masih butuh banyak revisi
Gea seorang gadis wolf lemah yang di reject oleh matenya tepat saat hari pengangkatannya menjadi alpha di silver moon pack.
Penolakan yang diterimanya, membuat sisi lain dari dirinya terbangun setelah sekian lama tertidur, ia mewakili Gea menerima penolakan itu.
Setelah persetujuan atas penolakan itu telah ia setujui, Gea berubah menjadi serigala putih dengan mata silver, dengan dikelilingi cahaya silver.
Orang-orang berdecak kagum melihat rupa serigala Gea, termasuk Kevin, alpha yang baru diangkat beberapa menit yang lalu.
Hingga Luna terdahulu pun menceritakan segala kebenaran dan rahasia yang selama ini mereka sembunyikan, suatu kebenaran yang membuat Andre menyesali segala perbuatannya pada adiknya itu.
Bisakah semuanya kembali membaik?!
Bisakah Alpha membawa kembali Luna packnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilang lagi
Meskipun ia memang mengakui jika Evan serigalanya itu cerdik dan kuat tapi di sisi lain dia juga bisa bersifat menjengkelkan
"Aku ingin memberi tahu mu tadi tapi kau terlihat sibuk dan saat aku mendengar laporan dari warrior itu aku sudah tidak bisa menahan diri jadi aku baru memberi tahu sekarang karena emosiku sudah stabil"
Setelah berkata demikian kevin langsung memutuskan Mydlink mereka karena dalam pikirannya sudah menemukan ide yang bagus dan yang paling utama harus di lakukan.
"Dan apa Kevin kenapa kau menggantungkan ucapan mu itu?"
Sekarang ini yang mulai kesal adalah beta-nya bukan lagi dirinya ia sadar jika sudah terlalu lama ia tidak mencengkram dengan sahabatnya ini dan membuatnya jengkel karena terlalu lama mendengar penuturan evan serigalanya tadi
"Dan... kita harus secepatnya membuat gea mengingatku sebagai mate-nya karena hanya mate-nya yang bisa membantunya di medan perang nanti"
"Hmm..baiklah meskipun aku masih kurang rela jika dia bersama mu tapi kali ini aku akan membantumu dan jika kau menyakiti adikku lagi maka aku akan membawa gea pergi dan meninggalkan jabatan ku ini"
"Baik, terima kasih kali ini aku akan membuat dia bahagia dan selalu menjaga perlindungannya"
Sinar matahari memasuki jendela kamar itu, membuat gadis itu terbangun dari tidur nyenyak nya. Ia berjalan menuju depan cermin, menatap dirinya sekilas lalu menggerakkan tangannya. Sesuatu yang baru ia sadari kemarin malam, ketika hendak ingin tertidur bahwa ia memiliki kekuatan lain dimana ia bisa mengganti penampilannya sesuka hatinya.
Berjalan menuju balkon gadis itu kembali merenungi nasibnya bingung dengan kehidupanku, aku bingung mengapa aku bisa seperti ini sekarang. Aku tahu jika aku adalah lambang dari kedamaian kaum immortal namun,apakah aku harus seperti ini terus.
Sudah lama tapi aku masih saja belum mengetahui siapa mate-ku yang sesungguhnya, padahal sebentar lagi perang itu akan terjadi. Bagaimana bisa aku memenangkan perang itu jika mate-ku saja tidak berada di sampingku saat ini.
"Arght apa yang harus aku lakukan sekarang"
Tatapan gadis itu kosong, hanya lamunan yang bisa ia lakukan setiap saat. Tak bisa bepergian karena seluruh pack ini telah di jaga oleh ribuan warrior tak terkecuali dengan bagian atap pack ini.Binggung, perasaan itu yang selalu menyelimuti pikiran dan hati gea selama ini.
Ia berpikir dirinya bukanlah luna?? Bukan anggota penting dalam pack ini, dirinya hanya sekedar tameng pelindung bagi kaumnya dan adik dari sang beta pack ini. Tak lama ia berdiri merenung, dua orang pria bersayap putih itu perlahan datang menghampiri dirinya
"Hormat kami Queen!!"
"Queen!! Oh Goddess apa lagi ini!" Batin gea memikirkan kembali perkataan orang yang ada di hadapannya sekarang ini
"Sss..siapapun kalian??" Ucap gea dengan nada suara yang agak bergetar karena takutnya
"Tidak perlu takut queen kami adalah junjungan mu dari negeri atas, negeri kaum angel" ucap salah satu di antara keduanya
"Perkenalkan namaku Aaron, dan ini adalah kembaran ku Arnold kami datang kemari untuk membawa anda ke istana"
"Hah, aku masih tidak mengerti apa maksud kalian"
Jujur, Gea sekarang tambah kebingungan dibuatnya belum tentang masalah mate-nya, lalu sekarang apa lagi ini mereka sampai memanggilnya dengan sebutan queen. Sang pemimpin terbesar kaum immortal, bagaimana bisa ini terjadi.
