[ Sinopsis ]
[ KEHIDUPAN INI ADALAH GEME ]
The beginning of the story of a bored godーマチャン_kisah seorang anak yang Berenkarnasi kedalam Dunia Fantasi berbeda dengan Dunia Fantasi lain "Apakah Dunia ini gila " Penuh dengan ketidakadilan, NTR [perselingkuhan] , Penghianat, Kekerasan, Pembunuhan, Demi diakui MC [MaChan] Mencari kekuatan yang melebihi para Dewa Tetapi Ada Harga yang besar Untuk itu......
Perjalanan pun dimulai MC Anti Naif [Anti Hero] akan segera dimulai melawan para Dewa , Human kuat, Dan Melintasi banyak Multiverse Lain, Penasaran Yuk baca😏🤝
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Aether ], isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ Chapter 26 ] Kehancuran 5
[Nama] KiZuura Moon\=> Giga DragonZuxe
[Level] 10.000+\=> 20.000+
[Ras/Umur] DemonGodKe3/20.000Th
[Skill]??\=> [Twilight Giga] \=>[Hoder Stone GigaZex]
[Title] Komandan No2
"Permainan baru di mulai"
Didalam Bentuk Sempurna miliknya ada sebuah Kekuatan yang Lebih Mengerikan, Moon Mengeluarkan Darah Dari Tubuhnya dan membentuk sebuah Senjata [ Annihilation Blood ].
Mengetahui bahwa Pertarungan Ini akan Merepotkan Ma-Chan Membawa Tubuh Yu miko ke tempat yang aman terlebih dahulu, Akan tetapi Moon tidak membiarkan Nya begitu saja.
"Kau pikir bisa kabur Fufu... [ Extremely ]!!"
Duar!!" Skill Miliknya menghancurkan Tembok Dari Ruangan Lain akan tetapi semua ini tidak ada Efeknya bagi Ma-Chan, Melesat bagaikan Bayangan Ma-Chan Tidak bisa di Capai " [ShadowZero] " Oleh Serangan Moon.
Di sisi lain Ayumi-
"Dasar Ma-Chan!! Kenapa aku harus di tinggal kan!! Hemm" Mengerutkan Keningnya.
Sekarang Ayumi bersama dengan Wanita itu [ Hanasami ] Seorang Berumur 36 Tahun Karena Kejadian Sebelumnya dia menjadi memiliki trauma yang cukup parah, Melihat tubuh Gemetar ketakutan Ayumi mendekati Sami -San Dan Memulai Percakapan di antara mereka.
" H-hei Aku Ayumi Toyota.. Boleh aku-"
" Hanasami...Kau bisa memanggilku Sami.."
" "Ooo...Sami -San Salam kenal"
Dan meskipun Sudah berkenalan Kedua tetap saja merasa Canggung satu sama lain, Karena Saat ini memang lah Bukan Momen yang tepat untuk Saling Menyapa, Tidak lama kemudian Sebuah Getaran Gempa Terjadi Di seluruh Ruangan bawah tanah.
Mengakibatkan Retakan Di Dinding Ruangan. Rasa panik pun muncul dari Ayumi dan Sami -San karena jika Ruangan ini runtuh maka tidak ada harapan bagi mereka untuk hidup bahkan jika mereka masih hidup kemungkinan milik mereka hanya 2%.
Karena situasi yang tidak Meyakinkan Ayumi menyarankan untuk Pergi ke tempat yang lebih aman dahulu Dengan berlari dan saat itu lah suara Muncul Di Pikiran Ayumi " Ayumi kau bisa mendengar kan ku? "
"Eh Ma-Chan? Apakah itu kau?"
" Dengarkan baik-baik Ayumi, kau punya, 2 pilihan"
"Apa?...Apa yang kau bicarakan?... Pilihan?..."
"Ini menentukan, Hidup dan Mati, 1. Selamatkan yang Ada di perjalanan Menuju permukaan, dan membiarkan semua orang Mati yang ada di Lantai paling Dasar.
2. menyelamatkan Yang ada di lantai paling Dasar mengunakan Item yang ku berikan dan membiarkan Yang ada di Atas Mati?, Keputusan ada di tangan mu, Ayumi."
Saat mendengar pilihan itu Ayumi Menghentikan Langkah kaki nya dan berfikir Di Momen yang Sulit, karena kedua pilihan itu Mengambil Resiko Yang Sangat Besar, Saat berfikir Di situasi ini Sebuah Batu jatuh dari Atas akibat Gempa tetapi Sami -San yang menyadari itu mendorong Ayumi dan mengakibatkan Luka Pada Sami -San sehingga Darah keluar dari kepala nya.
Karena melamun Ayumi Tidak menyadari adanya Batu itu Jatuh ke arah nya Tetapi, Kenapa? Karena Dirinya Sami -San saat ini mengalami Luka yang serius Di Kepalanya.
" Sami -San!! Kenapa? "
" Kau ini sangat Ceroboh... Setidaknya Jangan Lengah Di situasi Yang Buruk ini..."
" Maaf....Aku.. Hiks..Hiks,. Karena aku Sami -San..
Dengan Obat yang dia bawa, Ayumi Mencari kain untuk Mencegah Pendarahan yang Parah terjadi, Dan Beberapa menit kemudian kesadaran Sami -San sudah membaik sehingga Kesadaran miliknya Pulih kembali.
Sadar bahwa Sami -San telah siuman Ayumi dengan Senang Memeluk tubuh nya.
Tab to Continue
Sad ending = Aku suka
Good Ending = Lumayan suka
Udah kek manusia abadi kalo gak ada sistem
Kalo kamu jadi penguasa beneran tapi