mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
main di belakang
1 bukan kemudian
Mira seperti biasa menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga, menyiapkan kebutuhan suaminya pandu. di saat waktu luang atau waktu suaminya tidur , mira akan menulis novel hasil karyanya di platform tersebut.
Sedangkan pandu , di belakang istrinya. ia sering bertemu dengan tetangga nya yang tidak lain tari. Seperti sekarang. pandu sedang berboncengan dengan tari menuju mall.
"mas, ini beneran kamun ngajak aku ke mall? " tanya tari , tak lupa ia memeluk erat pandu. mereka seakan akan pasangan yang di mabuk asmara.
"iya , kebetulan aku dapat bonus" jawab pandu sambil mengelus tangan mulus tari
"aduh aku jadi gak enak, terus mbak mira gimana kalau sampek tau? " tanya tari
"yaa jangan sampek tau dong tar" kekeh pandu . jangankan istrinya . ibu nya pun ia tidak memberitahukan bahwa dapat bonus dari kantor. jika bu Denok tau, bonus tersebut sudah berada di tangan bu Denok.
****
"alhamdulillah, bentar lagi novel ku tamat" gumam mira sambil Merenggangkan ototnya. ia sekarang berada di kamarnya, selepas beberes rumah ia langsung menuju kamarnya.
Mira merebahkan badannya di kasur. rasanya badannya sekarang sedang capek. namun tak lama kemudian suara teriakan ibu mertuanya menggema.
"miraaaaa" teriak bu Denok
Mira yang mendengar itu menghela nafas pelan, ia langsung bangun dan keluar dari kamar sebelum ibu mertuanya ngamuk.
"iya bu. ada apa? "
"enak enak an ya di dalam kamar. emang kerjaan rumah udah selesai hah! " bentak bu Denok
"sudah bu, semuanya sudah mira kerjakan" jawab mira
"walaupun sudah, kan bisa ngerjain yang lainnya. bilang aja kamu males. lama lama pandu suruh carik istri baru, gak kayak kamu pemalas" maki bu Denok
"astaghfirullah. ibu apa apan sih. aku masih jadi istri mas pandu ya bu" ucap mira
"halah, istri apaan gak guna. taunya nyusahin anak ku. hamil kagak lagi. kasian nasib anak ku pandu" cibir bu Denok
"cukup bu, aku memang tanggung jawab mas pandu sebagai suami, kalau soal anak emang belum di kasik sama yang di atas mau kita keluar uang banyak kalau belum rezekinya gak kira dapat" marah mira, tangannya sudah mengepal. ibu Mertuanya ini sudah keterlaluan.
"berani kamu marahin saya hah! dasar mantu sialan" teriak bu Denok.
mira tidak mendengarkan teriakan mertuanya, ia malah masuk ke dalam kamarnya kembali. lebih baik ia melanjutkan nulis novel untuk stok hari berikutnya ketimbang meladeni bu Denok.
****
Sedangkan pandu sekarang bersama tari, tari banyak membeli baju .
"mas ini beneran aku boleh beli baju sebanyak ini? " tanya tari dengan manja
"boleh tar" ucap pandu sambil mencolek dagu janda tersebut
tari sendiri bersorak hore. ini yang dia mau, pandu berada di dalam genggamannya.
"makasi ya sayang. nanti aku kasik servis yang mantap" bisik tari . pandu sendiri tersenyum lebar.
Setelah dari berbelanja, mereka sekarang berada di hotel. sudah biasa mereka di hotel. tanpa sepengetahuan mira, istri dari pandu
"ahh sayang.. kamu memang mantapph"
"hmm ahhh.. yahh mashh uhh lagihh" desah tari tersenyum Nakal
"uhh aku kluar sayanghh" teriak pandu.
Setelah melakukan hal tersebut. tari bersandar di dada pandu.
"mas.. kapan kamu nikahin aku? " tanya tari dengan manja
"sabar sayang, aku janji akan nikahin kamu" jawab pandu
"tapi kapan, aku rela kok jadi istri kedua" rengek tari
"kamu yang sabar saja ya. ayo kita main lagi, mas sudah gak tahan lihat kamu kayak gini"
"ihh gombal"
mereka melanjutkan hal tersebut sampai malam, padahal di rumah. mira sedang menunggu suaminya pulang, ia khawatir kepada suaminya karena sudah malam belum pulang.
Bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca