NovelToon NovelToon
Love Scandal 2

Love Scandal 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Seorang gadis polos kehilangan harta warisannya akibat kelicikan saudara tiri, ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari keluarga perwira tinggi, namun pria tersebut pergi di hari pernikahan hingga akhirnya adik pria tersebut yang notabene seorang duda harus menyelamatkan nama besar keluarga dengan menyembunyikan identitas aslinya. Ayah gadis itu pun seorang tentara tapi seolah tak pernah menyayanginya.

Saat tau kabar kabur tentang identitas pria tersebut. Ibu tiri gadis itu menyesal dan iri setengah mati.

Kesakitan yang di alami gadis itu membuatnya trauma hingga sangat waspada dan sulit percaya. Kini pria tersebut harus berjuang sekuat tenaga untuk menembus tembok pertahanan hati istrinya yang selalu berpura-pura di balik tingkah randomnya, padahal ia tidak tau.. siapa pria yang bersamanya saat ini.

SKIP bagi yang tidak tahan dengan KONFLIK.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Keputusan panas.

Flashback Bang Reigar On..

Pagi hari Bang Reigar sudah tiba di unit kesehatan untuk menemui Letnan Putra.

"Separah apa keadaan istriku?? Dia masih muda. Kalau ada yang bisa saya lakukan untuk menyembuhkan dia, akan saya lakukan. Apapun itu, meskipun berat." Kata Bang Reigar.

Bang Putra menyembunyikan senyumnya, wajah itu nampak datar saat berhadapan dengan Letnan kaku dan dingin itu.

"Ku kira kau hanya pikir perang, satgas, tarung, pengamanan dan sejenisnya. Ternyata kau juga butuh perempuan. Bisa kebelet juga kau, Kang."

"Saya ini normal, saya juga butuh istri. Gimana sih." Bang Reigar sampai nggedumel mendengar ocehan Bang Putra.

"Okeeyy.. Ini ada obat untuk membesarkan indung telur. Wajib di minum istrimu, pastikan dia minum. Yaa.. Harap maklum, rahimnya terbentur, jadi harus mendapatkan penanganan khusus." Kata Bang Putra dengan tatap mata yang sulit untuk di artikan. "Dan kau.. Kalau kau yakin dengan dirimu sendiri, tidak perlu obat ini." Bang Putra mendorong botol kecil obat di hadapan lettingnya itu. "Tapi kau juga harus bijak menggunakannya, ini golongan obat keras, tanpa pelepasan, kau sendiri yang akan menelan dampak sakitnya, kepalamu pusing, gelisah. E*eksi nya bisa berjam-jam."

Bang Reigar sudah hampir mengambilnya tapi Bang Putra menggenggamnya kembali. "Ini bukan mainan, Gar..!!. Kau harus bijak. Efeknya nggak ringan."

"Iyaaa.. Aku tau. Mana obatnya." Sambar Bang Reigar.

Flashback Bang Reigar off..

"Obat dari Putra sudah diminum??" Tanya Bang Reigar.

"Sudah." Jawab Jilly malas.

"Pindah dulu di kamar sebelah, Abang ratakan dulu kaki-kaki ranjangnya." Kata Bang Reigar.

"Nggak mau, lagian juga belum sampai setengah terpotongnya." Tolak Jilly kemudian menarik selimut sampai menutup setengah wajahnya.

Bang Reigar hanya melihat sekilas ke arah ranjang lalu berjalan keluar dan menutup pintu kamar dengar rapat.

:

Para anggota menikmati bakso gerobak Pak Kumis yang biasa berkeliling di sekitar asrama.

"Waduhhh.. Berapa bulan ya saya nggak lihat Pak Reigar, tau-tau begitu ketemu.. Pak Reigar sudah bawa istri. Cantik sekali, Pak."

"Alhamdulillah, Pak. Rejeki saya juga dapat istri muda." Kata Bang Reigar "Oiya Pak, kalau hari ini ada empedu kambing, saya mau donk..!!" Bisik Bang Reigar.

"Oohh.. Ada Pak. Tapi biar fresh, jam lima atau menjelang maghrib nanti bapak langsung ke lapak tengkleng kambing saya, ya..!!"

"Oke Pak. Nanti saya merapat. Dari jantan super ya, Pak..!!" Bang Reigar menyelipkan lembaran merah di saku Pak Kumis.

"Lho nggak usah, Pak."

"Aman.. Itu kekurangan pembayaran bakso ini aja kok." Alasan Bang Reigar yang tidak mungkin akan di tolak Pak Kumis.

-_-_-_-_-

Sore hari. Kediaman Letnan Reigar sudah rapi. Malam ini Bang Reigar bisa tidur tanpa melihat ada debu, serpihan kayu atau barang berserakan sembarangan.

