NovelToon NovelToon
Love In Tanjung Priuk

Love In Tanjung Priuk

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:151.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isma Wati

Akibat menolak menjadi istri kedua dari atasanya yang merupakan kakak kelasnya dulu. Adifa, gadis berusia 25 tahun. Yang bekerja di perusahaan transportasi di pelabuhan Tanjung Priuk, harus menerima jika ia di mutasi, dari sebagai staff administrasi, menjadi seorang Korlap, atau Koordinator Lapangan. Jabatan yang sembilan puluh sembilan persen di lakukan oleh seorang pria.

Akankah Adifa bertahan dari pekerjaanya karena begitu banyak cobaan ketika ia menghadapi para supir? Atau justru menerima tawaran menjadi istri kedua dari mantan kakak kelasnya? Namun, keputusan Adifa itu justru mempertemukanya dengan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Aku

Adifa menarik tuas remnya mendadak saat ada sosok laki-laki berwajah blasteran bertubuh jangkung menghalangi jalanya. Bukan hanya keberadaanya yang mengejutkan, tapi penampakan wajahnya yang babak belur terlihat memprihatinkan.

Apa yang terjadi padanya?

Tidak! Bukan Adifa yang bertanya demikian, tapi mungkin orang yang penasaranlah yang bertanya apa yang terjadi pada laki-laki pecundang itu. Bahkan tatapan Adifa padanya kini datar tanpa ekpresi apapun hingga hanya luka yang begitu dalam yang terlihat dari sorot matanya. Wajah sembab serta lingkaran hitam yang terlihat juga menjelaskan jika semalaman gadis itu menangis hingga lupa dengan yang namanya tidur.

Lama keduanya bungkam dan hanya saling tatap dari jarak 200 meter tanpa kata, hingga ....

"WOIII MINGGIR, GUE MAU LEWATTT." Teriakan seseorang membuat Mahawira menggeser tubuhnya agar motor Adifa tidak menghalangi pengendara lain yang akan lewat. "Pacaran ditengah jalan, ditabrak marah," dumelnya lagi tepat ketika lewat didepan wajah Mahawira.

Adifa menengok kebelakang ketika motornya tak bisa melaju padahal dia sudah menarik gas. "Aku mau bicara, aku minta waktu kamu sebentar." Ternyata Mahawira menahan motornya. Adifa yang memang tidak memiliki tenaga sama sekali bahkan untuk membuka mulut pun hanya bisa pasrah saat Mahawira mencabut kunci motornya.

Tak ada respon apapun dari Adifa, yang Mahawira tangkap, mata sayu yang menatapnya dingin itu cukup menjelaskan semua rasa kecewa yang ia berikan pada gadis yang tak bersalah sama sekali itu. Lagi-lagi Mahawira harus menyesal karena tindakannya. Mahawira membawa lehernya menunduk, hingga bulir bening tumpah dari kelopak matanya tanpa di komando. Kesal pada Jingga, kesal pada takdir, tapi malah Adifa yang jadi pelampiasanya.

Lima menit mungkin lamanya posisi Mahawira menunduk dengan tangan menahan kepala motor Adifa hingga ia mengangkat pandanganya.

"Kamu boleh maki aku sekarang, atau mau menampar juga boleh." Tak tahu kata-kata itu mujarab atau tidak menyembuhkan hati Adifa, menemui Adifa sekarang pun Mahawira merasa tidak punya muka. Setidaknya niat baiknya ini bisa membuat hati Adifa sedikit lebih baik, maybe.

Tapi bagaimana bisa Adifa menamparnya, mengayunkan tanganya saja mungkin Adifa tidak bertenaga. Seluruh tubuh wanita kaku, sulit digerakkan seperti lidahnya, mungkin cara menggambarkan Adifa sekarang. 'Raga tak bernyawa'.

"Maaf untuk yang semalam, maaf untuk yang sebelum-sebelumnya. Aku melakukan itu memang hanya untuk pelarian semata." Mahawira mengakuinya. "Aku tahu aku salah, jadi maafkan aku."

Ingin tahu apa respon Adifa? Tidak ada. Tangannya saja yang terulur mengambil kunci ditangan Mahawira, menstarternya lalu menjalankan motornya menuju pelabuhan tempatnya bekerja.

* * *

"Dif, kamu dipanggil pak Dirga ke ruanganya." Baru juga kaki Adifa menstandarkan sepeda motornya, sudah dapat instruksi.

Adifa pun menemui Dirga diruanganya yang berada dilantai dua.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Masuk."

