NovelToon NovelToon
My Enemy, My CEO

My Enemy, My CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Romansa / Teman lama bertemu kembali / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:211.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Chiko Chan

Ella adalah seorang gadis yang pernah mengalami perundungan semasa SMA. Setelah lulus SMA, ia memutuskan untuk pindah ke kota lain, dan mengganti nama serta penampilannya demi mengubur masa lalunya.

Akan tetapi, nasib membawanya bertemu dengan orang-orang yang pernah merundungnya. Salah satunya adalah Nico, yang kemudian menjadi CEOnya.

Berbagai cara dan kebohongan telah Ella lakukan, agar Nico tidak mengetahui identitasnya. Ia juga berusaha untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Namun semua yang dilakukannya, malahan menimbulkan masalah baru.

"Sudah berkali-kali kukatakan kepadamu, untuk berterus terang saja pada Nico. Lihatlah apa yang terjadi sekarang? Kamu malahan menyeret dirimu dan orang lain ke dalam masalah!" bentak Vita, sahabatnya.

Akhirnya Ella pasrah akan nasibnya. Dan kebersamaannya dengan Nico membuat Ella sadar, bahwa selama ini ia telah salah menilai pria itu.

Bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka? Mari kita ikuti kisah mereka, dalam My Enemy, My CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chiko Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Persiapan Acara

Nico tidak segera memberi tahu Ella, bahwa Carissa memintanya untuk meninggalkan apartemen. Ia menunggu waktu yang tepat, untuk memberi tahunya. Selain itu, hari-hari Nico juga disibukkan untuk mengurus persiapan peluncuran produk baru.

Rencananya, Nico akan menyelenggarakan acara perkenalan produk, di salah satu mall di Kota Surabaya. Acara akan dilaksanakan pada tanggal 25 bulan depan. Kesibukan itu sampai membuatnya lupa untuk memberi tahu Ella.

Malam sebelum acara, Nico dan Ella berada di lokasi, untuk memastikan semua persiapan berjalan dengan baik. Hal yang berkaitan dengan penempatan stand dan dekorasi, baru dapat dilakukan di atas jam 10 malam, karena menunggu jam operasional mall berakhir. Sehingga lewat pukul 12 malam, mereka baru dapat meninggalkan lokasi.

Sesampainya di apartemen, Nico berkata kepada Ella, kalau sepertinya malam ini ia tidak bisa tidur. Ia terlalu cemas untuk acara besok. Kemudian Ella mengajak Nico untuk duduk di sofa dan mengobrol, agar perasaan kekasihnya itu menjadi lebih tenang.

"Apa yang menjadi kekhawatiranmu?" tanya Ella sambil memegang lembut tangan Nico.

Pria itu berkata, "Acara besok seperti ajang pembuktian diriku. Akulah yang memberikan ide tentang ini. Sebelumnya produk dari Good Luck Food hanya menyasar ke restoran dan hotel berbintang saja. Namun kali ini, produk dari perusahaan kita akan langsung menuju ke konsumen akhir."

Lalu Nico menyandarkan kepalanya di bahu Ella. "Aku sangat khawatir. Apakah acara besok dapat berjalan dengan lancar? Bagaimana penerimaan para pengunjung besok? Berapa banyak produk yang dapat terjual? Aku merasa sangat tegang sekali," ujarnya.

Ella membelai lembut punggung Nico dan mencoba menenangkannya. "Kamu tidak perlu membuktikan kepada siapapun mengenai dirimu. Karena apapun yang kamu lakukan, orang yang membencimu tidak akan percaya itu. Dan orang yang mencintaimu, tidak butuh itu."

"Bagaimana denganmu? Apakah kamu termasuk orang yang membenciku, atau orang yang mencintaiku?" tanya Nico.

Ella berkata, "Dahulu aku termasuk orang yang membencimu. Kamu tahu? Aku sampai menjauh darimu, menyamarkan identitasku, dan berusaha keluar dari perusahaan ini. Semuanya kulakukan, agar aku tidak dapat bertemu denganmu lagi. Namun pada akhirnya, kamu selalu berhasil menemukanku."

"Bagaimana dengan sekarang?" tanya Nico lebih lanjut. "Apakah kamu mencintaiku?"

Ella tersenyum dan sambil membelai wajah Nico, ia berkata, "Iya, aku mencintaimu."

