Aku terbangun setelah pingsansaat bekerja lembur di kantor. saat aku membuka mata aku lagi, aku sudah tidak lagi berada di kantor “dimana ini?” belum sempat memahami situasi seseorang berteriak dari arah pintu “Permaisuri!!”.
Permaisuri? Siapa? Aku?
“syukurlah anda telah sadar permaisuri” ujarnya sambil menangis. “ dimana permaisuri?” semua terlihat sangat terkejut. “anda permaisuri, permaisuri Alena. Alena de Mois”
Alena de Mois? Sepertinya aku pernah mendengar nama ini, jangan bilang permaisuri jahat yang menyiksa anak tirinya? Dan di bunuh akibat pemberontakan?
Tidakkk...! jangan bilang aku merasuki novel dan menjadi penjahat ! kenapa aku di hidupkan kembali jika pada akhirnya aku akan mati lagi? Bahkan lebih mengenaskan? Aku akan memutuskan kali ini aku akan mati dengan cara yang baik, setidaknya bisa mati dengan nyaman?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mois, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Ugh silau..
Sinar mentari mengganggu tidurku yang tidak nikmat ini seakan memaksaku bangun dari mimpi buruk yang menghancurkan malamku. Aku membuka mataku perlahan, melihat langit-langit kamar. Mengingat kembali mimpi yang buruk itu.
Dasar bapak sialan!
Begitukah kau memperlakukan anak perempuanmu?
Sialan!
apakah dia tidak sadar kalau yang ia siksa itu anak perempuan? Bagaimana jika ada bekas luka? Siapa yang mau menikahinya?
Ah tunggu dulu, aku kan sudah menikah?
Ah!
Aku langsung bergegas memeriksa tubuhku, melihat wujud tubuh ini di balik gaun tidur lembut yang nyaman.
Tidak ada luka? Apakah bapak gila itu memberiku semacam ramuan? Atau sihir? Agar aku tidak memiliki bekas luka? Memang dasar Psikopat gila!
Aku sudah menduga hubungan Alena dengan keluarganya tidak baik, hal itu di gambarkan sedikit di novelnya, dan sangat dapat di pastikan karena tidak satupun dari keluarga Cellen berkunjung saat setelah Alena mengalami kecelakaan, terlalu jelas!
Apa mereka tidak khawatir bagaimana pendapat kaisar akan hal ini? Dan apakah kaisar sudah tau bahwa Alena tidak akur dengan keluarganya? tidak mungkin! di karya aslina Alena di ibaratnya sebagai anak kesayangan duke di luar mansion, tapi sangat berbeda saat di dalam mansion.
Awas saja Kalau dia tau! Jika dia tau hubungan Alena dengan keluarganya buruk dan dia masih bersikap dingin saat Alena selamat dari kematiannya berarti kaisar memang kaisar batu golongan tiran yang bertopeng malaikat. Tidak peka! Wajahnya bak malaikat, hatinya dari serpihan darah iblis. Tapi tunggu apa iblis punya hati?
Astaga konyol sekali Alena!! Cukup.. cukup , cukup sampai di sini berfikirnya aku harus bekerja!
Ada banyak kerjaan yang harus aku lalukan. Mau itu kaisar tau atau tidak aku tidak peduli, toh dia memang tidak tertarik padaku. Fokusku agar bisa bertahan hidup atau setidaknya aku bisa mati dengan tenang. Yah benar, ayo semangat!
Saat aku hendak beranjak, aku baru ingat tadi malam bukankah aku tidur dengan kaisar dan Rudine? Mengapa aku lupa? Aku melihat di samping tempatku tidur
Mm? Tidak ada..
Aku melihat sekeliling, tolah toleh beberapa kali, tetap saja di sini.. sepi?
“Anna..”
“Ya.. yang mulia permaisuri “
“Dimana anak dan suamiku?”
“Ah suami.. ekhem. kaisar sudah menuju kantornya yang mulia sedangkan putra mahkota sudah memulai kelasnya”
ujar Anna
“apa?? Jam berapa ini?”
Tidak! Tidak bisa seperti ini, aku benar-benar akan di kira malas oleh orang-orang. Yah walaupun aku tidak menentangnya sedikit bnyak , pasti ada rasa malas dan jenuh bukan?
“apa yang aku lakukan? Ini terlalu kentara bahwa aku bermalas malasan,, mengapa bisa aku bangun jam segini?” ujarku sedikit menitikkan air mata
“tidak ada yang akan marah yang muliaa, anda adalah permaisuri negeri ini” ujar Anna menenangkan
“tapi tetap saja., ah tunggu ada apa dengan ekspresimu sebelumnya Anna?” Aku menyipitkan mata melihat ke arah Anna
“ah.. tidak.. tidak yang mulia permaisuri ini bukan hal yang buruk, saya hanya sedikit terkejut saat yang mulia mengatakan suamiku saat menyebut kaisar”
“memangnya selama ini tidak pernah?” Tanyaku
Anna menggeleng tegas
Astaga... tapi benar mereka bukanlah pasangan yang harmonis ya ..
ah, maksudku aku! aku Alena dan Alex
Mm mengapa agak sedikit aneh menyebut namanya saja tanpa gelar kaisar atau yang mulia.
