NovelToon NovelToon
He Is Abrisam (S1-S2)

He Is Abrisam (S1-S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: tinkeerz

(season 2)

Adira dan Abrisam terpaksa menjalankan hubungan jarak jauh karena impian dan cita-cita masing-masing. Namun, tidak semua orang bisa menjalankan itu termasuk mereka. Awalnya semua berjalan dengan lancar hingga suatu ketika ada saja masalah yang menguji cinta keduanya.

Kepercayaan mereka pun diuji, saling menyalahkan dan jarang kumunikasi. Apa mereka masih bisa mempertahankan hubungan yang sudah dirakit bertahun-tahun ini?


(season 1)

Adira Verbena, gadis kelas 12 SMA yang hanya ingin ketenangan dalam hidupnya. Ia ingin melewati masa sekolah dengan tidak terlibat masalah satu pun.

Jadi siswi teladan sepanjang sekolah adalah impian besarnya. Namun, tidak semulus itu. Nampaknya sejak mengenal Abrisam Pradipta impiannya itu harus hancur.

Banyak masalah yang datang melibatkan mereka berdua. Dira berusaha menghindarinya, tapi takdir seperti ingin menyatukan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinkeerz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 26

“Eh-eh mau ke mana kamu?”

Sam yang ingin kabur berpapasan dengan ibu penjaga perpustakaan. Ia hanya bisa menelan ludah.

“Sam!” seru Adira yang melihat itu.

Gadis ini segera bangkit dari duduknya dan mendekat. Meninggalkan Afraz dengan bukunya begitu saja.

“Dir!” panggilan Afraz saja tidak ia pedulikan, “ganggu aja sih sam.”

Setelah sedikit mengomel Afraz ikut berdiri dan mendatangi tempat keributan itu.

“Kenapa ya, Bu?” tanya Adira.

Sam dan penjaga perpustakaan itu menoleh. Di sana juga banyak yang menonton mereka. Mereka jadi pusat perhatian pengunjung perpustakaan.

“Ini Sam merusak rak buku saya.” Ibu itu menunjuk rak buku yang sudah reot gara-gara ditinju oleh cowok di samping Dira ini.

“Gila lo, Sam. Kenapa harus ngancurin rak buku? Kalau ada masalah jangan diluapin di sini.” Sam menatap tajam pada Afraz yang sedang ikut bergabung dalam percakapan.

“Masalahnya itu lo gob*ok,” ucap Sam dalam hatinya. Kemudian ia mengalihkan pandangan.

“Sudah-sudah, sekarang Sam ibu hukum. Bersihkan kamar mandi di samping perpustakaan!” perintah ibu penjaga perpuspustakaan.

“Dira juga ikut dihukum ‘kan, Bu?” tanya Sam.

Adira terkejut, ia refleks melotot ke Sam.

“Kenapa gue jadi kena juga?” tanya Adira.

“Iya, Adira tidak salah. Kamu yang buat masalah.” Adira mengangguki ucapan ibu itu.

“Bu Adira ini penjaga saya yang ditugaskan Pak Yuhdi untuk mengawasi saya dan merubah sikap saya. Kata Pak Yuhdi kalau saya buat salah Dira juga terkena hukumannya,” jelas Sam yang sedikit mengarang bebas.

Ibu penjaga perpustakaan itu menatap Adira.

“Nggak ada begitu, Bu.” Adira menggeleng dengan mengibaskan kedua tangan di depan dada.

“Bu Mai, anak ini pasti berbohong.” Afraz mencoba membelas Adira.

“Nggak, Bu. Saya serius. Tanya saja pada Pak Yuhdi,” ujar Sam meyakinkan.

Ibu bernama lengkap Maimunah itu menjadi bingung. Adira kembali bersuara lagi.

“Saya memang di suruh Pak Yuhdi untuk merubah sikap Sam, tapi...”

“Tuh ‘kan, Bu. Saya nggak bohong.” Sam dengan cepat menyela Adira agar rencananya menyeret gadis itu berhasil.

“Kamu saya hukum juga Dira. Bantu Sam membersihkan kamar mandi. Kalian tidak boleh balik ke kelas kalau kama mandinya belum bersih!” ujar Bu Mai.

“Tapi Bu?”

“Ayo, ikut gue.” Sam menarik satu tangan Adira untuk keluar dari ruangan itu.

Sam menerobos kerumunan siswa dan siswi yang masih berkumpul. Afraz hanya bisa melihat kepergian Adira dengan hati kesal. Bu Mai juga tidak peduli pada sakit hatinya. Ibu penjaga perpustakaan membubarkan kerumunan itu, lalu ke majanya.

“Dira ‘kan belum jawab pertanyaan gue tadi. Aah sial!”

Koridor sudah sepi karena bel masuk dan jam pelajaran juga sudah mulai. Adira dan Abrisam masih berjalan menuju kelasnya bersamaan.

“Ini semua gara-gara lo! Sekarang gue jadi telat masuk ke kalas. Ngapain sih lo kena hukum ngajak-ngajak gue?” tanya Adira sambil berjalan.

“Gue begini juga salah lo,” gumam Sam yang ternyata sedikit terdengar dengan Dira.

“Apa salah gue? Gue di sana cuma ngerjain PR.”

“Hah?” Sam menoleh, “bukan, lo salah dengar. Gue nggak mau aja capek sendirian dan kalau ngerjainnya berduakan lebih cepat.”