Ceklek.

Dirga yang sudah menduga itu Adifa mengarahkan matanya pada pintu. Ketika Adifa masuk, ia seperti melihat mayat berjalan. Dirga hanya memang wajah Adifa yang tidak lagi seceria seperti biasanya ketika wanita itu berdiri dihadapanya. Kejadian mengerikan tentang penculikanya tidak lebih menyakitkan di bandingkan dengan hubungan yang berakhir mengecewakan tanpa status.

"Kenapa kamu masuk?" tanya Dirga setelah sejak tadi hanya menatap nanar wajah wanita yang ia cintai.

Adifa tidak menjawab, hanya gerakan bulu matanya yang bertabrakan saja sebagai responya.

"Aku tanya sekali lagi, Adifa. Kenapa kamu masuk?" ujarnya menuntut.

Setelah hening beberapa saat, Adifa membuka suara.

"Maksud Bapak apa? Bapak mecat saya?"

Dirga tertawa miris, ini penyebab Adifa menjawabnya. "Segitu takutnya kamu kehilangan pekerjaan Adifa, kamu menjawab saya karena kamu pikir pertanyaan saya tadi memecat kamu."

Adifa diam, lalu apa?

"Aku menawarkan banyak kehidupan yang indah tapi kamu menolaknya. Berkali-kali, dan memilih menjalani hidup tertati-tati dengan gaji yang sebenarnya kurang. Kamu membuat aku bingung, Adifa."

Adifa mengernyit lalu bertanya, "kenapa Bapak bingung dengan hidup saya? Saya bisa menjalaninya, Bapak tidak usah khawatir karena saya bukan baru hidup miskin seperti ini? Bapak pikir saya terlahir kaya dan tiba-tiba jatuh miskin jadi kaget, tidak Pak," jawabnya ngegas.

Dirga tidak kuat lagi, ia menutup kaca ruanganya menjadi gelap, lalu berdiri dan memeluk Adifa.

Mata Adifa membola dan coba melepaskan diri. "Lepas, Pak." Adifa mendorong tubuh Dirga tapi Dirga dengan kuat menahan.

"Istirahatlah jika kamu lelah, Adifa. Tidak perlu mengejar yang tidak bisa kamu raih," ujar Dirga memejamkan matanya, ia ikut terluka dengan apa yang Adifa rasakan sekarang.

Setelah kejadian yang menimpa Adifa beberapa waktu lalu membuat Dirga takut terjadi apa-apa pada Adifa. Dia menjaga wanita itu dari jauh secara diam-diam karena Dirga yakin jika dia terang-terangan menunjukkan perhatianya Adifa pasti akan marah dan menolak.

Jadi Dirga tahu kejadian semalam yang mana Mahawira kembali ingkar janji dengan Adifa. Yang lebih menyakitkan, dan itu juga menyakitkan untuk Dirga ketika dari arah berlawanan ternyata Adifa melihat mobil Mahawira yang terparkir di pinggir jalan sedang memeluk Jingga. Bukan sengaja Adifa mencari tahu keberadaan Mahawira, tetapi mobil Mahawira yang berhenti tak jauh dari lampu jalan membuat keberadaanya dapat diketahui Adifa karena sinar cahayanya.

Ingin tahu yang membuat Mahawira babak belur semalam? Tentu bukan Dirga, melainkan Romeo yang berjanji akan selalu menjaga Adifa termasuk dari si pecundang Mahawira yang malam itu juga berada di lokasi. Ya, hubungan persahabatan mereka renggang.

"Mulai hari ini kamu kembalilah sebagai staff biasa, aku khawatir dengan keamanan kamu." Dirga menunduk, baru ia sadari jika wajah Adifa terlihat pucat dengan tubuh menggigil, entah karena apa.

Dirga membawa Adifa duduk di sofa yang ada disana. "Kamu sakit?" Dirga memeriksa kening Adifa, Adifa menepisnya walau terlambat. Tapi tidak panas, Dirga menelisik wajah cantik itu mencari apa penyebabnya.

Trauma atas peristiwa kemarin? Tapi sepertinya bukan. Karena kemarin Adifa terlihat baik-baik saja sebelum luka yang kembali diciptakan oleh Mahawira. Disaat Dirga masih memandangi wajah Adifa, pintu ruanganya diketuk dari luar. Dirga berdiri untuk membuka pintu.

"Pak, ada tamu penting ingin bertemu Bapak, katanya sudah membuat janji dengan Bapak," ujar Dewi sekretaris Dirga memberi tahu.

