Nayra azahwa alzahrani...gadis berhijab yg memiliki wajah yg cukup cantik, kulitnya kuning bersih, tatapannya selalu tk tertebak, begitupun akan sikapnya.Ia hampir tk pernah terlihat mondar mandir bersama teman2nya karena seringya menghabiskan waktu d perpustakaan sekolah. Tanpa ia sadari sikap dinginnya mampu menarik perhatian beberapa star tim basket di sekolahnya, salah satunya.. Yan Aditya Rachman wakil kapten tim basket di sekolahnya. Seorang tuan muda dari keluarga pengusaha resto dan makanan ringan yg cukup terkenal di kota tempat tinggalnya. mampukah seorang Yan menaklukkan sang gadis dingin bersaing dengan sesama timnya...secara dia seorang pemuda yang terkenal supel dan ramah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
semakin dekat...
Nayra nampak sedang menyiran bunga di taman belakang rumahnya sore itu ketika sebuah suara datang menghampirinya.
Hari ini ia memutuskan tak ikut sang suami ke kantor karena merasa tubuhnya yang terasa lemas dan lesu.
" assalamualaikum...." terdengar suara wanita tiba tiba dari arah belakangnya
" astaghfirullah bunga...kau mengagetkanku..."
Ya pemilik dari suara itu adalah bunga, sejak pertemuan mereka di pesta para pengusaha beberapa bulan yang lalu itu, keduanya menjadi dekat dan semakin dekat.
Bunga sering mengunjungi nayra di kantornya atau juga mendatanginya di rumah seperti saat ini.
" kau sakit ?! " tanya bunga
" entahlah..badan ku tiba tiba terasa lemas.." jawab nayra
" sudah periksa...mungkin kau hamil.." jelas bunga sambil duduk di gazebo taman itu dan diikuti nayra pula.
" belum....nanti saja nunggu yandi pulang.."
" ck...kau ini, beri panggilan yang lain untuknya.." cibir bunga membuat nayra mencebikkan bibirnya
" sudah.....aku memanggilnya sayang kok, masak kau tak dengar tiap kali aku memanggilnya.." protes nayra
" iya iya..." jawab bunga sambil tertawa,
pasalnya ia memang tahu juga nayra memanggil sayang pada sang suami meski itu dihadapan saudara dan teman teman mereka keculi di hadapan rekan bisnis dan para karyawan mereka.
" nay..menurutmu bagaimana jika kita mencoba merambah jangkauan fashion kita pada anak kecil " tawar bunga pada nayra.
Nayra dan bunga kini bekerjasama di bidang fashion sejak pengajuan kerjasama bunga diterima nayra beberapa bulan lalu.
Yandi memberikan bisnis fashionnya untuk di kelola sang istri dan tentang pembangunan property masih ia handle sendiri namun masih tetap ada campur tangan sang istri disana.
Karena entah mengapa ia ingin sang istri ikut andil dalam setiap pengambilan keputusan pada perusahaan yang ia rintis secara mandiri itu.
Nayra nampak mengangguk angguk sembari melipat bibirnya tanda ia sedang serius berfikir.
" kita harus membahasnya lebih lanjut nga..." kata nayra kemudian
" tentu saja....besok aku akan atur meeting, kau bisa hadirkan ? Atau kalau tidak virtual saja " ucap bunga
" tidak usah, insyaAllah besok aku bisa..tidak enak rasanya kalau virtual " jawab nayra
" hmmm...terserah kau saja " jawab bunga kemudian.
Sungguh keduanya begitu dekat dan seakan saling mengerti satu sama lain, tak akan ada yang menduga jika keduanya adalah masa lalu dan masa depan yan aditya rachman jika hanya melihat kedekatan dari keduanya sekarang ini.
" kau sudah temukan siapa pemilik saham 20% di perusahaan suamimu ? " tanya bunga
" belum..entahlah, kenapa kami sangat sulit menjangkaunya, aku benar benar yakin ada campur tangan orang dalam disini..." jawab nayra pelan
" hmmm kurasa juga begitu, mereka seakan tahu langkah langkah kalian.." sambung bunga lagi
" hmmm..." nayra sambil menghembuskan nafasnya berat
" ini cukup mengganggu pikiran suamiku, pasalnya ia tak mau ada orang lain dalam kepemilikan usahanya ini selain kami berdua, dan anak anak kami nantinya " jelas nayra yang di angguki mengerti oleh bunga.