“Alasan lo kekanakan. Tidak bertanggung jawab dengan ulah sendiri.”

Adira terus berjalan hingga tidak menyadari kalau Sam sudah berbelok ke arah lain. Gadis itu menoleh karena tidak merasakan diikuti lagi.

“Sam!” teriaknya membuat sang empunya nama menoleh dan berhenti.

“Mau ke mana? Kelas kita di sana.” Tunjuk Adira pada arah yang benar.

“Gue nggak mau masuk kelas, lo aja sendiri sana!”

Sam melanjutkan jalannya lagi. Namun, bukan Adira kalau tidak bisa membawa Abrisam masuk ke kelasnya. Dira berlari mendekati cowok ini dan salah satu menarik lengannya.

“Ayo, ikut gue masuk kelas!” Adira terus menarik lengan panjang milik Sam.

“Gue nggak mau.” Sam hanya menahan tubuhnya hingga tidak ada efek apa pun dari tarikan Dira.

Sebenarnya ia bisa saja menepis tangan dan melepaskan genggaman gadis itu. Namun, ia tidak tega kalau Adira sampai jatuh ke lantai.

“Lo harus mau! Lo harus patuh sama gue. Karena gue yang ditugaskan sama Pak Yuhdi mengawasi kelakuan lo. Ayo!” sekuat tenaga Dira menarik cowok itu dan akhirnya ada hasil.

Sam bergeser sedikit dari posisinya. Lelaki itu juga sempat takjub Adira sekeras itu keinginannya. Akhirnya Sam melunak, ia mengikuti maunya gadis ini. Lagi pula mereka jadi pusat perhatian siswa-siswi yang ada di kelas tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

Tok...tok...tok

Sampai di kelas Adira mengetuk pintu kelas dengan Sam di sebelahnya.

“Masuk!” guru yang mengajar menyuruh kedua murid itu untuk masuk.

Adira dan Abrisam terlebih dulu menjelaskan dari mana mereka sehingga baru tiba. Setelah itu guru mengizinkan untuk duduk.

Dira menghela napas saat bisa menjatuhkan bokongnya ke kursi kesayangannya di sekolah ini.

“Nih.” Violet menggeser buku Adira mendekat pada si empunya.

Dira menoleh, “ini buka PR gue tadi yang di perpus?”

Vio mengangguk, “iya, Afraz yang kembaliin ke sini. Katanya lo dihukum bareng Sam.”

Adira memasang ekspresi cemberut dan menopang pipi dengan kedua tangannya. Lagi, ia menghela napas.

“Benar, ini semua gara-gara Sam yang bilang kalau dia dihukum gue juga harus dihukum. Padahal Pak Yuhdi nggak pernah bilang begitu.”

Violet menoleh ke belakang. Tepatnya, pada meja Sam. Cowok itu merebahkan kepalanya di meja. Sepertinya si tidur.

“Setiap lo dekat dia pasti lo ke seret-seret sama masalahnya,” ujar Vio yang kembali menatap Adira.

“Mau bagaimana lagi? Gue udah usaha jauhin dia, tapi rasanya ada aja yang bikin kita dekat."

1
'Nchie
duh Sam manis banget sih kalo sama Adira...itu bokapmu kesurupan kali ya ngotot mau kawin lagi🤣🤣
'Nchie
kalo mama Winda masih terima pak Tomi ..aku kecewa deh sama mama...pak Tomi itu doyan kawin ..ntar kalo udah bosen pasti gitu lagi
'Nchie
jadi pengen nabok pak Tomi...itu istri udah 2 juga hadeuh
'Nchie
mama kan baru kenal sama pak Tomi jadi blm tau karakter pak Tomi seperti apa.. tanya istri nya juga dong atau tanya sama Sam...karena anak2 yg akan terluka
'Nchie
ah ini mah dasar pak Tomi doyan kawin 😤😤
'Nchie
nanti kamu nyesel loh sam
'Nchie
nanti kamu sendiri Dira ..hatimu udah suka sama Sam ..tapi kamu g nyadar
Trusthi Widhi
mood booster banget baca ini💝
Trusthi Widhi
tulisannya asyik untuk d baca❤️
👻Yusuf🦖
menarik
Adila Senja Zakeisha
Gak jelas banget nih orang tua.
yg salah dia kenapa anaknya yg kena dampak nya. siapa suru Uda tua masih jatuh cinta
pas di tipu marah".
Bundha Acha
udah thorrr,....si dira kan dapat pesangon tuh,....dah lah buat buka usaha rumah makan kecik kecilan
Naylatul Maufiroh
siiiiip
Amiek Susena
dira mah gak mau jujur, sebel aku
Amiek Susena
terimakasih otw season 2
Amiek Susena
suka banget thor jika ada seasen 2
Amiek Susena
winda mah gitu dia juga salah .. ngapainmain teriama saja ajakan tomi nikah , bukannya diselidiki dulu siapa tomi ... eehmalah sekarang anaknya yg dikorbanin karena dia kecewa gak jadi nikah sama tomi
Amiek Susena
thor di epusode ini aku berlinangan airmata duuuh nyesek banget
Amiek Susena
dasar tomi sibuaya darat sebel banget ....
Amiek Susena
jangan pisahin sam sama dira yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!