Senyum Nico mengembang lebar. Ia sangat senang. Pada akhirnya, Ella membalas perasaannya.

Kemudian Nico menyandarkan kepalanya di pangkuan Ella. "Sepertinya malam ini, aku bisa tidur nyenyak," ujarnya.

Ella tertawa kecil. Lalu ia mencium kening kekasihnya itu dengan lembut. Nico merasa bahagia sekali. Sejurus kemudian, ia menutup matanya dan langsung tertidur di pangkuan Ella.

Melihat Nico yang tidur, Ella mencoba membangunkannya, "Nico, kembalilah ke apartemenmu. Kamu jangan tidur di sini."

Nico membuka matanya dengan malas dan berkata, "Aku baru saja bermimpi indah, tapi kamu malah membangunkanku."

Lalu Nico malahan memeluk pinggang Ella dan hendak melanjutkan tidurnya. Gadis itu berujar, kalau ia mengizinkan Nico tidur di pangkuannya selama lima menit saja. Setelah itu, ia harus kembali ke apartemennya.

Nico menganggukkan kepalanya. Namun, tiba-tiba ia teringat sesuatu. "Astaga! Aku baru ingat, kalau besok tanggal 25!"

Ella tampak bingung dan bertanya, "Memangnya ada apa?"

Nico segera bangun dari pangkuan Ella. Ia terpaksa bercerita kepada kekasihnya itu, mengenai percakapan dirinya dengan Carissa sebulan yang lalu.

"Mamaku memberi batas waktu sebulan saja, untuk kamu berada di apartemenku. Beliau merasa keberatan, apabila kamu tinggal di sini," ujar Nico.

Setelah mengatakan itu, Nico dengan cepat berkata, "Tapi bukan berarti mamaku tidak menyukaimu. Kuharap kamu tidak salah paham. Mamaku hanya merasa khawatir, karena hanya ada kita berdua di lantai apartemen ini."

Mendengar penjelasan Nico, Ella menundukkan kepalanya. Dahulu ia merasa takut, saat Nico menyuruhnya tinggal di apartemennya. Namun entah kenapa, saat ini ia malah merasa sedih, karena harus beranjak dari tempat ini.

Nico melanjutkan kata-katanya, "Masalahnya, sekarang ini kita telah melewati batas waktu yang diperkenankan. Dan yang lebih buruk lagi, besok pagi keluargaku juga akan datang. Mereka akan menghadiri acara peluncuran produk. Jadi kita harus segera mencari tempat, agar kamu dapat pindah dari sini."

Ella terbelalak mendengar penjelasan Nico barusan. Ia langsung mengomel. "Kamu gila! Mengapa baru memberi tahuku sekarang, bukan hari-hari sebelumnya? Memang ke mana aku harus pindah? Ini sudah jam satu malam!"

Setelah beberapa pertimbangan, Nico menyarankan, agar Ella tidur di hotel untuk sementara waktu. Gadis itu pada awalnya enggan. Namun ia tidak memiliki pilihan lain, karena besok pagi ia harus kembali ke mall, untuk mengawasi persiapan acara.

Acara memang dimulai pukul sepuluh. Namun Ella harus tiba terlebih dahulu di sana, sejak pukul enam pagi. Ia harus mengurus produk-produk Good Luck Food yang hendak dijual, melakukan briefing dengan semua pihak yang terkait, dan memastikan semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ella khawatir kalau dirinya tidak segera pindah malam ini, ia tidak akan memiliki cukup waktu.

Sambil terus mengomel, Ella mengemasi barang-barangnya. Sedangkan Nico sibuk mencari hotel yang akan ditempati oleh Ella.

"Sudahlah, kamu jangan terus mengomel. Kalau kamu terus menerus mengomeliku, kamu lebih cocok menjadi ibuku daripada kekasihku," kata Nico.

Ella menjadi semakin kesal. "Tentu saja semua orang akan mengomel, jika kamu perlakukan seperti ini!"

Nico tidak mau memperpanjang masalahnya dengan Ella. Ia segera mengajak gadis itu untuk berangkat.

Mereka akhirnya tiba di hotel yang telah dipesan oleh Nico. Ella mendapat kamar yang berada di lantai delapan. Mereka menaiki lift untuk menuju ke sana. Ada dua lift yang bersebelahan, dan mereka menaiki salah satunya.