"Abang keluar sebentar, jangan bertingkah..!!" Pesan Bang Reigar sambil memakai jaket kulitnya.

"Kemana?"

"Markas 35." Jawab Bang Reigar.

"Dimana itu?? Apa Markas rahasia?" Tanya Jilly dengan rasa penasarannya yang tinggi.

"Bukan. Kapan-kapan Abang ajak kesana, tapi tidak sekarang." Jawab Bang Reigar kemudian segera berangkat menuju Markas 35 milik Pak Kumis.

:

Pak Kumis melumuri empedu kambing pesanan Bang Reigar dengan kecap. "Jongkok, Pak. Buka mulut, langsung telan jangan sampai pecah."

Bang Reigar menekuk sebelah kakinya dan berjongkok membuka mulutnya. Empedu kambing jantan itu langsung meluncur masuk ke dalam kerongkongan Bang Reigar. Untuk sekejab memang berasa sedikit mual, tapi demi ikhtiar mendapatkan seorang anak, ia pun melakukan segala cara.

"Biasanya di tambah 'anggur' ini, Pak. Pak Reigar mau coba??"

"Waduhh.. Saya sudah lama mengurangi minum." Tolak Bang Reigar secara halus.

"Ini joss Pak Reigar, enak di kita juga.. Nggak capek. Istri beneran manut." Kata Pak Kumis.

"Ya sudah, mana Pak..!!" Bang Reigar langsung meneguk minuman tersebut.

Memang sudah lama dirinya mengurangi minum yang sedikit keras, salah satu tujuannya karena jauh di dalam lubuk hatinya, dirinya memang sangat menginginkan menggendong seorang anak.

"Panasnya luar biasa di dada, Pak." Bang Reigar sampai mengusap dadanya yang rasanya panas terbakar.

"Bagus itu Pak. Semoga lekas dapat momongan, Pak. Dua jam lagi gacoor..!!"

"Loohh.. Langsung pak??"

:

Bang Reigar syok melihat pesan singkat dari Putra. Lettingnya itu memberi peringatan keras berkali-kali agar dirinya tidak mencoba obat pemberiannya jika tidak ada sesuatu yang urgent.

"Gimana nih, obatnya juga terlanjur ku telan." Gumam Bang Reigar langsung masuk ke dalam rumah.

Saat masuk ke dalam rumah, aroma bunga menyeruak menggelitik indera penciuman Bang Reigar. Tepat saat itu Jilly baru keluar dari kamar mandi.

"Abang mau sholat di masjid?" Tanya Jilly saat melihat Bang Reigar hanya menatapnya saja.

"Di rumah saja." Jawab Bang Reigar kemudian melepas jaketnya dan segera menuju kamar mandi.

:

Malam itu suasana seakan terasa hening dan tenang. Yang ada hanya suara jangkrik dan Bang Reigar yang sedang membaca beberapa lembar bacaan Alquran. Suaranya memang merdu tapi tak jarang ia mengibaskan pakaiannya.

Semua terasa tenang sampai mereka menyempatkan untuk sholat isya bersama..

"Perutmu masih sakit??" Tanya Bang Reigar saat Jilly mencium punggung tangannya. Ia kemudian melipat sajadahnya.

"Nggak begitu." Jawab Jilly.

Bang Reigar merasakan ada sesuatu yang berbeda. Sekujur tubuhnya terasa menegang, pandangannya mulai kabur, kepalanya pening berkunang-kunang. Lebih gelisah lagi saat Jilly melepas mukena nya dan hanya mengenakan dress satin.

'C*k.. Apa seperti ini efeknya??? Badanku rasanya nggak karuan. Ini bagaimana caranya mendekati Jilly, kalau dia ngamuk, bukannya selesai malah aku kena gampar.'

"Buat kopi dulu untuk Abang, bisa dek??" Pinta Bang Reigar.

"Bisa, tapi hari gerahnya begini kenapa Abang minta kopi panas??"

"Abang hanya mau menenangkan pikiran saja. Banyak pekerjaan buat Abang sakit kepala." Alasan Bang Reigar.

"Kenapa tidak coklat panas saja. Bisa buat lebih rileks."

"Abang lebih suka kopi hitam tanpa gula." Jawab Bang Reigar.

Jilly menuju dapur, Bang Reigar mengikuti di belakangnya tapi kemudian ia memilih duduk di teras belakang rumah yang kini sudah tertutup rapat. Hanya terdengar gemericik suara air sungai yang mengalir.

Nafas Bang Reigar memburu, dadanya perlahan mulai sesak hingga memegangi kepalanya yang terasa berat.

"Bang, kopinya di taruh dimana?"