"Ikutlah bersama kami dahulu queen, nanti kami akan menjelaskan semuanya pada anda"
"Hmm, baiklah" ucap Gea dengan rasa yang masih sangat ragu yang mendominasi pada kedua makhluk di depannya sekarang ini
sekarang mereka bertiga pun, telah berkumpul membentuk suatu segitiga dengan gea yang menjadi puncaknya setelah itu mereka mengarahkan tangannya ke tengah-tengah lepas setelah itu sebuah cahaya putih muncul di tengah-tengah mereka lebih tepatnya cahaya yang berasal daru tangan Gea yang lebih mendominasi.
Dalam hitungan detik saja sekarang mereka telah menghilang lebih tepatnya sudah tidak berada di ruangan itu lagi. bahkan tidak ada yang tau akan hal itu, para penjaga yang di tugaskan untuk memantau keamanan luna mereka saja tidak menyadarinya sedikitpun karena kekuatan yang di miliki oleh para angel sangatlah kuat.
lepas setelah mereka menghilang seseorang memasuki ruang kamar bernuansa putih itu dengan perasaan yang sangat rindu, pada sosok yang beberapa waktu lalu, namun alangkah terkejutnya dia ketika melihat ruangan itu sudah kosong, tak ada seorangpun yang menghuni ruangan itu. dimana mate-nya? dimana luna nya? dan kemana perginya gea?, amarahnya mulai melonjak, ,matanya kini telah berubah warna. evan wolf-nya sudah mengambil ahli tubuhnya tanpa persetujuan Kevin.
"arght.... dimana luna ku??" Di bandingnya seluruh barang dan benda yang ada di hadapannya itu, kaca dan cermin yang ada di ruangan itu telah hancur berkeping- keping
"ANDRE kumpulkan seluruh prajurit yang berjaga"
"Baik alpha tapi apa yang terjadi"
"Gea hilang!"
"APA!!! ****"
Koneksi merekapun telah terputus tepatnya diputuskan oleh andre, mendengar bahwa adiknya menghilang membuatnya merasa tidak berguna sebagai seorang kakak yang sama sekali tidak bisa menjaga adiknya.
Beberapa saat kemudian, semua prajurit pun telah di kumpulkan di halaman belakang pack. Ada sekitar 500 prajurit pack yang ada di sana, mereka begitu merasa ketakutan sejak mendengar rumor bahwa luna mereka telah menghilang, takut jika akan menjadi bahan amarah dari alpha-nya itu.
Setelah semuanya berkumpul, pemimpin tertinggi mereka alias alpha kevin lebih tepatnya alpha evan yang sampai sekarang masih mengambil ahli tubuh kevin, ia sangat marah karena lalai menjaga luna-nya, belum lama ini luna-nya terbangun dari tidur yang begitu panjang.
Belum lama juga luna-nya tidak mengenalinya sebagai mate dan belum lama juga luna-nya sudah lebih menurut padanya. Namun sekarang dia harus kehilangan lagi untuk kesekian kalinya.
"Siapa yang menjaga di depan pintu kamar gea??"
Suara bariton itu kini memenuhi seluruh taman belakang pack itu dengan perasaan yang tidak dapat dapat ia artikan lagi, rasanya sekarang ia ingin mencabik-cabik seluruh prajurit yang tidak berdosa itu.
Tatapan matanya begitu kosong hanya ada warna merah yang mencolok dari sana menandakan jika tubuh itu masih dalam kendali evan wolf besar yang sama sekali tidak memiliki rasa ampun pada musuhnya, tidak memiliki kelembutan pada wolf lagi selain pada dea wolf dari luna-nya.
Sebenarnya sekarang ia masih memiliki rasa kesal pada pemilik tubuh ini yang menjadi sumber awal terjadinya masalah seperti ini, namun ia mengesampingkan rasa itu demi keamanan matenya dan demi keselamatan seluruh makhluk immortal.
Pemilik asli tubuh itu, yakni alpha itu sendiri sang pemimpin yang disegani oleh semua pack. Sejak tadi kevin sama sekali tidak ingin bersuara, rasanya ia sedang bersembunyi di tempat yang terpencil untuk menyalahkan dirinya yang sama sekali tidak bisa menjaga gea dan bahkan sampai sekarang ia juga belum berhasil mengembalikan ingatannya.
"Cepat katakan!"
Kesabaran evan sekarang sudah hilang sepenuhnya ini sidah beberapa menit berlalu dan masih belum ada yang mau mengaku padanya.
"Aa..alppha"
Ucap salah satu warrior itu dengan nada gemetar, takut untuk menatap mata phoenix alpha-nya itu
"Siapa tadi yang berbicara"
Seluruh mata warrior itu kini menatap ke arah warrior yang bicara tadi dengan perasaan yang bergetar pula, evan berjalan mendekat kearah warrior tersebut.
"Katakan apa yang kamu tahu"
Tatapan mata evan tidak lepas dari objek yang ada di depannya sekarang ini
"Alpha, sebenarnya sedari tadi tidak ada hal yang aneh di sekitar kamar luna, aku rasa luna di bawa pergi oleh sekumpulan angel karena hanya kaum mereka yang bebas bepergian tanpa jejak sedikitpun"
Kata warrior tersebut dengan panjang lebar pada alpha-nya yang sedang berada di hadapannya sekarang ini.
"Hmm..benar juga"