Tak pernah terpikirkan oleh Chiara jika hari pernikahan yang dia dambakan selama ini malah berakhir dengan kesedihan. Kesedihan yang begitu menyakitkan bagi Chiara.
Setelah satu tahun berpacaran , Chiara memutuskan menikah dengan Aldo - pria yang sudah menjadi tambatan hatinya selama ini. Bukan pernikahan indah yang dia dapatkan , tapi Chiara malah mendengar kabar kalau calon suaminya telah meninggal.
Nenek Dewi - selaku Nenek Aldo merasa sangat kasihan pada Chiara. Dia sudah menganggap Chiara seperti cucunya sendiri. Karena tamu undangan sudah banyak yang datang , Nenek Dewi lalu menyuruh Dario - cucu kesayangannya yang terkenal berandalan sebagai pengganti Aldo. Dario bersedia menjadi mempelai pengganti karena dia tidak tega melihat Neneknya yang terus memohon.
Apakah pernikahan mereka akan bertahan lama ? Atau justru berpisah karena tak saling mencintai ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu secara tidak sengaja
Chiara duduk di sofa sambil berpikir apa yang harus dia kerjakan agar tidak bosan di rumah. Setelah sepuluh menit berpikir Chiara akhirnya memutuskan ingin belajar membersihkan rumah. Kemarin dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan belajar menjadi seorang istri yang baik, jadi dia akan mulai belajar hari ini. Kebetulan Dario juga tadi tidak sempat membersihkan rumah karena terlambat bangun.
Dua jam kemudian , Chiara pun telah selesai membersihkan rumah.
" Akhirnya selesai juga. Ternyata capek juga mengerjakan pekerjaan seperti ini. Sekarang aku ingin makan cemilan sambil menonton TV ," ucap Chiara sambil menuju kulkas.
Chiara membuka kulkas dan melihat isi di dalamnya. Di sana hanya ada telor , sayur dan air minum saja.
" Ternyata tidak ada cemilan. Seharusnya Dario menyimpan banyak cemilan di sini. Dia memang tak pengertian," keluh Chiara lagi . Dia lalu keluar dari apartemennya dan pergi ke Supermarket terdekat.
Ketika Chiara berada di depan pintu Supermarket , kedua matanya membulat sempurna melihat pria yang tengah berdiri di depannya.
" Aldo ? " ucap Chiara dengan bibir bergetar. Seulas senyum terukir di bibirnya yang tipis. Akhirnya dia bisa melihat lagi pria yang selama ini dia tunggu-tunggu.
Mata Chiara sampai berkaca-kaca karena terlalu bahagia. Apa yang di impikannya akhirnya akan menjadi kenyataan.
Aldo bergerak kebingungan , ingin bersembunyi tapi Chiara sudah terlanjur melihatnya. Dia pergi ke Supermarker karena membeli susu untuk Keysa , namun di depan Supermarket dia malah melihat Chiara. Setelah beberapa saat Aldo memutuskan untuk pergi meninggalkan Chiara. Pria itu pun lari meninggalkan Chiara. Dia bingung harus mengatakan apa pada wanita itu , jadi dia memilih pergi.
" Aldo , jangan pergi ! " teriak Chiara sembil mengejar Aldo.
" Aldo, aku mohon jangan pergi ! " teriak Chiara lagi dengan suara yang sangat memilukan. Baru saja semenit yang lalu merasa bahagia melihat pria yang selama ini di cari. Namun semenit kemudian pria itu sudah hendak pergi meninggalkannya.
Tin...tin...tin...
Suara klakson dari belakang terdengar sangat kencang dan mengagetkan Chiara. Wanita itu hampir saja di tabrak oleh mobil . Beruntung si pengendara mobil bisa menghentikan mobilnya dengan cepat.
" Minggir ! Apa kau mau mati ? Dasar wanita gila ," umpat si pengendara dengan raut wajah yang merah padam.
Chiara tak bisa berkata apapun, dia lalu beranjak ke tepian jalan dengan raut wajah yang tampak ketakutan.
Aldo yang mendengar suara klakson mobil langsung menghentikan langkahnya. Melihat Chiara yang ketakutan dan menangis dengan derai air mata bercucuran membuat Aldo tidak tega. Tanpa pikir panjang , Aldo pun menghampiri Chiara dan memeluknya.
Chiara pun tak melepaskan pelukannya. Kedua tangannya mendekap tubuh Aldo dengan sangat erat. Dia takut kalau pria itu pergi lagi. Tak ada kata - kata yang keluar dari bibirnya. Hanya terdengar suara isak tangis yang semakin membasahi pipinya.
" Chiara ," ucap Aldo sembari membalas pelukan wanita itu lalu mengusap punggungnya dengan lembut. Setelah sekian lama dia akhirnya bisa memeluk tubuh wanita yang selalu saja dia rindukan.
"Ternyata dugaanku memang benar. Kau memang belum mati. Mana mungkin kau meninggalkanku secepat itu," ujar Chiara sembari terisak - isak. Tangisnya pecah hingga air matanya membasahi baju Aldo.
Aldo hanya terdiam, dia bingung apa yang harus dia katakan.
" Aldo , tolong jangan pergi lagi ," kata Chiara seraya mengeratkan pelukannya.
" Aldo, sebenarnya kemana kau pergi ? Kenapa tidak mencariku ? " tanya Chiara dengan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipinya.
