Mutiara tidak menyangka jika selama ini dia telah dikhianati oleh kekasih dan adik kandungnya karena gendut. Bahkan Ayah dan Ibunya sendiri juga seakan menganggapnya sebagai orang yang tidak berguna karena tubuhnya yang super big itu. Karena rasa sakitnya yang amat besar di perlakukan seperti itu oleh orang-orang yang dia sayangi, akhirnya Mutiara memutuskan untuk pergi ke luar Negeri dan melakukan perubahan diri berupa diet dan olahraga yang ketat agar tubuhnya langsing kembali.
Mutiara kembali ke Indonesia dan membuat semua orang terpana, mantan kekasihnya yang saat itu akan menikahi sang adik berlutut dihadapannya dan menangis mengungkapkan penyesalan.
Akankah Mutiara luluh dan memaafkan Dion yang menginginkannya kembali, ataukah dia berhasil membalaskan dendam dan membuktikan pada semua orang jika dia bukan wanita biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Happy Reading.
"Apa maksudnya ini?" tanya Mutiara, sungguh dia begitu terkejut mendengar ucapan Berlian yang mengatakan jika dia hanyalah anak pungut.
"BERLIAN! JAGA UCAPANMU!" Bagas terlihat emosi sambil menunjuk Berlian.
"Kenapa, Pa? Apa Papa takut kalau Mutiara tahu jika dia sebenarnya bukan anak kandung Mama dan Papa?"
"Berlian, kenapa kamu bisa bicara seperti itu? Mutiara adalah kakakmu, kakak kandungmu sendiri," ucap Alisa menggelengkan kepalanya.
"Apa Mama kira aku tidak tahu? Hahaha, aku sudah tahu kalau Mutiara bukan anak kandung kalian sejak kelas 5 SD, aku pernah mendengar kalian mengatakan jika Mutiara bukan anak kandung kalian, dan hanya akulah putri kalian satu-satunya, dan selama ini aku berpura-pura baik pada Mutiara karena aku ingin menjatuhkannya di depan kalian, karena hanya akulah yang pantas untuk mendapatkan semuanya, kasih sayang kalian dan juga semua fasilitas di rumah ini karena aku adalah Nona yang sebenarnya!"
Deg!
Semua orang terkejut mendengar ucapan Berlian yang menguap semua fakta baru. Bahkan Alisa dan Bagas sama sekali tidak mengetahui jika Berlian telah mengetahui semuanya.
"Apa benar yang diucapkan oleh berlian, Pa, Ma? Apa benar aku bukan anak kandung kalian? dan apa benar aku adalah anak pungut?" tanya Mutiara.
Wanita itu berusaha kuat dan tegar apabila memang fakta yang sebenarnya seperti itu. Padahal sebenarnya saat ini tubuhnya terasa bergetar, kakinya lemah dan dia ingin sekali menangis, tetapi mutiara tidak ingin melakukan hal itu. Dia harus tahu jawaban sebenarnya dari kedua orang tuanya apa rahasia mereka sembunyikan selama ini.
Terlihat Bagas dan Alisa saling memandang, keduanya sama-sama menghela nafas, sebenarnya mereka tidak pernah berharap jika rahasia ini akan terungkap, tapi sepertinya memang tidak akan ada sesuatu yang disembunyikan tidak menimbulkan bau. Dan yang akhirnya akan tercium juga suatu saat nanti. Entah siapa itu yang akan mencium duluan, pasti akan ada masanya di mana semuanya akhirnya terbongkar.
Mungkin dulu Berlian memang mendengar ketika mereka membicarakan masalah Mutiara, sehingga usaha mereka untuk tidak pernah mengatakan hal ini berakhir sia-sia karena ternyata Berlian sudah menyimpannya sejak Dia berumur 11 tahun sampai sekarang berumur 22 tahun.
"Baiklah ayo kita duduk Papa akan menjelaskan semuanya kepada kalian," ujar Bagas.
"Tidak perlu Pa, aku tidak sudi untuk duduk bersama dengan anak pungut itu selama ini aku sudah memendam rasa benci ini kepada Mutiara dan sekarang aku tidak akan pernah berpura-pura baik lagi karena memang kenyataannya dia bukanlah Kakak kandungku!" seru Berlian.
"Berlian, jangan membantah atau kamu akan menyesal!" ujar sang Mama. Alisa menarik tangan Berlian untuk duduk di sampingnya dan Mutiara duduk di samping Bagas.
"Kalau memang sudah seperti ini maka Papa akan cerita yang sebenarnya, rahasia besar yang selama ini kami berusaha sembunyikan, kami hilangkan semua jejaknya, karena rahasia itu membuat kami selalu bersedih jika mengingat kembali," ujar Bagas menatap Berlian dan Mutiara bergantian.
"Papa tidak usah bertele-tele," Berlian menyela .
"Sebaiknya kamu diam saja Berlian, agar Papa bisa cerita dan jangan sekali-kali menyela," ujar Mama Alisa.
Berlian hanya bisa berdecih dan tersenyum sinis, wanita itu bersedekap ada sambil menatap tajam Mutiara.
"Lihat saja, setelah kamu tahu jika kamu hanyalah anak pungut dan tidak memiliki apa-apa, Dion pasti tidak ingin mengejar mu lagi!" batin Berlian.
"Sebenarnya Mutiara adalah anak kandung dari saudara kembar Papa, ibu Mutiara bernama Arumi dan Ayahnya bernama Bagus, mereka meninggal karena kecelakaan dan saat itu usia Mutiara baru Lima bulan, Mama juga tengah mengandung Berlian, kalau kamu menanyakan masalah perusahaan dan harta yang kita miliki sekarang, sebenarnya sebagian besar itu adalah milik Bagus, aku hanya memiliki 40% saham dan milik Mutiara 60%, meskipun selama ini kami memperlakukan Mutiara dengan tidak adil, tetapi kami tetapi kami benar-benar menganggap mutiara sebagai Putri kandung kami sendiri, jadi untuk Berlian hilangkan lah semua dendammu pada Mutiara karena kalian tetap mengalir darah yang sama," ujar Bagas.
Sejak tadi Mutiara mati-matian menahan diri agar tidak menangis, ternyata terjawab sudah kenapa berlian begitu membencinya. Ternyata karena berlian telah mengetahui semua rasa itu sejak masih kecil dan menganggapnya anak pungut yang disayang oleh kedua orang tuanya.
"Kalau begitu mulai sekarang aku akan mengambil alih perusahaan yang memang ditinggalkan kedua orang tua kandungku!" ujar Mutiara membuat semua orang terkejut.
Bersambung.
kalung hage 150juta ... cuma 150rbu??
yg jual dlm lelang, bukan brg brg loaak!!
ape2 pon sebelum dijual akn diteliti dulu..
jual dlm pasar GELAP pon penuh dgn KETELITIAN, apatah lgi ni dlm LELANG..yg katanya org2 BESAR/ BERDUIT semua dtg..
speechless 😵💫😩😩😏😂
songong amat kamu berlian 🤣🤣
siapa sebenarnya org tua kandung mutiara...