Karna adanya pembuatan tempat wisata, aku beserta seluruh warga dikampungku haruskan dipindahkan ke tempat tinggal yang baru ke desa yang berlokasi begitu jauh dari tempat tinggal kami sebelumnya. Lahan kosong bekas perkebunan dan hutan kini menjadi tempat tinggal baru kami, kawasan yang masih kental dengan hal mistis dan aura negatif menyelimuti lokasi tersebut. Dari sinilah awal kisah teror para penghuni lokasi itu menghantui kami bahkan sampai harus merenggut beberapa nyawa diantara kami.
Bagaimana cerita dan kisahnya pengalaman horor kami, ikuti dan baca setiap episodenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Asnidar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyekapan Maura
POV Maura
Aku membuka mataku dengan perlahan namun aku merasakan sakit dan pusing di kepalaku, saat aku mulai tersadar aku sudah dalam keadaan duduk di kursi dengan tubuh yang sudah terikat dengan sangat erat. Aku mencoba melepaskan tali yang mengikat tanganku namun aku tidak bisa karena ikatannya terlalu kuat, semakin aku memaksakan semakin aku merasakan sakit pada pergelangan tanganku.
" Tolong... Tolong... Tolong aku!" Teriakku meminta pertolongan berharap ada seseorang diluar yang dapat menolongku.
Aku berteriak berulang kali namun.tidak ada seorang pun yang datang menolongku, aku menangis frustasi karena tidak bisa melepaskan diri dan.keluar dari gubuk ini. Aku menunduk kepalaku dan terus saja menangis, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan berdiri di hadapanku merasa senang ada yang datang aku segera mengangkat kepalaku dan melihat kearah seseorang tersebut.
Namun sesaat rasa senang aku hilang secara tiba-tiba karena yang datang adalah Kak Winda, wanita jahat yang berani membunuh sahabatnya sendiri hanya karena rasa cemburu dan iri dengki.
" Kak Winda " Ucapku terkejut saat melihat Kak Winda sudah dihadapanku dengan tatapan sinisnya.
" Haha... Haha... Iya ini aku?" Ucap Kak Winda tertawa dengan senangnya
" Kenapa lo lakuin ini ke gue? Lepaskan gue! Dasar pembunuh" Ucapku Kalah sinisnya
" Karena lo udah berani ikut campur dan udah ngebongkar rahasia gue selama ini. Apa lo bilang? Lepaskan! Haha... Haha... Gak akan gue lepasin lo gitu aja, Maura." Ucap Kak Winda dengan menekan rahang aku menggunakan tangan kanannya.
" Haha...Haha.. Sehebat apa pun lo menutup rahasia lo, yang namanya bangkai pasti akan tercium juga. Pembunuh kaya lo seharusnya dihukum seberat-beratnya, bukan malah bebas seperti sekarang." Ucapku merasa tidak takut sedikit pun.
" Berani ya lo sama gue, Rasain nih! plaakk " Ucap Kak Winda sangat emosi lalu melayangkan tamparan di pipi kananku. Aku merasakan panas di pipi kananku dan sepertinya terlihat merah namun aku tidak menunjukkan rasa sakit ku pada Kak Winda.
" Lo liat aja nanti, gue pastiin lo mendapat hukuman yang seberat-beratnya. Karena gue udah ceritain semua kejahatan lo sama Kak Rangga dan juga orang tuanya Maya, mereka akan menemukan jasadnya Maya besok dan lo akan segera dipenjara." Ucapku dengan beraninya tanpa memperdulikan dengan siapa aku sedang bicara walaupun ia adalah seorang pembunuh sekalipun. Karena aku tidak ingin terlihat lemah dimatanya, aku harus membuktikan kalau aku tidak akan menyerah untuk membuatnya kesal dan emosi walaupun aku harus merasakan sakit karena mendapat perlakuan kasar darinya.
" Walaupun gue akan dipenjara sekalipun tapi sebelum itu terjadi gue akan membunuh lo juga, Maura. Karena lo sama dengan Maya suka cari perhatian orang-orang dan juga sok kecantikan dan itu membuat gue muak dengan tingkah laku lo itu, dan satu lagi kalo gue gak bisa miliki Rangga berarti lo juga gak boleh memilikinya" Ancam Kak Winda dan berbuat kasar kepadaku. Ia membuatku wajahku babak belur hingga darah mengalir dari sudut bibirku dan juga hidungku, ia memukul kepalaku hingga aku tak sadarkan diri lagi.
POV Author
Malam sudah menunjukkan Pukul 01: 15 Wib. Namun Maura belum ditemukan juga semua orang terlihat semakin khawatir, mereka takut jika suatu hal akan terjadi pada Maura seperti waktu kehilangan Eka. Mereka mencari disetiap tempat di Desa Way Rimba termasuk di tempat sumur kecil tua yang ada dibawah tangga sana namun Maura tidak ditemukan disana. Terlihat Ibu Maura sudah menangis sedari tadi, namun Ayah Maura mencoba menenangkan istrinya tersebut.
