Putri Kasandra tidak menyangka di malam pertamanya dirinya di bunuh oleh suaminya yang bernama Pangeran Ke 3 dengan di bantu adik tirinya bernama Putri Valena. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Putri Kasandra bersumpah jika diberikan kesempatan kedua maka dirinya akan membalas perbuatan mereka dan juga orang - orang yang berani mengusiknya.
Putri Kasandra tidak menyangka dirinya terlahir kembali dimana dirinya satu tahun sebelum dirinya di bunuh oleh suaminya dan adik tirinya. Putri Kasandra yang sudah tahu jalan ceritanya dan tipu muslihat mereka langsung membalas perbuatan mereka yang tidak pernah mereka duga sama sekali.
Apakah rencana balas dendamnya berhasil? Ikuti yuk kisahku sampai tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raja Gempita dan Ratu Gempita
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan seperti biasa Ibu Ibu Angelica sudah bangun jam empat pagi dan kini duduk di meja rias di mana seorang pelayan menyisiri rambut Ibu Angelica.
"Nyonya Besar Angelica sangat cantik hari ini." Ucap pelayan tersebut.
"Terima kasih atas pujian. Aku tampil sangat cantik karena Aku akan bertemu dengan kedua orang tuaku dan tidak sabar rasanya untuk melihat orang tuaku datang." Ucap Ibu Angelica sambil tersenyum.
"Raja dan Ratu dari Kerajaan Gempita datang." ucap salah satu penjaga gerbang tiba - tiba berteriak.
Bersamaan gerbang terbuka dengan lebar kemudian Raja dan Ratu dari Kerajaan Gempita berjalan ke arah rumah milik Ibu Angelica. Para pelayan berjejer dengan rapi sambil memberikan hormat ke mereka berdua.
"Selamat datang Raja dan Ratu dari Kerajaan Gempita." Sambut para pelayan dan para penjaga dengan serempak.
Raja dan Ratu hanya menganggukkan kepalanya sambil melanjutkan langkahnya hingga mereka sampai di ruang keluarga yang sangat luas tapi lebih luas ruangan milik Ibu Ririn.
"Tidak perlu terlalu sopan, bangunlah." Ucap Ratu Gempita sambil berjalan ke arah Ibu Angelica.
"Lihatlah kamu, kamu semakin kurus dan membuat Ibu kuatir dengan kondisimu." Ucap Ratu Gempita.
"Ibu, Aku sudah dewasa dan Aku bisa mengurus diriku sendiri." Ucap Ibu Angelica sambil tersenyum.
"Di mana Albert dan Kasandra? Kenapa Aku tidak melihat mereka dalam perjalanan ke sini?" Tanya Ratu Gempita.
"Mereka di kirim ke rumah terpencil sebelumnya yang berada dipinggiran hutan dan baru kembali beberapa hari yang lalu. Aku merasa mereka masih tidur di kamar mereka karena biasanya mereka bangun jam lima pagi dan sekarang masih jam empat lebih." Jawab Ibu Angelica.
"Jika Ibu dan Ayah ingin melihat mereka, Aku akan memanggil pelayan untuk membawa mereka ke sini untuk menemui Ayah dan Ibu." sambung Ibu Angelica.
Ibu Angelica sengaja mengatakan kalau kedua anaknya berada di rumah terpencil dipinggiran hutan karena dirinya ingin membalas perbuatan madunya. Di mana madunya meminta pertolongan ke Ibu Ambar sekaligus Ibu mertua mereka karena itulah Ibu Angelica ingin membalasnya.
"Kenapa mereka di kirim ke rumah terpencil di pinggiran hutan?" Tanya Ratu Gempita sambil menahan amarahnya.
"Kenapa suamimu mengijinkannya?" Tanya Raja Gempita yang sejak tadi diam sambil menahan amarahnya.
Ke dua orang tua Ibu Angelica sangat yakin kalau ini pasti perbuatan Ibu Ririn di mana Ibu Ririn meminta bantuan Ibu Ambarnya sekaligus besannya. Mereka juga tahu kalau Ibu Angelica tidak bisa berbuat apa - apa jika Ibu mertuanya memerintahkan sesuatu.
"Ayah, Ibu tenanglah. Ini dikarenakan Albert dan Kasandra tertular virus mematikan oleh sebab itu mereka di kirim ke rumah terpencil dipinggiran hutan." Ucap Ibu Angelica sambil memijat ke dua bahu Ratu Gempita dengan lembut.
Hal itu tentu saja membuat Ratu Gempita duduk di kursi sambil menikmati pijatan Ibu Angelica.
"Wabah itu memang berbahaya tapi mengapa kedua cucuku di kirim ke sana?" Tanya Ratu Gempita dengan menahan amarahnya.
"Ibu, itu bukan kemauan Aku karena Aku Ibunya tapi itu perbuatan Ririn di mana Ririn meminta bantuan Ibu mertua untuk menyuruh ke dua anakku untuk pergi ke rumah terpencil." Jawab Ibu Angelica dengan wajah sedih sekaligus menahan amarah dalam waktu bersamaan.
