Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang
Nasya melihat kiri kanan menunggu kedatangan Dikta untuk melihat penampilan sang anak tapi tidak ada tanda-tanda kehadiran sang suami.
Vania naik keatas panggung tapi sang suami belum juga datang membuat Nasya semakin khawatir,apa Dikta benar-benar tidak memperdulikan Vania.
"Apa sebegitu tidak berharga nya Vania di mata kamu mas, hingga kamu lebih mementingkan perempuan itu" batin Nasya
"Sabar Dikta pasti akan datang Nas, percaya pada mama" ucap Bu Retno mencoba menenangkan Nasya dan diangguki Nasya pelan meskipun tidak yakin tapi Nasya tetap berusaha tersenyum dia tidak mau terlihat rapuh di hadapan anak semata wayangnya itu.
"Hufs...." terdengar hembusan nafas Dikta yang baru saja duduk di sebelah Nasya,Dikta buru-buru datang karena takut terlambat.
"Aku pikir kamu tidak akan datang mas"ujar Nasya pelan
"Aku ingin memberikan semangat untuk Vania anak ku jadi aku datang"sahut Dikta
"Aku pikir lebih penting perempuan itu dari pada Vania" sindir Nasya lagi
"Aku tidak ingin berdebat di hari bahagia Vania,Nas! Tolong jangan bicara apapun juga" tekan Dikta mencoba fokus menatap sang buah hati yang mulai membacakan puisi nya.
Nasya sedikit lega karena Dikta mau datang di acara penting Vania meskipun karena di paksa mama nya yang jelas Dikta datang.
****
Aliya menyeka keringat nya hari ini dia benar-benar ingin meluapkan emosi nya pada Dikta dengan cara membersihkan satu apartemen Farel.
Gila memang kedengaran nya tapi hal ini bisa sedikit membantu Aliya terlupa akan sosok Dikta.
"Beres.....sudah bersih semua" ujar Aliya tersenyum melihat apartemen Dikta sudah rapi, seperti nya apartemen ini memang jarang di bersihkan buktinya banyak debu di mana-mana,apa Farel tidak menyewa pembantu atau cleaning service pikir Aliya.
Aliya sedikit menggeser posisi yang ada di dalam apartemen seperti vas bunga dan juga beberapa pajangan yang terletak tidak rapi menurut Aliya.
Perempuan bertubuh mungil ini mengambil air es dan duduk di sofa,dia sangat lelah saat ini, lelah pikiran dan lelah badan seperti nya tidur sejenak harus di lakukan.
Tanpa Aliya sadari dia memejamkan mata nya perlahan.
****
"Papa" pekik Vania mendekat ke arah Dikta dan memeluk nya
"Terimakasih papa sudah mau tidak datang"
"Iya sayang, penampilan kamu bagus" puji Dikta
Vania mengenal kan Dikta pada beberapa teman akrab nya karena mereka penasaran dengan cerita Vania yang mengatakan papa nya sangat tampan,hati Dikta tersentuh haru saat Vania dengan wajah bangga menceritakan sang papa yang seorang pekerja keras dan menyayangi keluarga,Dikta merasa terpukul tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa melepaskan Aliya begitu saja,dia mencintai Aliya bahkan kini Dikta berniat akan mencari Aliya kemana pun,dia tidak ingin berpisah dari Aliya.
"Sayang sudah selesai acara nya?" tanya Dikta lembut
"Sudah pa,tapi aku mau papa dan mama memberikan ku hadiah"pinta Vania
"Apa?"
"Makan siang bertiga di restoran" jawab Vania, sebenarnya permintaan Vania sangat lah simpel dan mudah di wujudkan tapi tidak menurut Dikta,dia tidak bisa memperlihatkan keluarga nya pada publik, bagaimana kalau di restoran nanti ada rekan bisnis nya,atau pun orang kantor nya? Dia harus bicara apa? Nasya istri nya? Lalu bagaimana perasaan Aliya jika tau dia dan Nasya makan bersama? Banyak pemikiran yang tercipta di otak Dikta.
"Dikta kita makan bersama,mama dan papa juga ingin bicara dengan kamu"ujar bu Retno membuat Dikta mengangguk kecil dia tidak bisa menolak kali ini karena permintaan mama nya,lagi pula tidak ada salah nya menyenangkan hati Vania karena setelah ini Dikta mungkin akan sibuk mencari Aliya.