Baiklah tidak ada waktu untuk berfikir hal yang tidak penting. Aku menyadari satu hal yang aneh dan cukup menjanggal pada Alena saat aku merasuki tubuh ini.
Aku harus mencatatnya agar tidak lupa.
Aku turun dari atas tempat tidur, duduk di hadapan meja kerja yang ada di kamar dan mengambil secarik kertas dan tak lupa pulpen.
Baik, mari kita konsepkan kejadian yang tidak di ceritakan di dalam novel.
Kehidupan detail Alena
Mengapa dia di eksekusi
Sosok Alena itu sendiri.
Mimpi
Baiklah, untuk poin no 1 sudah cukup jelas Alena adalah antagonis yang mengganggu kehidupan pemeran utama, Khususnya pemeran utama wanit. Rusuh, sombong, selalu mencari perhatian kaisar, suka menyiksa, penuh dengan kebencian. ini merupakan Alena di dalam novel yang aku baca.
Tapi saat aku merasukinya, aku dapat merasakan hati Alena. Entah mengapa percaya atau tidak, saat aku mengingat kejahatan yang Alena perbuat, hatiku terasa berdenyut. Sakit sekali!
Seolah ada luka tergores yang menganga, serta seperti perasaan bersalah.
Di karya Asli, Alena merupakan anak emas yang sangat di sayang duke di jaga bak berlian, bak permata yang rapuh
Namun itu hanya cara duke menyebarkan sosoknya pada dunia sosial. Pada kenyataannya hubungan Alena dengan keluarganya tidak sebaik itu, buktinya sampai hari ini tidak ada satupun dari keluarganya yang datang menjenguk setelah Alena mengalami kecelakaan, jika mereka menyayangi Alena, meskipun sejauh apapun, mereka pasti aka datang berkunjung, terlebih Alena adalah seorang permaisuri.
Selanjutnya, mengapa dia di eksekusi? Dalam cerita aslinya dia berkomplot dengan saudaranya, tapi mengapa? Apa alasan Alena? Bukankah dia mencintai kaisar? Lalu mengapa dia berkhianat?
Ketiga, sosok Alena. Di karya Asli sudah jelas seoarang antagonis, bagaimana sosok antagonis di gambarkan, sudah sangat amat jelas.
Tapi saat aku merasuki tubuh ini, ada beberapa hal yang janggal, aku kadang merasa sedih entah mengapa, dan perasaan bersalah entah kepada siapa, apa ini perasaan dari Alena yang asli?
Dan yang keempat adalah mimpi. Awalnya aku mengabaikannya karena aku menganggapnya hanya mimpi biasa, tapi lama kelamaan terasa aneh karena mimpi itu bersambung. Ada beberapa mimpi seolah-olah menggambarkan masa kecil Alena walaupun saat aku bangun aku tidak begitu mengingatnya.
Setelah mandi dan bersiap aku berencana ingin melanjutkan pekerjaanku yang masih menumpuk, terlalu bnyak yang harus di pikirkan padahal matahari saja belum baik terlalu tinggi.
“ibuuuu!!!” Teriakan Rudine memenuhi ruangan
“ada apa nak?” tanyaku
“Serina bu,, serina tidak sadarkan diri!!” Ujarnya panik
“apa?!”
tidak berfikir panjang aku bergegas menuju istana putri
“Anna panggilkan dokter segera!!” teriakku sambil berlari bersama Rudine
Ada apa ini? Apakah ini pernah ada di karya aslinya? Ayo berfikir aku harus mengingat apa yang sebenarnya terjadi pada Serina di waktu ini.
Ah! Ini ada di dalam novel aslinya! Serina tak sadarkan diri berhari-hari akibat di siksa oleh Alena. Tapi aku tidak melakukan apa-apa, tapi kenapa Serina tetap tumbang? Siapa selain diriku yang menyiksanya? Atau ini hanya karena penyakit biasa bukan siksaan atau apapun seperti di karya aslinya?
Aku harap ini bukanlah masalah besar..
Bertahanlah Serinaku, aku akan menyelamatkanmu.!
Aku berusaha secepat mungkin menuju istana Serina.
Tsk!
Apa sih yang di lakukan pengasuh itu kenapa harus putra mahkota yang melaporkannya langsung padaku?
Saat sampai di istana putri, aku sangat terkejut saat memasuki istana itu. Kondisi saat ini lebih buruk dari terakhir kali aku mengunjunginya.
“Rudine.. “ panggilku butuh konfirmasi
“maafkan aku ibu, Serina tidak ingin aku memberitahu ibu akan hal ini” Jawabnya merasa bersalah
“baiklah ibu akan bertanya padamu akan hal itu nanti, sekarang tunjukan dimana serina” tanyaku
Tanpa banyak berbicara, Rudine menuntunku kemuju kamar serina. Sesampainya di kamar Serina, darahku mendidih!
Astaga, pengasuh sialan! bahkan kamar inipun kondisinya semakin buruk! Awas saja kau Stela aku akn membuka semua korupsi kotormu!