"Di dalam saja, kamu cepat istirahat..!! Jangan kesini..!!" Cegah Bang Reigar yang tidak ingin lepas kendali hingga mungkin bisa menyakiti istrinya.

Namun sepertinya Jilly tidak mengindahkan perkataan Bang Reigar. Ia pun berjalan ke teras belakang rumah.

"Bang, sepertinya Jilly tetap nggak enak badan hari ini." Ucapnya mengadu pada Bang Reigar. Tapi sikapnya kali ini begitu berbeda, Jilly nampak merajuk manja di hadapan Bang Reigar.

"Kamu kenapa??" Tanya Bang Reigar dengan nada suaranya yang begitu halus merespon Jilly. Terang saja Bang Reigar juga merasakan ada yang berbeda dari sang istri. "Maunya bagaimana???"

Refleks saja Bang Reigar menarik Jilly kedalam pelukannya. Ia pun menyusuri lekuk l*her itu hingga sampai bahu kemudian meng*igit satu tali disana dan membawanya hingga turun sampai lengan.

Bang Reigar memastikan bahwa apapun tindakannya malam ini tidak akan berdampak yang akan membuat sang istri menjadi trauma.

Tapi belum sampai ia berpikir jernih, Jilly sendiri yang sudah memulai. Istrinya kecilnya naik ke atas pangkuannya. Akal sehat dan keteguhan hati Bang Reigar berperang hebat apalagi tanpa di duga, Jilly sendiri yang menyerahkan diri.

"Kamu jangan terus menguji Abang, yang seperti ini bukan candaan. Terus terang Abang sudah benar-benar nggak kuat, kalau kamu tidak pergi, jangan pernah menyalahkan suamimu ini..!!" Kata Bang Reigar mengingatkan. Matanya sudah tertuju pada sesuatu di hadapannya hingga membuatnya terpana.

"Baaaang, bisakah punya anak sekarang???" Rengek Jilly sambil tak hentinya bertingkah.

"Sadar dulu kau, dek..!!!! Stress kali Abang pikir kau, iniiii." Gerutu Bang Reigar tapi Jilly sudah tidak mendengarnya lagi. Ia pun tidak bisa mencegah tingkah Jilly yang tak karuan. "Halah terserah. Mau kau ngamuk, ngamuklah sudah. Mau kau hajar Abang pun Abang terima. Abang tendang palang..!!!!" Secepatnya Bang Reigar membawa sang istri masuk ke dalam kamar.

"Abaaang.. Ayooooo.." Rengek Jilly.

"Sabaaaar.. Cantik..!!! Nangis.. Nangis sekalian kamu, dek..!!"

.

.

.

.

1
Tanti
suka deh....mba Nara pst suka bikin teka teki...👍👍👍makin tambah penasaran
dyah EkaPratiwi
apa benar anak papa rinto
Tanti
Reina...reina...tobato yoooo
Bang Huda sabar yaaa...
Tanti
weesss no coment bang🤭🤭
Maysuri
bang huda..... 💪💪💪
Maysuri
hhhhhhhhhh
dyah EkaPratiwi
nggak bener ini reina udahlah bang Huda di kasih lampu hijau tu
Ana
Mantap kali Maju bang Huda semoga dapat perempuab yg baik😄

bang rakit semoga kau juga dapa wanita yg sholeha..amin🙏

dosa klo cinta sm istri abang sendiri🙏
Maysuri
🤣🤣
Tanti
sabar Bang....harap dimaklumi🤭🤭
dyah EkaPratiwi
salah mu sendiri bang reigar, ngerjain istri
Tanti
Dirimu Jiiilll TV segede gaban dipsg dikamar....g bs bayangin itu kamarnya segede apa itu mba Nara???blm prnh bertamu di asrama, mskpn rmhq deket asrama🤭🤭😄
Tanti
Bang Reigar: "apa sih yang nggak buat kamu Jill..."/Kiss/
Jilly : ( pipi udah semerah tomat) 🤣🤣🤣🤣🤣
bayangke sambil ngekekkk/Kiss//Kiss/
Tanti
Mantapp Bang Reigarrr...tnyt dy jg seorang sultan🤭
lanjt mba Nara👍👍👍
dyah EkaPratiwi
🤣🤣 love sekebon bang reigar 😍😍
Maysuri
jill ...tenang saja,masalah pasti terselesaikan,percaya deh am suamimu pasti akan aman dan terkendali....semangat💪💪
dyah EkaPratiwi
semangat Jill percaya sama bang reigar
Esti 523
mancap guliccap ka,abang ganteng gentle bgt aq suja aq suka
Tanti
kok kamu sensi banget sih Jill??🤭🤭
kyknya ada tanda-tanda nih dr Jill... ati² ya Bang Reigar🤭🤭🤭
dyah EkaPratiwi
🤣 semangat bang reigar 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!