Diana harus menerima kenyataan pahit, kalau suami yang dia nikahi selama dua tahun ini sebenarnya telah menyembunyikan banyak rahasia darinya.
Di depan Diana, Rafli bersikap seolah dia suami yang baik dan setia. Tapi di belakang Rafli itu tukang selingkuh dan suka berjudi.
Hingga suatu ketika, Rafli kalah judi dan menjadikan Diana sebagai pelunas hutangnya. Diana di serahkan pada seorang pengusaha yang bersedia membayar hutang judinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Andre yang begitu senang dan terharu melihat anaknya, langsung meminta agar anak buahnya meminta ijin pada gurunya untuk bertemu dengan Dani.
Sang guru mengijinkan, karena mengatakan kalau Andre adalah ayah kandung Dani yang terpisah lama sekali karena saat Andre dan Diana berpisah. Andre tidak tahu kalau saat itu Diana punya anak. Sedangkan Andre tidak tahu dimana keberadaan Diana saat itu.
Sang guru yang terkadang kasihan pada Dani yang terkadang di tanyakan perihal ayahnya oleh teman-temannya kemudian mengijinkan untuk Andre bertemu dengan Dani dengan syarat harus ada guru yang menemani saat Andre bertemu dengan Dani.
Di ruangan yang emang bisa digunakan untuk para guru bertemu dengan wali murid jika ada hal yang perlu di bicarakan pada akhirnya Dani bertemu dengan ayah kandungnya.
"Dani, het is je vader!" kata guru Dani yang mengatakan kalau pria yang ada di depan Dani saat ini adalah ayah kandungnya.
Anak kecil yang usianya masih enam tahun tapi punya pemikiran yang luas dan otaknya sangat cerdas itu pun melihat ke arah Andre dengan seksama.
"Je bent een Indonesiër?" tanya Dani yang bertanya apakah Andre adalah orang Indonesia.
Andre yang tidak mengerti bahasa Belanda pun menoleh ke arah salah satu anak buahnya.
"Tuan muda bertanya, apakah tuan dari Indonesia! katanya begitu!" jelas anak buah Andre itu.
Andre tersenyum, terus terang dia malu karena ternyata anaknya sangat pintar. Padahal memang di lingkungan sekitar tempat tinggal Diana banyak orang Belanda. Teman-teman Dani juga orang Belanda. Wajar kalau dia bisa bahasa Belanda sejak kecil.
Andre lantas mendekati Dani dan berjongkok di depan anaknya itu. Tangan Andre menyentuh kedua bahu Dani kemudian memandangnya dari atas sampai bawah. Mata Andre pun jadi berkaca-kaca. Dani emang sangat mirip dengannya suatu kecil dulu. Tak terbuang sedikit pun.
Andre lantas memeluk Dani karena merasa begitu bahagia bisa melihat anak kandungnya. Andre sebelumnya tidak pernah berpikir bahwa dia akan memiliki seorang putra dari Diana. Tujuan Andre mencari Diana hanya untuk meminta maaf dan kalau bisa berkenan maka dia akan membawa Diana kembali padanya. Karena sekarang Andre sudah memiliki segalanya harta dan kekuasaan sudah jadi miliknya sepenuhnya tidak seperti dulu yang masih dibayang-bayangi oleh kekuasaan dari Bernando.
Tapi mengetahui dirinya memiliki seorang anak dari Diana, kebahagiaan anda benar-benar tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
"Anakku!" kata Andre seraya memeluk Dani seraya menangis haru.
Para anak buah Andre, terlihat kebingungan. Mereka tidak menyangka, dan baru pertama kali itu mereka melihat Andre menangis. Sebagian dari mereka yang tahu perjuangan Andre dari awal bahkan ikut berkaca-kaca mata mereka. Ikut rasakan keharuan yang sama dengan yang dirasakan oleh Andre saat ini.
"Kamu benar papaku?" tanya Dani.
Andre mengaku dengan cepat ketika mendengar pertanyaan dari anaknya itu.
"Iya nak, aku papamu. Maafkan papa karena selama ini tidak pernah menemuimu karena papa memang tidak tahu kalau saat papa dan mamamu berpisah, mama kamu sedang hamil!" kata Andre menjelaskan.
"Kenapa papa mencari mama sekarang?" tanya Dani.