Aldo semakin kebingungan mendapat pertanyaan seperti itu. Dia juga tidak tega melihat wanita itu yang terus menangis.
" Maaf, Chiara. Untuk saat ini aku belum bisa memberitahu alasannya. Tapi kau harus tahu kalau aku hanya mencintaimu. Kau percaya kan padaku ?" ujar Aldo sembari menatap wanita itu.
" Ya , aku percaya . Aku selalu percaya padamu," kata Chiara sembari menghapus air matanya.
Aldo menatap Chiara dari atas hingga bawah. Wajah Chiara memang sangat cantik, hanya saja cara berpakaian wanita itu saat ini sudah berubah. Apa benar Chiara sudah menikah ? Apakah suaminya yang sudah merubah penampilan Chiara ? Dia jadi penasaran seperti apa wajah suami Chiara. Dulu dia sering menyuruh Chiara agar selalu berpakaian seksi . Dia melakukan itu agar teman - temannya dapat melihat kalau kekasihnya sangat cantik dan seksi . Walaupun dulu Chiara tak suka memakai pakaian seksi , tapi dia tetap memaksanya.
" Chiara , kenapa kau merubah cara berpakaianmu ? Kau kan tahu sendiri kalau aku tak suka dengan cara berpakaianmu ini ? " tanya Aldo sembari menaikkan alisnya.
Chiara terdiam beberapa saat setelah mendengar pertanyaan Aldo. Sebenarnya dia lebih nyaman dengan cara berpakaiannya saat ini. Tapi kenapa Aldo tak seperti Dario ? Dario melarang dirinya berpakaian seksi karena tak suka ada pria lain melihat tubuhnya. Dario juga takut ada pria hidung belang mengganggunya.
Sebenarnya yang di katakan oleh Dario memang benar. Ketika dia berpakaian seksi , banyak pria hidung belang yang mendekatinya, dan itu membuatnya tidak nyaman. Tapi kenapa Aldo tak berpikir ke sana ? Kenapa pria itu hanya memikirkan dirinya sendiri ?
"Aldo, aku lebih nyaman dengan pakaian seperti ini. Suamiku juga tidak suka melihatku menggunakan pakaian yang sangat seksi kalau keluar rumah," terang Chiara sembari menunduk.
" Jadi benar kalau kau sudah menikah dengan pria lain ? Kenapa kau malah menikah dengan pria lain ? Seharusnya kau menungguku," ujar Aldo dengan raut wajah yang terlihat marah.
Chiara terkejut mendengar ucapan Aldo, seharusnya dia yang marah pada pria itu karena tidak datang di acara pernikahannya. Dia juga tidak menjelaskan ke mana dia pergi selama ini. Mamanya Aldo juga selalu mengatakan kalau gara-gara dirinya Aldo meninggal, padahal nyatanya Aldo belum meninggal.
Chiara jadi bingung dengan semuanya. Dia jadi penasaran ke mana sebenarnya Aldo pergi ? Apa benar pria itu kecelakaan ?
"Aldo , apakah waktu itu kau satu mobil dengan sopirmu yang meninggal itu ? " tanya Chiara dengan raut wajah penasaran.
" Iya , aku memang satu mobil dengan sopirku itu. Ketika mobil itu akan jatuh ke jurang , aku dengan cepat melompat keluar dari mobil. Dan untung aku tidak apa - apa, " terang Aldo dengan gugup.
Chiara semakin bingung mendengar penjelasan Aldo. Kalau dia baik - baik saja pada saat itu , lalu kemana dia pergi ? Dan kenapa Mamanya mengatakan kalau Aldo meninggal ? Bahkan dia berkali - kali menghubungi Mamanya Aldo untuk menanyakan apakah jasadnya Aldo sudah di temukan atau belum ? Tapi Mamanya Aldo selalu mengatakan kalau Aldo sudah meninggal.
" Lalu setelah itu kau pergi kemana ? Aku berkali - kali menghubungimu tapi nomer ponselmu tidak bisa di hubungi. Kenapa kau tidak menghubungiku sama sekali ?" tanya Chiara sembari menatap pria itu dengan tatapan penuh menyelidik .
Aldo menghela nafas pelan ketika mendapat tatapan seperti itu. "Untuk saat ini aku belum bisa menjelaskan padamu. Kau tenang saja , walau pun kau sudah memiliki suami tapi aku masih mau menerimamu. Jika kau benar- benar mencintaiku , maka bercerailah dengan suamimu lalu menikah denganku," kata Aldo dengan raut wajah yang sangat serius.
Chiara terdiam memikirkan perkataan Aldo. Setelah melihat dan bicara dengan Aldo , entah kenapa dia merasa tak nyaman berada di dekat pria itu. Dia sendiri bingung dengan perasaannya saat ini.
" Aldo , beri aku waktu sampai besok. Aku butuh waktu untuk memikirkan ajakanmu itu," balas Chiara sembari menatap pria itu.
Kedua mata Aldo terbelalak lebar mendengar jawaban Chiara. "Cuma menjawab itu saja kau mesti membutuhkan waktu ? " tanya Aldo dengan amarah menggebu-gebu.
"Baiklah, aku tunggu jawabanmu besok. Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Aldo yang kemudian meninggalkan Chiara.
semoga saja Chiara akan baik2 saja dan rencana nenek Dewi tidak jadi kenyataan .
kasihan Chiara dan Dario kalo sampe itu terjadi