" sayang kau disini....?! " tiba tiba yandi datang membuat nayra dan bunga menoleh.
Kemudian pria tampan dan tinggi menjulang itu mendekat dan memeluk sang istri serta mencium keningnya, pemandangan yang membuat siapa saja iri melihatnya, namun itu sudah biasa bagi mereka yang telah mengenal dekat keduanya.
" kau disini...?! " tanya kris juga tiba tiba dari arah belakang yandi.
" hmmmm...." jawab bunga sambil melongok kebelakang kris
" kau tidak bersama edo...aku tidak melihatnya beberapa hari ini ?! " tanya bunga membuat kris sedikit mengerutkan keningnya,
ada perasaan tak suka dalam dirinya mendengar bunga menanyakan pria lain padanya.
" kenapa...kau merindukannya ?! Tanyanya kemudian
" hmm mungkin..." jawab bunga acuh lalu kembali menatap kearah pasangan nayra dan yandi.
Tak ia hiraukan perubahan wajah kris tang tiba tiba masam dan memilih duduk di depannya agak memjauh.
" kau tidak bawa dia ke dokter saja yan..dia bilang lemas, atau paling tidak panggil dokter hendra saja untuk memeriksa nayra " kara bunga kemudian,
sekali lagi tak ia hiraukan kris yang masih menatapnya tak bersahabat.
" tidak....aku hanya kelelahan saja, ayo yang biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka..." jawab nayra sembari bergelayut manja pada sang suami dan hendak berlalu pergi.
" apa maksudmu..urusan apa? " tanya bunga bingung
" aku mencium bau bau gosong...kau tidak yang ?! " tanya nayra pada sang suami tanpa menggubris pertanyaan bunga,
sambil memonyongkan bibirnya kearah kris. Kemudian berlalu meninggalkan keduanya sambil tertawa bersama sang suami.
Bunga menatap kearah kris mengikuti arahan nayra tadi dengan kening yang mengkerut tanda ia yang tak mengerti ucapan nayra
" kenapa menatapku begitu..?! Tanyanya kemudian pada kris setelah ia tahu kris menatapnya dengan tajam.
Kris tak menjawabnya, hanya ia terus menatap tajam wanita dihadapannya itu.
" dasar aneh..." umpat bunga dan berdiri hendak pergi, namun belum sempat ia melangkah kakinya terhenti karena lengannya ditarik oleh kris.
" kenapa setiap kali tak melihat edo kau mencarinya, apa kau menyukainya..?! " tanya kris to the point membuat bunga semakin mengerutkan keningnya.
" biasa saja...aku mengenalnya, jadi ingin tahu saja kabarnya. Salah.....?! " tanya bunga santai.
" tentu saja...kau wanita, kenapa harus men
anyakan pria lain yang tidak ada hubungannya denganmu padaku..." sentak kris
" ok..aku minta maaf, aku tidak akan tanyakan edo lagi padamu, aku akan tanyakan edo pada orang lain saja, puasss.." bunga berucap menahan geram
" tidak usah tanyakan edo lagi atau pria lain lagi padaku atau pada orang lain.." jawab kris tak kalah ketus.
" apa maksudmu...?! " tanya bunga lagi
" jangan tanyakan pria lain lagi siapapun itu.." ultimatum kris membuat bunga mengedipkan matanya beberapa kali karena bingung dengan sikap kris.
" katakan pada kris untuk lebih gantleman yang..." bisik nayra pada yandi yang mengintip interaksi bunga dan kris dari balik pilar yang tak begitu jauh dari dua orang itu.
" iya...aku rasa dia terlalu lamban " yandi turut berbisik
" harusny dia meniru aku yang sangat gentleman kan yang.." sambungnya lagi membuat nayra mencebikkan bibirnya
" gentleman apanya, maksanya ?!" cebik nayra
" tapi kamu cintakan.." goda yandi sembari mengikuti langakah sang istri menjahui tempat itu takut ketahuan kris dan bunga kemudian bergelayut manja pada pundak sang istri dan mencium pipinya beberapa kali hingga membuat pelayan yang berpapasan dengan mereka menunduk malu.
" dasar..nggak tau malu.." cibir nayra sambil memukul pelan pergelangan tangan sang suami yang melingkar di dadanya dan di jawab yandi dengan mencebikkan bibirnya dan mengangkat bahunya acuh.