NovelToon NovelToon
Mendadak Nikah

Mendadak Nikah

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:100k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Mendadak menikah dengan duda beranak 3 adalah sebuah malapetaka bagi gadis bernama Vania Clarisa. Kebahagiaannya seperti di rampas, kebebasannya di renggut. Dia yang merupakan gadis bebas yang senang berpetualang mendadak harus mengurus suami dengan 3 putranya yang masih berusia remaja. Apakah dia akan menjelma menjadi ibu tiri yang kejam seperti di film-film jaman dulu?

Seperti apa kisah Vania? Kenapa dia harus menikahi duda beranak 3 secara tiba-tiba? Ikuti kisahnya, "Mendadak Nikah".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan

Setelah mengantarkan Ryan ke Rumah Sakit Rehabilitasi, Arion, sang istri juga putranya kembali ke rumah. Ketiganya merasakan hal yang sama tentu saja. Sama-sama merasa kehilangan karena ini adalah kali pertama bagi mereka tinggal berjauhan dengan Ryan.

Meskipun ini adalah jalan terbaik yang harus mereka tempuh, tapi tetap saja menyisakan luka yang mendalam di hati masing-masing. Ini adalah cobaan terberat yang harus mereka lewati, cobaan yang menguatkan tali persaudaraan di antara mereka sebenarnya. Berkat adanya masalah ini, Dion akhirnya sadar bahwa ibu tirinya itu ternyata adalah wanita yang sangat luar biasa. Sosok ibu yang mampu mengobati rasa haus akan kasih sayang yang selama ini mereka dambakan.

Dion yang semula menolak dan bahkan selalu bersikap ketus kepada wanita itu, kini melakukan hal yang sebaliknya. Dia begitu menghormati Vania Clarisa, tanpa sadar rasa sayang itu tumbuh di dalam relung hati seorang Dion. Rasa sayang layaknya seorang putra yang menyayangi ibunya sendiri.

"Lebih baik kamu istirahat, Dion. Kamu pasti lelah sekali karena telah menjaga Ryan selama beberapa ini," pinta Vania sesaat setelah mereka masuk ke dalam rumah.

"Baik, Mom. Mommy juga istirahat, aku masuk dulu," jawab Dion hendak berjalan menuju kamar, tapi pemuda itu tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya lalu kembali menatap wajah sang ibu.

"Mom," lirihnya kemudian.

"Iya, Dion. Apa kamu menginginkan sesuatu? Apa kamu lapar? Mau Mommy buatkan makanan?"

"Tidak, bukan itu, Mom. Saya hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih saya sama Mommy. Terima kasih karena selalu berada di samping kami, terutama di sisi Ryan. Saya minta maaf atas sikap kurang ajar saya selama ini," ucap Dion, dengan nada suara lemah.

"Oh itu, tidak usah berterima kasih segala, Dion. Sudah kewajiban Mommy sebagai ibu sambung kalian. Menjaga, merawat dan mendampingi kalian adalah tugas Mommy. Justru Mommy yang mau berterima kasih karena kamu akhirnya mau menerima Mommy sebagai ibu sambungmu," jawab Vania menahan rasa haru di dalam hatinya.

Dion tersenyum kecil. Dia pun melanjutkan langkah kakinya, berjalan menuju kamar dengan perasaan bahagia. Sedangkan Vania sendiri merasa tidak percaya bahwa dirinya akan menjadi ibu yamg baik untuk ketiga putra sambungnya itu. Sesuatu yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Dia berfikir bahwa dirinya akan menjelma menjadi sosok ibu tiri yang jahat seperti dalam sinetron yang pernah dia tonton.

Akan tetapi, semua perkiraannya itu salah. Jiwa keibuannya itu mengalir begitu alami di dalam dirinya. Dia pun menyayangi ketiga putra sambungnya itu layaknya putra kandung sendiri, dan entah mengapa rasanya sangat bahagia.

"Honey?" sapa Arion yang sedari tadi hanya menatap penuh rasa kagum wajah sang istri.

"Hah? Eu ... Iya, Mas. Aku lelah sekali, kita istirahat ya."

"Mau Mas gendong?"

"Gak usah, malu nanti di lihat anak-anak."

"Gak apa-apa, gak ada siapa-siapa ko di sini."

Tanpa basa-basi lagi. Arion Delana tiba-tiba saja menggendong tubuh Vania mesra. Vania sempat berontak dan hendak turun dari dalam gendongan suaminya itu. Dia pun menatap sekeliling merasa malu jika salah satu putranya sampai melihat mereka seperti itu.

