesal.

“Enough! Oke! Nggak bakal ada habisnya obrolan ini, karena kamu lagi bête. Mending stop sampai di sini! jangan dilanjutin lagi!” Sena menutup mulutnya rapat, tak mau lanjut bicara. Dia takut emosinya ikut keluar karena kata-kata kasar Bianca.

Sejak saat itu, demi tak memancing marah dari kekasihnya, Sena berusaha menjaga jarak dengan Aruni. Namun karena itulah, tanpa sengaja Sena jadi sering memperhatikan gadis itu –diam-diam, hingga membuatnya merasakan sesuatu yang aneh di dadanya. Sena berusaha mengacuhkannya. Tak mau mengorek perasaan ini lebih dalam, dan membiarkannya menghilang perlahan.

Tapi siapa sangka, dua tahun kemudian, gadis itu malah menjadi istri Sena.

Mungkinkah takdir sedang mempermainkannya?

1
hiro_yoshi74
bisa galon juga mas brooot kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: heran dah plin plan gitu butuh aqua kali kk 🤭
total 2 replies
Hiro Yoshi
ih bahaya ta Lina sama bikin sahabatan
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
Tamie
gaes... yuk like dan komen sebanyak-banyaknya, biar novel ini rame dan othor-nya semangat nulisnya ya.. hehehe... love you to the bone.. eh to the moon...🤭🤭
Hiro Yoshi: gabut kk hiburan ku cuma bc nopel
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
hiro_yoshi74
ciiiie ...... yg mulai peka terhadap rangsang .....
hiro_yoshi74
wes lumayan run ngo samgu merem ......
hiro_yoshi74
nah kan malah treveloka ru .....🤣
hiro_yoshi74
aku tau otak mu mas brott..... pasti mau perpanjang dari setahun jadi selamanya .
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
hiro_yoshi74: he e.... yang pasti posesip bngt dah
total 2 replies
hiro_yoshi74
wk wk ..... macam guguk bae vi di rantai .

emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
hiro_yoshi74
patik🔥 terus dit sampe mas brott tebakar api cembokur 🔥
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
Tamie: Adit lg jd kompor mbleduk 🤣😅
total 1 replies
hiro_yoshi74
nass jangan bilang idenya sesat modelan vivi kk tam ?


kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk


..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: jangan bilang mau cekokin 🥂 pulang" jadi es teler 🤭
total 2 replies
hiro_yoshi74
rejeki nomplio0k vi ......
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
hiro_yoshi74
kalah telak .. selamat menjilat ludah sendiri 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
tak kirain vivi tepi lebih kalem dari runi ehhhhhhh kok modelan bisikan setan yg terkutuk kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
semangat kk tam aku
padamu
bnyak tiponya
Tamie: iya ngerti bgt lah..... pokoke i lop u pull...
total 6 replies
hiro_yoshi74
cieee ms broot mulai posesip 🤭💃
hiro_yoshi74
wah sesat vi.
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
yg pwnting kenyang dulu run malunya no 2 in aja🤭
hiro_yoshi74
wk ,,,, kejawab sudah penasaran nya .....
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
Tamie: 🤭🤭🤭🤭.....
total 1 replies
hiro_yoshi74
kok nyesal ????....
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭
hiro_yoshi74: nah kan bikin penasaran ........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!