Karena cinta bertepuk sebelah tangan, Aldin sulit untuk menerima cinta yang baru.
Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang wanita sampai keduanya melakukan hubungan terlarang dan menyebabkan gadis itu hamil.
"Kau harus menikahiku! Aku tidak ingin anak ini lahir tanpa seorang Ayah!" Renata Aprilia.
"Aku akan menikahi mu, tapi hubungan kita hanya sampai anak itu lahir." Aldin Maldives.
Lantas, akankah cinta hadir di antara keduanya? Lalu bagaimana kisah rumah tangga mereka?
*****
Lanjutan dari novel I'm Fine
JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN DAN FAVORITNYA YA GUYS!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berhasil Lolos.
"Apakah tidak ada petunjuk apapun? Ini sudah hampir setengah hari, tapi kalian sama sekali belum menemukan istriku!"
Aldin terlihat marah-marah pada anggota polisi yang belum menemukan istrinya sejak tadi, padahal sudah 4 jam lebih, tapi mereka belum memberikan hasil yang maksimal.
"Penjahat ini memang sangat licin Tuan, kita tidak tahu kemana pria itu akan pergi, karena tempat tinggalnya bukan hanya satu." Ketua polisi menjelaskan agar Aldin mengerti.
"Arghhhhhhhh! Kalian sama sekali tidak becus, pantas saja dia berhasil lolos. Aku mau kau menemukan istriku sekarang atau nyawa kalian yang akan menjadi gantinya!" Aldin berteriak penuh kekesalan, ia tidak peduli yang saat ini ia ancam adalah seorang polisi atau presiden sekalipun. Ia hanya mau Rere kembali padanya dalam keadaan selamat, sudah itu saja.
"Mobilnya terdeteksi berada dikawasan barat, tapi setelah lampu merah, jejaknya sudah tidak lagi terlihat," ujar salah satu polisi membuka rekaman CCTV jalanan yang kemungkinan dilewati Zachary.
"Dimana lokasi itu? Kita harus kesana sekarang," kata Aldin tidak sabar.
"Ada dijalan MH Thamrin Blok 6."
"Baiklah, kita akan menelusuri kawasan itu. Semua anggota ikut menyebar, kita harus segera menemukan Nona Rere sebelum malam datang." Perintah ketua polisi segera memberikan komandonya.
Aldin sendiri ikut bersiap, ia menghubungi asistennya untuk datang dan menemaninya mencari Rere. Pikirannya sangat kalut, ia takut sewaktu-waktu penjahat itu akan melukai Rere.
Bagaimana keadaanmu sekarang? Aku harap kau masih bisa bertahan sampai aku datang.
*****
Sementara itu, Rere masih mencium bibir Zachary yang hanya diam mematung. Pria itu kaget bukan kepalang karena Rere berani menciumnya. Zachary ingin menolak, tapi dia yang bisa menolak godaan seperti ini? Apalagi bibir Rere terasa sangat manis dan memabukkan.
"Bagaimana? Masih tidak mau melepaskan ku juga?" Ujar Rere mengulas senyumannya yang sangat manis.
Zachary menarik sudut bibirnya, ia menarik bagian belakang kepala Rere hingga wajah mereka kembali dekat. "Kau salah besar, jika sudah memulai, jangan harap aku akan mengakhiri," ucap Zachary kembali mencium bibir Rere lebih panas dari sebelumnya.
Rere membesarkan matanya terkejut, ini benar-benar gila karena Zachary menciumnya sangat ganas. Ia bahkan mulai kewalahan saat Zachary terus merangsek maju hingga tubuhnya semakin terhimpit. Rere mencoba sadar, ia harus ingat misinya untuk keluar dari tempat ini.
Rere melirik tangan Zachary yang melingkari pinggangnya dengan pistol yang masih di pegang. Rere menggunakan kesempatan itu dengan sangat baik, saat Zachary terlena akan ciuman mereka, Rere segera mengambil pistol itu dan mendorong Zachary dengan keras.
"Jangan mendekat!" Seru Rere mengacungkan senjatanya tepat di kepala Zachary.
"Kau!" Zachary terkejut, ternyata ia sudah ditipu oleh wanita ini. Bisa-bisanya dia terlena karena sebuah ciuman.
"Majulah selangkah lagi, kau pasti akan mati," ancam Rere terus mengacungkan pistolnya, tangannya gemetaran tapi ia tetap berusaha memegang pistol itu.
"Kembalikan pistol itu, kau tidak tahu berada di wilayah siapa?" Kata Zachary geram.
"Aku tidak perduli, cepat mundur atau aku akan benar-benar menembak mu!" Teriak Rere dengan suara yang keras.
"Oh shitttt!!" Zachary mengumpat pelan, ia menatap wajah Rere lekat-lekat seolah mengukir wajah wanita licik yang berhasil memperdaya dirinya ini. Ia mengulas senyum sinis nya.
"Tembak saja, aku tahu kau pasti ketakutan, ayo tembak sekarang!" Teriak Zachary menantang Rere karena ia tahu wanita itu pasti ketakutan.
Namun, Zachary salah karena Rere ternyata benar-benar menembak Zachary hingga mengenai lengan pria itu.
