7
Bara Alfano Dirgantara. Laki laki tampan dengan ke-narsisan tingkat tinggi. Ia adalah seorang pengusaha muda pemilik perusahaan Dirg'Corp. Memiliki wajah tampan, merupakan anugerah terbesar yang ia miliki, karena dengan wajah tampannya ia bisa merasakan dicintai oleh banyak wanita di sekelilingnya.
Tapi hal itu ternyata tidak berlaku bagi Aylin, karena bagi Aylin, Bara adalah sosok laki laki paling menyebalkan yang pernah ia temui. Namun pertemuan antara Bara dengan Karin, putri dari Aylin. Membuat Karin merindukan kehadiran ayah yang tidak pernah ia temui selama ini. Lalu akankah permintaan Karin tentang kehadiran sosok Ayah akan Aylin kabulkan dengan menerima Bara sebagai suaminya? Ikuti kisahnya
Jangan lupa dukungannya, dan jangan lupa follow instagram aku @Ratu_jagad_02
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu jagad 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Bara telah siap dengan setelan rapi. Hanya tinggal menyisir rambut, maka persiapannya selesai. Ia melihat penampilannya melalui cermin. Penampilannya tidak buruk, seperti biasa ia selalu terlihat tampan. Hanya saja bagian matanya terlihat sayu, mungkin efek karena tidak tidur tadi malam membuat mata Bara benar benar terlihat sayu.
Ya, bagi sebagian orang, begadang adalah hal yang biasa. Tapi percayalah, bagi Bara itu adalah sesuatu yang tidak biasa. Karena selama ini Bundanya selalu membatasi jam tidurnya. Mungkin terdengar aneh, tapi inilah cara Bundanya menjaga pergaulannya, yaitu dengan cara tidak mengizinkannya tidur terlalu malam dan tidak membiarkannya bermalam di sembarang tempat tanpa pengawasan. Namun setelah ia beranjak dewasa, Bundanya sudah mulai sedikit membebaskannya. Tapi matanya sendiri yang terkadang tidak bisa diajak kompromi untuk tetap terjaga
Bara keluar dari kamar, dan mendapati sang Bunda yang tengah menyiapkan sarapan di meja makan "Pagi Bun..." sapa Bara
"Pagi Sayang"
"Mmm Bun... aku ingin berangkat lebih pagi hari ini" ucap Bara membuat kegiatan Bunda yang tengah menata makanan terhenti
"Kenapa?" tanya Bunda
"Mmm aku ingin mengantar Aykin dan putrinya Bun, sekalian ingin modus juga dan numpang makan di rumah mereka" ucap Bara cengengesan
Bunda menatap datar putranya. Lalu tanpa banyak kata, ia langsung mengambil rantang, dan mengisinya dengan berbagai masakan yang telah ia buat. Ia hanya menyisakan sebagian saja untuk makannya dan sang suami nanti
"Ini, bawakan untuk Aylin dan putrinya. Laki laki masa modus, laki laki itu membiayai bukan malah meminta makan" omel Bunda
"Namanya juga usaha Bun"
"Sudahlah, bawakan saja makanan ini untuk mereka, katakan bahwa ini dari Bunda"
"Siap Bun" Bara langsung mengambil alih rantang tersebut
"Ehh... Bara tunggu dulu"
"Ada apa Bun?"
"Kau ingin menemui Aylin dan putrinya? Itu artinya kau masih tetap ingin mendekati Aylin walaupun belum tahu jelas status Aylin dan putrinya yang sebenarnya?" tanya Bunda Sekar
"Semua orang punya masa lalu Bun, seperti aku yang juga pernah sangat suka memacari banyak wanita. Tapi sekarang aku sadar bahwa itu tidak ada gunanya, dan aku menyesal dan memutuskan meninggalkan mereka semua. Aku yakin dengan pilihanku kali ini bahwa Aylin adalah wanita baik baik yang akan menjadi pelabuhan terakhir untukku. Aku hanya tinggal mendekatinya saja, lalu menanyakan secara detail tentang dirinya. Tidak untuk menghakimi, tapi untuk mengenal lebih dalam dirinya sesuai dengan apa yang Ayah dan Bunda harapkan" jelas Bara panjang lebar
Bunda Sekar tersenyum mendengar penjelasan putranya. Ia memutari meja makan, dan mendekati putranya, lalu memberikan kecupan sayang di puncak kepala sang putra. Ia tidak menyangka kalau sekarang putranya sudah benar benar dewasa dalam segala hal.
"Bunda bangga padamu Nak" Bunda memeluk putranya yang juga langsung mendapat balasan dari Bara "Sampaikan salam Bunda untuk Aylin dan putrinya. Katakan pada Karin bahwa Oma sangat menunggu untuk bertemu dengannya"
"Bun..." Bara sampai tidak bisa berkata kata mendengar ucapan Bundanya, bolehkah sekarang ia berpikir bahwa sang Bunda merestui hubungannya dan Aylin
"Selamat berjuang untuk membawa mereka masuk kedalam keluarga kita" ucap Bunda Sekar kemudian
"Terima kasih Bun. Kalau begitu, aku berangkat, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
Bara menghentikan langkah dan menengok Bundanya kembali "Katakan pada Ayah, maaf karena tidak bisa berpamitan padanya. I love you Bunda" ucap Bara lalu melenggang keluar dengan hati yang berbunga bunga
Ya, setelah berpikir selama satu malam penuh, akhirnya Bara menemukan jawabannya. Sebuah jawaban yang seakan memberatkannya untuk tetap memperjuangkan Aylin. Karena hatinya tidak mungkin salah dan tidak akan mungkin berbohong. Hatinya seakan terus memberi keyakinan padanya bahwa Aylin adalah pilihan terbaik yang harus ia perjuangkan, dan kini ia hanya mengikuti kata hatinya