"Astaga, Mas. Turunkan aku," pinta Vania menahan senyuman di bibirnya.

"Gak ada siapa-siapa di sini, kamu gak usah malu, honey. Terima kasih karena kamu telah bekerja keras selama ini, terima kasih karena kamu telah menjadi ibu yang baik untuk ketiga putra Mas. Mas gak tahu lagi harus seperti apa mengatakan rasa terima kasih Mas sama kamu, Mas benar-benar bahagia, honey," lirih Arion, berjalan dengan langkah kaki pelan.

Dia menaiki satu-persatu anak tangga. Kedua tangan Vania refleks melingkar di leher suaminya. Kepalanya pun dia sandaran di dada bidang sang suami merasakan betapa nyamannya berada di dalam dekapan seorang Arion Delana.

Ceklek!

Pintu kamar pun di buka, Arion masuk ke dalamnya lalu berjalan ke arah ranjang. Dengan sangat hati-hati, dia membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Tanpa di sangka dan tanpa di duga, ternyata Vania sudah dalam keadaan tertidur lelap. Kedua matanya nampak terpejam sempurna.

Arion menatap lekat wajah cantik seorang Vania Clarisa. Wanita yang baru dia nikahi selama beberapa bulan yang lalu. Senyuman kecil nampak menghias di wajah Arion kini. Betapa dia sangat mencintai istrinya itu.

"I love you, honey," lirihnya kemudian.

Cup.

Satu kecupan mendarat di kening Vania mesra.

"I love you too, Mas," tiba-tiba Vania membuka kedua matanya, tersenyum manis menatap wajah suaminya.

"Mas pikir kamu tidur, honey?"

"Mana mungkin aku tidur secepat itu. Sini berbaring di samping aku, Mas juga harus istirahat lho."

"Hmm .. Baiklah, Mas juga lelah banget ini."

Arion berbaring tepat di samping istrinya. Dia pun merentangkan pergelangan tangannya untuk di jadikan bantalan bagi kepala Vania Clarisa. Wanita itu pun melingkarkan tangannya di perut suaminya, memeluknya erat.

"Tiba-tiba saja aku teringat ayah, Mas. Sudah lama sekal aku tidak berkunjung ke rumah beliau," ucap Vania secara tiba-tiba mengingat sosok sang ayah.

"Hmm ... Bagaimana kalau minggu depan kita mengunjungi rumah beliau?"

Vania menganggukan kepalanya, kedua matanya pun seketika terpejam sempurna. Entah mengapa tiba-tiba saja dia begitu merindukan sosok sang ayah. Dirinya terlalu sibuk dengan keluarga barunya, sampai-sampai dia melupakan ayah kandungnya yang saat ini hanya tinggal di sendiri.

'Mudah-mudahan ayah baik-baik saja. Aku kangen sama ayah,' (batin Vania).

BERSAMBUNG

...****************...

1
Sri Puryani
kok ryan gk pernah ditengok sih
Sri Puryani
veronika sok tau, anak kecanduan gk diobati
Isna mansur
keren...keren bgt ceritanya thor...👍👍👍
Reni: Terima kasih, Kak.❤️❤️🥰
total 1 replies
NpScr EH
dari awal baca kok aku rasa cara bicaranya lebih kepada formal ya, Dion lebih sering manggil saya ketimbang aku begtu pun bahasa lainnya, tapi selebihnya sih aku suka karna ceritanya ga bertele-tele dan mumet
༄༅⃟𝐐QueenCy
klrg bahagia...senengnya
༄༅⃟𝐐QueenCy
akhirnya lega dan bahagia swmua y..
Siti Maryam
cerita yg bagus dn berjalut
Reni: Terima kasih, kak.
total 1 replies
Siti Maryam
mp nya kurang gigit.. kurang gereget.bikin bucin vania
Siti Maryam
kok gitu
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
yah blm lahir udh tamat
Puja Kesuma
betul bgt...home sweet home klo didalamnya penuh dgn cinta...
Diana Susanti
betul sx
Diana Susanti
tentu saja dong Ryan,,,jng takut
Diana Susanti
hahahaha 😂😂😂😂 emang mereka tuh yaaa
Diana Susanti
hahahaha 😂😂😂
Diana Susanti
hahahaha 😂😂😂😂😂
༄༅⃟𝐐QueenCy
selamat y..moga dpt anak cewek tuh..
Diana Susanti
Alhamdulillah moga sehat ayah sehat SEMUANYA sehat
Diana Susanti
lanjut kak mantab 👍👍👍👍👍
yanti
ceritanya bagus
Reni: Terima kasih, kak.❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!