Dirga menoleh kearah jam dinding.

"Pertemuanya lima belas menit lagi, suruh dia menunggu sebentar." Perintahnya yang diangguki Dewi lantas berlalu pergi dengan sisa rasa penasaran kenapa Dirga menggelapkan kaca ruanganya. Apa yang Dirga lakukan bersama Adifa yang hanya karyawan biasa dengan tampang yang biasa saja ini?

Setelah menutup pintu, Dirga mengambil air putih untuk diberikan pada Adifa terlebih dahulu.

Adifa memandangi gelas berisi air dari Dirga.

"Kenapa Bapak melakukan ini?" tanya Adifa merasa kini Dirga berubah baik dan lembut padanya. Tindakan Dirga itu justru mengingatkan Adifa dengan sikap baik Mahawira.

"Begini bagaimana? Jelaskan? Kenapa orang melakukan hal baik malah ditanyakan?" tanya Dirga karena apa yang dia lakukan pada Adifa selalu salah dimata wanita itu.

Adifa mengambil gelas di tangan Dirga lalu meletakkan diatas meja.

"Jangan baik sama saya lagi, saya biasa hidup begini. Saya lahir dan besar di kota ini, kota yang terkenal keras dan kejam dimana tangguh adalah syarat utama untuk bisa bertahan hidup, saya biasa jatuh bangun agar saya dan keluarga bisa bertahan hidup esok, dan esok lagi. Jadi Bapak tidak usah memanjakan saya," ucap Adifa penuh ketegasan.

Dirga mengembungkan mulutnya.

"Baik, akan saya jelaskan kenapa saya baik sama kamu sekarang." Dirga menarik nafas sejenak. "Begini Adifa, kamu tahu saya suka dengan kamu dari lama 'kan? Tapi kamu selalu menolak. Saya bingung harus melakukan apa? Karena segala cara yang saya lakukan hanya untuk menarik perhatian kamu, menjadi laki-laki player, menjadi orang yang keras pada siapapun termasuk kamu, bicara pedas pada kamu, juga dingin hanya demi dapat perhatian kamu kalau kamu mau tahu," jelas Dirga. "Saya coba melupakan kamu dengan menerima perjodohan dengan Diana berharap kamu cemburu, tapi tidak. Justru itu membuat kamu semakin jauh dengan saya maka dari itu aku memilih menceraikan Diana demi kamu. Sekarang jelaskan Adifa, apa yang harus saya lakukan agar bisa mendapatkan hati kamu? Sampai jadi korlap saja kamu tidak protes, jadi jelaskan apa yang harus saya lakukan?" Dirga menuntut jawaban.

Adifa bungkam, tidak tahu harus menjawab apa? Pikiranya buntu. Dia sekarang seperti orang mati rasa.

Dirga sadar tidak seharusnya dia mendesak Adifa. Dirga berdiri.

"Aku akan menemui tamu saya dulu. Istirahatlah disini jika kamu tidak bisa bekerja, tapi kamu sudah tidak bisa lagi kembali menjadi korlap."

1
Sri Ariyanti
masih ada bonchap nya kan thor?
Isma Wati: iya, tapi belum waktu dekat. maaf ya
total 1 replies
Faa
kak kok Umat ,,, seharusnya hamba loh🤦
Jessica
Luar biasa
Taty Hartaty
enakkan ,rasanya cemburu /Proud/
Taty Hartaty
rasain
Taty Hartaty
klu gt sm pak Dirga aja hahahah
Taty Hartaty
wahh mahawira nih cari gara2
Evy
Harusnya Dirga sudah curiga bila dikasih makan atau minuman...
Ran Aulia
Luar biasa
Yuliana Purnomo
wooow lega,, akhir nya saaaah
Yuliana Purnomo
wooow pegang rahasia apa nihh,,Wira ?? dgn Dirga
Yuliana Purnomo
pasti ulah mantan istri dirga
Yuliana Purnomo
mantan licik,,,knp Dirga GK antisipasi siih
Yuliana Purnomo
gak ada dewa penolong kh ini???
Yuliana Purnomo
hahahhaha Afida gak ngerti kebiasaan sopir
Yuliana Purnomo
hahahaha kepergok bini tua,, Dirga
Yuliana Purnomo
ooh adek Marsha yg kembar ini kan??
EmbunCahaya
lah....😅
EmbunCahaya
Kasihan sih sama dirga....
EmbunCahaya
eh . ada apa dg dirga?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!