Sosok Maya mengetahui keberadaan Maura karna ia sempat mengikuti Winda hingga sampai ia bertemu dengan Maura. Maura sempat melihat adanya Maya di gubuk itu namun ia tidak bisa berinteraksi dengan Maya karna Winda terus saja berdebat melawan Winda, sampai ia melihat Maya menangis saat dirinya disiksa oleh Winda.
Mengetahui Maura membutuhkan pertolongan ia segera menghilang dam pergi menemui Nur. Nur yang saat ini sedang berada di dirumah Maura dengan sahabatnya yang lain, tiba-tiba ia melihat sosok Maura sudah berada disampingnya dan berbisik ditelinganya. Maya memberitahukan dimana Maura sekarang berada, seketika mata Nur membulat dan terlihat emosi saat mendengar bisikan dari Maya kalau Winda lah yang sudah menculik Maura.
Dengan cepat ia menghubungi Rangga dan memberitahu kalau Maura diculik oleh Winda.
" Tante, Om. Nur coba cari Maura ditempat lain ya, karna kita tidak menemukannya di daerah sini, aku akan mencarinya diluar desa ini." Ucap Nur berpamitan mencari Maura
" Gue ikut Nur" Ucap Tari
" Gue juga " Sambar Wati.
Kemudian mereka pergi keluar dari rumah Maura setelah kedatangan Rangga dirumah Maura, Ayah dan Ibunya Maura tidak ikut karna tidak baik jika Wanita hamil seperti Ibunya Maura keluar malam-malam seperti ini. Begitu juga dengan Ayahnya Maura dia mengetahui kalau suasana hati istrinya sedang sedih jadi dia memilih untuk untuk menemani dan menenangkan istrinya saja dirumah. Dia khawatir jika saja dirinya meninggalkan istrinya dirumah, akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada istrinya dan dia tidak ingin menerima resiko itu.
Nur berserta sahabatnya dan juga Rangga segera melakukan motor mereka ke tempat lokasi dimana Maura disekap. Dengan petunjuk yang diberikan oleh Maya, mereka melaju sesuai arahan dari Maya. Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun tiba di lokasi tersebut.
" Disana " Ucap Nur sambil menunjuk gubuk tersebut. Terlihat mereka sangat terburu-buru sekali memasuki gubuk tersebut.
Rangga mendobrak pintu dengan paksa menggunakan kaki kanannya dengan sangat keras. Hingga hanya dengan satu hentakan saja ia sudah bisa membuka pintu tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat Winda yang sudah mengadahkan pisau dileher Maura yang sudah tak sadarkan diri sedari tadi.
Winda mengadahkan pisau saat mengetahui ada orang diluar gubuk tersebut, dengan sigap ia mengeluarkan pisau yang ia bawa dari rumahnya dan mengadahkan pisau tersebut di leher Maura.
" Berhenti disana, jangan mendekat! Atau aku akan menyayat pisau ini ke lehernya." Ucap Winda setengah berteriak. Mendengar ancaman dari Winda mereka berhenti seketika dan terlihat sangat khawatir dengan Maura yang sudah terlihat babak belur diwajahnya.
" Jangan Winda, gue mohon lepasin, Maura!" Ucap Rangga dengan paniknya.
" Gak, Aku gak akan lepasin dia." Ucap Winda dengan tatapan tajam nya
" Kenapa lo ngelakuin ini ke Maura, apa salah dia?" Ucap Tari juga sama paniknya.
" Salah dia karna dia punya mulut yang ember, dia ngasih tau rahasia gue ke orang lain. Dan gue akan merobek mulutnya ini, kalau kalian semua sampai mendekat kesini!" Ancam Winda dengan emosinya
" Winda, jangan lakukan itu ke Maura, kita bisa bicarakan hal ini secara baik-baik. Jadi gue mohon lo jangan sakitin Maura lagi!" Ucap Rangga dengan suara yang melunak
" Haha... Segitu khawatirnya kamu dengan Maura, segitu cintanya kamu ke dia. Rangga lihat aku! aku yang dari dulu mencintai kamu, tapi kamu tidak pernah menyadari itu. Dulu aku mencintai kamu tapi kamu malah mencintai Maya, sekarang aku pun masih mencintai kamu, tapi kamu malahan mencintai Maura. Apa kurangnya aku sampai kamu tidak bisa mencintaiku, Rangga. Hikss..Hikss.. Tapi aku sudah melenyapkan Maya, dan sekarang adalah giliran Maura yang akan aku lenyapkan. Haha... Haha.." Ucap Winda dengan menunjukkan berbagai emosi, kadang dia tertawa lalu menangis namum sesaat tertawa kembali seperti sudah dikendali oleh setan dan seperti orang gila saja. Kini pisau itu sudah berada di mulut Maura dan bisa kapan saja untuk Winda menariknya jika mereka berusaha mendekat kearahnya.
dan intinya i like horor story😉
maksih buat doanya, jangan lupa like, vote, dan ratenya hehe😉