Lisa adalah perempuan janda muda yang terpaksa mengadu nasib di ibu kota demi merubah hidupnya dari masa lalu yang pahit.
Perpisahan yang dikarenakan pengkhianatan membuatnya tidak sudi berhubungan kembali dengan sang mantan suami yang sudah menghancurkan hidupnya.
Apakah Lisa bisa beradaptasi dengan pekerjaan baru di ibukota yang hanya sebagai seorang pengasuh sekaligus ART?
Dikarenakan ia harus merawat seorang pria beristri sebagai majikannya yang menderita stroke dan harus duduk dikursi roda.
Bagaimanakah kisah mereka?Yuk diikutin alur ceritanya.😁
Follo me IG :Mitha_shin 🌸
☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 - Aroma Tubuh Yang Wangi
Setelah selesai menyiapkan air hangat untuk Henry.Lisa pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menemui Henry yang tengah serius memainkan ponselnya.
"Maaf tuan,air hangatnya sudah saya siap kan." ujar Lisa memberitahu Henry sang majikan.
Sesaat Henry pun melirik dingin dan mengarahkan kursi rodanya menuju kamar mandi.Lisa pun mengikutinya dari belakang.
Hal itu justru tanpa sengaja dilihat oleh Belinda dari kamera pengawas.Belinda yang hati merasanya tidak tenang,kini kembali mengawasi aktifitas Lisa saat berada dikamar Henry.
Dan benar saja,Belinda kembali terkejut saat melihat Lisa mengikuti Henry menuju kamar mandinya.
Ada apa dengan mereka??Kenapa gadis itu mengikuti Henry sampai ke kamar mandi?Apa yang mereka lakukan disana? batin Belinda yang terus berpikir karena penasaran.
Dean yang melihat Belinda begitu serius memperhatikan ponselnya.Langsung menghampiri Belinda dan mendekapnya dari belakang.
"Ada apa sayang?Kenapa kau begitu serius melihat layar ponsel mu?" tanya Dean penasaran.
Seketika membuat Belinda pun tersentak kaget dan menoleh ke arah Dean.
"Ah tidak." jawab Belinda langsung mematikan layar ponselnya.
Ia sengaja tidak ingin menceritakan apa yang saat ini membuatnya curiga akan kebersamaan Henry dan Lisa.Tapi dihatinya ia akan merasa tetap tidak tenang dan terus memikirkan mereka berdua.
*
*
Saat Lisa sudah berada didalam kamar mandi,Lisa harus dikejutkan dengan pemandangan sang majikan saat akan membuka pakaiannya.Henry pun seakan tidak peduli saat ia membuka pakaiannya tepat dihadapan Lisa.
Dengan pemandangan yang begitu sensitif menurutnya,Lisa pun memilih membalikkan badan sambil menutup mata.
Henry yang melihat hanya melirik sinis ke arah Lisa.
Perempuan munafik.! Gerutunya dalam hati.
"Apa kau akan terus memunggungi ku seperti itu?" tanya Henry.
Lisa pun dengan berat hati membalikkan tubuhnya dengan kepala menunduk,tanpa berani menatap Henry yang sudah setengah telanjang dada.
"Bantu aku pindah ke bathup ini." ujarnya memberi perintah pada Lisa.
"Baik tuan." jawab Lisa mengangguk dan langsung membantu Henry untuk memindahkan tubuhnya ke dalam bathup.
Lisa pun dengan hati-hati dan perlahan merangkul Henry untuk bangun dari kursi rodanya.
Dan saat Lisa mulai memapah tubuh Henry menuju masuk ke dalam bathup.Jarak pandang Henry dan Lisa pun begitu sangat dekat.Membuat Henry sesaat dapat merasakan aroma tubuh Lisa yang begitu wangi.Aroma tubuh Lisa yang begitu lembut dan memancing hidungnya yang seketika Henry dapat merasakannya.
Sial..!!Kenapa aroma gadis ini beda sekali. gerutu Henry dalam hatinya lagi.
Henry pun bahkan dapat melihat wajah Lisa yang begitu dekat.Yang membuatnya tak sadar terus memperhatikan wajah polos Lisa yang sama sekali tanpa polesan.Berbeda dengan Belinda yang setiap harinya harus berias selama 24jam.
Yang terkadang membuat Henry sedikit jenuh melihat wajah Belinda yang harus terus dengan riasan.
Setelah berada didalam bathup,Lisa pun mencoba untuk meninggalkan Henry sendirian.Karena menurutnya hanya membantu sang majikan berada di bathup sudah selesai.
"Siapa yang menyuruh mu untuk pergi?" tanya Henry sebelum Lisa akan meninggalkan sang majikan.
Lisa pun sesaat menoleh ke arah Henry.
"Maaf tuan,bukankah lebih baik saya menunggu diluar saja??" tanya Lisa.
"Gosokkan punggung ku." ujar Henry langsung memberi perintah kembali pada Lisa.
Lisa langsung memasang cemas ke arah sang majikan.
"Tapi tuan,saya rasa saya tidak wajar harus melakukannya.Karena itu akan dinilai tidak sopan." ucap Lisa menjelaskan.
𝗻𝘆𝗮..👍👍
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗸𝗮𝗻𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..😘😘
𝘀𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸..
𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗺𝘂 𝗗𝗮𝗺𝗮𝗿..