"Ibu sudah menebaknya pasti perbuatan wanita jahat itu." Ucap Ratu Gempita sambil menggenggam kedua tangannya dengan erat.
"Ayah ingin tahu kenapa Alex menikahi wanita jahat itu dan ceritakan semua yang tidak Ayah ketahui?" Tanya Raja Gempita.
Semenjak Ayah Alex menikah lagi, Raja Gempita dan Ratu Gempita jarang datang hal itu dikarenakan mereka sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh menantunya. Ibu Angelica kadang datang ke istana Gempita bersama kedua anaknya sedangkan suaminya yang bernama Alex mencari berbagai alasan agar tidak bertemu dengan kedua mertuanya seperti sekarang ini.
Sejak kejadian itu Raja dan Ratu Gempita tidak bertanya apa yang dilakukan oleh Ayah Alex dan Ibu Ririn karena mereka menganggap Ayah Alex dan Ibu Ririn tidak ada. Tapi karena melihat Ibu Angelica kurus di tambah kedua cucunya di kirim ke rumah terpencil dipinggiran hutan membuat kedua orang tuanya penasaran apa yang terjadi selama ini.
Ibu Angelica menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengurangi rasa sesak dihatinya sambil mengingat apa yang terjadi waktu itu.
"Ketika Ririn mengatakan kalau Kak Alex menodainya membuatku bertanya pada Kak Alex dan Kak Alex menjelaskan padaku. Kalau saat itu Kak Alex terkena obat perang sang sehingga tidak bisa menahannya untuk tidak melakukannya. Aku percaya dengan apa yang dikatakannya karena Kak Alex tidak mungkin berbohong terlebih selama ini banyak wanita yang menggoda Kak Alex tapi Kak Alex sama sekali tidak memperdulikannya." Ucap Ibu Angelica.
"Namun ketika Kasandra terpeleset ke dalam kolam dan hampir tenggelam beberapa hari yang lalu .. ( menjeda kalimatnya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan ) ... Tidak berapa lama setelah kejadian itu Albert terinfeksi virus yang mematikan. Aku sangat yakin kalau semua yang terjadi pada Kak Alex, Kasandra dan Albert adalah bagian dari rencana jahat Ririn untuk menghancurkan Aku." Ucap Ibu Angelica.
"Ternyata pepatah yang mengatakan kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ternyata memang benar adanya. Ibunya merayu Ayahmu dan kini putrinya merayu suamimu hanya bedanya Ayahmu sangat kuat dan tidak menikahi wanita itu." Ucap Ratu Gempita.
"Ibu dan Ayah selama ini tidak pernah datang ke sini disebabkan kami sangat kecewa dengan Alex karena menikahi wanita itu. Kami berpikir wanita itu tidak mungkin melakukan perbuatan keji tapi ketika kami mendengar cerita darimu kalau kedua cucu kesayangan kami tinggal di rumah terpencil membuat kami curiga karena itulah kami menanyakanmu secara lebih detail tentang apa yang terjadi selama ini. " Sambung Raja Gempita menjelaskan kenapa mereka jarang datang.
"Setelah kami tahu dari ceritamu, membuat kami ingin memberikan pelajaran ke wanita jahat itu." Sambung Ratu Gempita sambil menahan amarahnya.
"Tapi Ibu, Ririn sekarang lagi hamil dan Ibu Ambar sangat perduli padanya hal itulah yang membuatku tidak bisa melakukan apapun padanya." Ucap Ibu Angelica.
"Apalagi baru - baru ini Ririn meminta Ibu Ambar rumah yang sangat besar langsung dikabulkan saat itu juga. Hal itu membuat Ririn menjadi semena - mena dan sok berkuasa di rumah ini." Sambung Ibu Angelica.
Tiba - tiba datang Ibu Ririn dengan pelayan setianya kemudian memberi hormat.
"Salam Raja dan Ratu." Ucap Ibu Ririn sambil berlutut.
"Salam Yang Mulia Raja dan Ratu." Ucap pelayan yang juga berlutut.
"Huh! Bangun!" Perintah Ratu Gempita dengan nada ketus.
'Semasa Ibuku masih hidup, Ibuku setiap hari selalu di tindas oleh Ratu Gempita hingga akhirnya Ibuku bunuh diri. Aku hanya bisa membalasnya lewat putri mereka dengan cara merebut suaminya dan mencelakai putri mereka serta ke dua cucu mereka.' Ucap Ibu Ririn dalam hati sambil menahan amarah dan dendam terhadap Ratu Gempita.
"Aku harus berhati - hati dengan Ratu Gempita, terlebih Raja Gempita karena Raja Gempita selalu mendengarkan dan menuruti apa yang dikatakan Ratu Gempita tanpa melihat siapa yang salah dan siapa yang benar.' Sambung Ibu Ririn dalam hati.