Setelah sampai di lantai yang dituju, mereka berdua segera berjalan menuju kamar. Ella mendapat kamar nomor 801, yang berada di dekat lift. Saat Nico dan Ella hendak masuk ke sana, pintu di lift lainnya terbuka. Tampak seorang wanita yang berusia sekitar 40 tahun berjalan keluar, bersama dengan seorang asistennya.

Wanita itu adalah seorang MUA, yang hendak merias seorang pengantin. Ia melihat Nico bersama dengan Ella, memasuki kamar berdua.

Ia tampak tertegun dan menaruh curiga. "Bukankah itu Nico, anak bungsu Carissa? Untuk apa larut malam begini, ia bersama seorang gadis memasuki kamar hotel?" batinnya. Namun wanita itu memilih fokus dengan pekerjaannya saja, dan segera menuju ke kamar kliennya.

Setelah memastikan Ella merasa nyaman tinggal di kamarnya, Nico berpamitan dengan kekasihnya itu. "Maafkan aku. Kuharap kamu tidak marah lagi," kata Nico.

Ella diam saja dan memasang wajah cemberut. Nico mencoba merayu Ella, "Sudahlah, jangan marah lagi. Kalau kamu terus menerus marah, kamu justru akan terus teringat denganku. Dan akibatnya, kamu malahan tidak bisa tidur."

"Awas kalau kamu mengulanginya lagi!" seru Ella.

Kemudian Nico memeluk Ella dari belakang. "Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tolong maafkan aku."

Ella menjadi luluh. Lalu ia membelai lembut wajah Nico dan berkata, "Baiklah, aku tidak marah lagi. Lebih baik sekarang kamu cepat pulang. Ini sudah malam."

Nico melepaskan pelukannya dan berpamitan pulang. Ella mengantarkan kekasihnya itu, sampai ke depan pintu kamar.

"Selamat tidur. Aku mencintaimu," ucap Nico seraya mencium pipi Ella.

Ella berkata, "Hati-hati di jalan. Aku juga mencintaimu."

1
Andira
🙂
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Miss "D"
sudah mampir ni kak..
salam kenal..
jangan lupa mampir jg ya 🤗
Aris Hartanti
Luar biasa
赤狐
menurut saya, alur ceritanya rapih, cara penyelasaian konflik d ceritanya juga tidak terlalu bertele tele, begitu juga dengan konflik yang ada diceritanya tidak terlalu berat,jadi tidak bosan karena episode yg terlalu panjang
Chiko Chan: Terima kasih, Kak 🙏
total 2 replies
赤狐
ceritanya bagus, tidak terlalu banyak drama ikan terbang, ending ceritanya happy saya suka ♥♥♥
Jjlynn Tudin
sya yang x romantic atau cam mana tapi sa suka sekali ni Nico sama Ella gaya sayang sayangann x bikin geli
Siti Rohmah
Luar biasa
Siti Marwah
rere sama aja kayak gita kan csnya dr dulu
Siti Marwah
kenapa nico nga percaya sama ella..sedih klo mereka putus lgi..sedih hubungannya ngga kuat keprcayaan nico jd rapuh ke ella
Siti Marwah
dobble pastinya tuch salary
Ahyar 99
lanjutannya mana Thor seru jg cerita Vita dan ether Thor
Chiko Chan: Sekarang sudah ada novel lanjutannya, Kak. Judulnya: Deserve Love. Selamat membaca, semoga suka 🙏
total 3 replies
Merly Frely Tiow
leb8h baik elbert sama vita aja .
Chiko Chan: Sekarang sudah ada novel antara Elbert dan Vita, Kak. Kalau berkenan bisa membaca dengan judul: Deserve Love. Terima kasih 🙏
total 2 replies
Deti
gila aja selama 2 tahun kerja tanpa gaji . mksdny apa
Chiko Chan: Cuma ancaman aja kok, Kak. Ntinya digaji lagi hehe 😁
total 1 replies
Ummu Asiyah
tdk bertele tele dan tdk panjang episode nya jd ga mls bacanya.. endingnya bikin seneng.. semangat ya jgn terpengaruh dgn respon yg bikin drop
Chiko Chan: Terima kasih, Kak 🙏
total 1 replies
Ismu Srifah
selingkuh juga rere
Ismu Srifah
karena wanita pake perasaan nic untuk bicara
Ismu Srifah
pak budi kur kur juga anak mu yaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!