"Arghhhhhhhh! Sial!" Zachary mengerang pelan, ia memegang bahunya yang tergores akibat peluru yang ditembakkan itu.
Rere sendiri terkejut, tapi ia segera menggunakan kesempatan itu untuk kabur. Diluar ternyata banyak penjaga yang berkeliaran, Rere tentu kebingungan harus berbuat apa.
"Hei, mau kemana kau!" Tommy assiten Zachary meneriaki Rere sebelum wanita itu bisa kabur.
"Mati aku." Rere memejamkan matanya singkat, tidak ada jalan mundur lagi, ia bergegas mencari jalan keluar dengan berlari kearah samping rumah. Rere terus menyusuri rumah yang sangat besar itu hingga sampai dibagian belakang rumah. Untungnya disana ada pagar usang yang terbuka, Rere segera berlari kearah sana sebelum anak buah Zachary.
Sementara itu, Zachary tertatih-tatih keluar dari kamar tadi, ia ingin mengejar wanita kurang ajar yang telah berani melukainya.
"Tuan, Anda terluka," ucap Tommy kaget melihat lengan Zachary yang berdarah.
"Dimana wanita kurang ajar itu?" Zachary membentak kesal.
"Dia berhasil kabur lewat pintu belakang, Tuan." Tommy menunduk takut karena gagal mendapatkan Rere.
"Sial! Wanita itu benar-benar menguji kesabaranku," umpat Zachary seraya menendang salah satu kursi disana.
Zachary berjalan menuju kamarnya, ia melihat menggunakan teropong bagian belakang rumahnya. Ia tersenyum sinis melihat Rere yang masih terus berlari.
"Kali ini aku biarkan kau lolos, tapi jika kita bertemu lagi, jangan harap kau akan bisa lepas dariku," ucap Zachary dengan hati yang diliputi rasa yang tidak bisa diungkapkan, ia lalu memegang bibirnya dengan senyuman yang tidak biasa.
Aku pasti akan menemukan mu lagi wanita licik.
******
Rere terus berlari menyusuri banyaknya pepohonan yang rindang, ia mencoba mencari cara agar bisa keluar dari tempat itu. Ia mendengarkan suara kendaraan yang berbunyi dengan suara yang cukup keras, pertanda jika ia sudah berada di dekat jalan raya.
Rere kembali menyusuri hutan-hutan itu hingga ia menemukan jalan yang ia maksud. Mata Rere berbinar cerah, ia mempercepat langkah kakinya tanpa sadar jika tanah pijakannya itu licin.
Karena tidak berhati-hati, Rere justru terpeleset jatuh.
"Arghhhhhhhh!!!!" Rere berteriak saat tubuhnya terguling turun kebawah, ia memejamkan matanya saat ranting-ranting pohon mengenai tangan dan tubuhnya. Rere sudah pasrah jika ia akan mati karena kini tubuhnya justru terhempas ke jalanan.
Citttttttt!!!!
Suara mobil yang direm mendadak terdengar, pemilik mobil itu langsung turun karena ia kaget saat tiba-tiba ada orang yang tergeletak di depannya. Pemilik mobil itu tidak lain adalah Aldin yang tengah mencari istrinya.
"Aduhh ... sshhhhh ... ." Rere merintih-rintih kesakitan, tangan dan kakinya terluka cukup parah hingga terasa sangat perih.
"Rere!" Aldin berseru sangat kaget melihat sosok istrinya.
"Al!!" Rere tak kalah kagetnya, ia langsung bangkit dan memeluk suaminya erat. "Al, aku takut Al ..." Rere menangis dalam pelukan suaminya, rasa sakit karena lukanya tidak dipedulikannya lagi, ia memeluk Aldin sangat erat seolah seperti 1000 tahun tidak bertemu.
"Kau bagaimana bisa ada disini? Apakah penjahat itu melukaimu?" Aldin balas memeluk Rere sangat erat meski hanya dengan satu tangan, hatinya lega akhirnya bisa bertemu dengan istrinya lagi.
Rere menggeleng pelan dan terus menangis, ia tadi sudah berpikir jika tidak mungkin akan bertemu dengan pria ini lagi.
"Lalu luka ini? Astaga! Apa yang sudah terjadi?" Aldin begitu kaget melihat tangan dan kaki Rere yang berdarah-darah, tapi wanita itu bersikap seolah baik-baik saja.
"Aku kabur dan jatuh disini," ucap Rere dengan suara yang manja. "Kau juga terluka, tanganmu!" Rere berseru syok saat menyadari jika tangan Aldin disangga dengan gips.
"Aku tidak apa-apa, ini hanya agar aku tidak banyak bergerak, ayo kita kerumah sakit sekarang," ujar Aldin tersenyum menangkan.
Rere mengangguk singkat, ia juga merasa tubuhnya pegal semua karena terjatuh tadi. Padahal tadi ia tidak merasa kesakitan, tapi entah kenapa sekarang malah kesakitan.
Happy Reading.
TBC.
Rere keras kepala 👎😡
buta itu gelaff
gelap itu banyak nyamuknya 😂😂😂🤣🤣🤣