Anak itu bahkan sikapnya lebih tenang daripada Andre yang terlihat sangat emosional.
"Papa harus menyelesaikan sesuatu, papa juga terpaksa berpisah dengan nama kamu untuk menyelamatkan lama kamu. Waktu itu papa belum punya kekuasaan dan harta sebanyak sekarang ini. Papa tidak mungkin bisa menyelamatkan kalian saat itu. Tapi sekarang, aku sudah punya segalanya nak. Kita bisa berkumpul, papa janji akan menebus waktu yang sudah terbuang selama ini. Dani mau menerima papa sebagai papa Dani kan?" tanya Andre.
"Aku tidak punya hak untuk menolak papa sebagai papa kandung ku. Tapi kalau masalah terima dan memaafkan papa kembali. Itu terserah mama. Aku akan menerima papa kalau mama juga menerima papa! mama sudah berjuang banyak untukku selama ini!" kata Dani.
Para anak buah Andre sempat saling pandang dan begitu terkagum-kagum dengan apa yang dikatakan oleh anak dari bosnya itu. Umurnya baru enam tahun, tapi pemikirannya benar-benar sangat luas dan bijaksana.
Andre pun mengangguk, dia memang juga memikirkan hal yang sama dengan yang dikatakan oleh Dani. Andre juga berpikir kalau dia juga harus meminta maaf dan benar-benar berusaha keras untuk mendapatkan hati Diana yang sudah dia lukai dulu.
Tapi Andre meminta ijin pada guru untuk mengajak Dani keluar. Karena setelah bertahun-tahun, baru kali ini Andre bertemu dengan Dani. Guru Dani yang baik hati dan pengertian pun mengizinkan mereka untuk keluar tapi harus kembali sebelum jam pelajaran berakhir. Hal itu di sepakati oleh Andre. Dani dan Andre lantas pergi ke taman bermain untuk menghabiskan waktu bersama.
Andre banyak bertanya kepada Deni apa saja yang sudah dia lalui selama ini. Di dengar dari cerita Dani, Andre sangat sedih sekaligus merasa sangat bersalah. Sebab banyak sekali yang mereka lalui selama ini, suka suka di negeri orang. Perkataan tidak enak yang dulu sering di dengar oleh Diana dan keluarganya. Sering pindah kota, supaya hidup mereka lebih tenang. Dan akhirnya, mereka sampai di kota ini di mana orang-orangnya tidak terlalu berpikiran picik kepada seseorang yang hamil tanpa suami.
Dan anak-anak mereka juga tidak terlalu sibuk untuk menanyakan di mana keberadaan ayah Dani yang tak pernah muncul ke sekolah. Meski terkadang, satu dua pertanyaan juga muncul dari satu, dua murid yang gabut.
Andre mendengarkan dengan seksama cerita dari Dani. Dalam hatinya, Andre berjanji tidak akan membuat mereka mengalami kesulitan lagi. Dia akan sangat berusaha untuk membujuk Diana agar kembali kepadanya dan membuat mereka berdua bahagia.
Setelah bermain berbagai macam wahana di taman bermain, Andre mengajak Dani untuk makan siang. Saat Andre menawarkan untuk membeli mainan. Dani menolaknya.
"Tidak perlu, mainanku banyak di rumah. Sudah mau pulang sekolah, sebaiknya antarkan aku ke sekolah, mama akan menjemput ku sebentar lagi!" kata Dani.
Meski sedikit kecewa karena kebersamaan yang bersama dengan sang anak harus berakhir. Andre tetap mengantarkan Dani ke sekolah. Karena itu adalah janji antri kepada guru Dani. Andre juga tidak Mama buat masalah bagi guru Dani.
Setelah turun dari mobil, Andre membantu Dani.
"Besok, kita bisa pergi lagi?" tanya Dani.
"Tidak bisa, bujuk mama dulu baru aku bisa ikut!" kata Dani.
"Apa kamu juga tidak mau panggil aku papa?" tanya Andre penuh harapan. Matanya berbinar, sangat berharap sang anak mau memanggilnya papa.
"Aku akan panggil papa, kalau mama sudah memaafkan mu!" kata Dani yang lantas berlari masuk ke dalam pintu gerbang sekolah.
***
Bersambung...
terimakasih author
👍👍👍👍